
GHEA POV...
di apartemen...
pagi hari, kami berdua, Rama dan aku sedang makan bersama di ruang makan bersama. kami makan tanpa pembicaraan apapun. lalu, setelah selesai makan, aku pun beranjak pergi dan mendekati Rama.
"aku mau pulang karena harus menyiapkan barangku untuk ke pergi ke Surabaya."kataku kepada Rama.
"ya. tapi apa kamu kan lama di sana?"tanya Rama padaku.
"aku tidak kan lama. soal pendonor matamu, aku kan berjanji mencarikannya. kamu harus bersabar ya. aku pasti kan kembali pulang ke sini."kataku kepadanya sambil memegang kedua tangannya.
"aku kan bersabar. aku kan menunggu mu pulang. cepat selesaikan pekerjaanmu di sana agar bisa cepat kembali ke sini ya."kata Rama kepadaku. aku pun tersenyum.
"iya, aku janji."kataku kepadanya.
"apa perlu aku antar kamu ke bandara?"tanya Rama padaku.
"hmm.. kalau kamu mau ya nggak papa."kataku kepadanya.
"yaudah,kita berangkat sekarang ke rumahmu dulu."kata rama kepadaku. lalu, kami berdua bersama pulang ke rumahku. sejam kemudian, tiba di rumahku. di rumah, aku langsung saja masuk.
"nyonya besar, nona Ghea sudah pulang bersama tuan Rama."kata salah satu pembantu yang sedang memberitahu tentang kedatangan ku dengan Rama kepada nenekku.
"iya, kamu siapkan makanan untuk Ghea, oh ya, juga siapkan kopi untuk Rama."kata nenek yang suka memerintah kepada pembantunya. setelah itu, nenekku menghampiri aku dan Rama.
"nek, aku masuk kamar dulu, aku mau masukin bajuku ke koperku."kataku kepadanya. nenek hanya mengangguk kepala saja. lalu, nenek menghampiri rama.
"ayo masuk nak."kata nenek kepadanya. Rama pun masuk dengan bantuan tongkatnya untuk membantu dia berjalan. lalu, nenek dan Rama pun duduk di sofa di ruang tamu.
"nyonya, tuan. ini kopi dan tehnya. silahkan di minum. kami permisi."kata salah satu pembantu di rumah ini.
"silahkan nak, di minum kopinya. sini nenek bantu."kata nenek yang sedang membantu Rama mengambil gelas yang berisi kopi.
"makasih nek. kopinya tetap nggak berubah nek. sudah lama aku tidak pernah meminum kopi di rumah nenek."kata Rama kepada nenekku.
"nenek mengerti kamu jarang ke sini. kalau kamu suka dengan kopi ini, bisa ke sini saja. lagipula nenek ya di sini hanya kadang di kunjungi kakeknya Ghea kadang ya sama pembantu saja."kata nenek kepada Rama.
"iya nek. makasih nek."kata Rama kepada nenekku.
"oh ya, gimana perusahaan kamu? jalan kan?"tanya nenekku kepadanya.
"kalau dulu, jalan nek. kalau saat ini, sementara aku serahin ke asistenku dan sekretarisku yang menangani perusahaan."jawab Rama.
"oh begitu. kondisimu gimana sekarang nak?"tanya nenekku kepadanya.
"aku sudah membaik nek. cuman aku belum menemukan pendonor mataku."kata Rama dengan sedih.
"nak. kamu tidak usah khawatir. Ghea pasti kan menemukan pendonornya."hibur nenekku kepadanya.
"iya nek. Ghea juga berkata hal yang sama kepadaku."kata Rama.
"nenek."panggilku kepada nenekku. lalu, nenek dan Rama pun menghentikan obrolannya.
"ada apa cucuku sayang?"tanya nenekku kepadaku.
"nek, aku mau ke Surabaya. aku juga mau kontak dokter yang di Amerika untuk membantu Rama. aku mau selesaikan rumah sakit cabang. tapi, setelah itu, aku balik ke sini kok."kataku dengan tersenyum kepada nenekku.
"iya. itu nenek sudah siapkan makanan buat kamu nanti di sana. nenek taruh di meja makan. kamu ambil saja."kata nenek kepadaku.
