
Satya dan Mawar kini sudah bersiap untuk pergi dari kontrakan itu. Untung saja saat Mawar pulang, Rosa sudah meninggalkan kontrakan mereka. Jika tidak, mungkin akan terjadi perang mulut antara mertua dan menantu tak direstui.
"Jadi, kau sudah memutuskan kita akan tinggal dimana?" tanya Mawar.
"Sudah, Papa sudah membelikan kita rumah ternyata. Aku sangata bahagia karena rumah itu sudah lengkap dengan isinya. Jadi, nanti kita tinggal tidur manis di sana," jawab Satya.
"Wahh benarkah?" tanya Mawar merasa tidak percaya. Jika mertua laki-lakinya ini sudah membelikan rumah untuknya. Demi ratu Kodok yang tidak bahagia, Mawar sangat senang mendengarnya.
Sebenarnya, Bayu memang sudah menyiapkan rumah itu dari jauh-jauh hari. Sengaja Bayu melakukan itu, karena ia ingin memberikan hadiah pernikahan anaknya dengan Mawar. Selama pernikahan, kehidupan mereka jauh dari kata mewah. Sangat jauh dengan kehidupan yang ia rasakan. Anaknya hidup serba pas-pasan, dengan pekerjaan yang hanya seorang petugas kebersihan.
"Barang-barang yang ada di sini, jangan kau bawa. Karena di sana, sudah ada barang-barang yang bagus lebih bagus dari hadiah sabun yang kau punya," ucap Satya sambil terbahak. Ia jadi ingat hobi Mawar yang membeli sabun yang berhadiah piring dan mangkuk. Belum lagi membeli kopi yang berhadiah sendok.
"Ckk kau ini memang sangat menyebalkan!"
"Tapi aku memang benar kan?"
"Seharusnya kau bangga mempunyai istri sepertiku, yang bisa berhemat hingga kau tak perlu membeli banyak barang,"
__ADS_1
"Iya sayang, Bunga Kambojaku yang cantik, kau adalah istri yang sangat pintar dan hemat. Hingga membuatku jatuh cinta berkali-kali padamu," Mawar hanya berdecih mendengar ucapan suaminya si pangeran kodok.
"Dan satu hal lagi, di sana juga sudah ada mesin cuci. Jadi aku tidak perlu lagi mencuci selimut. Dan aku akan menyediakan pelayan pulang pergi, agar Bunga Kamboja ku tidak kelelahan," ucapan Satya sukses membuatnya sangat bahagia. Meskipun kata-kata yang keluar dari mulutnya, bukanlah kata-kata yang sangat romantis. Akan tetapi mampu membuat hati Bunga Kamboja berbunga-bunga.
"Terima kasih pangeranku ... Pangeran kodokku," ucap Mawar terharu dengan sikap Satya yang ternyata sangat perhatian padanya.
"Sama-sama sayangku, kalau begitu ayo cepat kita berangkat. Aku tidak mau kita kemalaman,"
"Baik, ayo kita berangkat," mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan rumah kontrkan yang selama ini memberikannya penuh kenangan. Kenangan yang tak akan pernah mereka lupakan.
*
*
*
Menurutnya seorang pewaris sangat tidak cocok dengan seorang perintis. Begitulah Rosa, wanita egois yang selalu memandang sesuatu hanya dari materi saja.
__ADS_1
"Kenapa kau malah membelikannya rumah, kau tahu karena ulahmu itu Satya tidak pulang kemari dan tidak bisa berkumpul lagi dengan kita!"
Baru saja Bayu sampai ke rumah, tapi ia sudah diberondong dengan pertanyaan tak berbobot dari istrinya. Sikap seperti inilah yang membuat Bayu menjadi tidak betah dengan Rosa. Bukannya memberi sambutan hangat, Rosa malah selalu menambah kepalanya pusing saat pulang bekerja.
"Aku ini baru pulang bekerja, aku sangat lelah Rosa!'
"Kau pikir aku tidak lelah dengan semua ini! Bahkan sampai sekarang kau masih tidak mau berpikir! Bagaimana ia mau pulang, jika istrinya dibenci oleh ibunya sendiri!"
"Perempuan miskin itu tak pantas menjadi menantuku, aku ingin yang terbaik untuk putraku!"
"Begitu juga denganku, aku pun ingin yang terbaik untuk putraku. Jika perlu, aku akan memberikannya seorang ibu baru untuknya!"
"Apa ...!"
***
Lama-lama kesel sama Ratu kodok, Mimin kasih Satya Mamah baru kalau Ratu kodok masih nackal 😌😌😌
__ADS_1
Jangan lupa besok vote ya, votenya kasih buat Babang Rasya aja di Mertua Vs Menantu 😘😘😘