
GHEA POV..
aku merebahkan badanku ke ranjang kasur yang empuk. aku pun menghela nafasku dengan pelan-pelan. aku pun termenung kalau saat ini aku sudah kembali di rumahku. besok pengacara Rama kan datang ke rumahku. sedangkan kontrakanku,yang selama ini pernah ku tempati bersama rama akan berakhir. akankah aku harus membuat kontrakanku menjadi milikku? apakah aku harus bicara dengan rama dulu? oh ya,aku baru ingat bila Rama pernah bilang kepadaku kalau "kamu ingin memperpanjang kontrakan itu atau menjadi milikmu terserah,tetapi aku sudah tidak mau memiliki atau menempati rumah itu karena bagiku itu rumah kenangan buruk untuk diriku." huft, kejamnya kata-katamu,ram. batinku. ah,lebih baik aku keluar kamar dan membuat susu hangat yang bisa menenangkan hati dan pikiranku saat ini.
di dapur, ada seseorang menyalakan lampu dapur yang membuatku terkejut. dan ternyata seseorang tersebut adalah Shasha. padahal aku sudah berusaha membuat tidak membangunkan orang-orang yang tinggal di rumah ini.
"kakak,sedang ngapain malam-malam begini?"tanya Shasha padaku.
"aku cuman membuat susu hangat. kamu kenapa di sini?"tanyaku pada Shasha.
"aku sebenarnya tadi baru dari teras karena sehabis angkat telepon dari orang tuaku. dan nggak sengaja ku liat di dapur ada orang ku pikir siapa ternyata kakak. kakak kenapa belum tidur jam segini?"tanya Shasha padaku.
"aku ... entahlah.. aku hanya tidak bisa tidur."kataku yang tiba-tiba gagap.
"hmm,, kakak mikirin besok ya,aku tau. kakak harus siap menghadapinya. ya anggap saja kakak menghadapi ujian tapi bukan ujian sekolahan melainkan ujian di hati kakak. kakak harus tegar. masa lalu biarlah berlalu. lebih baik kakak melihat masa depan yang kini harus kakak jalani dengan hal yang baru. kakak tidak perlu cemas lagipula besok aku dan kak Kevin kan menemani kakak."kata shasha.
aku hanya setia mendengar kata-kata nasihat Shasha yang membuatku tersentuh.
"terima kasih sha.."kataku pada Shasha.
"kakak,aku masuk kamar dulu ya,hooammzz.. ngantuk nih.. rasanya ini mata ingin merem.. aku tidur duluan ya kak..selamat malam kakak."kata Shasha.
"iya. selamat malam dan selamat tidur."kataku pada Shasha. aku pun minum air putih dan langsung ke kamar.
di kamar..
aku membuka ponselku dan aku melihat beberapa foto kenanganku bersama Rama saat bersama dulu. aku pun mengingat kenangan tersebut bersamanya.
flashback...
"ini dokter Ghea. ini Rama."kata ibunda Rama.
"saya Ghea."kataku.
"saya Rama."kata Rama.
..
..
..
Rama sedang termenung duduk di bangku taman rumah sakit.
"hai. gimana Rama? keputusanmu? apakah kamu mau menikah denganku atau tidak?"tanyaku.
"iya aku mau menikah denganmu. tapi kamu jangan mengingkari janjimu kalau kamu tetap membuat ibuku sembuh dan setelah itu kita bercerai."kata Rama.
"oke.aku tidak kan lupa janjiku padamu. aku pasti menepati janjiku padamu."kataku dengan tersenyum.
...
...
...
...
"selamat ya Ghea dan Rama. semoga kalian bahagia ya.."kata Kevin.
"terima kasih Vin."kataku.
lalu,kami pun berkumpul dan foto bareng bersama keluarga dalam acara pernikahan kami di kamar rumah sakit ibunda Rama. setelah itu,kami pun pulang ke kediaman nenek.
...
...
...
"selamat ulang tahun sayang."kata Rama yang tiba-tiba membangunkan aku di saat ulang tahunku. lalu aku pun meniup lilin pada kue ulang tahun dan tak lupa memohon permintaanku yang menginginkan hidup bersama Rama. lalu kami berdua pun foto bareng dan makan potong roti di rumah kontrakan.
