
RAMA POV
malam ini malam yang melelahkan,karena aku harus melayani tamu-tamu yang banyak datang di acara pernikahan aku dengan Andriana. malam ini juga aku telah resmi menjadi suami Andriana. tadi Ghea sempat menyuruh Kevin menghubungi aku dengan Andriana untuk mengucapkan selamat atas pernikahan aku dengan Andriana. bahkan,dia memberiku kado pernikahan yang membuat aku penasaran apa isi kado tersebut. setelah selesai acara, aku dengan Andriana pulang ke apartemen. malam ini aku dengan Andriana kini berada di satu kamar. Andriana saat ini sedang mandi di kamar mandi. setelah Andriana mandi,aku pun bergantian mandi.
setelah mandi,aku melihat Andriana sedang membuka kado pernikahanku dengan Andriana dari seluruh tamu. aku pun menyusul mendekati Andriana di ranjang. lalu,aku ikutan membuka kado pernikahanku dengan Andriana satu per satu. saat Andriana membuka kado dari Ghea,aku melihat Ghea memberi sebuah kalung yang berinisial Cintasejati membuatku mengingat masa lalu aku dengan Ghea.
flashback..
aku memiliki uang sedikit yang merupakan keberuntunganku karena hasil kerjaku telah sukses membuat cafe menjadi rame. aku mengingat tidak pernah memberi sesuatu untuk ghea. lalu,aku mencari sebuah ikatan cinta untuk istriku,Ghea. setelah pulang kerja,aku mampir sebentar ke toko emas. di toko emas,aku mencari sebuah kalung yang cocok untuk istriku supaya istriku selalu mengingat aku dimana pun kapanpun. sudah sejam aku mencari kalung seperti itu,aku telah menemukannya dan penjual toko emas pun juga ikutan mengatakan padaku bila kalung ini memang sangatlah cocok untuk orang yang sudah menikah.
"tuan apakah anda ingin membeli ini untuk istri tuan?"tanya penjual toko padaku.
"iya benar. aku sangat mencintainya. aku ingin dia selalu ada untukku dan selalu mencintaiku juga selalu mengingat aku dimanapun kapanpun."kataku pada penjual toko.
"ini kalung sangatlah cocok yang tuan cari. istri anda kan selalu mengingat tuan dan selalu mencintaimu,tuan. karena kalung ini merupakan ikatan untuk seorang wanita dari seorang pria yang dicintainya."kata penjual toko padaku.
"baiklah. terima kasih sudah memberitahu aku kalung ini. tolong bungkuskan untukku. karena aku ingin segera memberikan pada istriku."kataku pada penjual toko. lalu penjual toko ini langsung memproses transaksi kalung tersebut kepadaku. setelah mendapatkan kalung tersebut,aku langsung segera pulang menemui istriku,Ghea. sesampai di rumah,seperti biasa,Ghea selalu menyiapkan makan malam untuk kita berdua bersama. aku langsung segera mandi dan menyusul Ghea di ruang makan. lalu,kita makan bersama. setelah makan bersama,aku mengajak Ghea untuk berbicara sebentar.
"ghea sayang."kataku pada Ghea.
"ada apa ram?"tanya Ghea padaku yang ingin berdiri karena Ghea ingin membereskan semua alat makan yang kotor dan ingin membersihkan alat makan tersebut.
"aku tadi sebelum pulang kerumah,aku mampir ke toko emas. kebetulan aku lagi ada rejeki,aku ingin memberikan padamu."kataku yang langsung mengeluarkan kalung pada ghea. lalu,Ghea pun memberikan kode untukku supaya aku memasangkan kalung tersebut pada leher Ghea. Ghea melihat pemberianku ini sangat senang. Ghea pun langsung memelukku.
"aku sangat senang ram. aku tidak peduli harganya. aku senang sekali dengan pemberian pertama kali dari kamu. aku juga senang kalung ini sangat cocok untukku. aku mencintaimu ram."kata Ghea padaku. aku pun membalas pelukan hangat padanya.
"aku juga sangat mencintaimu Ghea. terima kasih kamu telah mau menjadi istriku."kataku padanya.
