
GHEA POV..
di pagi yang cerah...
di rumah sakit..
tok...tok..tok..
"permisi pak rama."
"ada apa kamu pagi-pagi ke sini?" tanya rama yang sedang terbaring langsung duduk di ranjang.
"begini pak rama. ini ada kaitannya sama dengan kecelakaan bapak."
"jangan sekarang dulu. soalnya ada ghea. aku ingin kamu simpan dulu infonya. tunggu ghea nggak ada di sini aja kamu beritau ke aku."
"baik pak."
krek..
suara pintu kamar mandi terbuka.
"eh bapak. ada apa ya ke sini?"kataku kepada asistennya.
"anu..nona.." kata asistennya rama terbata-bata.
"dia datang hanya memberi laporan tentang perusahaan aja kog." kata rama yang langsung menyela pembicaraan antara aku dengan asistennya.
"iya nona. karena sudah selesai urusannya, saya permisi ya pak rama,nona ghea." kata asistennya yang langsung pergi meninggalkan kami berdua. setelah asistennya pergi, aku langsung menghampiri rama.
"kamu kenapa duduk. apa mau keluar?"
"nggak kog. aku cuman ingin menemuimu. aku kangen aja sama kamu."
"dih rama. kan aku tinggal sebentar di kamar mandi cuman 10menit aja sudah kangen gitu sih."
"nggak suka ya?" tanya rama dengan wajah sedih. aku melihatnya jadi tidak tega dengannya.
"ya suka lah. tapi kog kamu jadi manja banget kayak anak kecil aja."kataku kepadanya. lalu,rama menarik tanganku sehingga aku terjatuh di pelukannya. kemudian,bibir rama mendekati telingaku.
duh, kalau rama seperti begini membuat aku tidak bisa menghentikan jantungku. dari tadi jantungku dag dig dug aja..
" karena aku sangat mencintaimu. mencintaimu. aku nggak mau kehilanganmu. walau sedetikpun, aku kan terus kejar cintamu."kata rama kepadaku. kata rama ini,suara ini membuatku jantungku terhenti bahkan pipiku menjadi merah. aku pun tidak sadarkan diri kalau rama sudah menyudahinya.
"ghea. apakah kamu masih ingin begini sama aku?" tanya rama kepadaku yang membuatku terkejut. ternyata posisiku lagi di pelukan tubuhnya rama dan ak hanya terpaku gara-gara ucapan rama tadi.
"ehm.. iya.. maaf rama." kataku yang langsung terbangun dari tubuh rama.
"ehm.. ram. aku.. aku mau ke luar bentar. mau membeli makanan dulu. kamu jangan kemana - mana dulu. tunggu aku kembali. aku tidak akan lama perginya." kataku kepadanya.
"iya ghea sayang. pergilah. jangan khawatir aku tidak kan pergi." kata rama padaku. lalu, aku langsung mengambil tasku dan pergi dari kamarnya. saat aku menutup pintu kamar, aku melihat asisten rama sedang duduk di kursi. aku pun menghampiri asistennya rama.
"bapak masih di sini dari tadi kah? aku mengira bapak sudah pergi ke kantornya rama." kataku kepadanya.
"ehm.. anu.. nona ghea. aku hanya melupakan sesuatu sepertinya kepada tuan rama. oh ya. nona ghea mau keluar kah?"tanya asistennya rama kepadaku.
" benar. aku belum sarapan. makanya aku mau keluar sebentar mau beli makan dulu. ini kebetulan banget. bapak kan ada perlu dengan rama. bapak langsung saja menjaga rama menggantikan aku saat aku pergi. dengan begini, aku tidak perlu khawatir."
"baik nona. kalau gitu, saya masuk dulu nona."
"iya terima kasih bapak." kataku kepadanya dan meninggalkannya. dan, dia, asistennya rama langsung masuk ke kamar pasien.
tok..tok...tok...
"maaf pak."
"oh kamu. kebetulan kamu di sini. ghea sudah pergi. kamu mendekati ku ke sini sebentar." kata rama kepada asistennya.
