
tok tok tok...
"permisi.."
"dokter ghea.."kata ibunya rama memanggilku sampai-sampai rama melihatku.
"maaf bu,saya datang ke sini untuk..."
"bu,aku mau ngajak dokter ghea keluar sebentar. nanti malam aku kerja mungkin besok pagi aku kan ke sini lagi."kata rama yang langsung memotong pembicaraanku dengan ibunya.
"baiklah nak. nggak papa. ibu baik-baik saja. kamu tidak usah khawatirkan ibu."
"iy bu. kami permisi."
"saya pamit bu. permisi."
di parkiran rumah sakit..
"napa kamu tiba-tiba memotong pembicaraan ku dengan ibumu?"
"tidak usah. yang penting kan aku sudah mengikuti kontrak perjanjian kita."
"padahal aku mau beritau kalau aku sudah menyiapkan pernikahan kita besok minggu dan selasa ibumu kan di bawa sama rekan dokterku untuk pengobatan ke luar negri. lagipula kamu menginginkan ibumu tau pernikahan kita sebelum ibumu ke luar negri. napa hari ini kamu belum membahasnya?"
"aku..aku cuman belum siap saja. tenang saja. besok ku usahakan kan membahas ini pada ibu. jujur ibu sangat menginginkan kamu menjadi menantunya."
"lalu apakah kamu masih mencintai pacarmu?"
"...."
"baiklah kalau kamu nggak beritau ke aku ya nggak papa. aku nggak kan mempermasalahkan kog lagian itu bukan urusanku. hehehe.. udah aku mau tidur..capek seharian banyak urusan. kamu fokus saja nyetir. oh ya sebelum pulang ke rumahku,kita pergi ke Kapilot Cafe ya?"
"iya. sana kamu tidur saja dulu. kalau sudah sampai tak bangunin."kata rama. aku pun tidur. stiap perjalanan aku memang suka tidur karena aku males liat pemandangan jalanan kecuali menyetir sendiri. apalagi yang menyetir rama duh males aku mending tak buat tidur daripada melihat orang yang kaku dan nggak ada perasaan sama sekali untukku,membosankan. beberapa menit kemudian,akhirnya kami berdua sampai di Kapilot Cafe. Ternyata kevin sudah memesannya lebih dulu dari kami. Kevin pun melambai tangannya untuk menyuruh kami berdua mendekatinya.
"hai ghea.muach."kata kevin yang langsung mencium pipi ghea sehingga ghea menjadi kaget karena kevin tidak pernah begini kecuali ghea yang sering mencium pipi kevin.
"iya vin. sudah lama menunggu kami?"
"oh tidak kog. baru setengah jam lalu aku menunggu kedatangan kalian."
"oh begitu. oh ya kenalin ini pacar baruku,Rama. Rama ini sahabatku,kevin."
"senang berkenalan dengan anda,Rama."kata kevin sambil mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya pada Rama.
"senang berkenalan dengan anda juga,Dr. Kevin."balas Rama yang juga membalas berjabat tangan pada Kevin.
"oh ya mari kalian duduk,saya panggilkan pelayan dulu ya."
"iya terima kasih."kata kami berdua secara kompak.
"pelayan."panggil kevin yang memberi kode pada pelayan yang di cafe ini.
"ada yang bisa kami bantu?"
"bisakah berikan pada kami sebuah buku menu andalan di cafe ini?"
"bisa tuan. ini buku menu di cafe kami.silahkan di liat dulu."
"kalian mau pesan apa?"
"saya seperti biasa aja vin."
"oke,kalau kamu ram?"
"aku ngikut aja sama ghea."
"wah serasi ya kesukaan kalian pun jadi ikut kompak. hehehe..bercanda.. jangan di ambil ke hati."
"sudah lah sayang.. memang begini kevin. nanti kan kamu tau kalau kalian sudah mengenal lama."
"iya."
"vin gimana menurutmu?"bisik ghea pada telinga kevin.
