
"Siapa yang akan mempunyai Papa baru?" tanya Bayu pada Satya anaknya yang kurang berbakti itu.
"Aku, memangnya siapa lagi?" jawabnya dengan santai.
"Satya kau jangan bercanda!"
"Aku tidak bercanda, karena aku tahu jika Papa adalah orang yang tidak suka bercanda,"
"Siapa? Siapa orang yang sudah berani ingin menjadi Papa barumu?" tanya Bayu sakit hati.
"Tuan Tama Pah, dia adalah orang yang akan menjadi papa mertua kami," jawab Mawar.
"Tidak! kalian pasti bohong kan! Tidak mungkin jika Tama akan menikah dengan Rosa. Itu tidak mungkin, dan itu tidak boleh terjadi!" sentak Bayu Tak terima dengan kabar yang sangat menyakitkan ini.
"Maaf Pah, tapi itu adalah kenyataan yang harus Papa terima. Maafkan aku," ucap Satya tulus, karena bagaimana pun juga Bayu adalah papa kandungnya yang harus ia hormati. Meskipun sebenarnya hati Satya masih sakit dengan perbuatan papanya. Tapi sebagai seorang anak ia tak boleh membenci papanya.
"Tidak! Aku tidak bisa terima ini, Rosa tidak boleh menjadi milik orang lain, Rosa akan selalu menjadi milikku! Cepat panggilkan Rosa kemari ada hal penting yang harus aku bicarakan dengannya! Seru Bayu, jujur saja ia merasa sangat syok mendengar kabar jika Rosa akan menikah, esok hari pula.
Kenapa tidak ada yang memberitahunya, kenapa ia sampai tidak tahu kabar duka ini. Astaga, rasanya dunia Bayu seakan mau hancur saja. Karena sudah tidak ada harapan lagi untuk ia memiliki Rosa.
"Untuk apa kau memanggilku?" tiba-tiba Rosa datang daan menghampirinya
Dengan segera, Bayu pun kemudian menghampiri Rosa. Ia pegang tangan halus Rosa dan ia menatapnya dengan sedih. Berharap jika kabar yang ia dengar adalah salah, akan tetapi sepertinya jika itu semua hanyalah harapan ia saja. Rosa langsung menepis tangan Bayu, dan mulai menatap Bayu.
"Rosa katakan padaku, jika semua ini salah. Katakan jika kau tidak akan menikah besok. Aku mohon,"
Rosa menghembuskan napas kasar saat melihat Bayu yang memohon dan juga bersedih. Akan tetapi semua itu tidak akan mengurungkan niatnya untuk menikah dengan Tama. Karena pernikahan ini adalah hal yang ia tunggu-tunggu selama ini.
"Maafkan aku, tapi semua yang kau dengar itu benar adanya. Dan aku harap kau bisa menerima pernikahanku dengan Tama seperti aku yang menerima pernikahanmu,"
"Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan menerima pernikahanmu dengan pria mana pun! Kau adalah milikku Rosa daan selamanya kau harus menjadi milikku!"
__ADS_1
"Apa hakmu mengatakan semua itu padaku!"
"Mungkin saat ini, aku memang sudah kehilangan hak atas dirimu! Tapi Rosa, sampai saat ini kau masih jadi penghuni hatiku, namamu tidak pernah terhapus dalam hatiku,"
"Tidak pernah terhapus, akan tetapi pernah bergeser dari tahta terindah dalam hatimu. Bahkan aku pernah menjadi yang terburuk di sana,"
"Tidak! Aku tidak pernah berpikir seperti itu Rosa, aku sangat mencintaimu."
"Sepertinya ingatanmu itu memang sangat buruk, kau lupa jika saat itu kau seringkali menyakitiku. Kau sering mengatakan jika aku adalah buruk dalam hidupmu. Hanya Arini yang terindah, hanya Arini yang paling mengerti isi hatimu, hanya dia yang mampu mengerti hatimu dan juga keinginanmu. Kau bahkan jatuh cinta pada kepolosan dan kelembutannya," Rosa berucap sambil menitikkan air mata, betapa sakitnya hati Rosa saat itu. Tapi sayangnya, pria yang ada dihadapannya ini sama sekali tidak peduli dengan perasaannya. Dan bahkan Bayu pernah menuduh hal yang tidak-tidak pada Rosa, dan lebih percaya dengan apa yang Arini katakan. Di situlah hati Rosa sangat hancur, tapi apa peduli Bayu, yang ia pikirkan hanya istrinya yang cantik dan katanya seorang wanita yang sangat lembut itu.
