
Di kediaman rumah mini Ghea Arlinda dengan Rama...
"Ram,aku mau ke rumah nenek pagi ini."kataku pada Rama.
"hmm.."kata Rama yang hanya berdehem saja.
"kamu nggak sarapan dulu?"tanya ku yang melihat Rama yang sedang berpakaian lengkap yang akan bekerja. tetapi Rama hanya bergeleng kepala saja. lalu aku pun bergegas ke kamar mandi. selang lima menit kemudian, Rama menjerit padaku dari luar kamar mandi.
"sayang,aku berangkat dulu ya."kata Rama yang menjerit keras. sedangkan aku hanya diam saja karena aku sedang menyabuni badanku.
setelah itu,Rama pun meninggalkanku yang sedang asyik mandi di kamar mandi. selang beberapa menit kemudian,aku pun selesai merapal mandiku dan aku pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimonoku.
lalu,ada suara handphone ku pun bergetar. aku pun mengangkat handphoneku itu.
"iya halo. ada apa paman?"tanyaku pada paman linggo.
"begini nona, bisakah kita bertemu nanti?"tanya paman balik ke padaku.
"bisa. memang masalah apa paman?"tanyaku pada paman linggo.
"ini mengenai perusahaan nona."kata paman linggo.
"baiklah paman. tunggu di rumah nenek saja ya. karena habis gini aku meluncur ke sana."kataku yang membuat perjanjian bertemu dengan paman linggo.
"baik nona. terima kasih."kata paman linggo padaku.
"iya sama-sama paman." kataku yang langsung menutup telepon ini.
kemudian,aku pun langsung bergegas berangkat ke rumah nenek.
beberapa jam kemudian,aku pun sampai ke rumah nenek. pagar rumah nenek pun langsung otomatis buka sendiri dan mobil aku pun langsung masuk ke garasi mobil.
aku pun mematikan mesin mobil dan mengeluarkan tasku dari mobilku dan menutup pintu mobilku. lalu aku pun berjalan ke pintu dan mengebel.
Ting tong...
"nenek..."jeritku pada nenek. nenek pun tau aku datang langsung membukakan pintu dan langsung memelukku.
"nenek kangen kamu nak."kata nenekku.
"aku juga kangen sama nenek. makanya aku ke sini."kataku.
"kamu itu ya kalau kangen pulang ke sini. tapi jarang sekali ke sini."kata nenek.
"iya ya nek. maaf aku sibuk banget nek."kataku.
"udah ayo masuk. ada kakekmu dan sudah menunggu kedatangan mu."kata nenek.
"ada kakek juga."kataku yang langsung menghampiri kakek.
"kakek..."kataku.
"cucuku.. kapan pulang?"tanya kakek.
"kemarin malam kek. maafkan aku kek,aku nggak sempet ke sini dari bandara soalnya suamiku,Rama sudah menjemputku."kataku dengan raut wajah sedih.
"duh, cucu ku..jangan sedih gitu. kakek mengerti. dan kakek malah senang kamu dah mau datang ke sini."kata kakek.
"ehem.. sayang,oleh-oleh buat nenek kakekmu mana."kata nenek padaku.
"oh ya lupa aku nek. oleh-olehnya tertinggal di mobil. bentar ya nek kek."kataku yang langsung meninggalkan mereka yang sedang duduk di ruang makan. beberapa menit kemudian...
"kakek ini untuk kakek.."kataku yang langsung memberi bingkisan berupa Gurkha Black Dragon.
"nek,ini untuk nenekku tercinta.."kataku yang langsung memberikan bingkisan berupa jam tangan Chopard.
"sayang terima kasih ya nak."kata nenek padaku dan kami berdua pun saling memeluk.
"hmm.. gantian dong peluknya.. kakek juga mau.."kata kakek. lalu,kami bertiga pun tertawa. beberapa menit kemudian,kami bertiga pun sarapan bersama di meja makan.
setelah sarapan,kami tak lupa berbincang-bincang di ruang makan.
Ting tong..
"siapa pagi-pagi gini datang ya?"tanya nenek.