"aku tidak kan setuju kamu menikah dengannya karena dia seperti tidak mencintaimu dan seperti di paksa olehmu. kamu apain dia sehingga dia mau begini?"bisik kevin pada ku.
"itu rahasia ku vin. tapi begitu maaf aku nggak bisa menjadi pacarmu apalagi menjadi istrimu."bisikku pada kevin.
"oh ya aku dengar kalian mau menikah. apa benar itu ghea?"
"iya benar. besok minggu kami kan menikah di rumah sakit karena ibunya sedang di rawat di rumah sakit sehingga kami meminta restu pada ibunya di rumah sakit."
"Rumah sakit?"
__ADS_1
"Iya. Rumah Sakit kita,Rumah Sakit Pondok Indah. karena hari minggu pernikahan kami maka aku kasih bonus pada pasien khususnya hari minggu gratis biayanya."kata ghea.
"baiklah ghea. sebagai sahabatmu ku kan mendukung keputusanmu."kata kevin.
"permisi tuan nona. pesanan anda sudah siap. silahkan di nikmati."
"terima kasih."
"mari silahkan diminum."kata kevin yang menawarkan kami karena pesanan kami sudah datang.
"terima kasih"kata rama. dan aku hanya diam saja.
beberapa menit kemudian,kami menyelesaikan pertemuan kami dengan kevin.
"terima kasih atas undangan anda,Dr. Kevin."
"Tuan Rama,Anda tidak perlu bicara formal padaku. lagian kan sebentar lagi kamu kan menikah dengan sahabatku. Oh ya terima kasih kalian sudah mau datang ke mari untukku. lain kali kapan-kapan ku ingin mengundang kalian pertemuan ini kembali."
"oh ya nggak papa. iya terima kasih telah memberi kami jamuannya. Dan juga kami berterima kasih pula atas undangan Dr. Kevin pada kami nantiknya kami pasti kan berkunjung pada anda di lain tempat dan lain waktu. kalau begitu kami permisi dulu kalau memang nggak ada lagi."kata Rama pada Kevin yang langsung mengulurkan tangannya pada kevin. sedangkan aku banyak diem.
"iya silahkan."
"permisi."
--------------------------------
dalam perjalanan aku dan rama banyak diem. tetapi tiba-tiba rama bertanya padaku tentang kevin.
"apakah kamu terlalu dekat banget dengan Dr. Kevin?"
"iya benar kan kami berdua sahabat sejak kecil sampai kini."
"bukankah aturan menikah nanti kita tidak boleh selingkuh?"
"tenang aja ma,aku tidak pernah ada apa-apa dengan kevin."
"hmm...sudah sampai."kata rama pada ku.aku pun langsung keluar dan menunggu di teras rumahku sedangkan rama mematikan mesin mobilku dan memarkirkan di garasi rumahku. lalu dia keluar dari mobil dan mendekatiku karena ingin menyerahkan kunci mobilku.
"ini kuncinya. sudah malam kamu masuk saja. aku berangkat kerja dulu."
"kamu naik apa ke sana?"
"gampang, naik bus mungkin."
"bentar jangan pergi dulu. aku panggilkan taksi online buat kamu."
"kamu nggak usah bilang begitu. aku hanya ingin membantumu saja."
"nggak papa. aku sebagai lelaki nggak mau merepotkan kamu. sudahlah ini sudah malam. masuk sana dan selamat tidur ya. selamat malam."kata Rama yang langsung meninggalkan aku dan rumahku. aku pun melihat dia pergi,langsung masuk rumah dan tidur.
akhirnya hari minggu tiba,hari pernikahanku dengan rama. memang sementara aku tidak merayakannya karena ibunya Rama sedang dirawat di Rumah Sakit. bagiku yang penting restu bukan perayaan. aku pun menyiapkan semuanya. tibalah di rumah sakit,aku bersama penghulu dan rama juga nenekku bersama ronald rosita pun hadir di kamar inap ruangan khusus ibunya rama. juga ada suster yang di sana pun ikutan hadir. lalu kami semua melangsungkan akad nikah kami berdua. dan akhirnya kami berdua selesai mengucapkan ijab kabul kami. akhirnya kami sah sebagai sepasang suami istri dan kami berdua di kasih buku nikah kami.
