
Ghea POV
akhirnya pekerjaanku selesai. aku langsung membereskan berkasku. setelah itu,aku berjalan ke arah area parkir. di tempat parkir, dari kejauhan, ku melihat mobil riano masih ada di parkiran. aku langsung mendekati mobil riano dan masuk di dalam mobilnya.
"sudah menunggu lama? maaf baru datang,tadi banyak kerjaan." kataku kepada riano.
"tidak apa-apa. tidak lama kok. kalau begitu kita pulang." kata riano yang menyalakan mesin mobilnya.
dalam perjalanan,aku hanya diam memandang lalu lalang di jalan di balik kaca mobil. sedangkan riano hanya asyik menyanyi sambil menyetir di mobilnya. riano sempat membuat aku tidak berdiam sendiri dengan memberi ku camilan dan menyuruh ku menyanyi bersama,aku tetap menolaknya. tiba-tiba riano memiliki ide baru untuk menghiburku.
"ehem..ehem..hmm.. ghea.." kata riano yang terputus.
"iya.. ada apa?" tanyaku padanya.
"kamu mau kita ke rindu alam puncak? kalau mau,ya kita berangkat ke sana sekarang."
"iya,aku ikut kamu aja." kataku dengan lesu. kemudian,aku melanjutkan melihat pemandangan di balik kaca mobil dengan tanpa bersuara.
"oke. let's go..!!!" kata riano yang langsung menyalakan radio supaya bisa menemani kita dalam perjalanan. dari satu jam ke jam berikutnya,aku lelah dan aku pun tertidur. riano yang sedang menyetir, sempat melirik aku yang sedang tertidur dan menyelimuti tubuhku dengan jaket hangatnya untuk menghangatkan aku saat tertidur. kemudian,riano melanjutkan perjalanannya. beberapa jam kemudian,kami berdua sampai di rindu alam. lalu,riano menepi mobilnya di pinggiran jalan. riano keluar mobil dan mencari penginapan buat kami berdua. selang beberapa jam kemudian, akhirnya riano menemukan tempat penginapan. di tempat penginapan, riano keluar duluan dan masuk ke tempat penginapan untuk menyewa kamar buat kami berdua. dan ternyata kamarnya telah penuh tinggal satu kamar dua tempat tidur. terpaksa riano memesan satu kamar itu daripada tidak ada tempat lagi. selesai mengurus sewa kamar,riano langsung menemui ku yang waktu itu aku masih tidur di dalam mobil. riano pun menyuruh pelayan hotel untuk mengambil barangnya yang di bagasi juga menyuruh pelayan hotel untuk menyiapkan pakaian buat aku. setelah itu, riano menggendongku pelan-pelan ke kamar karena takut aku terbangun. begitu di kamar,aku terbaring di kasur yang empuk dengan kondisi masih tertidur. sedangkan riano masuk ke kamar mandi dan karena merasa badannya lengket,dia langsung mandi. kemudian,aku pun membuka mataku dan melihat sekeliling dan aku merasa asing tempat ini. juga,aku melihat diriku dan sekeliling ruangan kamar,ternyata aku masih lengkap dengan pakaianku. aku baik-baik saja cuman aku berada di mana dan riano di mana. aku pun duduk di tepi ranjang. lalu,aku melihat seorang lelaki yang ternyata riano yang hanya melilitkan tubuhnya dengan handuk. aku pun langsung menjerit setelah melihat riano setengah telanjang. riano langsung mendekatiku dan menutupi mulutku supaya jeritanku tidak berkepanjangan.
"ssttt..jangan berisik ghea. aku tidak apain kamu. tenang dulu. jangan berisik oke? aku kan jelasin ke kamu." kata riano padaku yang masih memegang bibirku dengan tangannya. aku hanya mengangguk kepala saja. lalu,riano pun menjelaskan kepadaku.