..
..
..
aku pun menangis sambil melihat foto bersama dia saat ulang tahun di status instagramku.
"aku mencintaimu Ghea. jangan pergi meninggalkanku."jerit Rama pada Ghea saat Ghea di bandara.
__ADS_1
"Rama."kataku.
"aku sangat mencintaimu Ghea."kata Rama yang mengulangi kembali.
"aku tidak pergi. aku hanya mengantar Kevin ke Paris. Napa kamu bisa mengatakan aku pergi."kataku.
"aku pikir kamu pergi. karena tadi nenek bilang kamu ke bandara. dan aku dengar kamu pergi ke Paris."kata Rama.
"hahaha... aku tidak pergi ram. aku hanya mengantar Kevin saja."kataku.
"lalu?"tanya Rama.
"lalu apanya ya?"kataku dengan pura-pura tidak tahu. Rama yang langsung memegang tanganku membuatku gugup.
"aku sangat mencintaimu Ghea."kata Rama.
"aku.. aku juga Rama. juga mencintaimu."kataku yang gugup bercampur senang.
aku mengingat kejadian itu sambil tersenyum dan menangis.
"Rama. dulu kamu pernah mengatakan padaku kalau kamu mencintaiku. dan mengatakan padaku kalau kamu kan tetap bersamaku. dan aku disuruh menunggu kamu kalau kamu ingin membuktikan kalau kamu lelaki yang bertanggung jawab seperti pada umumnya. napa sekarang menjadi begini. apa ini bukti kata-katamu padaku?"batinku. aku pun tertidur dengan wajah air mata yang masih membasahi pipiku dengan memeluk foto Rama. lalu,nenek Nabila tiba-tiba masuk ke kamar dan melihatku tertidur dengan memeluk foto Rama.
"ghea.nenek melihat kamu kondisi begini membuat nenek sakit hati. nenek sangat tidak tega dengan kamu begini."kata nenek dengan suara pelan-pelan. nenek memungut pelan-pelan foto Rama dari pelukanku. dan mengembalikan foto Rama di meja rias. nenek tak lupa menyelimuti aku dengan selimut dan mencium dahiku. setelah itu,nenek pergi dan menutup pintu pelan-pelan karena tidak ingin mengganggu tidurku.
pagi hari yang cerah,aku pun bangun dari tidurku. aku pun terkejut. perasaan kemarin malam aku menangis dan memeluk foto Rama. terus siapa yang menyelimuti aku.
tok tok tok..
"iya masuk."kataku dengan menjerit.
"pagi sayang. ini nenek bawain sarapan kesukaanmu,omelette daging dan susu."kata nenek padaku sambil membawa sarapan untukku.
"iya pagi nek. nenek kog pagi-pagi sudah membuatku sarapan?"tanyaku pada nenek.
"nenek tau kamu lelah kemarin. makanya nenek bawain sarapan buat cucuku ini. pagi ini kamu jadi bertemu pengacara Rama?"tanya nenek padaku.
"nyam..mmm... ya nek.. jadi kog. katanya sih ntar jam 10."kataku sambil mengunyah makanan.
"ya sudah. kamu lanjutin sarapanmu dan kalau sudah selesai kamu taruh di meja sana. biar bibi yang mengambil piring kotormu. setelah itu,kamu mandi dan nenek tunggu di ruang tamu ya sayang. kakekmu ingin bicara sama kamu sebentar."kata nenek padaku.
"iya nek."kataku sambil mengunyah makanan.
di ruang tamu..
"pagi kakek. muuacch"kataku yang langsung mencium pipi kakek dengan manja.
"duh cucu kakek sudah bangun ini."kata kakek. aku pun langsung duduk berdekatan dengan kakek.
"hmm.. sudahlah kek. oh ya kata nenek,kakek mencariku dan ingin bicara bersamaku. ada apa ya kek?"tanyaku.
"gimana perusahaanmu di Amerika kemarin?"tanya kakek padaku.