"iya nek. aku ke sana dulu."kataku yang langsung ke ruang makan. lalu, aku mengambil kotak nasi buatan nenekku. kemudian, aku menghampiri nenek bersama Rama di ruang tamu.
"nek, aku berangkat ya."kataku kepada nenekku.
"iya sayang. kamu harus jaga kesehatan dan teratur makannya. dan jangan lupa kasihkan kado nenek ya buat si kembar. juga jangan lupa kabarin nenek kalau sudah di sana."kata nenekku kepadaku.
"iya nek. aku pasti menuruti kata nenek. aku berangkat dulu sama Rama. dadah.. nek.."kataku kepada nenek dan langsung memeluk nenek. Lima menit kemudian, aku melepas pelukan nenek dan membawa koperku ke dalam bagasi mobil. kemudian, aku membantu Rama menuntun jalannya ke arah mobil.
lalu, kami berdua pergi ke bandara.
setiba di bandara.
beberapa menit kemudian, sudah waktunya semua penumpang masuk ke dalam pesawat. setelah, aku sudah masuk di dalam pesawat, Rama pun menuntun dirinya dengan tongkatnya sendirian. saat Rama berjalan, Rama menabrak seorang wanita.
"aaakkhh.."suara seorang wanita yang tidak sengaja menabrak Rama.
"maaf nona. saya tidak benar-benar tahu."kata Rama kepada wanita itu. lalu, wanita itu pun beranjak bangun dari kejatuhannya. dia melihat kondisi Rama yang tidak bisa melihat dia pun tidak mempermasalahkannya.
"ah.. tidak apa-apa tuan. justru saya yang minta maaf sudah menabrak tuan karena saya buru-buru."kata wanita tersebut.
__ADS_1
"tidak apa-apa."kata Rama.
"oh ya nama saya baby. tuan?"tanya wanita itu kepada Rama.
"saya Rama."
"senang berkenalan dengan tuan Rama. karena saya sudah menabrak tuan, saya kasih nama kartu saya, kalau ada apa-apa tuan bisa menghubungi saya. dan kita bisa bertemu lain kali."kata baby kepada Rama.
"baiklah. kan saya simpan. nanti saya bisa hubungi minta tolong rekan kerja saya saja. karena saya tidak bisa melihat."
"oh tidak apa-apa tuan. ehm, saya sepertinya sudah telat. saya harus buru-buru. saya pergi duluan ya tuan. kapan-kapan kita ketemu lagi ya. dah.."kata baby yang langsung pergi. kemudian, Rama pun pulang ke apartemen nya.
di bandara...
"kakak ipar..."jerit baby kepada kakak iparnya, Andriana.
"kamu itu ya kemana aja. aku dah nunggu kamu. malah nggak datang-datang."kata Andriana yang lagi ngomelin ke baby.
"aduh kakak ipar. jangan marah begitu. aku minta maaf. tadi, aku agak terlambat karena tadi aku menabrak cowok tua dan ganteng kak. tapi, sayangnya dia buta kak."kata baby yang sedang mengkhayal saat dia bertemu Rama.
"sudah, ayo bantu kakakmu ini,bawa ponakanmu ke dalam mobil."kata Andriana pada baby.
"siap kakak ipar!"kata baby yang langsung mendorong kereta bayi.
di apartemen...
"tuan Rama. saya sudah menyelidiki tentang kecelakaan tuan."kata asistennya kepada Rama.
"siapa yang buat kecelakaan itu?"tanya Rama kepada asistennya.
"menurut cctv, ada seorang lelaki yang sengaja buat rem mobil tuan blong. dan saya sudah menyuruh seseorang untuk mencari lelaki tersebut. dan sudah menemukan orang tersebut."kata asistennya.
"sekarang dia di mana?"tanya Rama.
"dia sekarang di gudang tuan. apa perlu saya bunuh dia tuan?"
"tidak perlu. bawa aku ke sana. aku ingin tau siapa di balik layar ini."kata Rama kepada asistennya. lalu, Rama bersiap-siap pergi bersama asistennya ke gudang lama tempat kantor lamanya.
beberapa jam kemudian, Rama dan asistennya tiba di gudang. tidak hanya berdua saja, Rama juga di temani bodyguardnya. lalu, bodyguardnya membuka pintu dan menunjukkan kepada Rama keberadaan lelaki tersebut. kondisi lelaki tersebut sudah memar dan berdarah di tubuhnya dengan tangan terikat.