"mungkin paman linggo. soalnya tadi paman linggo ku suruh ke sini nek."
"yaudah tunggu ya,nenek bukain pintu dulu."kata nenek.
selang beberapa menit kemudian,ternyata paman linggo yang datang ke rumah nenek.
"sayang paman linggo sudah datang."kata nenek padaku.
"iya nek. aku kan ke sana."kataku pada nenek.
"yaudah nenek tinggal ya. nenek mau ke dapur dulu."kata nenek yang langsung ke dapur.
"kakek tau linggo datang ke sini untuk memberitahu mu soal perusahaan. kakek ikut ya?"tanya kakek padaku. aku pun menganggukkan kepala dan membantu kakek berdiri dari kursi makan. aku pun memapah kakek berjalan menemui paman linggo.
di ruang tamu,
"Tuan Hanggoro."kata linggo.
"sudah kamu duduk saja."kata kakek yang aku bantu duduk di sofa. aku,kakek dan paman linggo pun duduk bersama di sofa,di ruang tamu. Dan kami bertiga membahas mengenai perusahaan kain di Amerika serikat. kakek dan paman linggo menyuruhku datang melihat kondisi perusahaan tersebut besok. padahal aku sudah menolak tetapi mereka memaksaku. sehingga aku terpaksa menerima tawaran tersebut.
di bandara,,,
Shasha sedang menunggu kedatangan tunangannya,Dr. Kevin.
"duh kakak kog lama sih gak muncul-muncul.." kata Shasha yang menggerutu di dalam hatinya. tiba-tiba mata Shasha di tutupi oleh tangan asing yang membuat Shasha kaget.
__ADS_1
"kakak?"kata Shasha yang hanya berdiam sambil berdiri.
"tau aja aku datang."kata Kevin pada Shasha.
"hehehe..ya Taulah kak.dari baunya."kata Shasha yang hanya tersenyum.
"kamu ini ya..bikin calon suamimu jadi gemes."kata Kevin yang langsung memencet hidung Shasha.
"duh kakak."kata Shasha.
"sudah ayo pulang.kita ke cafe dulu. aku masih pengen berduaan sama kamu sayang."kata kevin pada Shasha.
"ih kakak. dasar. untung aku nggak ada jam kuliah."kata Shasha.
"udah buruan ke cafe."kata Kevin yang memegang tangan Shasha sambil tangan satunya menyeret kopernya.
di rumah sakit...
saat aku beristirahat karena tak ada pasien,Kevin meneleponku dengan video call.
"hai kakak ghea."kata shasha.
"hai Ghea."kata Kevin yang bareng dengan Shasha.
"hai juga.. kalian di mana? Kevin kamu udah di Indonesia? kapan pulangnya?"tanyaku pada mereka di videocall.
"aku dah pulang tadi pagi dan di jemput sama calon istriku dunk,Shasha."kata Kevin yang membuat Shasha memerah pipinya.
"cie..cie.. yang lagi kasmaran..begitu pulang langsung ke cafe ya.. gitu nggak ajak-ajak.."kataku pada mereka.
"tuh kan kak,kakak ghea ngambek karena kita ingkar janji nggak mentraktir."kata Shasha.
"udah,nggak usah di gubris kata-katanya. paling Ghea bercanda."kata Kevin dengan santai.
"hahahaha.. tau aja kamu nih Vin.."kataku yang tertawa.
"tuh kan bener kataku. udah sayang ayo kita nikmati makanan di sini. oh ya Ghea besok aja ya aku ke rumah sakit. karena aku pengen berduaan sama Shasha dulu."kata Kevin.
"kamu itu selalu gitu. lagian besok aku ke Amerika serikat karena ada urusan perusahaan dari kakek."kataku padanya.
"oh gitu. baiklah. aku tutup ya"kata Kevin.
"dadah kakak.. salam buat kakek sama nenek ya kak.."kata Shasha padaku.
"dah ya Ghea."kata Kevin.
"iya. MET kencan ya..nantik tak sampaikan salamnya sha.. dah.."kataku dan aku pun langsung mematikan video call ini.