"baik tuan." kata asistennya kepada rama. lalu, asistennya pun mengambil kursi da. duduk mendekati rama.
"apa yang kamu katakan tadi." kata rama yang langsung duduk di ranjangnya.
__ADS_1
"begini tuan. ada seseorang tidak menyukai nona ghea. dan orang itu ingin membalas dendam kepada nona ghea. dan dia mengetahui status tuan dengan nona ghea. sehingga dia ingin membuat nona ghea terluka. karena tau tuan adalah lelaki yang di cintai nona ghea. menurut dia begitu."
"siapa dia. aku tidak kenal. aku ingin kamu selidiki dia lebih jelas. aku juga ingin kamu menyiapkan seseorang untuk menjaga ghea 24jam selalu. aku tidak ingin dia terjadi apapun. aku yakin dia pasti memantau kegiatan ghea dan pasti sewaktu - waktu dia kan mencelakai ghea."
"iya tuan. kan saya laksanakan." kata asistennya.
"yaudah sekarang kamu urus perusahaanku dulu."
"baik tuan. kalau tidak ada lagi. saya permisi tuan."kata asistennya rama kepada rama. kemudian asistennya rama pun pergi.
"walau aku buta, aku tetap melindungimu ghea. untuk menebus kesalahanku kepadamu, aku kan selalu ada untukmu. itulah janjiku kepadamu di dalam hatiku ini." kata rama dengan pelan.
di kantin...
banyak sekali berdatangan orang - orang mencari makanan di kantin ini. di sini aku sudah menemukan yang ingin ku beli. sekarang, mau membayar makanan ini, aku hanya bisa mengantri saja dengan bersabar. beberapa menit kemudian, akhirnya selesai juga mengantri di kasir. lalu, aku langsung berjalan pergi meninggalkan kantin dan kembali ke kamar pasien rama.
"huft..lama banget aku tadi keluar hanya untuk beli makanan. kasian rama menungguku lama. apakah asistennya masih mau menjaga rama saat aku pergi. tidak. aku harus pergi secepatnya." batinku yang sambil melirik belanjaanku. beberapa jam kemudian, aku sampai di kamar.
krek...
suara pintu terbuka...
aku melihat rama sedang beristirahat dan ku melihat di lemari kecilnya di atasnya ada sebuah piring berisi makanan pagi untuk rama. rama belum makan dari tadi. dia menungguku lama sampai dia tertidur. aku menaruh tasku dan belanjaannya. kemudian, aku membangunkan dia pelan - pelan.
"rama.." kataku yang sedang membangunkan dia.
"mmm... iya..ghea. kamu udah pulang. maaf aku jadi ketiduran."kata rama yang mencoba bangun dari ranjang dan berusaha ingin duduk di ranjang. aku pun membantu dia duduk di ranjangnya. setelah itu, aku membuka makanan yang sudah di sediakan dari rumah sakit.
"rama, kog makanannya nggak di makan sih?"
"iya tadi aku sebenarnya sudah di beritau sama perawat di sini untuk makan bahkan mereka ingin membantuku menyuapiku karena melihat kamu nggak ada di sini."kata rama kepadaku.
"terus?"aku balik tanya ke rama.
"ya aku menolak lah. aku bilang aku menunggu kamu pulang. mereka pun nggak masalah dan menaruh di situ. lah kamu sih.."
"aku kenapa?"
"ya aku minta maaf soal itu. aku tadi antri panjang. nyebelin tau gak. aku pun ingin cepat pulang. sudah... sudah... sini aku suapin." kataku langsung mengambil piring dan duduk di sampingnya.
"aaa dulu.." kataku langsung menyuapi rama. rama pun langsung mengunyah. aku terus melanjutkan menyuapi rama.
"kalau setiap hari begini aku betah kalau ada kamu." kata rama sambil mengunyah. aku hanya meneruskan menyuapi tanpa berkomentar.
