Suami Bayaran

Suami Bayaran
kencan buta


__ADS_3

esoknya..


"sayang kamu udah bangun?"


"iya nek."


"kemarin tidur jam berapa ghea?"


"aku tidur jam 11 malam kemarin nek."


"yaudah sekarang makan dan jangan sampai telat di kantor."


"iya nek."kataku sambil mengunyah makanan.


"ghea gimana sudah dapat lelakinya?"


"belum nek."


"ingat kurang 5hari lagi klo kamu belum dapatkan nenek nggak segan nyuruh kamu nikah dengan pilihan nenek."


"iya nek. aku tau. nek dah ya ghea berangkat. dadah nek .."


di rumah sakit terbaik ini adalah milik ghea. dan ghea adalah kepala dokter sekaligus spesialis dokter kandungan. juga pemilik rumah sakit ini. dan dokter dennis adalah dokter onkolog. Dan dokter kevin adalah sahabatnya ghea dan dokter umum.


Di kantor..


"Ghea tunggu.."kata dokter kevin.


"maaf dokter. saya nggak ada waktu."kataku. Aku menjadi mengingat kejadian kemarin-kemarin di mana aku meminta tolong prisilia untuk mencarikan cowok yang mau menjadi pacarku. begini lah critanya kemarin-kemarin.


*Di saat aku sedang kencan buta dengan lelaki lain.


"hai apakah benar kamu Ghea?"


"iya benar."


"cantik. kenalin saya Andrian."


"oh ya saya Ghea"kataku dan kami berdua saling berjabat tangan untuk perkenalan kami berdua.


"aku dengar kamu adalah pemilik Rumah Sakit Pondok Indah."


"iya benar. kalau kamu?"


"aku kerja di bidang property."


"oh begitu."


keliatan cowok matre dan pengeret. membosankan. batinku.


di tempat lain dari kejauhan terlihat dokter kevin melihat ghea sedang makan siang dengan cowok lain. kemudian dokter kevin langsung menghampiri dokter ghea.


"Ghea."


"eh kevin. maaf tuan Andrian ku rasa hari ini kita cukup di sini kencan buta ini."


"tapi nona Ghea,gimana?apakah nona setuju melanjutkan dengan saya?"


"maaf aku tidak bisa karena nggak cocok kita berdua untuk melanjutkan ini. ya sudah karena sudah tidak lagi,aku permisi dulu karena kebetulan aku ada janji sama dokter kevin. permisi."kataku kepada Andrian dan langsung membawa kevin keluar dari resto ini.


"Ghea jelaskan apa maksud ini?"


"vin nenekku mendesakku kalau aku gagal mendapatkan cowok nenekku bisa sedih. aku jadi khawatir dengan nenek yang sedih."


"Ghea ngapain kamu cari sana sini. lagian kamu ada seseorang yang sangat menyayangimu?"


"siapa vin?"


"aku ghea."


"apa maksudmu kevin?"tanya ku pada kevin. tiba-tiba kevin memegang kedua tanganku dan sepertinya serius.


"Ghea sebenarnya dari dulu aku sangat mencintaimu. tapi kamu menganggap kita sahabatan. aku tidak berani mengutarakan perasaan ini padamu ghea."


"tapi vin aku nggak ada perasaan apapun padamu. maafkan aku kevin. aku hanya menganggap kamu seperti kakakku dan sahabat tidak lebih dari ini karena aku sendiri nggak punya sodara.yang ku punya hanyalah nenekku saja seorang.maafkan aku vin."


"nggak papa kog ghea.aku mengerti. aku nggak meminta kamu memaksa diri untuk membalas cintaku padamu. ku hanya ingin kamu tau sebenarnya perasaan ini padamu sudah lama ku pendam dan pada akhirnya aku sudah mengutarakan jujur padamu."


"eh aku lupa tiba-tiba aku ada keperluan.vin maaf aku harus balik ke rumah sakit."


"oh ya ati-ati ya."


