
Hari sudah menuju siang, dan pasangan pengantin baru itu baru saja selesai mandi dan meregangkan otot-otot mereka yang terasa pegal dan melelahkan. Bagaimana tidak, jika dari semalam mereka berdua terus saja bermain jungkat-jungkit. Untung saja pinggang mereka berdua tidak patah, karena terus saja melakukan pelemasan dan juga peregangan.
Setelah mereka berdua selesai sarapan sekaligus makan siang, barulah mereka mendapatkan kabar jika Aliana masuk rumah sakit dan bahkan sudah melahirkan cucu perempuan untuk mereka.
Mereka berdua sangat terkejut, karena mereka adalah orang terakhir yang dikabari dengan kabar baik ini. Pasangan baru ini pun kemudian menuju ke rumah sakit, setelah sebelumnya membeli hadiah untuk cucunya.
Dan akhirnya di sinilah mereka, berkumpul dengan yang lainnya. Sampai sekarang Aliana masih belum bisa dijenguk, karena harus istirahat total. Tapi tak mengapa, karena kedatangan mereka terobati dengan kehadiran dari bayi cantik dan mungil, yang mereka beri nama Queen, karena bagi seluruh keluarga bayi itu adalah seorang Ratu, Ratu yang akan membahagiakan mereka.
"Woahh pengantin baru, akhirnya kalian datang juga," ucap Reyhan, yang juga ikut melihat bayi cantik milik Aliana dan juga Zein.
"Bagaimana, apa semuanya berjalan dengan lancar?" tanya kudanil itu, sepertinya ia penasaran, dengan pergulatan antara mantan janda dan mantan duda itu.
"Semuanya berjalan sangat lancar dan tanpa hambatan," jawab Tama.
__ADS_1
"Aku ucapkan selamat pada pangeran kodok kita, karena sebentar lagi, kau akan mempunyai seorang adik," ejek Zayan sambil terbahak-bahak, hingg semua orang pun ikut tertawa. Termasuk Tama dan juga Rosa yang malu-malu ayam saat ini. Ia jadi teringat proses pembuatan bayi yang ia lakukan tadi malam dan juga pagi tadi, dengan suami barunya yang ternyata sangat luar biasa.
"Ahh, aku sebal sekali jika ayam ini sudah bicara! Sebaiknya kau tutup mulutmu itu Rembo! Jika kau tidak mau aku jadikan ayam goreng!" kesal Satya.
"Aku tidak takut! Sebelum kau jadikan aku ayam goreng, aku akan membuatmu menjadi kodok panggang!" balas Zayan.
"Kau tidak usah takut Zayan, sebagai sepupumu aku akan selalu melindungimu!" sambung Rafasya, yang sudah menyiapkan mulut gatalnya untuk menyerang Satya.
"Terima kasih sepupu, kau memang selalu bisa aku andalkan," jawab Zayan. Pasangan sepupu gila itu memang paling pandai membuat otak orang mendidih jantung lawannya matang.
"Kau ingin tahu apa keahlianku, wahai pangeran kodok?" si kuda poni langsung pasang kuda-kuda untuk menghadapi kodok goreng.
"Keahlianmu itu hanyalah membuat orang kesal memangnya apalagi?" sengit Satya, yang mulai tersulut emosi, jujur saja seumur hidupnya baru kali ini Satya dihadapkan dengan makhluk-makhluk langka seperti Zayan dann juga Rafasya.
__ADS_1
"Aku sangat pandai mencetak bayi, asal kau tahu saja kini istriku sedang hamil anak kedua tahu!" ucapnya dengan sangat bangga. Ya ... Rheina kini memang sedang hamil anak kedua mereka. Dan kehamilan Rheina yang kedua ini, sama dengan Zaira yang juga sedang mengandung anak kedua.
"Jika hanya menghamili istri, aku juga bisa! Karena kini Bunga kambojaku juga sedang hamil," ucapnya tak mau kalah.
"Apa?" semua oang terkejut mendengar pernyataan sang pangeran kodok, yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.
"Oh ya ampun, jika pangeran kodok dan Bunga Kamboja disilangkan akan jadi apa?" tanya Zayan pada Rafa.
"Entahlah, mungkin akan menjadi thinkerbell," jawab Rafaya.
I
***
__ADS_1
Sebentar lagi cerita ini bakalan end ya, dan bakal aku ganti sama cerita aku yang baru. Cerita dari anak siapa hayooooo