Suami Bayaran

Suami Bayaran
memulai hidup baru bagian kedua


__ADS_3

GHEA POV...


akhirnya kami berdua sampai di jakarta. sesampai di rumah nenek, aku langsung masuk ke dalam rumah. sedangkan riano membantuku mengambil barangku dari bagasi mobil. di kamar,aku langsung merebahkan tubuhku di ranjang. perjalanan tadi membuatku lelah. aku telah melupakan riano yang masih di rumahku.


tok.. tok..tok...


suara ketukan pintu kamarku...


"iya."


aku langsung membukakan pintu kamarku. ternyata riano yang sudah di depan pintu kamarku.


"eh,maaf. aku tadi langsung masuk kamar. aku capek. maaf banget."


"nggak papa. aku mengerti. aku ke sini hanya menaruh barangmu saja di kamarmu. boleh aku masuk ke kamarmu?" kata riano padaku sambil membawa barangku.


"iya. biar aku saja yang menaruh barangku." kataku padanya.


"sudah. tidak perlu. biar aku yang menaruh. kamu cukup perlu istirahat saja." kata riano yang nggak menggubris kataku dan langsung masuk ke kamarku juga menaruh barangku di tepi ranjang ku.


"ehm.. aku taruh di sini ya.. karena aku sudah naruh barangmu di sini,aku mau pamit dulu ghea. aku mau balik ke surabaya karena mami kemarin malam telepon aku dan aku di suruh balik." katanya padaku.


"jadi,kamu langsung ke surabaya gitu."


"iya. yaudah aku pergi ya.."kata riano padaku uang langsung berjalan ke luar kamarku.


"tunggu riano." kataku padanya yang membuat dia berhenti. riano langsung menoleh ke belakang.


"ada apa ghea?"


"sebelum kamu ke bandara,boleh aku ikut nganterin kamu ke bandara. dan,sebelum ke bandara,temani aku sebentar bisa? aku mau belikan oleh-oleh buat mamimu sama anak-anak."


"boleh kog. kalau gitu,aku tunggu kamu di bawah. kamu mandi sana gih.." kata riano yang mendorongku ke kamar mandi.


"iya..ya.." kataku yang langsung masuk ke kamar mandi.


beberapa menit kemudian, selesai mandi,tak lupa aku memakai kaos pink dan celana jeans yang keliatan santai. setelah selesai,aku langsung turun menemui dia.


"loh kog buru-buru sih.." kata nenek melihat aku yang langsung merangkul riano untuk keluar dari rumah.


"nggak papa nek,aku dan ghea pamit pergi dulu. permisi nek." kata riano pada nenekku. kemudian,kami berdua langsung masuk ke dalam mobil. sedangkan nenek ku hanya menggelengkan kepala saja yang melihat aku dan riano buru-buru pergi. lalu,aku dan riano pergi berbelanja. setelah berbelanja,aku mengantar dia ke bandara.


di bandara...


pukul 14:15...


"rian,jangan lupa pesanku ya buat mami mu dan si kembar.."


"iya. kalau gitu,aku pergi ya.." kata riano yang langsung pergi.


"tunggu."


riano pun berhenti. aku langsung menghampirinya dan memeluk dia sehingga dia pun terkejut campur senang. lalu aku membisikkan dia pada telinganya.


"terima kasih kemarin sampai hari ini untukku. tunggu aku di sana ya,aku pasti menyusul menemuimu. aku mau mencoba untuk belajar mencintaimu."bisikanku kepadanya.


" aku tau kamu tidak memiliki perasaan padaku. walau kamu begitu dan bahkan kamu tidak perawan,aku masih menyimpan mencintaimu di hatiku untukmu. aku berharap di suatu hari kamu membalas cintaku. selalu ku tunggu. "


lalu,dia melepas pelukan ku dan tersenyum padaku.


"sampai jumpa..aku pergi ya.. ghea, aku sangat mencintaimu." katanya yang langsung pergi. aku hanya diam tanpa berkata apapun. setelah riano pergi,aku pun langsung balik ke rumah.


