Suami Bayaran

Suami Bayaran
keberangkatan aku ke surabaya.


__ADS_3

GHEA POV...


kring..kring...


suara bel alarm jam weker berbunyi...


berisik banget...


aku langsung menutup telingaku dengan bantalku.


aku pun meraba mencari jam wekerku. setelah ku dapat jam weker aku langsung mematikannya. ku lihat jam wekerku ternyata sudah pagi. aku langsung bergegas mandi dan gosok gigi. beberapa jam kemudian, aku menyiapkan beberapa pakaian ke dalam koper dan menyiapkan barang yang lain. saat aku sedang bersiap-siap, nenekku langsung masuk ke dalam kamarku.


"ghea sayang. kamu beneran sudah siap untuk berangkat ke surabaya?"


"sudah nek. ini lagi menyiapkan barangku."


"ke bandara sama siapa?"


"di antar sama kevin dan shasha."


"oh begitu. yaudah nenek kan turun. jangan sampai ada yang tertinggal. juga sebelum berangkat makan dulu. nenek tunggu di ruang makan. nenek ke dapur dulu ya.."kata nenekku kepadaku yang langsung pergi.


"iya nek."kataku kepada nenek sambil menyiapkan barang-barang ke dalam koper.


beberapa jam kemudian,akhirnya aku sudah siap barangku.


tin...tin...


suara klakson mobil dari luar.


mendengar suara mobil itu, aku langsung menyeret koperku ke bawah. aku menyelusuri tangga dan ke ruang makan.


di ruang makan, ku lihat nenek dan kakek sedang duduk sambil makan. sedangkan shasha sedang berbicara dengan nenek.


" apaan sih nek.."kata shasha yang sedang berdiri sambil mengunyah sandwich.


"shasha.. kamu itu ya.. kalau makan suka berdiri." kata kevin yang tiba datang. sedangkan aku hanya diem dan duduk di kursi dan mengambil sandwich ke dalam piringku.


"kakak.." kata shasha kepada kevin.


"sudah. duduk dulu. makan dulu."


"kita buru-buru nek. takut ketinggalan." kataku kepada nenek. aku langsung berdiri.


"tunggu sebentar ghea. nenek mau kasih kamu bekal buat di sana. nenek nggak mau kamu kelaparan."


"aduh nenek.."


"nggak papa sayang." kata nenek yang langsung memberiku bekal kepadaku. aku langsung memeluk nenek.


"nenek aku pasti menjenguk nenek. ghea janji."


"iya sayang. udah kamu berangkat."


"iya nek. aku berangkat ya nek." kataku kepada nenek ku.


"nek,shasha pamit dulu ya nek." kata shasha kepada nenek.


"kevin juga nek,kevin mau anter ghea dulu. permisi nek." kata kevin kepada nenek.


"iya. hati-hati di jalan ya.." kata nenek kepada kami bertiga. lalu kami bertiga masuk ke dalam mobil.


"iya nek. dadah nek.." kata kami bertiga serentak. lalu, mobil kami pun melaju ke bandara.


dalam perjalanan, sambil menyetir, kevin menanyakan kepadaku tentang rama.


"aku dengar kemarin rama mengajakmu pulang bersama. temen-temen melihat kamu bersama rama. apa benar itu ghea?"


"benar. kami berdua ke pantai. dia terus menerus meminta maaf kepadaku. tetapi aku menolaknya. dia juga menjelaskan kalau andriana hamil nya kepada wendi bukan dia. dia juga berusaha meyakinkan kalau dia ingin memutuskan pembatalan pernikahan. tapi, aku tetap menolaknya."kataku yang panjang lebar kepada kevin dan shasha.


"kakak tindakan kakak benar. dia sering menyakiti kakak. kakak jangan balikan ke dia. lagipula baru saja kakak bercerai dengan nya."kata shasha kepadaku.


"benar katamu,sha. rama itu lelaki yang sangat lemah. di buat gitu aja dia mau merelakan kamu dari pada dia. harusnya dia menyelidiki dahulu baru ambil keputusan. tetapi dia malah keburu-buru mengiyakan dan bahkan berani meninggalkan kamu." kata kevin kepadaku.


