
"Apa! Jadi Satya bekerja sebagai seorang petugas kebersihan?" tanya Aliana tidak percaya. Ia sampai memegang kepalanya saking shock mendengar cerita Zein, jika mantan kekasihnya itu kini bekerja sebagai petugas kebersihan di kantor Papanya pula. Meskipun itu adalah di kantor cabang, tapi tetap saja Satya tidak diperlakukan dengan istimewa di sana. Justru para staf dan karyawan di sana tidak mengetahui jika Satya adalah putra tunggal pemilik dari perusahaan di mana mereka bekerja.
"Iya, dan sepertinya mawar pun baru mengetahui jika suaminya bekerja di sana sebagai petugas kebersihan, terlihat dari wajahnya yang sangat-sangat melihat saat dia berada di sana dengan keadaan yang cukup menyedihkan," jawab Zein, saat pulang dari kantor Zein langsung bercerita kepada Aliana tentang kejadian tadi saat ia selesai meeting di kantor cabang Bayu Papanya Satya. Dimana. makan siang setia diambil oleh atasannya karena ia makan di luar jam istirahat. Zein merasa tidak tega melihat keadaan Satya seperti itu, bagaimanapun juga apa yang dilakukan oleh atasan Satya itu tidak bisa dibenarkan. Bertindak seenaknya kepada bawahan dan bersikap semena - mena ia sangat tidak menyukai perbuatan seperti itu.
"Ah ya ampun, Aku tidak pernah menyangka jika Om Bayu akan melakukan hal itu pada Satya. Memangnya apa yang telah dilakukan oleh pangeran kodok, hingga Om Bayu menghukumnya sampai seperti itu. Aku jadi penasaran," Aliana menggosok - gosok dagunya, membuat Zein gemas, kenapa istrinya ini tiba-tiba kepo pada urusan orang lain.
"Sudahlah biar itu menjadi urusan mereka, kita tidak perlu ikut campur ataupun mencari tahu tentang apa yang terjadi. kita fokus kepada urusan rumah tangga kita saja," Zein memberikan nasihat pada istrinya, tak lupa ia memberikan belaian lembut di rambut panjang Aliana. Aliana pun mengganggu pengingatkan tidak seharusnya ia ikut campur kepada urusan orang lain. Sudahlah dianggap saja itu adalah sebuah kabar yang tak pernah ia dengar cukup tahu dan hanya sebatas tahu saja, meskipun sebenarnya ia sangat penasaran. Tetapi ia akan menahan rasa penasarannya itu, sampai ia mengetahui sendiri bagaimana semua itu terjadi di kepada Mawar dan juga Satya.
"Anak pintar," Zein dan Aliana pun tertawa setelahnya.
'Tapi aku penasaran Zein, tapi aku juga malu jika Zein tahu aku kepo tentang kehidupan Mawar berduri itu,' batin Aliana.
'Aku tahu kau penasaran Al, tapi aku tidak mau kau mengorek kehidupan orang lain yang tidak ada untungnya untuk kehidupan kita,' batin Zein.
*
*
__ADS_1
*
"Sampai kapan Pah, sampai kapan kau akan menghukum Satya?" tanya Rosa pada suaminya Bayu. Mereka berdua kini sedang makan malam di rumahnya, banyak menu lezat yang terhidang. Akan tetapi tidak membuat Rosa berselera memakannya. Ia teringat kepada putranya yang berada jauh dengannya, apa ia sudah makan, apakah dia memakan makanan yang enak seperti yang ia makan. Rasanya Rosa semakin tersiksa saja karena sampai beberapa bulan ia tidak bisa dekat dengan putranya.
"Sampai hukumannya selesai dan ia bisa berubah menjadi pria yang lebih baik lagi," jawab Bayu dingin.
"Ahh kau ini, putra kita adalah orang yang sangat baik ia juga putra yang sangat menyayangiku. Di juga anak yang berbakti padaku dan tidak pernah bersikap kasar kepada ibunya, tetapi setelah ia menikah dengan gadis miskin itu ia berubah. Harusnya kau menghukum gadis pembawa sial itu. Bukan menghukum putra kita!" sentak Rosa, Bayu yang kesal langsung membanting sendok yang ia pegang. Hingga Rosa dibuat terkejut olehnya.
"Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan!"
"A-apa, apa maksudmu?" Rosa dibuat gugup melihat suaminya marah. Ia tidak pernah menyangka jika Bayu akan merespon ucapannya dengan kemarahan seperti ini.
Deg
Jantung Rosa terasa diremas mendengar penuturan suaminya, kenapa dengan teganya ia mengatakan hal itu padanya. Kenapa ia sangat tega mengatakan jika Istrinya adalah pembawa sial. Selama ini Bayu belum pernah marah kepadanya, untuk itu Rosa sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bayu saat ini.
"Kau yang memang sudah mengandung dan melahirkan putramu! Kau yang sudah membesarkannya, tapi kau salah dalam mendidiknya! Kau membuat ia tumbuh tidak menjadi seperti lelaki seutuhnya! Kau membuat putraku menjadi seseorang yang sangat manja dan tidak mandiri!" Bayu terlihat mengambil nafas sebelum melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Kau membuatnya menjadi laki-laki yang tidak bisa bersikap jantan, seperti laki-laki pada umumnya. Apakah kau tidak sadarnya semua kesalahanmu selama ini? Dan sekarang kau malah menyalahkan orang lain dan menganggapnya sebagai pembawa sial, apakah kau sudah gila Rosa!!!" kali ini Bayu benar-benar dibuat marah oleh tingkah Rossa. Selama ini ia selalu bersabar melihat tingkah istrinya yang selalu bersikap semaunya, dan berharap jika suatu saat nanti masa akan berubah. Namun, sayangnya sampai saat ini tingkah Rosa malah semakin menjadi dan bahkan berani mengucapkan hal-hal yang tidak pantas di ucapkan oleh seorang perempuan. Bayu benar-benar murka dibuatnya, Kenapa Rosa selalu menyalahkan orang lain atas semua yang terjadi kepada dirinya. Kenapa ia tidak pernah introspeksi diri tentang kesalahannya selama ini. Bayu benar-benar dibuat jengah oleh Rosa
"A-aku ... aku ..." dada Rosa terasa sesak mendapatkan perlakuan yang menurutnya kasar dari Bayu. Ia masih belum percaya jika suaminya yang tidak pernah marah kini malah membentaknya.
"Sebaiknya kau diam dan jangan banyak bicara! Dan berhentilah merengek, kau bukan anak kecil. Putramu bahkan sudah dewasa dan kau malah bersikap seperti anak kecil yang tidak pernah mengerti dengan situasi yang terjadi,"
"Maaf," Rosa bahkan tidak berani mengangkat kepalanya, air matanya mengalir deras. Hatinya sangat sakit saat ini, tapi Itu semua tidak membuat Bayu merasa kasihan. Justru ia ingin jika Rossa bisa bersikap dengan bijak setelah ini.
"Aku tidak butuh maafmu, yang aku butuhkan adalah kau mengerti dengan semua keadaan. Dan bersikaplah sebagai orang tua yang bijak, jangan selalu bersikap jika seolah-olah di dunia ini hanyalah dirimu dan putramu yang penting. Semua orang yang ada di dunia ini memiliki hak yang sama, jadi jangan pernah mendiskriminasi seseorang karena keadaan. Apa kau mengerti!"
"Aku mengerti," jawabnya perlahan.
"Bagus, pikirkan baik-baik ucapanku!"
Setelah meluapkan semua kekerasannya kepada rasa Bayu tidak melanjutkan makan malamnya dia justru pergi ke ruang kerjanya dan meneruskan pekerjaan Ia yang tertunda semoga setelah ini Rossa bisa berubah dan bisa menjadi Ibu dan mertua yang lebih bijak dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Sedangkan Rosa ia mesin shock tubuhnya lemas setelah mendapati sikap Bayu yang tidak seperti biasanya.
****
__ADS_1
Cieh ....ciehhh, yang lagi nunggu pangeran kodok buka pabrik 😆😆😆 nanti ya belum saatnya ðŸ¤