"kog diem.. apa ghea nggak suka ya sama aku?"
"udah, jangan kayak anak kecil aja. makan dulu baru bicara. kalau bicara terus ntar tersedak baru tau rasa kamu." kataku agak ketus kepada rama.
"maaf.. gitu aja marah sih sama aku. aku minta maaf. aku nggak kan mengulangi lagi." kata rama kepadaku. aku hanya diem saja dan meneruskan menyuapi rama. beberapa menit kemudian, akhirnya selesai juga rama makan. kemudian, rama duduk diam sambil dengerin musik dengan earphone nya dan mp3 nya. sedangkan aku hanya makan makananku. setelah selesai makan, aku mengajak rama keluar dari kamar untuk mencari udara segar. aku mengajak rama ke sebuah taman. beberapa jam kemudian, aku dan rama telah sampai di taman.
di taman..
rama dan aku duduk di kursi.
"ehm.. hari ini kamu akan pulang. kemarin aku sudah menyuruh kevin untuk membantu surat pulang kamu. di rumah kamu sendirian. terus yang merawat kamu siapa? bahkan aku bukan lagi istrimu?"tanyaku kepada rama.
"memang setelah ini kamu mau ngapain dan kemana?"balik tanya rama kepadaku.
" aku kan di sini sudah selesai tugasku merawat kamu. ya aku mau melanjutkan pekerjaanku di surabaya."
"begitu ya? aku kira kamu menemaniku terus untukku. ternyata begitu." kata rama dengan raut wajah sedih. aku melihat dia menjadi kebingungan, apa yang harus ku lakukan. lebih baik aku hanya terdiam. beberapa jam kemudian, kami berdua kembali ke kamar karena kami berdua harus bersiap - siap pulang ke rumah. setelah beresin barang ke dalam koper, kami berdua menunggu kevin datang ke kamar. ternyata sudah 15 menit kemudian, kevin datang dan memberi surat dari rumah sakit yang menyatakan bahwa rama di perbolehkan pulang ke rumah. aku mendampingi rama dari kamar ke mobil. sedangkan asisten rama yang membawakan barang bawaannya rama. aku pun ikut rama pulang bersama ke rumahnya. dari pagi sampai kini, di dalam mobil pun, aku hanya diem saja. rama pun ku lihat juga keliatan sedih. aku merasa rama ingin aku kembali. tetapi, aku tidak bisa. ini adalah keputusanku. tanpa terasa ternyata aku dan rama juga asistennya, kami bertiga sudah di apartement rama. aku pun masih mendampingi dia sampai di kamarnya. saat di pintu..
"tolong kamu masukkan paswordnya ulang tahunmu ya.." kata rama yang memberi tahuku kode pintu kamarnya. aku pun memencet kode yang sudah di beritau rama. setelah di masukkan dan ternyata pintu terbuka otomatis. ini yang membuatku terkejut. mengapa rama membuat kode pintu masuknya dengan angka tanggal lahirku. sudahlah, lebih baik aku memikirkan yang lain saja. kemudian, rama ku tuntun sampai ke ranjang kamarnya. sedangkan aku membuka tas hitam kepada rama.
"ram.."panggilku kepadanya.
" iya ghea. ada apa?"tanya rama kepadaku.
"ini, aku belikan untukmu. kalau nggak ada aku, kamu bisa menggunakan tongkat ini saat kamu berjalan. kalau kamu nggak bisa gunakan tanya aja asistenmu." kataku yang langsung memberikan tongkat untuk rama.
"terima kasih ghea. tapi bukannya kamh sudah memberikan untukku kapan hari."
__ADS_1
"oh ya. ya buat selingan saja. karena sudah ada asistenmu, aku tak pulang ya." kataku yang mau pergi dari kamarnya. tapi tangan rama tiba-tiba menarik tanganku. aku pun terkejut dan aku menoleh ke belakang. tapi asistennya rama tiba - tiba masuk kamar tanpa mengetuk pintu. sehingga kami berdua menoleh bersama ke arah asistennya rama.
