Suami Bayaran

Suami Bayaran
inikah rasanya sakit hati..


__ADS_3

Rama POV


"selamat pagi pak,nona Andriana sudah datang dan sekarang sudah di ruang rapat."kata sekretarisku.


"baiklah. suruh dia menunggu sebentar."kataku. aku pun langsung mengambil berkas-berkas dan menyuruh sekretaris ku mengambil dokumen yang penting. aku pun langsung menemui andriana,klienku untuk mengajukan transaksi tentang kemajuan perusahaan keluargaku.


"selamat pagi nona Andriana."kataku.


"iya selamat pagi."kata Andriana dengan senyumannya.


"tampan juga ini cowok. awalnya aku males membantu perusahaan yang akan bangkrut. tetapi aku ingin membalas dendam ku pada masa lalu,aku tidak akan datang.tetapi melihat cowok muda ini tampan aku rasa aku harus membuat rencana baru. supaya ini cowok bisa menjadi milikku."batin Andriana.


"bagaimana nona? apakah nona setuju dengan penawaran saya?"tanyaku pada dia.


"bisakah kita berdua berbicara sebentar saja di sini?"tanya Andriana padaku.


"bisa. bentar."kataku pada Andriana. aku pun langsung membisikkan pada sekretaris ku,


"tolong kalian keluar sebentar. karena nona Andriana ingin intens dengan saya."kataku pada sekretarisku.


"baik pak. permisi pak dan nona Andriana. kami pergi."kata sekretarisku. lalu mereka pun pergi.


"gimana nona?"tanyaku dengan serius.


"bolehkah saya bertanya secara pribadi?"tanya Andriana.


"silahkan."kataku dengan singkat.


"apakah kamu sudah menikah?"tanya Andriana.


"sudah."jawabku dengan singkat.


"sudah punya anak?"tanya Andriana lagi.


"belum."kataku.


"oke,aku tau perusahaanmu ini akan bangkrut walau sudah di bantu dengan perusahaan friskoln tapi perusahaanmu,sutrafon lagi merosot kini. hmm, apakah kamu tidak takut denganku Rama? padahal aku adalah keluarga musuhmu. keluargaku,orang tuaku,terbunuh karena keluargamu."kata Andriana.


"aku tau. karena itu aku ingin meminta perdamaian padamu."kata Rama.


"aku bisa saja melupakan masa lalu dan membantu perusahaan sutrafon menjadi jaya kembali asal kamu harus bercerai dengan istrimu dan menikahlah padaku. karena aku mulai menyukaimu. baiklah,aku tau kamu merasa keberatan. aku kasih kamu waktu untuk memikirkan hal ini. dan ku tunggu di kantorku bila kamu sudah siap,datanglah ke kantorku besok lusa. ya udah,aku kan pergi. terima kasih kamu sudah mengundangku datang menemuimu di perusahaanmu. permisi."kata Andriana. aku hanya terpaku diam. bingung. apa yang harus kulakukan. aku pun langsung meninggalkan ruangan meeting.


siang hari,


saatnya istirahat makan siang tiba.


tok tok tok...


"permisi pak,saya mau mengantar makanan siang buat bapak dari driver online tadi menemui saya."kata Diana, sekretarisku.


"iya.taruh saja di meja sana."kataku yang sedang mengerjakan pekerjaan.


"baik pak."kata sekretarisku. lalu,Diana pun menaruh pesanan makananku di meja. kemudian,Diana pun pergi dari ruangan ku.


aku pun meletakkan pekerjaanku sebentar dan ku melihat pigura fotoku bersama Ghea dan si kembar. lalu,aku pun memencet tombol pada ponselku untuk menghubungi Ghea.


"halo,Ghea."kataku.


"iya halo. Rama. ada apa? oh ya kemarin-kemarin aku telepon berkali-kali kenapa nggak kamu angkat. terus sekarang kamu di mana? kog sekarang baru telepon aku?"tanya Ghea.


"aku sekarang lagi urus perusahaan keluargaku yang kapan hari aku beritahu ke kamu. masih ingat kan?"kataku.


"iya.ingat. memang Napa?"tanya Ghea.


"iya sekarang merosot kondisinya. dan aku mau menyelesaikan dulu mungkin aku baru bisa menemui kamu. tapi aku mau beritahu ke kamu,seminggu ini aku sudah mengurus pengacara untuk mengurus perceraian kita. karena kita hanya menikah secara kontrak bukan menikah yang sebenarnya. dan kamu harus menepati janjimu dulu padaku,setelah urusan ibuku dengan kita selesai,kita bercerai."kataku pada Ghea.


"iya aku tau. aku kan menepati janjiku dulu padamu."kata Ghea.


"baiklah.kalau begitu. mungkin Minggu depan pengacaraku kan mengantar suratnya dan mengurus perceraian kita. dan aku meminta maaf padamu karena aku tidak bisa bertemu padamu di saat begini. dan mengenai barang-barang ku yang di rumah kita aku kan menyuruh asistenku untuk memindahkan ke sini. kamu nggak usah mengkhawatirkan ini."kataku pada Ghea.