"iya. makasih ya kalian sudah memberiku yang terbaik."


"aduh,kakak. jangan begitu. kami berdua sayang sama kakak. kalau kakak ada masalah pun, kami juga ikutan sedih kak."

__ADS_1


kata shasha kepadaku. aku hanya tersenyum kepada mereka berdua. akhirnya, kami bertiga pun sampai di bandara.


di bandara...


mobil kami pun berhenti di parkiran. lalu, kevin membantuku membawa koperku. sedangkan aku dengan shasha keluar mobil dan masuk ke dalam bandara. setelah itu, aku dan shasha mencari tempat duduk. sedangkan kevin hanya membawa koper ku.


"kalian berdua duduk dulu. aku tak beli camilan ya.."kata kevin kepada kami berdua sambil menaruh koperku di sampingku.


"iya,kak." kata shasha kepada kevin.


beberapa menit kemudian, kevin datang dengan membawa camilan. lalu, membagikan camilan kepada kami berdua. beberapa menit kemudian, sudah waktunya aku masuk ke dalam pesawat. saat aku mengantri, aku menoleh ke belakang. aku berharap rama datang menjemputku. ternyata tidak, rama tidak datang sama sekali. padahal kemarin dia sering mengejar aku seolah-olah ingin mengejar aku. benar kata kevin dan shasha, dia hanya ingin mempermainkan perasaanku. lalu, aku pun masuk ke dalam pesawat.


beberapa jam kemudian, akhirnya aku tiba di surabaya. saat aku turun dari pesawat, dari kejauhan, aku melihat riano bersama kedua kembarku.


"mama ghea.." teriakan si kembarku,rosita dan ronald. mereka berdua langsung berlarian menuju ke arahku. aku pun langsung menyambut mereka dan memeluk mereka bahkan mencium pipi mereka satu per satu.


"sayang, kamu tidak sekolah. kog malah menjemput mama sih?"


"hmm.. maafkan aku mama ghea. kami berdua terlanjur kangen sama mama ghea, akhirnya kami berdua sepakat dan merayu sama papah untuk membolos sekolah. jangan marahi papah ya mah..papah tidak salah. kami berdua yang salah." kata ronald kepadaku. aku melihat mereka sangat lucu karena mereka menjewer telinga mereka masing-masing. aku awalnya sih ingin menegur mereka karena mereka bolos sekolah. sekarang menjadi tidak tega melihatnya.


"mamah ghea hukum kami saja. kami berdua salah."kata rosita kepadaku. aku hanya melipat tangan saja melihat mereka. lalu, aku mendekati si kembarku.


" baiklah, mamah ghea tidak akan marah kepada kalian. cuman mamah ghea ingin memberi hukuman kepada kalian. apakah bersedia?"tanyaku kepada mereka.


"iya mamah ghea. kami berdua bersedia." kata ronald kepadaku.


"tapi, apa itu mah?" tanya rosita kepadaku.


"ehm..hukumannya adalah...cium mamah ghea dunk.. dan temani ghea jalan-jalan yuk setelah ini."kataku dengan tersenyum kepada mereka.


" asyik. jalan-jalan."kata mereka dengan bersama dan mereka terlihat senang sekali.


"kamu itu ya ghea. selalu memanjakan mereka."kata riano kepadaku.


"aku sayang banget sama mereka. dan tak terasa mereka sudah besar. mereka sudah sekolah."kataku kepadanya.


"sudah ayo kita masuk ke dalam mobil." kata riano kepadaku. aku hanya mengangguk kepala saja. lalu, kami berempat pun berjalan masuk ke dalam mobil. kemudian, kami berempat berangkat ke rumah riano. beberapa jam kemudian, kami telah sampai di rumah riano.


di rumah riano...


"nyonya besar. nona ghea,tuan riano dan nona muda dan tuan muda juga sudah kembali ke rumah."kata pelayan kepada mamahnya riano.