"kalung dari Ghea ini lumayan bagus,aku suka sekali dengan hadiah dari Ghea. gimana sayang?"tanya Andriana padaku yang membuat lamunanku buyar.
"aku..kalau kamu suka ya pakai saja."kataku pada Andriana.
"tetapi,aku tidak pakai sendiri. bisakah kamu memakaikan kalung ini untukku?"tanya Andriana padaku. aku pun langsung membuka ikatan kalung ini dan memasang kalung ini pada leher Andriana. aku merasa heran kenapa Ghea mengembalikan kalung ini pada Andriana. apakah Ghea sangat membenciku sehingga dia ingin mengembalikan semua pemberianku untuknya padaku. Andriana sedang asyik melihat kalung tersebut dan aku melihat di dalam kado tersebut ada sebuah amplop,aku pun menyembunyikan amplop tersebut pada sakuku. aku merasa Ghea sengaja melakukan ini. aku harus menyembunyikan amplop ini dari Andriana. aku tidak ingin Andriana mengetahui maksud ghea. lalu,aku melanjutkan membuka kado yang lain. setelah itu,kami berdua membereskan kotoran yang ada di ranjang kami. setelah itu,kami berdua langsung tidur bersama. aku terbangun dari tidurku. aku bangkit dari tempat tidur pelan-pelan supaya Andriana tidak bangun. aku keluar dari kamar dan aku membuat kopi di dapur dan menikmati kopi di teras sambil melihat suasananya malam hari. aku merenung kejadian kemarin tentang perasaanku dan tentang Ghea. aku juga membaca surat dari Ghea.
*Hai,rama.
aku tau yang membaca surat ini pasti kamu. tidak mungkin Andriana yang membaca. aku sudah hapal kebiasaanmu. oh ya,kamu pasti terkejut kenapa aku mengembalikan barang pemberian dari kamu untukku. karena aku tidak ingin barang itu padaku dan kita sudah tak ada hubungan lagi. aku ingin melupakan semuanya tentang dirimu. terima kasih selama ini kamu sudah menyakiti perasaanku dan sudah mempermainkan cintaku. aku tidak kan mengganggu dirimu. karena kamu sudah mendapatkan cintamu untuk Andriana. aku ingin jangan mengganggu aku.
dari Ghea,
mantan istrimu*.
"maafkan aku ghea,aaarrggh..."batinku yang langsung memukul meja yang disampingku.
brak...
suara meja di banting. aku pun menaruh gelas kosong ke dapur. lalu,aku bergegas pergi ke bar. beberapa jam kemudian,aku telah sampai di bar. aku telah memesan minuman keras 2botol sekaligus kepada pelayan bar.
di bar...
Kevin datang di bar menemui sepupunya,Gerry.
"hai vin.sini."kata Gerry pada kevin. Kevin pun datang dan menemui Gerry yang sedang asyik bermain dengan dua wanita di sampingnya. sedangkan Kevin sendirian tanpa membawa wanita.
__ADS_1
"ada apa kamu memanggilku kalau kebiasaanmu begini?"tanya Kevin pada Gerry.
"aku hanya ingin minum bersama sepupuku. apakah tidak boleh? apakah Shasha,tunanganmu melarang kamu ke sini?"tanya Gerry pada Kevin.
"ini tidak ada kaitannya dengan Shasha. aku memang Sudi datang ke sini."kata Kevin dengan tegas pada Gerry.
"sudah. kamu temani aku sebentar. ada yang ingin aku tanyakan sebentar tentang perusahaan kakek."kata gerry pada Kevin.
"bukankah perusahaan kakek sudah kamu ambil dari aku dan aku sangat tidak tertarik."kata Kevin pada gerry.
"kakek marah padaku Vin. aku telah merusaknya. perusahaan kakek telah merosot. aku ingin kamu membantunya."kata Gerry pada Kevin.
"aku sangat tidak tertarik. dan aku tidak bisa membantumu. lebih baik kamu mencari orang lain yang bisa membantumu. sudah,aku mau pulang. aku mau menjemput Shasha,tunanganku."kata Kevin yang ingin pergi meninggalkan Gerry. tetapi Gerry menahan Kevin pergi begitu saja.