"sayang,akhirnya kalian sudah menikah. ibu ingin kalian berjanji pada ibu kalau kalian nggak boleh berpisah walaupun ada masalah apapun karena kalian sendiri yang memutuskan sendiri."
"iya bu kami berdua mengerti. kami pun berjanji sama ibu untuk tidak berpisah. nggak ada kata perceraian pada kami."
"baguslah kalau gitu ibu jadi tenang lagipula besok ibu harus berobat ke luar negri."
"iya bu."
"sementara kalian tinggal sama nenek ya?"
"nggak nek. aku sama rama tinggal di rumah sederhana saja biar kami bisa merasakan gimana rumah tangga kami tanpa ada campur tangan siapapun. oh ya nek,ronald dan rosita biar ikut kami berdua ya?"
"ya deh terserah kamu ghea."
"nenek jangan sedih gitu dunk,kan tiap hari aku,rama,ronald dan rosita pasti kan mengunjungi rumah nenek walau kami tidak menginap rumah nenek."
"ya sayang. nenek mengerti."
"makasih nek."
"yaudah ibu kami pergi dulu ya. ibu sendiri istirahat ya."
"iya nak."kata ibunda rama. dan kami berdua pun mencium tangan ibunda dan langsung pergi.
"ibu saya permisi dulu smoga ibu cepat sembuh."kata neneknya ghea.
"iya nyonya."kata ibunda rama.
kami semua pun masuk mobil masing-masing dan menuju rumahku sendiri. kami berdua menyiapkan barang-barang kami dan barangnya ronald rosita karena kami semua akan pindah. sementara kami semua tinggal di kontrakan rumah yang sederhana. karena rama sendiri yang menginginkan hidup sederhana. akhirnya kami semua pun tiba di rumah sederhana.
"ghea kamu tidur sama rosita ronald saja. biar aku tidur di kamar satunya."
__ADS_1
"apa nggak papa kita tidur dengan kamar yang berpisah? kalau nenek atau ibu tau bagaimana?"
"ya nggak tau."
"udah lah terserah kamu yang penting kita nggak saling sentuh."
karena kecapekan kami semua tidur sedangkan pembantuku yang mengurus ronald rosita.
paginya..
sebagai istri,aku bangun pagi-pagi dan aku pun menyiapkan sarapan buat suami dan menyiapkan pakaian buat suami, tak lupa aku pun mengurus ronald dan rosita walau di bantu pembantu kami.
"pagi rama. ini aku sudah siapkan sarapan buat kamu.makan dulu."kataku yang langsung memberi sarapan buat rama,suaminya. kami pun makan bersama tanpa ada pembicaraan apapun. setelah ini aku langsung menyiapkan pakaian kerja untuk Rama. sedangkan Rama lagi mandi.
"ngapain kamu ke kamarku? kog gak mengetuk pintu dulu."
"aku kan istrimu apakah aku harus mengetuk pintu dahulu lagipula aku ke kamarmu hanya menjalankan sebagai istri menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya sendiri."kataku pada rama. tiba-tiba rama mendorongku ke tembok dan kami berdekatan.
"bukankah pernikahan kita hanya sebatas kontrak mengapa kamu merasa kita menikah pada umumnya?"tanya rama yang begitu dingin pada ku.
"aku tidak merasa kita menikah pada umumnya. aku hanya menjalankan sebagai istri saja walau kamu tidak menerima nya. hak apa kamu melarangku? sedangkan ibumu ada di tanganku saat ini."kataku padanya. dia pun menjadi marah.
"lebih baik kamu pergi dari kamar ku sekarang!!"