"saya mau tanya kepadamu. kalau kamu ingin selamat hari ini dan besok, jawab jujur pertanyaan saya. kalau tidak, jangan harap kamu bisa hidup hari ini. yang saya tanyakan, siapa yang menyuruh kamu membuat rem mobil saya jadi rusak?"tanya Rama kepada lelaki tersebut. tetapi tanggapan lelaki tersebut hanya diem. lalu, bodyguardnya menendang tubuhnya.
"bbaaaiikk... sss..ssaaya hanya di suruh sama nona yang berambut hitam dengan kacamata hitam."jawab lelaki tersebut dengan terbata-bata.
"oh wanita ternyata."kata Rama dengan suara pelan.
"gimana tuan Rama?"bisik asistennya kepada Rama.
"aku minta kamu selidiki secara detail siapa wanita itu. aku harus mendapatkan informasinya."suruh Rama kepada asistennya.
"baik tuan."jawab asistennya.
"ya sudah. sekarang biarkan lelaki itu di sini dulu. kamu kasih dia makan dan minum. jangan kamu siksa. tapi kalian jaga dia secara ketat, jangan sampai dia melarikan diri dari disini. paham kalian!!"perintah Rama kepada bodyguardnya.
"baik bos."serentak bodyguardnya kepada Rama.
"anterin saya pulang sekarang. saya sudah lelah."kata Rama kepada asistennya.
"baik. tuan."kata asistennya. lalu, Rama dan asistennya pergi pulang ke apartemennya.
di Surabaya...
di bandara...
"pah, Mama Ghea mana? kok belum muncul. kita capek di sini."kata Ronald yang lagi kecapekan.
"bentar. bentar lagi Mama Ghea kan datang. tunggu."kata Riano kepada anaknya.
beberapa menit kemudian, aku pun melihat kedua anak kembarnya dan Riano dari kejauhan. begitu mengetahui diriku, mereka, menjerit memanggilku. aku pun langsung menyeret koperku dan menghampiri mereka dengan tersenyum.
"sayang kok di sini. tidak sekolah?"tanyaku kepada anak-anak. si kembar langsung memelukku.
"Mama Ghea, kami kangen sama mama."kata Rosita kepadaku.
"ya sayang. mama juga kangen banget sama kalian. oh ya, mama juga bawa oleh-oleh loh dan nenek buyut juga kasih oleh-oleh buat kalian loh."kataku kepada mereka.
"asyik. ayo mah kita pulang."kata Ronald kepadaku.
"iya sayang. ayo."kataku sambil memegang kedua tangan mereka.
__ADS_1
"biar aku saja yang bawa bawaanmu. kamu sama anak-anak saja."kata Riano kepadaku.
"baiklah. makasih ya no."kataku dengan tersenyum.
"iya."kata Riano yang langsung menyeret koperku. dan kami semua berjalan ke luar bandara dan masuk ke dalam mobil. di dalam mobil, kedua si kembarku sangat senang sekali dengan kedatanganku sampai mereka berdua nggak mau pisah dariku. aku melihat tingkah anak-anak membuatku menjadi senang banget. sampai mereka berdua pun tertidur di dalam mobil saat kami sedang dalam perjalanan pulang. akhirnya tidak terasa, kami telah tiba di rumah.
"anak-anak sudah tertidur. biar aku saja yang membawa Rosita ke dalam kamarnya."kataku kepada Riano.
"iya. aku saja yang membawa Ronald dan mngurus barangmu. lebih baik kamu langsung masuk aja."kata Riano kepadaku. aku langsung membawa Rosita ke dalam kamarnya. lalu beberapa menhit kemudian, Riano datang membawa Ronald ke dalam kamar. aku langsung membantu mengurus anak-anak ke tempat tidur bahkan membantu memberikan selimut kepada anak-anak juga tak lupa satu persatu mencium kening mereka berdua. setelah selesai, aku langsung mematikan lampu kamarnya dan menutup pintu kamar secara pelan-pelan. kemudian, aku langsung ke kamarku. saat lagi perjalanan ke kamar, aku melihat Riano sedang di ruang tamu. aku langsung menghampirinya.
