
"Oh ya ampun, apa kau ingin melihatku dan mamahmu bergulat setiap hari? Kau sangat tahu jika Ratu Kodok sangat tidak menyukaiku!"
"Astaga aku lupa ..."
"Bagaimana kau bisa lupa, padahal setiap kami bertemu Mamahmu yang cerewet itu selalu saja memberikan ceramah panjang lebar padaku. Ceramah yang sama sekali tidak ada manfaatnya!" ucap Mawar sangat jujur.
"Lalu bagaimana? Kau mau tinggal dimana?"
"Yang penting tidak satu rumah dengan Mamahmu itu! Aku tidak mau mati muda, karena jika aku satu rumah dengannya aku akan terkena serangan jantung dan kau akan menjadi duda!"
"Hei kau ini! Aku tidak mau menjadi duda. Burungku yang tampan baru saja bisa masuk sarang. Dan kau bilang aku akan jadi duda aku tidak mau!"
__ADS_1
"Kalau begitu balikan rumah untukku, tidak perlu besar yang penting cukup untuk kita dan anak-anak kita," ucapan Mawar sukses membuat hidung pangeran kodok p melayang-layang. Bahkan hampir pingsan karena terlalu bahagia mendengar ucapan istrinya.
"Anak-anak kita?" ucap Satya malu-malu kodok, karena yang dia pikirkan saat ini adalah cara proses pembuatannya.
"Iya, memangnya kamu mau merawat anak tetangga?"
"Isshh, kau ini romantilah sedikit kepada suamimu!"
"Iya ... iya, pokoknya belikan aku rumah dan jangan buat aku tinggal satu rumah dengan mamamu itu. Kalau tidak, aku akan mempercepat status dudamu!" ancam Mawar, setelah itu ia pun mengakhiri panggilannya dengan Satya dan kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
"Baiklah Bunga Kambojaku,"
__ADS_1
Rossa yang mengetahui kabar jika putra kesayangannya telah kembali bekerja di kantor, membuat Rosa sangat bahagia itu berarti sebentar lagi Satya akan tinggal bersamanya di rumah seperti dulu lagi. Rossa pun kemudian pergi untuk menemui Satya, dan ia mendapatkan kabar jika putranya itu kini telah pulang ke kontrakannya yang sempit. Mungkin ia sedang berkemas untuk kepergiannya, dari tempat tinggalnya yang sempit itu. Dan Rosa pun berniat untuk membantunya mempersiapkan kehidupannya yang baru.
Di kontrakannya Satya memang sedang berkemas, tak banyak barang yang ia bawa. Karena ia merasa tidak membutuhkan barang-barang yang ada di sana, dan akan membeli barang-barang yang baru dan lebih bagus lagi untuk istrinya nanti. Ia hanya membawa pakaian dan beberapa surat penting saja dan semua pakaian dirinya dan juga pakaian mawar sudah tertata rapi dan tinggal membawanya untuk pergi. Namun, kini ia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu Mawar pulang bekerja.
Baru saja Satya akan merajut mimpi di siang bolong, suara Rosa yang mirip petasan sunat membuyarkan mimpi yang bahkan belum ia rajut. Dan akhirnya, Satya pun memutuskan untuk bangun saja karena jika tidak begitu, maka Rosa akan terus bicara dan membuat gendang telinganya pecah.
"Ya ampun Satya sayang, kau akan kembali ke rumah hari ini. Mamah senang mendengarnya," Rosa memeluk Satya seperti anak kecil, membuat Pangeran kado yang sudah dewasa itu kini merasa sangat risih. Kecuali jika Mawar yang melakukannya. Mungkin dia merasa akan sangat senang, karena jika mawar memeluknya, maka ia akan bisa melanjutkannya dengan minum susu langsung dari pabriknya wkwkwkwk.
"Mah ... hentikan jangan memelukku seperti itulah Aku bukan anak kecil lagi!" tolak Satya, membuat Rossa memberenggut kesal. Karena mendapatkan penolakan dari anaknya.
"Kau ini kenapa, kenapa sekarang kau tidak mau dipeluk oleh Mamahmu?".
__ADS_1
"Karena aku lebih suka dipeluk istriku," jawab Satya sambil tertawa-tawa, jujur sekali memang pangeran kodok ini. Membuat Ratu kodok kesal dan merasa tersisihkan saja.
Naskah yang Mimin udah siapin ke hapus 🥺 jadi maaf kalau upnya sedikit dulu ya 😥. Mimin jadi mesti bikin naskah lagi, jadi maaf kalau hari ini up nya terlambat 😌 pokoknya hari ini Mimin sedih bangeeeeettt ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