
"kamu kerja di mana nak?"tanya nenek kepada rama.
"aku kerja di bengkel sebagai tukang servis saja juga sambil kerja sebagai koki di cafe nek."
"oh gitu. sudah berapa lama kalian menjalin hubungan ini?"
"baru 5 bulan saja nek."
"kalau memang baru 5 bulan napa bulan-bulan kemarin kamu tidak pernah muncul dan kog baru sekarang main ke rumah cucu nenek dan baru nemui nenek sekarang?"
"ee.. iya..karena sibuk nek..karena ibu saya juga sakit akhir-akhir ini."
"sakit apa nak?"
"saat ini di rawat di Rumah Sakit Pondok Indah sakit Kanker Darah nek."
"ya ampun..maafkan nenek.. nenek baru tau.."
"nggak papa nek."
"sudah berapa lama di rawat di sana nak?"
"sudah setahun lebih nek."
"bukannya rumah sakit sana tempat kerjanya cucu nenek ya?"
"iya benar nek."
"ghea itu ya mesti kebiasaan..nggak pernah cerita ke nenek..untung ada nak rama cerita ke nenek.. makasih ya nak udah jujur ke nenek.."
"iya mungkin ghea sedang sibuk nek sehingga lupa memberitahu ke nenek tentang saya."
"iya mungkin saja. udah nggak papa nak. silahkan di minum teh nya nak."
"iya nek. makasih."kata rama sambil meminum teh yang sudah di siapkan untuk rama.lalu ghea pun turun menemui nenek dan rama.
"nnneenneek..muach.."kataku yang langsung mencium pipi nenek.
"kamu itu ya ghea.. kebiasaan kekanak-kanakan."
"loh napa nek?"
"kog nggak cerita sih ke nenek kalau ibunya nak rama itu lagi sakit sekarang. kalau kamu ceritakan ke nenek kemarin kan nenek nggak nguber soal calon suami."
"duh lupa aku nek. maafin ghea ya nek. nenek jangan marah dunk.."
"udah kamu itu ya. sudah malam. nenek mau tidur. nenek masuk kamar dulu. permisi."
'iya nek."
lalu nenek meninggalkan kami berdua di ruang tamu.
"tadi nenek tanya apa saja ke kamu?"
"nenek nggak tanya banyak kog. cuman mengenai pkerjaanku dan ibu."
"oh begitu."
"aku denger kamu punya anak,anakmu?"
"bukan anak kandungku kog.itu anaknya pasienku. dia menitipkan ke aku. dan mereka sudah ku urus menjadi anak angkatku. aku bersumpah nggak pernah menikah dengan cowok mana pun dan nggak pernah hamil dengan cowok manapun. apa kamu keberatan kalau aku punya anak?"
"nggak sih.tapi kamu belum jujur padaku soal ini."
"maafkan aku rama. aku janji kan jujur padamu."
"iya. nggak papa.. anakmu namanya siapa?"
"ronald dan rosita."
"sejak kapan kamu mengadopsi mereka?"
"baru sih. baru kemarin."
"oh pantesan kemarin sibuk ya aku cari kamu nggak ada di ruangan."
"hehe iya aku sibuk banget."
"aku sudah ketemu nenek mu dan belum tau keputusan nenek."
"oh ya nggak papa yang penting nenek sudah tau."
"sudah malam. aku pulang dulu ya. tolong sampaikan ke nenek kalau aku pulang."
"iya. pasti ku sampaikan."kata ghea pada rama. kemudian ghea mengantar rama keluar rumah. saat taxi online tiba,aku melambaikan tanganku kepada rama.
"hati-hati ya?"
"iya."
"dah rama."
saat aku melihatmu dan saat kita bersama kamu tidak pernah memperlakukanku dengan baik selalu seperti menganggap aku ini orang lain.
walau kamu kaku padaku aku kan buat kamu menjadi milikku. udahlah mending aku masuk dan tidur.
besoknya..
ting tong..