"akhirnya Kevin dapat pacar juga yang serius dengan Shasha. sedangkan aku dengan Rama masih kurang jelas statusku karena perjanjian kontrak. hmm.. Rama sedang ngapain ya sekarang kog dari kemarin nggak ngabarin sama sekali. apa Rama tau perjanjian pernikahan kontrak bentar lagi kan habis? apakah Rama sengaja begini ke aku supaya aku terbiasa nantinya tanpa Rama. duh,rasanya aku kangen sama Rama. apa Rama juga kangen sama aku." kataku dalam hati sambil melihat fotoku berdua dengan Rama di wallpaper ponselku.
tok tok..
"maaf dokter. ada pasien yang sedang mengantri."kata suster padaku.
"baik dokter."kata suster.
lalu aku pun melanjutkan kembali pekerjaanku sebagai dokter pada pasien.
di tempat lain..
"Rama.."kata nenekku pada Rama.
"ya nek. ada apa nenek datang ke sini?"tanya Rama.
"ini nenek sudah mengambil perusahaan yang kamu inginkan. dan nenek ingin memberikan padamu. kamu bisa kan kelola in sendiri."kata nenekku pada Rama.
"bisa nek. aku kan berjuang lagi pula ini untuk istriku."kata Rama pada nenekku.
"bagus itu. kamu harus berjuang demi cucuku."kata nenek dan kakek pada Rama
"ya sudah,kakek dan nenek pamit pergi dulu. capek ke sini. pengen pulang."kata nenek dan kakek pada Rama.
"iya nek kek... hati-hati di jalan." kata rama pada nenekku dan kakekku.
beberapa menit kemudian, rama menghubungi sekretaris pribadi,Antony.
"halo Antony."kata Rama.
"halo boss,ada yang bisa saya bantu?"tanya antony.
"siapkan berkas-berkas untuk saya dan siapkan tiket ke Australia karena saya harus mengadakan rapat di perusahaan tersebut."kata Rama pada Antony.
"baik tuan."kata Antony.
lalu Rama pun menutup telepon nya.
di sore hari...
"aarrgghh....akhirnya selesai juga.. capek polll.." batinku yang sudah menyelesaikan tugas sebagai dokter di rumah sakit ini. aku pun membereskan berkas-berkas dokumen. aku pun melirik jam tanganku. ternyata sudah jam 4 sore. hmm,, masih ada waktu. aku telepon saja Rama.
Tut.. Tut.. Tut..
Tut.. Tut.. Tut..
*maaf nomer yang anda hubungi saat ini sedang tidak bisa menjawab. cobalah lagi menanti.
"aduh Rama ini kemana sih.. padahal aku ingin ketemu kog malah susah.. padahal aku mau ijin sekalian kalau aku mau pergi. tak coba lagi telepon.."
Tut...Tut..Tut...
Tut..Tut..Tut...
__ADS_1
Tut..Tut..Tut...
maaf nomer yang anda hubungi saat ini sedang sibuk. silahkan mencoba kembali.
"brengsek Rama. maksudnya apa? aku telepon malah di reject*." batinku yang langsung membanting handphoneku ke meja kerjaku. sudahlah,Ghea sabar.. sabar.. aku mending pulang dan siap-siap saja dan lebih baik aku berangkat malam ini. batinku.
aku pun langsung memencet tombol nomer di handphone ku.
"halo paman."kataku.
"halo nona. ada apa nona?"tanya paman linggo.
"paman siapkan tiket malam ini saja. aku mau berangkat malam ini. nggak jadi besok."kataku.
"iya nona. siap."kata paman linggo.
"makasih paman."kataku yang langsung mengakhiri telepon ini.
kediaman rumah kontrakan Ghea.
akhirnya aku sampai rumah. aku pun melepas sepatuku dan menaruh tas.
aku langsung rebahkan tubuhku ke dalam ranjang yang empuk. aku pun tertidur sebentar. beberapa jam kemudian,ada tamu memencet bel rumahnya.
Ting tong...
"permisi apakah ada orang di dalam?"tanya orang asing.