"iya makasih. permisi."kataku langsung pergi meninggalkan kevin di resto itu*.


maafkan aku vin aku harus menghindari kamu karena aku nggak mau kamu merasa kita bisa lebih dari ini.


dret..dret..


"halo ghea."


"halo sil."


"Ghea ini sudah jam berapa napa kamu nggak datang di resto. kamu ada janji sama cowok. dan dia sudah menunggu kamu dari tadi."


"iya ya. ini aku lagi di jalan menuju ke sana."


"baiklah. aku tutup ya ghea."


tut tut tut ....


Di resto.


"maaf terlambat karena macet. apa benar anda Tuan Benard?"

__ADS_1


"iya benar. kamu siapa?"


"aku dokter ghea."


"oh ya silahkan duduk dokter."


"makasih."


"pelayan"


"ya tuan nona."


"kamu mau pesan apa?"


"aku milk tea saja."


"tolong bawakan ke sini milk tea satu ya."


"baik tuan. silahkan di tunggu. saya permisi tuan nona."


"by the way. kenalin aku benard pemilik perusahaan pabrik gula di sini."


"oh ya saya ghea, dokter ghea yang juga pemilik Rumah Sakit Pondok Indah."


"baik. napa kamu memilih kencan begini ghea?"


"karena aku ingin mengenal satu sama lain dengan lelaki mana pun."


"hanya sekedar?"


"iya benar. "


"maaf tuan nona. ini pesanan anda.silahkan dinikmati.saya permisi dulu."


"oh ya makasih."


"trima kasih sudah berkenalan dengan anda tuan benard hari ini."


"oh nggak papa nona Ghea. semoga di lain waktu kita bisa bertemu kembali."


"ya semoga saja."kataku dengan tersenyum dan aku mengulurkan tanganku ke dia untuk berpisah dan kami pun berpisah. lalu aku pun langsung balik ke kantor lagi. dan ternyata ku bertemu Rama yang sedang duduk di taman sendirian. aku pun langsung menghampiri dia.


"hai rama. kenalin aku dokter Ghea."


"kamu siapa kog bisa tau namaku."


"maaf kemarin aku nggak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan pacarmu kalau kamu bernama Rama. Dan aku dengar kamu juga kesulitan biaya rumah sakit ini. dan aku juga sudah tau ibumu mengidap kanker darah. dan yang menangani ibumu yaitu dokter dennis. aku bisa membantu ibumu dengan membawa ibumu ke luar negri supaya ibumu bisa sembuh. tetapi dengan syarat kamu harus mau menikah denganku dan kamu harus menjamin kepadaku untuk tidak boleh berdekatan atau menjalin hubungan dengan wanita manapun. gimana?"tanyaku pada Rama. tetapi Rama hanyalah diam saja. Dan aku pun melanjutkan lagi pembahasan ini kepada Rama.


"Rama pertimbangkan lah dulu. lagian ini untuk kebaikan ibumu. aku sih nggak kan memaksa. aku hanya membantu kamu mengurus biaya rumah sakit di luar negri untuk ibumu dan biaya skolah adikmu pun aku yang menanggung. tapi kalau kamu nggak mau ya nggak papa. tapi kalau kamu mau tolong besok kamu datang temui aku di ruanganku di poli kandungan karena aku dokter ghea dokter spesialis kandungan. ya sudah rama. aku permisi dulu karena ada urusan dengan pasienku. permisi rama."kataku kepada rama sedangkan rama dari tadi hanya diam saja tanpa berkata apapun. rama hanya merenung apakah dia harus menerima tawaran dari dokter ghea atau tetap mempertahankan hubungan dengan pacar pertamanya.


aku pun langsung meninggalkan rama.


aku berharap rama menerima ini lagipula ini kurang 2 hari lagi.


"ada apa sus?"


"tadi ada keluarga pasien ribut."


"dimana,tunjukin padaku."


"ayo dokter!" kata suster langsung menarikku. saat ku melangkah beberapa langkah ada suara lelaki menjerit kencang dengan nada marah kepada para dokter dan suster.


