
Akhirnya saat-saat yang mendebarkan terjadi pula, dimana Tama dan Rosa berangkat bersama ke lokasi Cafe yang akan dibangun olehnya. Tadinya Rosa akan memilih naik taksi saja, karena berdekatan dengan Tama ternyata tidak baik untuk kesehatan jantungnya. Bagaimana tidak, jika dari tadi jantungnya terus jungkir balik saat melihat Tama.
Namun, Tama menolak jika Rosa harus naik taksi. Kenapa harus naik taksi jika ada mobil Tama yang bisa digunakan. Ya Tama dibelikan mobil baru oleh Zein. Karena Tama kini juga sibuk bekerja sama sepertinya, Zein tidak akan tega melihat ayahnya kesana kemari menggunakan sepeda motor miliknya. Apalagi kini Tama terjun dalam dunia arsitektur, ia baru tahu jika ayahnya ini ternyata seorang arsitek yang hebat. Sayangnya selama ini bakatnya tidak terlalu tersalurkan. Karena ia hanya bekerja pada perusahaan orang, akan tetapi sekarang Zein dan Zaira mendukung penuh dengan pekerjaan ayahnya.
"Memangnya tidak apa-apa jika saya naik mobil Tuan Tama?" tanya Ratu kodok dengan malu-malu kambing. Padahal dalam hatinya ia bersorak ria, karena akan satu mobil dengan pria tampan yang mampu mengguncangkan hatinya, memporak-porandakan jantungnya dan membuat sesak paru-parunya.
"Tentu saja tidak apa-apa, saya lebih senang jika anda satu mobil dengan saya ketimbang naik taksi. Lagipula tujuan kita sama, dan akan membicarakan masalah pekerjaan juga. Jadi bukankah sebaiknya, jika kita berangkat bersama," ucap Tama ramah, akan tetapi keramahannya ternyata malah membuat sang Ratu Kodok salah paham. Dan salah mengartikan apa yang diucapkan oleh Tama.
'Dia bilang senang satu mobil denganku, dan dia juga bilang jika tujuan kita sama. Ahhhh ya ampun, apa ini tanda-tanda Satya akan memiliki adik baru,' batin Rosa bersorak.
Pikiran Rosa sudah kemana-mana, padahal yang diucapkan Tama hanya kata formal saja. Akan tetapi ia malah menganggapnya jika itu adalah tanda jika ia akan hamil lagi wkwkwkwk. Ya ampun pikiran Rosa sudah terlalu jauh tolong ...
"Baiklah, terima kasih," ucap Rosa dan berbicara selembut mungkin dan berusaha terlihat anggun di hadapan Tama.
__ADS_1
Jujur saja Tama merasa sangat lucu dengan sikap Rosa ini, entah kenapa perempuan ini selalu saja salah bicara dan salah bertingkah sejak tadi. Hingga membuat Tama ingin tertawa, tapi tentu saja ia tahan. Karena tidak mungkin jika ia menertawakan partner bisnisnya bukan.
Mereka berdua pun kini menuju lokasi dimana Cafe itu akan di bangun. Di dalam mobil hanya ada keheningan antara mereka berdua. Untuk menghilangkan kegugupannya, Rosa sengaja bermain ponsel. Dan berpura-pura sibuk, ya ia memang sibuk. Sibuk mempertanyakan kekuatan jantungnya saat ini. Ia takut, jika jantungnya tiba-tiba meledak dan membuat Tama terkejut.
"Nyonya Rosa, sebelumnya anda sibuk dengan kegiatan apa?" tanya Tama, berusaha membuyarkan kesunyian di dalam mobil.
"Aku? Sebenarnya aku hanya menyibukkan dirinya saja," ucap Rosa.
"Menyibukkan diri?" tanya Tama, dan Rosa hanya mengangguk saja. Karena benar, ia hanya sedang menyibukkan diri. Karena memang tidak ada kegiatan yang ia lakukan. Jika dulu ia sangat suka berkumpul dengan teman-temannya. Kali ini ia ingin menyibukkan diri dengan bekerja, karena ia sadar diri jika kini ia hanya seorang janda. Dan tak ada suami yang bisa ia andalkan untuk mencari uang seperti dulu.
"Suami Nyonya pasti sangat bangga mempunyai istri seperti anda," ucap Tama.
Mendengar kata suami, Rosa mendadak bersedih karena ia diceraikan oleh Bayu karena ia bukan istri yang baik. Dan malah membuat masalah dan membuat mantan suaminya lelah.
__ADS_1
"Saya tidak punya suami, saya ini janda. Makanya saya harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup," ucap Rosa.
"Benarkah? Woooww ternyata anda wanita yang hebat, saya sangat salut," ucap Tama tulus.
"Anda jangan memuji, saya ini bukan wanita baik. Makanya saya diceraikan oleh mantan suami saya," ucap Rosa bersedih.
"Semua orang pernah mengalami kesalahan, dan setiap kesalahan pasti akan ada kesempatan. Seperti yang saya alami dengan mantan istri saya, Bertahun-tahun saya memberikannya kesempatan, tapi ia sama sekali tidak berubah. Hingga akhirnya saya pun menyerah dan kami pun berpisah," ucap Tama.
"Ya ampun, anda baik sekali. Bisa memberikan kesempatan yang banyak sampai bertahun-tahun lamanya. Sedangkan aku, aku hanya melakukan satu kesalahan dan hanya satu kesempatan yang berikan. Setelah itu, tiba-tiba ia menikah lagi dengan seorang gadis,"
"Pesona gadis memang sangat luar biasa ya," ucapnya lagi.
"Anda salah Nyonya, justru janda lebih menggoda," ucap Tama sambil tertawa, membuat jantung Rosa hampir saja berpindah tempat karena mendengar ucapan sang duda.
__ADS_1
'Berarti aku ini terlihat menggoda baginya,'
Sekali lagi Ratu kodok salah paham dengan ucapan Tama wkwkwkwk 😆😂