"duh siapa sih mengganggu tidurku. sore-sore gini ada tamu segala. udahlah,aku lebih baik membukakan pintu." batinku. aku pun langsung menemui dan membukakan pintu. ternyata ada dua orang lelaki berjas hitam didepan pintu rumahku.
"selamat sore nona. apa benar nona bernama nona Ghea Arlinda?"tanya salah satu lelaki tersebut.
"iya benar. ada apa?"tanyaku.
"begini nona. ini ada surat dari tuan Rama dan juga bingkisan buat nona. kami datang ke sini untuk memberikan ini untuk nona."kata salah satu lelaki tersebut.
"memang Rama ke mana?"tanyaku.
"Tuan Rama tadi siang sudah berangkat ke bandara ke Australia karena mendadak ada rapat penting di sana. karena nggak sempet menghubungi nona, tuan menyuruh kami mengirim ini kerumah nona. dan kalau nona tidak mau menerima ini kami berdua bisa di pecat sama tuan rama." kata lelaki tersebut.
"oh gitu. baiklah kalian bisa pergi sekarang. saya terima barangnya. dan sampaikan ke tuanmu. kalau barangnya sudah ku terima."kataku.
"terima kasih nona. kami berdua pamit pergi. permisi."kata lelaki tersebut.
lalu dua lelaki tersebut pun pergi meninggalkan rumahku. Dan aku pun menutup pintu rumahku. aku pun langsung mencari kursi dan duduk sambil memegang barang pemberian dari Rama. kemudian, aku pun merobek amplopnya dan terdapat sebuah kertas.
*dear istriku tercinta,
maafkan aku tidak mengabari kamu kalau aku pergi. aku hanya mengurus perusahaan semingguan.
doain aku berhasil mendapatkan kembali perusahaanku ya sayang..
sayang,jangan cemberut ya..
aku tetap milikmu kog.
aku kan pulang nantik.
sayang tunggu aku pulang ya.
jaga di rumah baik-baik.
jangan nakal dan jaga kesehatan.
suamimu tercinta,
Rama*.
jadi,karena mengurus perusahaan. padahal aku ya mau pergi ke Amerika. kira-kira bisa nggak ya aku bertemu Rama lagi. hmm.. nggak tau lah..
aku pun membuka bingkisan dan ternyata sebuah handycam terbaru. sudah lah aku simpan saja di lemari. sudah jam setengah 7 malam. aku harus mandi dulu. aku pun langsung menaruh handycam di dalam lemari. kemudian,aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. aku pun merapal mandiku. beberapa menit kemudian aku pun selesai mandi dan aku pun bersiap-siap untuk berangkat dan sebelumnya aku pun tak lupa memesan driver food online.
Ting tong..
"permisi nona. ini pesanan anda sudah datang."kata driver yang sedang membawa makananku.
"oh ya. terima kasih ya. ini bill ya."kataku.
"iya nona. terima kasih. saya permisi."kata drivernya. aku pun membawa makananku dan masuk ke dalam rumah. aku pun mengunyah makanan yang aku pesan tadi. beberapa menit kemudian,ada bel berbunyi.
Ting tong..
aku pun mencuci tanganku dulu. lalu aku pun langsung membukakan pintu nya.
"malam nona."kata paman linggo.
"paman,ayo masuk dulu."kataku.
"ya nona."kata paman.
kemudian kami berdua pun duduk di kursi di ruang tamu.
"nona ini tiketnya dan ini voucher hotelnya yang sudah saya pesankan buat nona yang selama di sana."kata paman linggo.
"memangnya berapa lama aku disana paman?"tanyaku.
"ya dua Minggu nona."kata paman dengan santai.
"duh paman lamanya.. padahal suamiku pulangnya seminggu dari Australia."kataku.
__ADS_1
"ya gimana lagi nona."kata paman.
"yaudah nggak papa paman. oh ya paman aku ada sisa makan. aku kekenyangan. ini buat paman saja ya."kataku yang langsung memberikan pada paman. sambil menunggu paman makan,aku pun memasukkan barangku dan surat-suratku ke koperku.