"bibi bukain pintunya.."
"iya nyonya.."
"siapa bi?"
"pagi nek. ini aku kevin."
"oh nak kevin. ada apa pagi-pagi begini sudah datang ke sini?"
"iya nek aku ke sini ingin bertemu ghea nek."
__ADS_1
"ghea lagi di kamarnya. langsung masuk saja."
"iya nek. makasih nek.kalau gitu aku ke kamar ghea dulu ya nek."
"iya."
kemudian kevin langsung ke kamar ghea dan tak lupa mengetuk pintunya. sudah berkali-kali di ketuk pintu kamar ghea sepertinya masih tidur dan nggak membukakannya padahal kevin sudah menunggu setengah jam. kemudian kevin memutuskan masuk ke kamarnya dan ternyata benar dugaannya kalau ghea masih tidur. karena ghea masih tidur,kevin menunggu di tepi ranjangnya ghea.
"hhooaammzz.."kataku yang baru bangun dan aku kaget melihat kevin sudah di depan mataku.
"kkkeeevvviiinnn!!!!"jeritku karena kaget kevin kog bisa-bisanya masuk di kamarku tanpa mengetuk pintu.
"duh ghea kamu itu ya selalu menjerit. telingaku jadi sakit tauk.."
"ngapain kamu di sini? napa nggak mengetuk pintu dulu?"
"dari tadi aku udah mengetuk pintu setengah jam tapi kamu nggak merespon sama sekali. huft.."
"oh ya ta? masa sih..kog aku nggak denger ya.."
"ya kamu memang kalau namanya tidur selalu begitu kalau ada kebakaran atau gempa bumi paling nggak tau..!!"
"kevin kamu itu mesti deh..by the way ngapain pagi-pagi sudah di sini?"
"kemarin kemana saja? kamu lupa ya ada janji sama aku?"
"janji? bentar - bentar ku coba ku ingat.."
"ya kemarin aku udah telepon kamu katamu kamu bisa ketemu aku di cafe siang kemarin. aku sudah menunggu kamu nggak kunjung datang."
"oh ya baru inget aku..maaf.. kemarin aku mendadak ada acara yang harus ku selesaikan..sehingga aku lupa memberitahukan kamu.. maaf ya vin.."
"ya ya kamu itu mesti deh...kebiasaan.."
"gini deh sebagai permintaan maafku ke kamu hari ini pagi ini ku temani kamu. tapi aku mau telepon rama dulu karena rama dan aku kemarin janji kalau mau bareng-bareng berangkat ke rumah sakit."
"iya..yaudah sekarang kamu mandi sana..bau tuh ileranmu.."
"kkkeevviinn..!!"
"ddaaahh ghea..aku keluar.."kata kevin langsung menutup pintu kamar ghea dan langsung menuju ke ruang makan.
"awas kamu vin nanti habis gini ku jewer kamu.."kesalku bicara sendiri sambil membawa peralatan mandi dan langsung masuk ke kamar mandi.
"gimana nak tadi ketemu ghea?"kata nenek sambil menyiapkan sarapan yang di bantu pembantu di meja makan.
"sudah nek. tadi sudah tak suruh mandi. makanya aku tunggu di sini saja nek."
"nak kevin sudah sarapan belum. kalau belum kita bisa sarapan bersama mumpung ghea masih mandi."
"iya nek. belum sih nek. tadi ghea mau ngajak sarapan di luar katanya nek. tapi ku liat nenek sudah nyiapin banyak sarapan aku makan sedikit nggak papa kan nek?"
"iya nggak papa nak. bi tolong siapkan sarapan buat nak kevin ya."
"iya nyonya."
lalu kevin dan nenek pun makan bersama.
di kamar ghea.
"iya halo ini siapa?"
"duh masa nggak tau aku sih. aku ghea."
"oh ya ada apa?"