"kamu boleh pergi tetapi kakek tidak kan merestui hubungan kalian. apakah kamu tidak bisa membantunya sedikit saja. lagipula kamu memiliki keuntungannya. aku kan memberimu sedikit saham untukmu bila kamu berhasil membuat perusahaan kakek menjadi baik dan kamu bisa menikah shasha,wanita yang kamu cintai. bagaimana?"tanya Gerry pada kevin. Kevin hanya terdiam,berdiri di tempat.
"kakek juga gak kan sakit memikirkan perusahaan nya.."kata lanjutan Gerry padaku.
Kevin pun membalikkan badannya pada Gerry dan menyetujui perjanjian tersebut.
"baiklah,aku mau dengan perjanjianmu."kata Kevin pada gerry.
"baguslah. besok temui aku di kantorku untuk menandatangani surat perjanjian kita berdua dengan begitu menunjukkan aku tidak berbohong."kata Gerry pada kevin.
"oke. aku kan pergi. permisi."kata kevin pada Gerry yang langsung pergi meninggalkan ruangan VIP yang di pesan gerry sebelumnya. setelah Kevin keluar dari ruangan tersebut kevin melihat dari kejauhan Rama sedang duduk sendirian dan menikmati minuman bir.
"bukannya itu Rama. ngapain dia di sini malam begini. bukannya hari ini dia baru saja sudah menikah. bukannya habis menikah menemani istrinya,malah datang ke sini. ckckck... padahal dulu menikah bersama Ghea,Rama tidak pernah datang ke tempat begini dan malah sibuk sama kerjaannya dan selalu ada untuk Ghea. ada apa dengan Rama"batin Kevin melihat Rama.
"oh Kevin."kata Rama pada Kevin.
"ayo pulang.. kasian istrimu. lebih baik kamu pulang."kata Kevin pada Rama. kevin membopong Rama ke dalam mobilnya dan membawa Rama ke apartemennya. di dalam mobil,Rama mengigau dirinya sendiri sehingga Kevin yang sedang menyetir mendengarkan kata-kata Rama.
"Ghea,maafkan aku atas kesalahanku. aku selalu membuatmu menderita. aku sangat rindu padamu,Ghea. aku sangat mencintaimu. aku tidak bisa berbuat apa-apa. aku memang bodoh memilih keputusan yang salah. dan sekarang aku telah bersama wanita yang tidak aku cintai."kata Rama yang sedang menggigau dirinya sendiri.
"apa maksudnya ini ram. kamu berbuat kesalahan? aku sangat tidak mengerti."batin Kevin pada dirinya sendiri sambil menyetir mobilnya. beberapa jam kemudian,Kevin dan Rama telah sampai di apartemennya Rama.
chiitt...
suara berdecit dan mobil berhenti.
kemudian,Kevin memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen. setelah itu,Kevin membopong Rama dan berjalan ke ruangan nomer 1605 yang merupakan apartemen yang ditempati Rama bersama Andriana.
di ruangan 1605...
tok .. tok... tok...
suara ketukan pintu..
Andriana langsung terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. Andriana langsung membukakan pintu dan melihat Rama sedang mabuk dengan di temani Kevin.
"selamat malam nona Andriana. saya datang ke sini mengantar suamimu ke sini. mohon kamu mengurus suamimu segera. saya ada urusan. jadi maaf saya buru-buru untuk pamit dulu."kata Kevin pada Andriana. Kevin pun memberikan Rama pada Andriana.
"terima kasih tuan Kevin. maaf sudah merepotkan kamu."kata Andriana pada Kevin.
__ADS_1
"sama-sama."kata Kevin yang langsung pergi. Andriana langsung menutup pintu. lalu Andriana membawa Rama ke dalam kamar dan menaruh Rama ke ranjangnya. kemudian,Andriana mengambil kompres dengan air hangat dan diberikan kepada Rama.