"baik kog. lancar kek. aku sudah membuat seluruh karyawan bekerja dengan baik. saham juga masih aman dan semuanya lancar kek. tidak ada masalah."kataku.
"bagus. kakek senang mendengar berita tentang kamu. apakah pamanmu juga ikutan terlibat perusahaan sana?"tanya kakek.
"sepertinya tidak. kata sekretaris perusahaan kakek sana mengatakan perusahaan sudah lama tidak ada yang mengurus dan tidak ada yang memimpin sehingga semua karyawan bersantai-santai. untung aku kemarin sudah ke sana dan sudah mengurus semuanya. itu pun sudah di awasi sama paman linggo. karena paman linggo sudah menyuruh bawahannya menjadi mata-mata di perusahaan itu sehingga kalau ada apa-apa pasti kabarin aku. kakek tenang saja. paman tidak pernah mengurus sangat lama. dan sepertinya dari dulu sejak kakek menyerahkan perusahaan itu ke aku."kataku.
"baguslah kalau gitu. lalu,sekarang kamu mau pergi kemana?"tanya kakek.
"aku ingin bertemu pengacara Rama kek."kataku.
"apa sudah ijin sama nenekmu?"tanya kakek.
"tadi saat sarapan aku sudah ijin kek."jawabku.
"lalu,gimana dengan riano kalau riano datang kemari?"tanya kakek. tiba-tiba riano datang di saat kami berdua membahas tentang dia.
"selamat pagi kakek. selamat pagi Ghea."kata riano dengan tersenyum.
"panjang umur juga dirimu. barusan saja aku dan kakek menanyakan tentang dirimu."kataku.
"selamat pagi riano."kata kakek.
"loh,,memang ada apa? aku kan ke sini mau mengantar kamu? apakah kamu tidak berkenan aku mengantar dirimu pergi?"tanya riano padaku.
"Ghea,lebih baik kamu pergi sama riano saja dari pada kamu sendirian. ntar ada apa-apa. kakek jadi khawatir bila kamu sendirian pergi."kata kakek.
"hmm.."kataku yang sedang jengkel dengan tatapan riano yang tersenyum.
"tapi kek.."kataku pada kakek.
__ADS_1
"riano sudah kamu ajak saja Ghea keluar dan temani dia ya? hati-hati ya."kata kakek yang menyuruhku pergi bersama riano.
"iya kakek. kami berdua permisi."kata riano yang langsung pergi bersamaku. riano pun langsung menyeret tanganku untuk pergi bersamanya.
di dalam mobil.
"kamu ini gimana sih. aku kan tidak mau pergi sama kamu. kog memaksa. sudah begitu mengiyakan permintaan kakek."kataku dengan marah-marah.
"sudah. jangan cerewet. lebih baik kamu diam dan menurut,oke."kata riano dengan tenang.
"huft. riano nyebelin."kataku dengan suara pelan. sedangkan riano hanya tersenyum. aku pun memencet tombol untuk memanggil Kevin.
"halo kevin.kamu dimana? kog pagi-pagi sudah menjemput Shasha sih?"tanyaku.
"maaf Ghea. aku lupa. aku ingin sarapan pagi bersama Shasha diluar. lagipula kamu tadi masih tidur. nenek pun melarang aku untuk tidak membangunkan kamu. maaf Ghea.."kata Kevin.
"kamu sih Vin. karena Shasha bersama kamu kan akhirnya aku pergi sama riano."kataku.
"ya bagus toh ada yang menemani kamu. sudah ya Ghea. sampai jumpa di sana ya. dah."kata Kevin.
klek.
"sialan tuh Kevin. aku belum selesai ngomong langsung di tutup teleponku. gini kan aku pergi sama riano."batinku.
"ada apa ghea? kog marah-marah?"tanya riano sambil menyetir mobilnya.
"nggak papa. lebih baik kamu fokus menyetir saja. tidak usah mengurus aku."kataku yang lagi jengkel.
"okelah. kalau itu maumu. aku kan diam."kata riano. aku hanya diam saja. lalu kami berdua pun sampai.
"maaf terlambat tuan benny."kataku pada Benny,pengacara Rama.
