
GHEA POV
alu,aku dan riano selesai makan bersama. kemudian,aku sedang membereskan alat makan,riano tiba-tiba ingin bertanya padaku tentang kehidupan orang tuaku. aku pun memberitahu padanya kalau orang tuaku kecelakaan di dalam pesawat saat bepergian ke luar negri karena ada tugas negara.
"oh begitu ceritanya. apakah kamu tau itu kecelakaan memang kecelakaan yang sengaja ada org yang membuat atau memang itu karena pesawat itu?"tanya riano padaku.
"aku tidak begitu tau soal itu. karena nenek tidak mau memberi tau atau memang nenek ingin membahas tentang orang tuaku."kataku pada riano.
tok tok tok...
suara pintu.
kemudian, perawat yang bernama Liana menemuiku.
"permisi dokter,saya cuman memberitahu kalau rapat akan dimulai."kata perawat Liana.
"baik. tolong beritahu semua para direksi harap menunggu kedatangan saya. saya akan mengambil dokumen dulu."kataku yang membereskan meja kerja dan menyiapkan bahan untuk rapat. kemudian perawat Liana langsung meninggalkan ruangan kerjaku.
"kamu mau rapat lagi?"tanya riano padaku.
"iya. kamu di sini ya jangan kemana-mana. sehabis rapat aku selesai kog kerjaanku."kataku pada riano.
"iya. kalau gitu,ntar sehabis kamu selesai rapat jalan-jalan sebentar ya,mau ya?"tanya riano padaku.
"iya. udah dulu ya. aku ke ruangan rapat dulu."kataku yang sedang membawa dokumen untuk rapat.
"tunggu sebentar."kata riano padaku. kemudian,riano mendekatiku dan mencium keningku sambil membisikkan pada telingaku.
"semangat ya Ghea sayang. aku pasti tunggu kamu di sini."kata riano yang membisikkan padaku. aku yang diperlakukan oleh riano begini membuatku menjadi merah mukaku. aku pun mengucapkan terima kasih pada riano dan meninggalkan riano di ruangan kerjaku. beberapa jam kemudian,akhirnya rapatku telah selesai. lalu,aku pun segera masuk ke ruangan kerjaku karena aku merasa kasian riano pasti sudah lama menungguku.
setelah sampai di depan pintu ruang kerjaku,aku membuka pintu dan melihat riano ternyata sedang memainkan laptopnya. riano yang sudah mengetahui aku sudah datang,riano langsung menutup laptopnya dan menghampiri aku.
"sudah selesai ya?"tanya riano padaku.
"iya."kataku yang sedang menaruh berkasku ke meja kerjaku.
"tadi capek ya? makan dulu yuk."ajak riano padaku.
"iya. bentar,aku bereskan dulu berkasku."kataku sedang membereskan berkasnya,riano juga membantuku membereskan berkasku. setelah selesai beres-beres,aku dan riano pergi ke cafe.
selang beberapa jam kemudian,kami berdua telah sampai di cafe yang biasa kami kunjungi. kemudian,kami berdua memesan makanan favorit kami.
"Ghea,gimana tadi? lancar kan?"tanya riano padaku.
"tadi lumayan lancar kog. dan untung aku sudah atasi ternyata di rumah sakit kekurangan alat medis sehingga pasien di rumah sakit tidak merasa nyaman. dan aku tadi saat di rapat sudah menyuruh para direksi untuk memenuhinya. aku juga sudah mengurus soal ekonomi rumah sakit sehingga bisa memadai."kataku dengan panjang lebar.
"oh begitu. bagus itu. sehingga banyak para pasien kan datang ke rumah sakitmu dan banyak orang kan menyukai pelayanan rumah sakitmu."kata riano.
"iya benar. semoga saja. doain ya."kataku pada riano.
"iya. pasti. aku baru kali ini ada seorang wanita lebih mementingkan kebutuhan orang lain daripada dirinya sendiri."kata riano padaku.