"oma..." jeritan si kembar, ronald dan rosita yang berlarian ke arah mamahnya riano.


"cucuku. ini oma buatkan makanan kesukaanmu sayang."


"asyik oma."kata si kembar senang langsung duduk di kursi. kemudian, aku ke ruang makan.


" tante."sapa aku kepada mamahnya riano.


"eh ghea. gimana kabarnya sayang?" tanya mamahnya riano kepadaku.


"baik tante."


"duduk dulu sayang. makan dulu. kamu pasti capek dari bandara."


"iya tante."kataku yang langsung duduk di kursi.


"ini buat ghea."


"makasih tante."


"ehm..mamah..aku kog nggak di reken sih.. gitu ya mamah cuekin aku.."kata riano yang tiba-tiba sudah di sebelahku.


" aduh riano. kamu itu ya.. sudah tua,masih saja minta di perhatikan. sudah sana duduk dulu. ambil sendiri makanannya."


"huuh..mamah.."kata riano yang langsung duduk di kursi dan ambil makanannya. aku melihat mamahnya riano dan riano hanya tertawa kecil.


di tempat lain...


RAMA POV..


aku sekarang lagi di kantor. aku dari tadi tidak konsentrasi soal pekerjaan. berkali-kali memikirkan ghea. seperti kemarin, aku menepati perkataanku kepada andriana untuk mengembalikan saham orang tuanya kepadanya. pengacaraku saat ini sudah datang di ruanganku. aku hanya menunggu kedatangan andriana ke kantorku. beberapa menit kemudian, andriana bersama wendi datang ke ruanganku.


" selamat siang tuan rama."kata wendi yang langsung mengajak berjabat tangan.


"selamat siang tuan wendi. silahkan duduk andriana,bapak wendi." kataku yang membalas jabat tangan dan menyuruh wendi dan andriana duduk.

__ADS_1


"maaf ya ram, jadi menunggu kami datang, kami tadi terlambat." kata andriana kepadaku.


"oh tidak apa-apa. kami hanya tidak lama menunggu kamu dengan tuan wendi. baiklah. karena sudah ada andriana,bapak alex,pengacaraku. mari kita lanjutkan. bapak alex,ini saham milikku di perusahaanku tolong di bagi ke andriana karena ini milik dia."


"oh ya. baik. saya akan rubah. harap menunggu sebentar."


beberapa menit kemudian, akhirnya selesai. sahamnya orang tua andriana yang selama ini bertahun-tahun di perusahaan ini pun sudah di kembalikan ke andriana.


"terima kasih bapak alex atas bantuannya." kataku yang langsung berjabat tangan kepada pengacaraku sendiri.


"sama-sama tuan rama."


"terima kasih bapak alex" kata andriana dan wendi yang mengajak berjabat tangan dengan pengacaraku secara bergantian. pengacaraku pun berjabat tangan dengan mereka secara bergantian.


"kalau begitu saya permisi tuan rama,nyonya andriana dan tuan wendi." kata pengacaraku kepada kami bertiga.


"iya. silahkan."


setelah pengacaraku pergi meninggalkan ruanganku, aku mengajak bicara dengan wendi.


"saya sudah mengembalikan uang seluruhnya kepadamu yang sesuai janjiku kemarin." kataku kepada andriana.


"iya ram. makasih ya." kata andriana kepadaku.


"tuan wendi terima kasih juga atas kerja samanya dan apakah kalian berdua kan serumah bersama setelah ini?" tanyaku kepadanya.


"iya benar. oh ya tuan rama, terima kasih telah menjaga istriku dan anakku yang di dalam kandungan dengan baik."kata wendi kepadaku.


"sama-sama tuan wendi. kalau begitu, andriana, apakah kamu setelah ini mampir ke rumahku untuk mengambil barang mu kan kamu mau pindah ke rumah wendi, suamimu?"kataku kepada wendi dan andriana.


"iya. kalau gitu, aku dan wendi pulang dulu ya.."balas Andriana kepadaku.