"Siapakah kepala dokter di sini?"


"Saya pak. saya kepala dokter di sini. Ada apa bapak teriak-teriak di sini?"


"saya tadi menyuruh suster dan dokter untuk menangani cepat karena anak saya kehilangan darah tetapi dokter di sini pada nggak peduli."


"antarkan saya ke anak bapak."


"baik dokter.silahkan ini anak saya."


"sus tolong panggil dokter Jerry,dokter spesialis anak. untuk segera cepat ke sini. kalau tidak cepat saya pecat hari ini juga."kataku dengan tegas sehingga para dokter pada ketakutan mendengarnya.


"baik dokter."kata suster langsung memanggil dokter jerry.


"maaf pak, apa bapak bisa tunggu di luar sebentar?"


"tapi dokter.."


"saya janji anak bapak nggak kan napa-napa. bapak harap tenangkan dulu dan bantu saya doain bisa menangani ini."


"baik dokter.terima kasih"kata keluarga pasien tersebut.


aku hanya menanggapi dengan tersenyum. dan aku menyuruh para suster membantuku membawa pasien ini di bawa ke ruang icu. beberapa menit kemudian aku di bantu sama dokter jerry dan beberapa para suster menangani pasien ini. kemudian beberapa jam akhirnya aku dengan dokter jerry dan banyak suster membantu kami telah selesai menyelesaikan pasien ini. dan kami semua pun keluar dari ruangan icu.


"gimana dokter?"


"silahkan dokter jerry."


"anak bapak sudah kami tangani dengan baik. dan saat ini anak bapak sedang istirahat dulu. setelah ini saya periksa kembali anak bapak."


"terima kasih dokter."


"dokter ghea saya ada urusan nantik saya kan kembali lagi ke sini. saya permisi dulu dokter,pak."


"iya silahkan dokter."


"trima kasih dokter."


"iya sama-sama pak. ini sudah tugas kami membantu pasien. sekarang bapak membayar administrasi."


"iya dokter. saya permisi."

__ADS_1


"iya"kataku dan langsung duduk di kursi ruang tunggu di icu. kemudian rama tiba-tiba datang nemui aku. aku pun jadi terkejut.


"ini aku bawa minum buat kamu dokter."kata Rama yang sedang menawarkan minuman yang sudah di tangan ghea dan akan di berikan untuk ghea.


"terima kasih."


"maaf tadi aku nggak sengaja melihat keributan tadi. dan ku liat kamu terlihat bijaksana menghadapi pasien dan membuat keluarga pasien menjadi lunak padahal sebelumnya orang itu garang. biasanya wanita di gertak begitu malah nangis atau ketakutan. tetapi ku liat kamu tidak seperti itu."


"trima kasih pujiannya. tetapi maaf aku saat ini memang nggak butuh pujian. aku kan sebagai kepala Rumah sakit ini alias pemilik Rumah Sakit ini aku harus bisa menangani ini mau tidak mau harus biar nama baik rumah sakit ini tidak tercoreng menjadi buruk."


"iya memang sih. tapi aku tetap salut padamu."


"trims ya minumannya."


"sama-sama."


"oh ya kamu dari tadi mengikutiku kah kog tau aku di sini?"


"nggak kog. aku nggak sengaja lewat."


"oh begitu."


"iya.ya udah aku pergi dulu ya karena aku tadi ke kantin mau ngasih cemilan buat ibu."


"oh ya silahkan."kataku dengan tersenyum. ku kira dia mau bahas tentang tadi ternyata cuman kasih minuman doank. udah,ah mending aku menunggu di sini. kasian anak itu nggak ada yang jaga dan aku pun ketiduran di kursi.


"dokter.."kata bapak anak ini membangunkanku.


"uh iya pak.. maaf pak saya jadi ketiduran di sini. karena nggak ada yang jaga anak bapak makanya saya yang jaga malah ketiduran.."