"kamu selalu tiap malam begini rama. sampai kapan kamu berubah. aku sudah bersabar. tetapi kamu selalu tetap begini."kata Andriana sendiri sambil mengompres tubuh Rama.
di tempat lain...
setelah mengantar Rama di apartemennya,Kevin menjemput Shasha di rumah temannya. Shasha melihat mobilnya Kevin dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
"kakak,kog lama jemputnya. hmmm.. tadi kemana?"tanya Shasha pada Kevin.
"maafkan aku sha. tadi aku mengantar Rama yang sedang mabuk di bar ke apartemennya."kata Kevin pada Shasha.
"oh begitu. kog bisa di bar?"tanya Shasha pada Kevin.
"aku tadi ada urusan sebenarnya dengan Gerry. ya urusan perusahaan kakek. dia memaksa aku bekerja sama dengan dia. tapi aku menolaknya."kata Kevin pada Shasha.
"oh begitu."kata Shasha pada Kevin.
"malam ini aku tidur di tempatmu ya karena aku males pulang."kata Kevin pada Shasha.
"memang Napa kak?"kata Shasha.
"ada sepupuku,Gerry di rumah. aku males bertemunya. nggak papa kan aku menginap di tempatmu?"tanya Kevin pada Shasha.
"iya nggak papa."kata Shasha pada Kevin. setelah sampai di rumah kecil shasha,Kevin memarkirkan mobilnya di tepi dekat rumah kecilnya Shasha. Shasha membukakan pintu rumahnya. lalu,Shasha dan Kevin masuk ke dalam rumahnya Shasha.
"kakak,sudah makan malam belum?"tanya Shasha sambil menyalakan lampu di dalam rumahnya.
"belum makan sayang."kata Kevin pada Shasha.
"kakak masuk saja ke kamar duluan dan mandi dulu sana. aku mau menyiapkan masakan omelette ayam buat makan malam kita. nanti kita makan bersama."kata Shasha yang langsung masuk ke dalam kamar Shasha,begitu juga Kevin masuk ke dalam kamar lainnya. setelah mandi,Kevin menelepon temannya yang juga asistennya,Chiko.
"halo Chiko."kata Kevin di dalam teleponnya pada asistennya,Chiko.
"ada apa bro?"tanya Chiko.
"aku minta kamu mencari informasi tentang Rama dan Andriana semuanya. aku berikan kamu waktu seminggu untuk mencari inforasinya."kata Kevin pada chiko.
"oke siap bro."kata Chiko. Kevin langsung menutup teleponnya. lalu,Kevin keluar dari kamarnya dan menghirup aroma makanan yang lezat dan membuatnya menjadi lapar. Kevin pun datang ke dapur dan melihat Shasha sedang menyiapkan makan malam di meja makan.
"sudah selesai mandi,ayo duduk dulu sayang. ini aku sudah menyiapkan makanannya."kata Shasha yang melepas celemeknya. Kevin pun duduk bersama Shasha di kursi makan dan makan bersama.
"hmm...gimana rasanya?"tanya Shasha pada Kevin yang sedang mengunyah makanannya.
"enak kog sayang. kalau kita menikah begini,aku jadi betah di rumah bersama kamu."kata Kevin sambil mengunyah makanan.
"hmm.. kakak. apaan sih.."kata Shasha tersipu malu dengan muka memerah setelah mendengar kata Kevin.
"bener kan sha. kan kita bentar lagi menikah."kata Kevin pada Shasha.
"nggak tau ah. udah terusin makanmu."kata Shasha pura-pura cemberut pada Kevin. Kevin menanggapi sikap Shasha hanya tersenyum. setelah kami berdua selesai makan,kami berdua tak lupa membersihkan alat makan kami yang kotor bersama-sama.
karena sudah larut malam,Kevin tidur di kamar yang lain sedangkan Shasha pun tidur di kamarnya sendiri. beberapa jam kemudian,Kevin tidak bisa tidur sehingga Kevin menyusul Shasha di kamar shasha. Kevin berjalan masuk ke dalam kamar Shasha. di dalam kamar shasha dengan suasana gelap gulita,Shasha sedang tertidur di ranjangnya. Kevin melihat Shasha sudah tertidur,Kevin pelan-pelan mendekati Shasha dan memeluk Shasha dan ikutan tertidur bersama di ranjang Shasha.
__ADS_1