"begini ghea,tadi aku sudah cari sana sini hotel nya tetapi pada penuh semua. dan hanya ini yang masih ada cuman tinggal satu kamar,aku terpaksa memesannya. dan tadi aku tidak membangunkan kamu karena aku takut kamu kurang tidur dan kamu pasti lelah. maafkan aku ghea. aku tidak bermaksud hal buruk padamu. beneran. sumpah aku. aku janji tidak kan menyentuh kamu kalau kamu tidak menginginkannya. kalau aku melanggar,aku lebih baik mati saja." kata riano yang merasa salah padaku. aku yang melihat riano menjadi tidak tega padanya. aku pun memegang pipinya dengan kedua tanganku.
"iya. aku percaya padamu. sudah jangan begitu. hmm.. karena kamu sudah mandi,sana pakai bajumu di kamar mandi,kalau sudah,gantian ya. aku ya mau mandi juga." kata ku dengan tersenyum padanya. dia pun ikut tersenyum dan langsung mengambil bajunya dan langsung masuk ke kamar mandi. setelah berganti pakaian,riano pun keluar dari kamar mandinya dan giliran aku yang harus mandi. setengah jam kemudian, aku selesai mandi. saat aku keluar dari kamar mandi, aku melihat riano sedang mengerjakan pekerjaannya pada laptopnya. lalu,aku menghampiri dia yang sedang asyik mengerjakan pekerjaannya.
" eh ghea,kamu sudah selesai mandi?"
" iya. kamu ngapain ano?"
" ini aku dapat laporan kalau ada masalah kecil sih kalau ada peretas jaringan ingin membobol data perusahaanku. sepertinya ada orang yang ingin menghancurkan perusahaanku."
" jujur,aku tidak mengerti soal pekerjaanmu. tapi apa kamu sudah bisa menyelesaikannya kan?"
riano langsung mematikan dan menutup laptopnya. kemudian, dia mendekatiku dan mengajak bicara padaku.
"loh kog di matikan..."
"sudah selesai kog. sekarang,kamu lapar? aku lapar nih.." kata riano padaku.
"kita pergi aja gimana? makan bersama." kataku padanya.
"hmm.. nggak ah.. aku sudah pesen makanan kesukaan mu dan aku saat kamu sedang mandi. aku ingin kita makan di sini saja. dan sehabis makan,baru kita jalan-jalan. gimana?"
"hmm... aku ikut saja deh.. pasrah deh.."
"gitu dunk.. bentar tak telepon cs nya kog pesenanku belum datang." kata riano yang langsung menelepon cs. aku hanya diam saja melihatnya. beberapa menit kemudian,makanan kita pun di sajikan di kamar kami. kami berdua langsung makan di kamar bersama. setelah selesai makan,riano mengajak aku jalan-jalan mengelilingi rindu alam. di rindu alam,kami berdua foto bersama, bersenang bersama dan menikmati pemandangan dan udara sejuk bersama. jalan-jalan di sini membuatku nyaman dan tenang di hati. membuatku melupakan semuanya dan terasa beban yang selama ini rasanya sudah menghilang dari diriku ini. tak terasa hari sudah gelap membuat ku senang jalan bersama dengan riano. kemudian, kami berdua kembali ke tempat penginapan. setelah sampai di tempat penginapan, kami berdua bergantian mandi dan ganti pakaian pula. beberapa jam kemudian, riano mengajak ku keluar dari tempat penginapan yang katanya ingin mengajakku makan bersama. saat kami berdua sampai di rumah makan,aku melihat ada banyak beberapa lilin yang harus aku lewati dan di sana ada kursi berdua dan meja satu untuk kami. juga ada beberapa pemain lantunan musik sudah di sana. lalu kami berdua duduk yang sudah di sediakan khusus untuk kami berdua. tak lupa kami memesan makanan. setelah kami makan bersama,riano tiba-tiba memberiku kotak besar berbentuk love warna merah. aku di beri kotak tersebut hanya terkejut.
"apa ini ano?"
__ADS_1
"buka saja. itu untukmu."
aku langsung membuka kotak itu dan ternyata isinya sebuah kalung berinisial G.