"iya nggak papa dok. ini saya sudah mengurus administrasi nya dok."


"iya pak. bapak tunggu saja di dalam. temani anak bapak. saya kan langsung temui dokter jerry. saya permisi pak."


"iya dok.silahkan."


lalu aku pun berjalan menuju ke ruangan dokter jerry dan ku suruh dia lebih mengutamakan pasien itu dan aku pun menegur dia jadi dokter jangan sombong dan harus berubah biar semua orang lebih suka dengan rumah sakit ini. kemudian aku pun pergi dan ingin menemui ruangan pasien tadi.


tok tok tok..


"permisi pak."


"iya dokter silahkan masuk."


"tadi saya sudah menyuruh dokter jerry mengutamakan keselamatan anak bapak dan kalau napa-napa kabarin langsung ke saya dan ini nomer kartu saya. oh ya ini buat bapak dan anak bapak. maaf pak saya sedikit beri uang untuk bapak dan anak bapak. semoga cepat pulih kembali ya pak."


"iya makasih dokter. sangat terima kasih."


"sama-sama. yaudah kalau gitu karena saya banyak urusan saya pamit dulu ya pak. permisi."


"iya dokter.terima kasih."


aku pun langsung menanggapi dengan tersenyum dan meninggalkan kamar inap pasien tersebut. kemudian aku ingin pergi ke kamar inap yang di tempati oleh ibunya Rama.


tok tok tok...


"permisi.."


"eh dokter. silahkan masuk dok."


"makasih bu. gimana kondisi ibu saat ini?"


"ibu pasrah saja. karena ibu nggak bisa berkata apapun tentang penyakit ibu."


"ibu yang tabah ya. aku janji kan semampu ku bawa ibu berobat ke luar negri semoga tidak terlambat dan bisa di sembuhkan di sana."


"trima kasih dokter perhatiannya."


"sama-sama bu."


"ibu..dokter ghea.."


"kamu kenal dokter ghea nak?"


"iya bu. pas di taman tadi pagi."


"oh gitu. untung ada dokter ghea tadi mengurus ibu. kalau tidak ibu pasti kepeleset di kamar mandi."


"makasih ya sudah membantu dan menjaga ibu."


"nggak papa kog ma bu..ini dah tugasku sebagai wakil di sini membantu pasien."kata ku dengan tersenyum.


"bu ini aku bawa buah untuk ibu."


"maaf bu. karena Rama sudah datang dan sudah jaga ibu. aku pergi dulu ya..permisi."


"ya dokter.terima kasih."


aku hanya tersenyum ramah dan meninggalkan mereka dan aku pun langsung ke ruangan ku sendiri.


di tempat lain..


"nak kamu masih mikirin nak nadia ta?"


"ya bu. dia kan masih pacarku."


"tapi nak nadia napa kog gak pernah keliatan. dan gak berkunjung pada ibu."


"dia sedang kuliah bu lagian dia kan sambil kerja."


"nak ibu berharap punya menantu seperti dokter ghea. dia punya segalanya tapi dia baik dan dia nggak punya keluarga. kasian banget dokter ghea hanya punya seorang nenek saja. kalau memang kamu mencintai nak nadia dan kalau memang nak nadia memang jodohmu kamu harus mempertahankan ini sampe kapan pun walau pun ada badai apapun. bila memang tidak,kamu harus terima kenyataannya."kata ibu pada rama.


ibu seandainya ibu tau sebenarnya yang terjadi. justru aku yang mengkhianati nadia nantiknya dan seperti nya aku nggak bisa membuat nadia bahagia dan nggak bisa memiliki selamanya. kalau memang ibu menginginkan dokter ghea jadi menantu ibu kan ku kabulkan demi kesehatan ibu. apapun terjadi aku ingin ibu sehat dan menemani ku selalu. aku nggak siap bila ibu meninggalkanku sendirian dan aku lebih nggak punya siapa-siapa selain ibu saja.batin rama.

__ADS_1


__ADS_2