"oh tidak apa-apa nona ghea. lagipula saya tadi sudah di temani sama tuan Kevin dan nona shasha."kata benny,pengacara Rama. aku dan riano pun duduk dan bergabung dengan mereka.
"begini nona Ghea. intinya saja. tuan Rama tidak bisa hadir karena berhalangan. dan menyuruh saya memberi dokumen surat cerai yang harus nona tanda tangani dan setelah tanda tangan,nona Ghea dan tuan Rama resmi bercerai."kata benny.
"maaf tuan benny, saya tidak bisa menandatangani surat ini. kalau memang tuan Rama serius bercerai dengan saya lebih baik di urus di pengadilan saja. tidak perlu begini. suruh tuan Rama datang ke pengadilan untuk proses perceraian ini."kataku.
"tapi nona.."kata Benny.
"maaf tuan benny. tolong sampaikan pesan saya ke dia untuk datang ke pengadilan kalau memang serius bercerai dengan saya. saya tidak ingin cara begini yang sepertinya tuan Rama pengecut dan tidak mau bertemu saya."kataku dengan tegas.
"baiklah nona kalau memang nona berkeras meminta tuan Rama harus mengikuti permintaan nona untuk soal perceraian. karena sudah tidak ada lagi urusan di sini,saya pamit dulu. permisi."kata Benny yang pamit pada kami semuanya.
"terima kasih tuan benny atas waktunya."kataku yang berjabat tangan pada tuan benny. lalu Benny pun pergi meninggalkan kami.
"maksudmu apa?"tanya Kevin pada Ghea.
"aku hanya ingin tau Rama Napa menginginkan cerai. apa aku salah Vin?"tanyaku pada Kevin.
"kak,sudah. jangan membuat rumit pada kakak Ghea. ini keputusan kakak Ghea. kakak jangan bersikap begini pada kakak Ghea. ayo kak kita pergi saja. beri kakak Ghea waktu memikirkannya. dan kita harus terima keputusan kakak Ghea bila itu yang memang terbaik buat kakak Ghea."kata Shasha pada Kevin yang membuat Kevin nggak jadi memarahin aku.
"yaudah. terserah kamu Ghea. aku sebagai sahabat,tidak ingin kamu terluka terus. tapi kalau memang itu keinginanmu ya sudah. aku pergi dulu ya sama Shasha. oh ya riano,jaga dan anterin Ghea pulang ya."kata Kevin.
"iya Vin. pasti."kata riano.
"dah kak."kata Shasha padaku dan riano.
"permisi."kata Kevin yang langsung memegang tangan shasha. aku dan riano hanya menganggukkan kepala saja. kevin dan Shasha pun pergi meninggalkan kami berdua.
"ehem..ehem..eh,kamu masih mau di sini atau gimana?"tanya riano.
"aku ingin ke makam orang tuaku dan makam ibunya Rama. setelah itu,aku mau ke kontrakanku."kataku pada riano.
"ayo kita berangkat ke sana."kata riano yang langsung mengajakku berangkat ke makam.
di tempat lain...
"halo,tuan Rama. saya Benny."kata Benny,pengacara Rama.
"ada apa Benny?"tanya Rama di telepon dengan benny,pengacaranya.
"begini tuan, tadi saya sudah menemui nona Ghea bersama sahabatnya. dan saya sudah menyodorkan dokumen surat cerai yang harus di tanda tangani nona Ghea. tapi nona Ghea malah menolak. dan nona Ghea ingin tuan datang ke pengadilan kalau memang serius ingin bercerai. bagaimana tuan?"kata Benny.
"ternyata Ghea memang tidak berubah. masih saja keras kepala. baiklah kalau Ghea ingin bertemu aku. aku kan menuruti maumu."batin Rama.
"halo tuan..."kata Benny.
"eh, iya. kalau memang dia minta begitu ya tidak apa-apa. lagipula aku kan pulang ke Indonesia Minggu besok. tolong urusi surat cerai di pengadilan. dan Senin depan saya datang ke pengadilan."kata rama.
"baik tuan. saya laksanakan."kata Benny.
__ADS_1