"Rosa, aku ..."
"Cukup! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu!"
"Rosa batalkan pernikahanmu dan kembalilah padaku,"
"Tidak! Sudah saatnya aku hidup bahagia, pergilah dan jalani lagi kehidupanmu. Kita jalani hidup kita masing-masing,"
"Rosa,"
Saat Bayu akan mengejar Rosa, Bayu dihalangi oleh Satya. Satya tak mau lagi melihat Rosa bersedih dan menangis diam-diam, karena sakit hati yang ia rasakan.
"Sudah Pah, aku mohon biarkan Mamah bahagia dengan caranya. Biarkan ia mencari kebahagiaanya sendiri. Sudah cukup selama ini, Papa menyakitinya. Dan mulai saat ini, aku akan menjaga Mamah dengan sangat baik. Tak akan aku biarkan siapa pun melukai hatinya," ucap Satya sangat serius pada Bayu.
"Satya,"
"Aku mohon,"
Sepertinya sudah tidak ada kesempatan lagi untuknya, kesempatan untuk memperbaiki diri. Dan juga kesempatan untuk hidup bersama
dengan Rosa sudah tidak lagi.
__ADS_1
Baiklah, mungkin ini saatnya ia menyerah. Meskipun hatinya terasa sangat berat dan bahkan tidak ikhlas, tapi sudah tidak ada yang bisa ia lakukan lagi. Semuanya sudah terlambat, terlambat untuk memperbaiki semuanya.
*
*
*
Hari ini adalah hari yang di nanti-nanti oleh Tama, dimana hari ini ia akan meminang wanita yang sudah mencuri hatinya. Seorang wanita cantik yang terlihat keras padahal sebenarnya memiliki hati yang sangat lembut.
Perempuan rapuh yang selalu berpura-pura kuat, padahal hatinya sangat hancur. Untuk itu, ia sengaja masuk ke dalam hatinya dan juga ke dalam kehidupannya untuk melindungi dan juga memberikannya banyak cinta dan juga kasih sayang.
Tama sudah siap dengan penampilannya ia terlihat sangat tampan, begitu pun dengan Rosa yang terlihat sangat cantik dan juga mempesona. Pernikahan ini dilaksanakan dengan acara sederhana yang mereka adakan di rumah baru mereka. Rumah yang sudah Tama sediakan sebelumnya. Rumah yang akan menjadi saksi dimana kehidupan barunya akan di mulai.
Rumah itu sudah ramai dengan para tamu undangan, dan juga seluruh keluarga Guntara dan juga keluarga para planet serta meteor pun ada di sana.
Keadaan sangat tenang saat Tama mengucapkan ijab kabul, hingga terdengar semua orang mengatakan, sah ..."
Mereka semua sangat bahagia dengan pernikahan Tama dan Rosa, kecuali Bayu tentunya. Ia bahkan tidak hadir untuk menyaksikan kebahagiaan Rosa. Sepertinya pria penebar luka itu tak sanggup menerima luka.
"Astaga, aku tidak menyangka jika kita akan menjadi saudara ipar, maksudnya saudara tiri, eh entahlah aku jadi pusing hubungan kita apa ya namanya," ucap Satya geleng-geleng kepala melihat ake arah Aliana dan juga pada Zein.
"Siapa yang peduli dengan itu, yang penting orang tua kita bahagia," jawab Aliana.
"Oh ya selamat ya Zein dan kau kodok goreng," ucap Zayan.
"Iya Kak,"
"Astaga rupanya ada ayam gila," balas Satya yang tak terima
dipanggil kodok oleh Zayan.
__ADS_1
"Hei kau ini sensitif sekali, astaga terimalah kenyataan jika di usiamu yang sudah matang ini kau akan mempunyai seorang adik,"
"Apa!"