"baik. baiklah aku kan pergi. tapi ingat ibumu di tanganku sekarang,kamu nggak berhak mengaturku. oh ya nanti ada acara reuni teman-temanku,aku nggak bisa pulang sore. jadi ya aku nggak bisa buatin makan buat kamu dan mengenai ronald rosita,untuk malam ini mereka tinggal sama nenekku karena nenek ingin mereka tinggal dua hari. yaudah aku keluar dulu. permisi."
aku pun langsung masuk kamarku sendiri dan menyiapkan perlengkapan ronald rosita untuk menginap dua hari di rumah nenek. akhirnya selesai juga membereskannya,aku mending mandi dulu ah.. setelah mandi,aku keluar dari kamar mandi,ku dapatin dia sudah duduk di ranjangku.
"napa kamu berdiri di sana?"
"aku.. aku.. hanya..mau ganti baju dan bajuku ada di ranjang. aku pikir nggak ada orang ya aku ganti di sini. karena ada kamu yaudah aku mau ambil bajuku dan aku mau ganti di kamar mandi."kataku padanya. dia malah menarikku dan menciumku. ciuman yang sangat lembut. dag dig dug..duh apaan ini..dia membisik sesuatu padaku.
"kamu jangan pergi kerja. bisakah kita berdua di sini?"bisiknya padaku.
"maksudmu?"
"aku ingin berdua sama kamu. apa tidak boleh?"
"boleh kog. kamu tunggu di luar saja. aku mau ganti baju dulu."kataku padanya. dia nggak mau keluar malah melumatku bibirku dengan bibirnya dan memainkan lidahnya pada lidahku. dia pun menurunkan handuk yang melekat pada tubuhku. begitu juga dia melepas pakaiannya. dan kami pun melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya.karena lelah melakukan itu,kami berdua pun langsung tidur.
"hooaammzz.."kataku yang baru bangun dan langsung melihat suamiku tidur bersamaku. coba ku ingat kembali aku dan dia ngapain. ternyata.. sudahlah. kita kan suami istri.. aku pun langsung membersihkan diri. saat aku keluar kamar mandi dia sudah bangun.
"kamu kog nggak bangunin aku."
"aku..aku tadi kebelet pipis kog. maaf ya?"
"yaudah nggak papa. sekarang pakai baju ya kita mau jalan-jalan.. katamu kamu mau ketemu temenmu. aku temani ya?"
"iya.."jawabku dengan heran. tumben rama beda gini. udahlah. biarin saja. lagian dia paling pura-pura karena takut kalau aku apa-apain ibunya. daripada mikirin begitu,mending aku siap-siap selagi dia sedang mandi. beberapa menit kemudian,kami berdua pun memakai pakaian couple dan mengikuti acara reuni teman-temanku di cafe. setiba di cafe,,
"ghea..sini"
"oh ya.."
aku pun langsung menghampiri mereka sambil memegang tangan suamiku.
"teman-teman gimana kabar kalian?"
"baik-baik saja ghea. kamu gimana?"
"oh ya ghea kamu bersama siapa? kog nggak kenalin pada kami."
"oh ya aku lupa kenalin ini suamiku,Rama. sayang,ini teman-temanku."kataku pada rama dan teman-temanku. sedangkan rama hanya menanggapi temanku dengan senyuman saja.
"aku dengar kamu sekarang sudah jadi kepala dokter ya di rumah sakit pondok indah?"
"iya beneran. kamu kog tau dari mana pit?"
"aku tau dari pamanku. kan pamanku kerja di rumah sakit pondok indah."
"oh ya bagian apa?"
"bagian apotekernya saja."
"oh yang di ruangan mana?"
"di ruangan yang khusus melayani rawat jalan."
"oh gitu. siapa sih namanya?"
"namanya Rendra."
"oh dr. rendra. ya aku kenal dia."
__ADS_1
"iya. kapan-kapan aku ke sana ya ghea sekalian ketemu pamanku."
"its oke. nggak masalah."