"oh ya, silahkan."


"permisi rama."


"iya tuan wendi."


lalu,andriana dan wendi keluar dari ruanganku. hari ini andriana sudah pindah ke rumah wendi. hari ini telah kembali seperti dulu. cuman bedanya aku tidak di temani ghea. aku melihat bingkai fotoku bersama ghea. ghea, maafkan aku. hari ini aku tidak datang ke bandara untuk menemui kamu. bahkan membiarkan kamu pergi. lebih baik aku meneruskan pekerjaanku.


beberapa jam kemudian, aku telah selesai dengan pekerjaanku. lalu, aku meninggalkan kantorku dan pulang mengambil ku dalam perjalanan, aku melihat toko kue yang pernah aku kunjungi bersama ghea. aku menghentikan mobilku dan mobilku pun aku parkirkan. setelah mobilku sudah di parkir, aku keluar dari mobil dan masuk ke toko kue itu.saat masuk ke toko kue, aku memilih kue kesukaan ghea.


"tolong yang ini di bungkus dan yang ini saya makan di sini." kataku kepada pegawai toko.


"baik tuan. silahkan tuan duduk dulu. biar kami sajikan dan akan kami antar ke meja tuan." kata pegawai toko itu kepadaku dan aku langsung berjalan mencari meja yang kosong. begitu menemukan tempat duduk, aku langsung duduk di kursi. beberapa menit kemudian, pelayan toko kue itu mengantar kue dan minuman.


"silahkan tuan di nikmati kue dan minuman dari kami."


"terima kasih."


lalu,pelayan tersebut pergi dari mejaku. aku pun mengambil pisau untuk memotong kue dan mengambil garpu untuk mengambil kue yang sudah ku potong. saat aku mengunyah potongan kue ini membuatku teringat kenangan lama saat di mana aku bersama dia makan bersama di toko kue ini.


cuplikan kenangan lama:


"ram, ayo masuk. ini toko kue yang biasa aku kunjungi saat aku sedih atau pun senang. di sini juga, aku sering bersama nenek."kata ghea yang langsung menyeretku masuk ke toko kue.


"baiklah." kataku yang mengikuti ghea.


lalu, kami berdua pesan kue. setelah itu, kami duduk bersama di meja yang sudah kami pilih. beberapa jam kemudian, pesanan kue kami datang dan kami pun makan bersama.


"hmm,, enak banget ram. sudah lama aku tidak ke sini gara-gara aku terlalu sibuk."


"memang jarang ke sini?"


"iya. terakhir sih 2tahun lalu. karena sibuk banget dan nenek nggak mau nemani aku ke sini. dan karena sudah ada kamu, ya aku ajak ke sini deh..oh ya, gimana rasanya ram? enak nggak?"


"enak sih. tapi lebih enak kalau mencicipi bibirmu ghea. lebih manis."


"idih ram. jangan begitu ta. kita ini lagi di luar. aku malu kalau ada yang mendengarnya."kata ghea sambil mengunyah kuenya. aku hanya tersenyum. tapi, aku melihat ada kue di dekat bibirnya. langsung aku mengambil tisu. saat aku mau mengusap tisu ke bibir ghea, ghea jadi tersipu malu dan wajah ghea menjadi merah muda. aku melihat dia menjadi bahagia.


" terima kasih ram."kata ghea yang malu.


saat mengingat kenangan lama, aku menjadi menangis. kenapa nasibku begini. aku memang bodoh. coba dulu, aku tidak buru-buru mengambil keputusan mungkin sekarang dia sudah di sini bersamaku. karena kesalahanku, aku memang pantas di jauhi oleh ghea. aku memang tidak pantas di cintai. tiba-tiba ada kevin datang bersama shasha di depan aku.


"rama, kenapa kamu di sini?"tanya kevin kepadaku.


"boleh kami berdua duduk di sini kakak rama?"tanya shasha kepadaku.

__ADS_1


" iya silahkan."kataku kepada mereka. mereka pun duduk bersama aku di satu meja.


__ADS_2