"tuan rama. oh, maaf tuan, nona."
"tunggu sebentar."
"iya tuan."
"kamu sudah selesai langsung pulang aja. nggak usah pedulikan aku karena malam ini di temani ghea."kata rama kepada asistennya.
"tapi ram.."kataku yang langsung menyela pembicaraan antara rama dengan asistennya. tapi, sudah terputus oleh rama.
"oh ya tolong kamu ambil pakaian kotorku ke laundry ya."
"baik tuan. kalau nggak ada lagi, saya pamit pulang dulu, tuan, nona."
"iya"
beberapa menit kemudian, asistennya pun pergi meninggalkan kami berdua. sedangkan tanganku masih di pegang sama tangannya rama.
"aku mohon jangan pergi. temani aku sampai malam ini untukku." kata rama kepadaku dengan wajah memelas. sikap rama ini membuat hatiku luluh. aku pun menghela nafasku.
"baiklah. tapi besok pagi aku harus balik pulang karena siangnya aku pergi ke surabaya."
"terima kasih ghea. sudah mau mengabulkan keinginanku."kata rama kepadaku. aku hanya menganggukan kepalaku saja. lalu, aku pergi menyiapkan air hangat untuk rama. setelah itu, aku menemui rama.
" air hangat sudah ku siapkan. kamu bisa kan mandi sendiri?"tanyaku kepadanya.
"iya akan ku coba." kata rama kepadaku.
rama pun masuk ke kamar mandi, dia mandi sendiri. sedangkan aku, aku memasak untuk rama. beberapa menit kemudian, rama selesai mandi dan dia menghampiriku dan menyenggol kakiku dengan tongkatnya.
"aduh ram. tongkatmu itu jangan kamu pukul dengan keras sehingga kakiku terasa sakit nih."kataku kepada dia.
" maaf. aku benar - benar tidak tau. aku pikir itu kursi ya aku pukul keras."
"ya sudah. kamu duduk dulu. ini masakan sudah jadi." kata ku sedang menaruh masakan ke dalam mangkuk. lalu, kami berdua pun makan bersama.
"masakanmu sangat enak. sudah lama aku tidak mencicipinya. sangat aku rindukan ghea." kata rama yang sambil mengunyah.
"hmm.." kataku.
"aku juga sangat merindukanmu. tapi sayang aku tidak bisa melihat dirimu seperti dulu." kata rama yang sedang bersedih.
"rama. walau kamu tidak bisa melihat aku. tapi hatimu bisa melihat aku."kataku kepadanya.
"benar. kamu benar ghea. karena cinta sudah di hatiku, aku merasakannya di hati ini bisa melihat kamu. apa kamu kan meninggalkan aku lagi seperti dulu. jujur, aku merasa kesepian. bila kamu tidak ada di dekatku."kata rama yang membuatku sakit mendengar kata dari dia yang seolah - olah tidak bisa hidup tanpaku.
" aku juga merasakan sama dengan kamu ram. cuman aku takut apakah itu terulang kembali padaku. aku sangat takut."batinku kepadanya.
"aku pasti pulang kog. aku pasti menemui kamu."
"beneran kamu kan pulang dan kembali padaku?"
"iya."
"janji ya"
"iya aku janji."
"makasih ghea. aku kan selalu menunggumu pulang untukku."
selesai makan, aku langsung beranjak dari kursi dan mengambil piring kotor dan aku membantu rama mencuci piring. sedangkan rama sudah berpindah tempat ke kursi ruang tamu.
"kamu nanti tidur di kamar tamu saja ya. itu tadi sudah di siapkan."
"iya."
setelah mencuci piring, aku membantu rama masuk ke dalam kamarnya. rama langsung duduk di tepi ranjang. sedangkan aku menyiapkan baju tidur rama.
"ini bajumu. sana ganti baju dulu."
__ADS_1
"iya." kata rama yang membawa bajunya sambil memegang tongkatnya dan berjalan ke arah kamar mandi.