"malam Riano. kok belum tidur?"tanyaku kepadanya.
"aku lagi mikirin kerjaan aja. nanti saja tidurnya. kalau kamu ingin tidur duluan ya nggak papa kok."kata Riano kepadaku.
"ya sudah aku temani kamu ya, boleh?"tanyaku kepadanya.
"boleh saja. tapi kamu mandi dulu sana gih."kata Riano kepadaku.
"iya. iya."kataku yang langsung ke kamarku dan aku langsung mandi. sejam kemudian, setelah selesai mandi, aku langsung menghampiri Riano ke ruang tamu. di ruang tamu, aku melihat Riano sedang merokok dan minum kopinya sampai 3gelas.
"ehem.. gimana kabar kerjaanmu sekarang?"tanyaku kepadanya.
"lumayan baik kok. kamu di sana bagaimana? lalu kondisi mantanmu bagaimana? katamu dia mengalami kecelakaan."jawab Riano kepadaku.
"iya baik-baik saja sekarang. cuman aku masih mencari pendonor mata buat dia. karena dia sangat membutuhkannya."'jelasku kepadanya.
"oh begitu. terus masa di rumah sakit tidak menyediakan begitu?"tanya Riano kepadaku.
"pihak rumah sakit sih tidak memiliki stok."
"oh begitu. ya semoga dapat yang cocok. lalu, gimana ceritanya? kok bisa kecelakaan?"tanya Riano kepadaku.
"iya waktu itu katanya saat dia mau berangkat ke kantor, tiba-tiba rem mobilnya sudah blong. dia mau ngerem nggak bisa."jawabku kepadanya.
"aneh banget. sepertinya ada seseorang yang memang ingin mantanmu kecelakaan. apa ada musuh di antara kalian?"tanya Riano kepadaku.
"ehm, sepertinya sih ada. aku ya tidak terlalu teliti."kataku kepadanya.
"ya sudah. tidak perlu kamu pikirkan. besok kan mau kerja, kamu istirahat dulu sana."jawab Riano kepadaku dengan serius.
"aku mau istirahat kalau kamu ya tidur juga."kataku kepadanya.
"baiklah. aku kan tidur. ayo kita tidur."
lalu, kami berdua ke kamar masing-masing. Lima menit kemudian, aku mencoba menghubungi Rama di ponselku.
Tut...Tut..Tut...
suara ponselku berbunyi..
"halo."jawab asistennya Rama.
"iya Halo. ini saya Ghea. tolong hubungkan tuanmu. saya ingin berbicara dengannya."jawab aku kepada asistennya.
"baik nyonya. tunggu sebentar."kata asistennya.
setelah beberapa menit kemudian...
"halo."jawab Rama.
"halo ram. ini aku ghea. lagi ngapain? gimana kabarmu?"tanyaku kepadanya.
"aku baik - baik saja. aku mau tidur. kamu lagi ngapain dan sudah di mana?"jawab Rama.
"aku tinggal di rumahnya Riano karena tadi di jemput Riano sama anak-anak. aku juga nggak bisa ninggalin anak-anak. karena anak-anak kangen sama aku. kamu tau kan gimana anak-anak dengan aku."jawab aku kepadanya.
"iya tau."
"ehm, maaf ya malam-malam mengganggu kamu menelepon kamu. karena aku hanya kangen kamu."
"iya nggak papa. sudah makan belum?'tanya Rama kepadaku.
"sudah kok tadi pas makan di pesawat."kataku kepadanya.
"oh ya, sudah malam, kamu pasti lelah kan, kamu lanjut beristirahat saja, aku sendiri besok ya kembali bekerja juga."kataku sekali kali lagi kepadanya.
"iya. aku tidur ya. selamat tidur Ghea. jangan lupa mimpikan tentang aku. aku sangat merindukanmu dan mencintaimu."kata Rama kepadaku.
"iya. kamu juga, selamat tidur. aku juga selau merindukan kamu dan mencintaimu. bye."kataku yang langsung menutup ponselku.
__ADS_1
lalu, aku pun langsung tidur di tempat tidur.