"maksudnya?"tanyaku padanya.
"tidak apa-apa. aku hanya melihat wanita hanya dirimu saja yang berbeda. kebanyakan para wanita tidak seperti itu,lebih memikirkan diri sendiri."kata riano.
"lalu, gimana dengan ibunya Ronald dan Rosita?"tanyaku padanya.
"dia jelas beda. dia sangat baik,tidak memikirkan harta kekayaan,dia juga memang sering di tindas banyak orang. dia juga bukan orang kaya seperti dirimu. tapi aku telah terlambat menolong dia. coba waktu bisa berputar kembali,aku pasti membuat dia kan hidup sampai sekarang dan aku pasti kan bersamanya. karena orang tuaku yang sudah membohongiku,aku merasa kecewa dengan orang tuaku. sedangkan kamu sudah memiliki kekayaan masih saja peduli dengan orang miskin dan sebagainya. sedangkan yang ku tau,orang kaya terutama wanita tidak akan seperti dirimu. pasti memikirkan sendiri seperti memikirkan kebutuhan sendiri."kata riano padaku.
"iya memang. aku sendiri merasa gagal karena tidak bisa menolong istrimu. padahal aku sudah menyuruh dokter lain membantuku tentang penyakit istrimu."kataku.
"penyakit?"tanya riano.
"iya istrimu menderita emboli cairan ketuban. penyakit ini penyebabnya adalah sang ibu mengalami trauma saat hamil. karena itu,aku sudah mengetahui dari ceritamu sebelumnya sehingga dia menjadi seperti itu."kataku dengan jelas pada riano.
"oh begitu. sudah tidak apa-apa. yang lalu biarlah berlalu. bagiku,ini sudah takdirnya. dan kita akhirnya bisa bertemu. bila aku bersama dia,aku tidak akan bertemu denganmu."kata riano padaku.
"ehem.. kita bercerita sambil makan sampai makanan kita habis juga.. hehehe.."kataku yang langsung mengalihkan perhatian pada riano.
"oh iya. apa kamu masih kurang? apakah ingin menambah makanan lagi?"tanya riano padaku.
__ADS_1
"tidak usah. sudah cukup."kataku dengan tersenyum pada riano. kemudian,riano mengeluarkan tiket dari sakunya dan membagikan kepadaku.
"oh ya ini aku tadi aku menyuruh asistenku datang ke rumah sakit untuk mengurus tiket bioskop untuk kita berdua. maukah kamu menonton film bersamaku?"ajakan riano padaku.
"boleh."kataku pada riano.
"tunggu sebentar. aku bayar dulu makanannya ya habis gitu kita berangkat bersama ke sana."kata riano padaku dan langsung ke kasir untuk membayar makanan kami berdua tadi. setelah itu,kami berdua langsung berangkat ke bioskop untuk menonton film bersama. sebelum film itu dimulai,riano mengajakku beli cemilan dan minuman. beberapa jam kemudian,filmnya pun dimulai dan kami berdua menonton filmnya bersama.
di tempat lain dan di waktu yang sama...
RAMA POV
aku sedang bersantai di kursi kerjaku sambil melihat foto ghea.
"aku sangat rindu padamu. saat ini kamu sedang apa Dan dimana? apakah kamu juga merindukanku juga? maafkan aku Ghea aku berkali-kali telah menyakiti perasaanmu. aku memang tidak pantas memilikimu. jujur aku masih mencintaimu. aku selalu memikirkanmu terus."batinku.
tok tok tok...
suara pintu di ruangan kerja...
Rama pun langsung memasukkan foto Ghea ke dalam laci.
"eh,sayang. kamu sedang santai kah? kenapa tidak pulang?"tanya Andriana padaku.
"aku lagi capek dan ingin tidur di sini saja."kataku pada Andriana.
"ayo pulang bersamaku. dan kita makan bersama. kamu pasti belum makan malam kan?"tanya Andriana padaku.