****RIANO**** POV...


akhirnya aku tiba di surabaya...


di rumah...


aku langsung menggeretkan koperku ke dalam rumah dan menaruh bawaanku ke kamar. tiba-tiba si kembar,anakku datang menghampiri ku dan memelukku.


"papa.." kata si kembar dengan serentak memanggilku.


"ya sayang.." kataku yang juga memeluk mereka.


"pah,mana mamah ghea.."

__ADS_1


"mama ghea lagi sibuk sayang. tapi tadi mama ghea membelikan sesuatu pada kalian. bentar. papa ambilkan ya.."kata ku yang langsung mencari mainan yang tadi sudah di siapkan untuk mereka.


" Ta..da...ini mainannya.."kataku yang langsung menemukan mainan itu dan ku berikan pada mereka satu per satu.


"asyik..boneka.." kata rosita yang sangat senang dengan hadiah dari ghea.


"dan ini robot buat ronald sayang." kataku yang juga memberikan mainan kepada ronald.


"iya pah.." kata ronald yang tiba-tiba murung.


"loh kenapa sedih sayang" kataku yang melihat ronald sedih.


"apa mainannya jelek?" tanyaku lagi kepadanya.


"tidak pah. mainannya bagus. cuman ronald kangen sama mamah ghea." kata ronald kepadaku.


"iya pah,rosita juga..kangen sama mamah ghea. kapan mamah ke sini?" tanya rosita.


"ehm.. papah juga tidak tau kapan. tapi mamah ghea bilang ke papah kalau sudah tidak sibuk,mamah ghea tinggal di sini. mama ghea juga kangen kalian tapi papa janji mama ghea pasti datang ke sini.kalian jangan sedih.lebih baik kalian tunjukkan ke mama ghea kalau kalian menjadi anak pintar dan di banggakan mama sama papa biar mama bisa cepat balik ke surabaya dan bisa kembali bersama kalian." kataku pada mereka.


"papa beneran loh ya.. janji pada kami loh ya.." kata ronald kepadaku.


"iya sayang.papa janji." kataku kepada mereka.


"biar mama cepat pulang ke sini,kita harus rajin sekolah kak. ayo kak,kita belajar." kata rosita yang langsung menggeret ronald keluar kamarku. aku hanya tersenyum melihat anak kembarku menjadi semangat sekolah setelah mendengar kabar kalau ghea akan pindah ke sini. fiuh..capek bener.. aku mau istirahat dulu. aku memindahkan isi koper ku ke dalam lemari. tak lupa aku mandi. beberapa jam kemudian, aku selesai mandi.


tiba-tiba ada suara ketukan pintu kamarku. dan ternyata mami ku yang menemuiku.


"ada apa mi?" tanyaku kepadanya.


"sayang gimana kemarin? apa ghea menerima kamu?"


"tidak mi. seperti biasa."


"terus kog mami dengar ghea mau pindah ke surabaya. apa benar itu?"


"ya ampun mami. kabar ini cepat sekali di ketahui mami."


"ya kamu tau sendiri nak,mami itu selalu tau apapun tentang dirimu. apalagi calon menantu mami." kata mami dengan tersenyum.


"oh begitu. itu sangat bagus. ini kesempatanmu." kata mami padaku. aku hanya mengangguk kepala saja.


"kalau gitu,mami pergi ke dapur dulu ya,mau siapkan makan malam." kata mami padaku.


"iya mami."


lalu mami pun pergi dari kamarku dan aku menutup pintu kamarku. setelah itu,aku langsung merapikan barangku yang di koper,bahkan memindahkan barangku ke dalam lemari. setelah selesai beres-beres barang bawaanku,aku melanjutkan mandi dan istirahat tidur.


di jakarta..


di apartemen pasific place residence...