"pagi ini aku nggak bisa ke tempatmu karena aku ada janji sama dr kevin. mungkin ntar pulang kerja ya aku ke ruangan ibumu."
"oh ya. cuman itu saja?"
"ya aku cuman beritau saja kog. udah ya aku tutup dulu karena di tunggu sama dr kevin. dah.."
tut tut tut..
di telpon ya datar di ajak ngobrol ya juga datar. kapan sih rama berubah untukku? padahal bentar lagi kita mau nikah. udahlah aku mau nemui kevin dulu.
-------------------------------------------------------
"pagi nenek pagi kevin..!"kata salamku buat nenek dan kevin.
"ya pagi sayang."kata nenek.
"pagi juga ghea."
"nek aku pergi dulu ya?"
"tunggu sayang ini nenek bawain roti buat sarapan kamu."
"tapi nek.."
"udah di bawa aja. makan di mobil saja."
"ya deh.."kataku langsung menyeret kevin keluar dari rumah dan langsung masuk mobil.
"sementara kita naik mobilku saja ya ghea."
"hmm..heem.."kataku sambil mengunyah roti yang di siapkan tadi dari nenek buatku.
"tapi gimana dengan mobilku nanti kalau aku pulang?"tanyaku pada kevin.
"ya tadi aku sudah nyuruh sopirmu untuk bawa mobil."
"jiah berarti pulang nanti aku sama sopir. kirain nyetir sendiri."
"memang napa ghea? kan enak sama sopir jadi kamu nggak kecapekan nyetir."
"ya ya nggak papa. uhuk..uhuk.."
"kamu itu ya bicara sambil makan. ini minum dulu. buka sendiri ya aku nggak bisa bukain karena aku lagi fokus nyetir."
aku pun langsung minum yang tadi di berikan sama kevin.
__ADS_1
"memang kita kemana vin?"
"kita ke puncak dulu."
"trus gimana dengan kerjaanku. aku belum ijin. kamu itu selalu nggak bilang dulu kan aku jadi belum ijin."
"tadi aku udah telepon rumah sakit dan tak suruh dokter dewi yang menggantikan kamu."
"lalu gimana dengan nenek?"
"nenek tadi aku sudah ijin katanya nggak papa."
"tapi kan di rumah ada ronald sama rosita."
"udah nggak usah khawatir anakmu sudah di urus sama suster."
"kata siapa coba?"
"kata nenek lah. udah apa lagi?"
"nggak nggak kog. aku cuman khawatir saja tapi ternyata sudah kamu urus semuanya. itu saja nggak bilang dulu ke aku. trus kita pulang kapan dunk?"
"kalau kamu pengen ke rumah sakit kita bisa pulang siang saja."
"ya siang aja pulangnya vin. aku masih kepikiran di rumah sakit."
"ya aku tau kamu itu nggak pernah lepas dari rumah sakit."
"makasih kevin..muuacch."kataku sambil cium pipi kevin. kevin yang langsung di cium sama ghea langsung pipinya menjadi memerah dan senang.
dalam perjalanan aku memilih tidur sedangkan kevin fokus menyetir. beberapa jam kemudian,kita berdua sampai di puncak. kevin pun langsung membangunkan ghea.
"ghea bangun. kita sudah sampai."
"hooammzz..udah sampai ya.."
"yap. ayo turun kita istirahat di sini saja ya sambil kita ngobrol di sini.."
"hmm.. udaranya sejuk..boleh juga vin.."
lalu kami pun langsung masuk ke resto yang di puncak. dan kami pun memesan makanan dan minuman yang sudah di sediakan di resto tersebut. selang beberapa menit kemudian,kami berdua pun makan dan minum menikmati rasa khas makanan dan minuman yang sudah di sediakan di resto ini.
"kenyang deh.."
"enak kan makan di sini?"
"hmm enak vin. by the way,memang napa kog pengen ngajak keluar sama aku vin?"