"mana berikan aku biar aku bantu pasangkan di lehermu".
aku langsung memberi kotak tersebut pada riano. riano membantuku memasangkan kalung itu di leherku. dan kalung itu keliatan sangat cantik dan harganya pasti mahal.
" ghea kamu terlihat sangat cantik hari ini dan anggun dan kalung ini sangat cocok dengan mu. aku benar-benar tidak salah pilih untukmu."kata riano yang kagum melihatku setelah memakai kalung.
"kamu suka ghea?"
"suka banget. makasih ya.." kataku dengan senang sambil memegang kalungku.
"aku juga senang karena kamu juga senang. aku juga masih mencintaimu ghea. walau kamu bagaimana aku masih mencintaimu."
"kamu bilang mencintaiku?"
"iya.ghea."
"lalu,gimana dengan sherly?"
"oh ya.. dia ya.. dia hanya tunanganku dan itu pilihan mami bukan aku. kalau kamu membalas cintaku ya aku bisa kog batalin pertunanganku dengan dia. tapi kalau kamu tidak mencintaiku ya aku terpaksa memilih dia dari pada bersamamu,cintaku tidak di balas." kata riano yang pura-pura sedih karena aku tidak menanggapi dia.
"ehm.. oh ya,ini sudah malam,pulang yuk." kataku yang nggak mau membahas padanya soal ini dan mengalihkan pembicaraan. riano hanya menghela nafas dan mengajakku pulang. beberapa jam kemudian, kami berdua kembali ke tempat penginapan. setelah di kamar,kami pun berdua duduk di tepi ranjang. rasanya canggung banget kalau berdua bersama riano.
"ehm.. kamu tidak perlu khawatir. aku sudah nyiapkan kog. aku yang di bawah dan kamu yang di tempat tidur. sudah sekarang kamu tidur ya.." kata riano yang langsung menyiapkan karpet buat tidur.
"andai saja kita bertemu awal, aku sangat beruntung bisa memiliki mu. sayangnya di hatiku hanya untuk rama. aku sendiri masih bingung apakah aku bisa melupakan rama atau tidak." batinku.
dari menit pertama ke menit berikutnya,aku benar-benar tidak bisa tidur. sedangkan riano malah ku lihat sudah tidur nyenyak. aduh,benar-benar tidak bisa tidur aku. baru pertama kali aku sekamar dengan lelaki yang bukan suamiku sendiri. nggak..aku harus bisa tidur malam ini. ya aku harus tidur malam ini. lagipula besok aku ada kegiatan. kalau tidak tidur,aku bisa sakit. aku pun memaksa diriku tidur. lama kelamaan,karena capek,aku pun tertidur.
Riano POV
aku sangat senang banget malam ini adalah kencan buat aku. aku bisa berduaan bersama ghea seharian. walau ghea tidak mencintaiku,aku kan berusaha keras memiliki hatinya. malam ini,aku terpaksa pura-pura tidur agar ghea bisa tidur duluan. aku merasa sepertinya sunyi dan tidak ada gerakan apapun. aku pun menoleh ke belakang ternyata ghea sudah tidur nyenyak. begitu melihat ghea tidur,aku langsung beranjak berdiri dari karpetku dan aku menyelimuti tubuh ghea dengan selimut dan tak lupa aku mencium keningnya. aku juga membisikkan pada telinga nya kalau aku sangat mencintainya dan selama malam ghea sayang,semoga mimpi indah. setelah itu,aku berjalan ke balkon. karena tidak bisa tidur,aku membawa kopi beserta rokok. aku pun menyalakan rokok ku dan menikmati suasana malam. beberapa menit kemudian, ponsel ku berbunyi. ternyata yang meneleponku yaitu mami. aku langsung memencet tombol panggilan.
"ya halo mami."
"sayang kamu di mana sekarang? kog nggak kabari mami sih kalau kamu di jakarta menemui ghea. kan mami bisa nitip barang kesukaan calon menantu mami."