RAMA POV..


setelah selesai makan,aku langsung masuk kamar dan mengerjakan pekerjaanku di ranjang. sedangkan andriana sedang mandi. beberapa menit kemudian, selesai mandi,andriana mendekatiku.


"rama sayang..aku boleh bicara sama kamu, kamu sibuk nggak?"kata andriana yang tangan nya menggelayut di tanganku. lalu,aku mematikan laptop ku.


" boleh. ada apa?"


" kamu kan sudah resmi cerai. kapan kita menikah?"


" aku banyak sekali pekerjaan. kamu saja yang mengatur semuanya. aku percaya padamu. aku pasti setuju."


"baiklah,besok aku kan mengurus pernikahan kita. dan kamu hanya cukup mengikuti nya apa yang harus dilakukan."kata andriana padaku dan aku hanya mengangguk kepala saja. kemudian,dia beristirahat. sedangkan aku sengaja berpura-pura sibuk di depan andriana karena aku tidak bisa menjadi suami yang utuh untuk nya. lalu,aku mematikan laptop setelah melihat andriana sudah tertidur pulas. setelah menaruh laptop di meja,ak memegang pipinya.


" maafkan aku andriana. aku masih belum melupakan ghea. aku masih mencintainya. walau kamu memiliki anak dari ku,aku hanya bisa memberikan diriku bersamamu tanpa ada cinta."bisikan hatiku untuk dia. setelah itu,aku pun tidur di sampingnya.


keesokan harinya...


seperti biasa,aku bersiap-siap ke kantor dan andriana pergi ke rumah sakit untuk mengecek kandungannya.


di kantor...

__ADS_1


tok tok...


suara ketukan pintu...


"maaf pak,bu neni ingin bertemu bapak." kata sekretarisku kepadaku. aku pun menyuruh dia masuk ke dalam kantor. bu neni adalah salah satu karyawanku di kantor ini. beliau sangat lama bekerja dan tidak pernah ambil cuti,selalu rajin.


"ada apa bu neni?"


"begini pak,anak saya baru saja hamil pertama, sedangkan suaminya bekerja di luar kota. anak saya hari ini mau ke rumah sakit. saya sebagai ibunya,ingin menemaninya sampai anak saya melahirkan. karena itu,saya mengambil cuti saya untuk menemani anak saya selama anak saya hamil sampai melahirkan. apa bapak mengijinkannya?"


mendengar kata bu neni membuatku teringat dengan kondisi andriana. Dari awal mendengar kandungannya,aku tidak pernah menemani dia di rumah sakit.


"baiklah,aku mengijinkan kamu ambil cuti. tapi setelah selesai,jangan lupa kembali bekerja."


"baik pak. terima kasih banyak pak. kalau gitu,saya permisi pak."kata bu neni kepadaku dan aku menanggapi bu neni dengan menganggukkan kepalaku saja. beberapa menit kemudian,aku menyuruh sekretarisku untuk menghandle semua aktivitas pekerjaanku. aku juga menyuruhnya untuk menyiapkan aku untuk pulang. setelah selesai, aku langsung ke parkiran mobil dan menyalakan mesin mobilku juga melajukan mobilku ke rumah sakit kandungan yang biasa di temui andriana. beberapa jam kemudian, aku telah sampai di rumah sakit. aku sengaja tidak mau memberitahunya tentang kedatanganku. saat aku berjalan mau mendekati ke ruangan poli kandungan,aku melihat dari kejauhan ada seorang lelaki menemani dia. aku pun tidak mau menghampiri nya,bahkan aku bersembunyi sambil menatap mereka. apa maksudnya ini. apakah andriana menyembunyikan sesuatu dariku. atau hal apa lagi. lebih baik aku diam-diam mencari yang sebenarnya terjadi. saat aku bersembunyi,aku mendengar ada perawat memanggil andriana dengan sebutan nyonya wendi. sebutan nyonya wendi ini membuatku terkejut. apa maksudnya. wah,ini benar-benar tidak beres. sepertinya,andriana benar-benar menyembunyikan sesuatu padaku. aku harus mengendap sambil mencari tau kebenaran ini. lebih baik aku menunggu mereka pergi dari ruangan poli kandungan ini. aku pun menunggu mereka keluar dari ruangan tersebut sampai 15menit. setelah mereka pergi,aku langsung ke poli kandungan dan menanyakan ke perawat sana.