"kita kan sering sibuk kerja. sejak kita kerja,kita jarang bersama keluar bareng-bareng. nggak seperti dulu. aku cuman kangen saja kebersamaan kita dulu."
"iya sih vin. kita sudah lama nggak jalan bareng-bareng padahal kita sudah lama bersahabat."kataku. tiba-tiba kevin memegang tanganku dan mengucapkan sesuatu yang serius padaku.
"ghea seperti ucapanku yang kemarin aku sebenarnya nggak mau kita hanya sebatas sahabat. dari kita kecil sampai kini kita berdua selalu bersama-sama dimanapun kapanpun. aku sangat mencintaimu ghea. aku ingin kamu menjadi pacarku kalau bisa menjadi istriku. maukah kamu mendampingiku kelak?"kata kevin yang melamar aku. aku langsung melepas tanganku dari tangan dia.
"maaf vin.. aku sudah punya pacar. seminggu lagi aku kan menikah sama pacarku."
"sama siapa? kog kamu nggak kenalin ke aku ghea."
"iya maaf vin. aku lupa kenalin sama kamu. gimana kalau ntr sore aku ajakin dia dan ku tunjukin sama kamu?"
"iya boleh."
"yaudah vin aku mau pesan lagi. aku mau bungkus buat pacarku sama ibunya."kataku langsung ke kasir. setelah aku sudah membawa makanan yang aku bungkus tadi. aku dan kevin pun langsung pulang dari puncak ke jakarta dan langsung ke rumah sakit pondok indah. beberapa jam kemudian aku dan kevin sampai di rumah sakit pondok indah.
"siang dok,katanya ijin nggak kerja dok."
"aku di sini ada urusan sebentar. tolong sus beritau semua kepala para dokter masing-masing poli yang di rumah sakit ini ikut rapat denganku. aku tunggu di ruang rapat jam 3 sore nantik."
"baik dok."
aku pun langsung mengambil berkas dan mau mampir dulu ah ke ruangan yang di tempati ibunya rama.
tok tok tok..
"permisi.."
"dokter ghea masuk saja dok."
"iya bu. gimana kabar ibu?"
"ya beginilah dok kabar ibu."
"ibu jangan sedih dan ibu harus semangat ya karena minggu depan saya sudah mengurus biaya buat pengobatan ibu di luar negri."
"tapi ibu dan rama nggak ada uang untuk pengobatan di luar negri."
"masalah dana saya sudah menanggung. Jadi ibu dan rama nggak perlu memikirkan biaya. sekarang ibu lebih baik memikirkan kesehatan ibu dan harus semangat. oh ya tadi saya ke puncak dan saya inget ini makanan kesukaan ibu dan rama makanya saya bawain buat ibu dan rama. dan ini juga ada buah buat ibu. saya taruh di sini ya bu."
"makasih dok. coba saja dokter itu menantu saya. sayangnya tidak."
"hehee.. sama-sama bu. yaudah bu saya ada rapat dokter. maaf kalau saya tinggal dulu. dan nanti setelah rapat dokter saya ke sini lagi. saya pamit dulu ya bu. permisi."kata ghea kepada ibunya rama.
"iya dok. makasih."kata ibunya rama.
aku pun langsung meninggalkan ibunya rama di kamar inapnya dan aku melanjutkan rapat dokter dan sekalian mau bahas tentang pengobatan kesehatan ibunya rama. beberapa jam kemudian akhirnya rapat dokter telah selesai.
dret dret..
"halo ghea."
"iya halo vin."
"nanti jadi kan kamu kenalin pacarmu ke aku?"
"jelas jadi dunk vin. ketemuan di cafe yang biasanya ya vin. aku mau jemput rama dulu habis gitu aku ke sana."
"oke ghea. nanti kalau udah sampe aku kabarin lagi."
"oke vin. dah vin."
"dah juga ghea.."
__ADS_1
tut tut tut...
aku pun langsung ke ruangan inap yang di tempati ibunya rama.