"aduh mami. bikin aku repot aja. aku itu tadi buru-buru ke jakarta karena ghea kabarin aku saja mendadak banget. dan ini pun urusan perceraian nya."
"lalu,hasilnya gimana sayang?"
"hasilnya sudah kelar mami."
"jadi,ghea sudah resmi janda ya?"
"iya mami."
__ADS_1
"bagus.. bagus.. mami senang banget kabar ini sayang. ini kesempatan buat kamu mendekatinya. kejar dia sampai dapat."
"iya mami,aku sudah mengejarnya. ini saja aku bersama dia sekamar."
"apa? sekama?!!!"
"iya mami,habis aku tadi ajak dia ke rindu alam malah tempat penginapan pada penuh. dan ada satu tempat penginapan yang juga satu kamar yang ada. ya terpaksa aku memesannya. lagian aku ya ingin menghibur ghea."
"oh begitu ceritanya. jadi,kalian sekarang berduaan di rindu alam. lalu,apa kalian sudah berhubungan mesra? apa kamu tidak mau berhubungan intim? kog jam segini tidak tempur bersamanya? malah kamu asyik angkat telepon mami?"
"aduh mami. aku mana mungkin begitu. kalau aku menuruti mami bisa-bisa aku dimata ghea aku lelaki brengsek. aku harus jaga image."
"oh ya ya sayang. anak mami pinter ternyata sekarang. terus,sekarang ghea lagi ngapain? dan kamu kog bisa santai angkat telepon dari mami?"
"ghea sudah tidur mami. memang napa mi?"
"tidak apa-apa. mami hanya ingin mendengar suara ghea. sudah lama tidak berbincang sama dia. ya sudah. sudah malam. mami mau tidur. salam buat ghea ya sayang. inget pesen mami,kamu harus menjaga perasaannya dan kejar dia sampai dapat."
"iya mami."
lalu,telepon aku dengan mami pun berakhir. aku melanjutkan menikmati rokok dan kopi.
GHEA POV
keesokan pagi hari telah tiba. seperti biasa,aku dan riano bangun dan mandi juga sarapan. setelah itu,kami berdua menyiapkan koper karena kami berdua akan pulang kembali ke jakarta. setelah selesak berkemas,aku dan dia duduk di tepi ranjang.
"ghea. boleh aku bertanya?"
"apa?"
"kamu kan sudah resmi cerai dan minggu depan kamu ambil akte cerai kamu. lalu,apa selanjutnya rencanamu?"
"aku mengundurkan diri dari rumah sakit. aku serahin rumah sakit kepada kevin. aku sih sudah buka cabang di surabaya. cuman belum aku resmi kan rumah sakitnya. dan, aku kan menetap di sana."
"kenapa kamu pindah di surabaya? gimana dengan nenek? apa nenek tau rencanamu itu?"
"iya nenek sudah tau. aku sudah menjelaskan ke nenek. nenek pun tidak masalah katanya asal aku nyaman dan membuatku bahagia di surabaya,nenek pasti mendukung keputusanku. juga nenek berpesan padaku walau aku pindah,aku tidak boleh lupa dengan nenek dalam arti aku harus berkunjung menemui nenek paling tidak sebulan sekali atau seminggu sekali."
"oh begitu. alasanmu kenapa memilih pindah di surabaya? apa kamu ingin mencoba berpacaran sama aku?"
"bukan itu. aku ingin bersama anak kembarku. sudah lama aku tidak bersama nya."
"hadeh. aku sih senang banget dengar kamu pindah ke surabaya bahkan aku sampai berpikir kamu mau mencoba untuk mencintaiku. ternyata tidak." kata riano dengan sedih.
"jangan sedih gitu dunk. aku kan kalau di sana pasti bersama kamu."
"tapi ghea..."
"sudah,jangan memikirkan yang tidak tidak. lebih baik kita pulang yuk."
__ADS_1
kemudian,aku dan riano pun keluar dari tempat penginapan dan kami melaju mobilnya untuk pulang ke jakarta.