"permisi suster,saya mau tanya pasien yang bernama nyonya wendi itu kontrol kandungannya di sini?"


"iya benar pak. mereka baru saja pergi."


"lelaki bersama nyonya wendi itu apakah suaminya."


"kata nyonya wendi kalau lelaki yang selalu menemani dia ke sini memang suaminya dan katanya bapaknya."


"oh begitu,apa saya bisa berbicara dengan dokter yang menangani nyonya wendi?"


"bisa pak,tapi bapak harus menunggu selesai antrian ini ya."


"oh ya sus. saya akan menunggunya. terima kasih sus."


lalu,aku menunggu sampai antrian habis. setelah selesai,aku mendapat giliran bertemu dokter yang menangani andriana. saat aku bertemu dokter ini,aku meminta tolong padanya kalau saat bersalin,saya minta test dna. dan dokter tersebut pun menyetujui. tetapi aku juga tak pernah melupakan meminta tolong ke dokter ini kalau permintaanku ini jangan sampai di ketahui andriana bahkan wendi. lalu,aku langsung pergi dari rumah sakit. dari rumah sakit, aku langsung kembali ke kantor. saat aku tiba di kantor, andriana ternyata sudah di ruang tunggu dekat ruanganku.


"eh,sayang. kamu kemana aja? aku tadi menunggu mu karena tadi kata sekretarismu bilang kalau kamu ada urusan pekerjaan." kata andriana kepadaku. untung nya sekretarisku bekerja sama dengan ku. kalau tidak,bisa ketahuan kalau sebenarnya aku ke rumah sakit.


"oh ya. apa kamu menunggu aku lama?"


"tidak kog,cuman 10menit saja."


"oh gitu. ayo masuk ke ruanganku."


lalu,aku dan andriana masuk ke ruanganku. aku dan andriana duduk di kursi. lalu,kami berdua berbincang bersama.


"ada apa mencari aku sampai datang ke sini?"


"aku tadi habis dari rumah sakit,aku juga sudah menghubungi orang yang mengurus pernikahan kita."


"iya. lalu?"


"aku juga sudah menyebarkan undangan kita. jadi,besok kita udah menikah di gedung yang sudah kita siapkan."


"baiklah,kalau gitu,aku kan mengurus pekerjaan ini biar besok bisa libur dan kita menikah."


"iya sayang. makasih ya sayang."


"iya."


"ehm.. ntar pulang jam berapa?"


"aku tidak pulang sore,aku banyak urusan. ntar malam aja bisa pulang."


"nggak papa. kalau gitu,aku tunggu di rumah ya.."kata andriana yang mau beranjak pergi.


"tunggu. aku mau bertanya.."kataku yang langsung menghentikan dia pergi.


" ada apa ram?"tanya andriana padaku.


"kamu kenal wendi pratama?"


"tidak. tidak kenal. ada apa rama?"


"tidak apa-apa. aku hanya ingin tanya aja apakah kamu kenal dia atau tidak. semisal kenal,aku mau bertanya tentang dia karena aku mau menjalin kerja sama dengan nya. tapi karena kamu tidak kenal ya sudah. nggak papa." kata ku ini membuat dia terkejut dan ketakutan.


"ehm iya. sayang sekali aku tidak kenal. memang kenapa kerja sama dengan dia"


"iya karena aku ingin bekerja sama saja dengan perusahaan nya."

__ADS_1


"oh begitu. kalau soal itu,aku tidak mau mencampuri. kalau gitu,aku pulang ya.." kata andriana kepadaku yang langsung pergi dari ruanganku. aku pun langsung melanjutkan pekerjaanku.


__ADS_2