"tapi.. baiklah."kataku yang langsung bersiap pergi bersama Andriana.
Andriana mengajakku ke bar untuk makan bersama dan minum bir bersama.
"aku harus membuat kamu mabuk setiap hari,aku tidak masalah kamu berpikir aku ini ghea. tapi aku ingin kamu membuat aku hamil. Dengan begitu,kamu bisa melupakan Ghea untuk selamanya. aku memang tidak bisa mengambil cintamu tetapi aku bisa mengambil jiwamu untuk diriku."batin Andriana yang sedang melihat aku lagi mabuk. kemudian,aku dan Andriana pulang ke apartemen dan kami pun melakukan hubungan intim lagi sampai pagi hari.
keesokan pagi harinya..
aku sudah di kantor dengan menikmati kursi kerjaku. sambil duduk santai,aku merenung hidupku sendiri.
tok tok tok...
krek..
suara pintu terbuka.
"permisi pak,ini dokumen yang harus di tanda tangani dan saya mau beritahu kalau satu jam lagi bapak ada janji dengan bapak Gerry untuk masalah proyek perusahaan kita."kata sekretarisku padaku.
"iya. tolong siapkan sebelum kita berangkat menemui pak Gerry."kataku pada sekretarisku saat aku sedang menandatangani dokumen.
"baik pak. saya permisi."kata sekretarisku yang langsung pergi setelah mendapatkan tanda tangan dariku.
di tempat lain...
GHEA POV
"hooammzz..."kataku yang baru bangun tidur.
tok tok tok..
krek..
suara pintu terbuka..
"selamat pagi Ghea. ini aku bawakan sarapan untukmu."kata riano yang sudah rajin datang ke kamarku.
"riano. pagi banget kamu sudah di sini. padahal aku baru bangun tidur."kataku pada riano.
"tidak apa-apa. kamu mau bangun tidur atau tidak,buatku sama saja. tidak ada bedanya. yang penting sekarang kamu sarapan sana.."kata riano yang langsung menyodorkan piring yang sudah berisi makanan padaku.
aku pun langsung makan. riano hanya menemaniku makan.
"habis gini acaramu kemana Ghea?"tanya riano padaku.
__ADS_1
"aku ada jadwal operasi. itu pun ada 3pasien dan aku harus melembur."kataku.
"apakah boleh aku menemanimu?"tanya riano.
"lha pekerjaan mu gimana? dari kemarin kamu sudah seharian menemaniku. apa kamu tidak mengurus anakmu?"tanya balikku pada riano.
"masalah pekerjaan bisa diatasi kog. mengenai anak-anak sudah di urus sama nenekmu. kan nenekmu sangat rindu sama cicitnya. ya aku lebih baik ada di sampingmu."kata riano.
"uhuk..uhuk..uhuk.."kataku yang tiba-tiba tersedak mendengar kata riano. dengan telaten,riano mengambil minuman air putih kepada aku. setelah minum,aku langsung melanjutkan makan.
"apa aku salah begini Ghea? apakah kamu tidak merasa nyaman ada aku?"tanya riano padaku.
"tidak kog riano. aku tadi hanya tersedak saja. kamu tidak perlu khawatir."kataku pada riano.
"ya sudah. habisin dulu makanannya."kata riano padaku.
"iya."kataku dengan singkat. setengah jam kemudian,aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap kerja. setelah semuanya siap,aku di antar oleh riano ke rumah sakit. seperti biasa,aku menjalani sebagai dokter melayani pasien di rumah sakit ini. setelah selesai pekerjaanku,aku pun beristirahat sebentar di ruangan kerjaku.
dret..dret..
suara ponsel berbunyi,
pesan masuk dari riano.
maaf Ghea,aku baru kabarin kamu, tadi aku buru-buru pergi karena ada urusan mendadak sehingga aku tidak sempat pamit sama kamu. maaf juga aku tidak bisa mengantar kamu pulang.
"hari ini riano tidak bisa mengantar aku pulang. berarti aku pulang sendiri. aku lebih baik menghubungi paman linggo sekalian membahas tentang Rama mumpung tidak ada riano."batinku. kemudian,aku menghubungi paman linggo untuk bertemu denganku. aku pun langsung merapikan meja kerja ku dan bersiap-siap untuk pulang. setengah jam kemudian, aku menunggu paman linggo di lobi rumah sakit. Lima menit kemudian, paman linggo akhirnya datang menemuiku dan kami berdua pulang bersama.
dalam perjalanan...
"paman."kataku yang memanggil paman linggo.
"iya nona. ada apa?"tanya paman linggo.
"apa paman sudah mendapatkan informasi tentang Rama?"tanyaku pada paman linggo.
"sebenarnya sudah non. tuan Rama sengaja mendekati nona Andriana karena nona Andriana memberikan saham besar untuk perusahaan tuan Rama. tetapi,orang tua Andriana telah dibunuh oleh kakeknya rama."kata paman linggo padaku.
"kenapa itu terjadi? kenapa kakeknya membunuh orang tuanya?"tanyaku pada paman linggo.
"kakeknya Rama,ingin merampas perusahaan orang tua Andriana dengan mengambil semuanya bahkan membunuhnya. dan sebenarnya, nona Andriana telah di jual oleh kakek rama kepada orang lain saat nona Andriana usia 5tahun. tapi nona Andriana bertemu orang terkaya di Australia, dan orang itu adalah sepasang suami istri yang tidak memiliki anak sehingga semua hartanya di wariskan kepada nona Andriana."kata paman linggo.
"oh begitu. kenapa Rama malah mencari dia daripada aku,kalau memang Rama membutuhkannya. lagipula aku sanggup membantunya."kataku pada diriku sendiri.
"mungkin tuan Rama tidak ingin merepotkan nona. dan aku dengar tuan Rama berkecil hati karena menjadi suami yang tidak pantas selalu tidak berguna. menurut tuan Rama,nona Ghea harus mendapatkan suami yang juga kaya raya."kata paman linggo padaku. aku hanya terdiam.
"rama,kamu malah berurusan dengan musuh keluargamu sendiri. aku sangat khawatir bila kamu terluka karena dia. sepertinya aku harus bertemu rama."batinku.
"paman,tolong putar balik."kataku yang menyuruh paman linggo mengalihkan jalannya.
"kenapa non?"tanya paman linggo padaku.
"aku mau bertemu Rama di kantornya. tolong paman bantu aku bertemu dia. aku tidak kan lama kog."kataku pada paman linggo.
"baik non."kata paman linggo padaku. kemudian,mobil yang kami tumpangi pergi ke kantor Rama. setelah setengah jam,aku dan paman linggo telah sampai di kantor Rama. aku menunggu paman linggo di dalam mobil. sedangkan paman linggo masuk ke dalam kantornya Rama.
di ruang kerja Rama...
"maaf pak,tuan linggo ingin bertemu bapak."kata sekretaris Rama.
"suruh dia masuk "kata Rama pada sekretarisnya. kemudian, sekretarisnya mempersilahkan linggo masuk ke dalam ruangan kerja Rama. linggo pun masuk dan bertemu Rama.
"silahkan duduk paman."kataku yang mempersilahkan linggo duduk.
"terima kasih tuan Rama. saya datang ke sini karena nona Ghea."kata linggo.
"memang ada apa dengan Ghea?"tanya Rama pada linggo.
"begini tuan rama, nona Ghea meminta waktu 15menit pada tuan Rama untuk bertemu. saat ini nona Ghea sudah di dalam mobil saya. mohon tuan menyediakan waktu 15menit untuk berbicara dengan nona Ghea."kata linggo pada Rama.
"baiklah. aku kan ke sana. ayo,paman."kata Rama yang langsung mengajak linggo keluar dari ruangan kerjanya dan menemui Ghea.
__ADS_1