"lalu,rumah kontrakan nya gimana?"tanya Ghea.


"itu terserah kamu. aku sudah tidak tinggal di Indonesia lagi."kataku.


"oh begitu. iya Rama."kata Ghea.


"maafkan aku Ghea bila ada kata-kata dan sikapku yang membuatmu sakit hati."kata Rama.


"nggak papa kog."kata Ghea.


"ya udah gitu aja. aku tutup telepon nya ya karena aku mau urus pekerjaan yang lain."kataku. dan aku pun menutup telepon kami.


sebenarnya aku ingin memberimu kejutan untukmu,Ghea,kalau aku sangat mencintaimu,aku ingin menikah denganmu lagi tanpa ada kontrak atau perjanjian. tapi dari hati,cinta kita. tapi,aku harus menyelesaikan urusan ini. aku janji kan kembali padamu,Ghea. batinku.


di new York...


GHEA POV


"baiklah.kalau begitu. mungkin Minggu depan pengacaraku kan mengantar suratnya dan mengurus perceraian kita. dan aku meminta maaf padamu karena aku tidak bisa bertemu padamu di saat begini. dan mengenai barang-barang ku yang di rumah kita aku kan menyuruh asistenku untuk memindahkan ke sini. kamu nggak usah mengkhawatirkan ini."kata Rama padaku di saat telepon tadi.


aku pikir Rama serius mencintaiku tetapi Rama malah memutuskan hubungan padaku. bahkan dia ingat janjiku dulu pada dia saat bertemu dia. kenapa nasibku begini. di saat aku mencintai seseorang,dia meninggalkanku. padahal aku baru pertama kali ini merasakan yang namanya cinta,sakit hati. sedangkan sahabatku,malah bertemu cintanya dan kini mereka akan menikah dan mereka saling mencintai. sedangkan nasibku berbeda. mungkinkah aku tidak boleh mencintai seseorang ataukah aku tidak pantas di cintai oleh seseorang. ah..pusing.. aku lebih baik mandi saja..


beberapa jam kemudian...


tok..tok..tok...

__ADS_1


"iya.."kataku yang langsung membuka pintu.


"ghea.kamu ngapain saja. dari kemarin malam sampai pagi tadi aku menghubungimu susah banget. dan kamu kenapa? kog matamu jadi gitu. ada apa ghea?"tanya Yeni.


lalu,aku dan Yeni masuk ke kamar.


"maafkan aku Yen. aku dari kemarin memang nggak melihat ponselku kalau kamu menghubungiku. aku cuman patah hati kayaknya."kataku dengan lemas.


"patah hati? Napa? apa kamu berantem dengan suamimu?"tanya Yeni padaku.


"aku sebenarnya dulu menikah sama dia karena kontrak. bukan karena cinta. dan dia menagih janji padaku setelah ibunya wafat,aku dan dia bercerai. karena aku dulu tidak mencintai nya."kataku.


"lalu,sekarang? kamu baru menyadari kalau kamu sangat mencintainya?"tanya Yeni.


"iya Yen. memang aku memilih dia karena desakan nenekku yang memaksaku untuk menikah. aku bingung mencari lelaki siapa. sedangkan aku tidak tertarik siapapun. ya memang dia dulu miskin. tetapi sekarang sepertinya dia berbeda. sejak dia memikirkan urusan keluarganya,dia tidak mau bertemu aku."kataku pada yeni.


"lalu dia pernah bilang apa padamu sebelum minta cerai?"tanya Yeni.


"dia bilang dia nggak mau menjalani pernikahan kontrak seperti gini. dia ingin yang tanpa kontrak. dia juga bilang mencintaiku,dia ingin menjadi lelaki yang bisa di banggakan. padahal aku tidak meminta materi."kataku yang sedang menangis.


"sudah.. sudah.. hapus air matamu. pagi-pagi sudah cengeng. mending kamu ikuti aja perceraian ini. kalau memang Rama adalah jodohmu,dia pasti kembali padamu. lebih baik sekarang,kamu urus dirimu dulu. lagipula anak angkatmu,nenek kan sedih melihat kamu kayak begini. biarlah air mengalir. kamu hanya ikuti alur air tersebut."kata Yeni.


"iya sih. bener kamu Yen. tapi aku butuh waktu."kataku.


"ya itu sih terserah kamu,Ghea. karena ini sudah pagi,memang kamu nggak ke kantor?"tanya Yeni padaku.


"nggak Yen. lagi badmood."kataku.


"terus yang mengurus perusahaanmu siapa?"tanya Yeni.


"iya ini aku mau menghubungi paman linggo."kataku.


"yaudah. kalau gitu aku mau mengambil piring buat makan kita berdua."kata Yeni.


"iya."kataku sambil memencet tombol untuk menelepon paman linggo.


"halo paman..."kataku.


"iya non. ada apa non?"tanya paman linggo.


"begini paman..aku nggak bisa ngantor. tolong paman urus ya untuk hari ini. dan tolong paman siapkan tiket untuk pulang ke Indonesia karena lusa aku mau pulang. besok ku usahakan di perusahaan kakek kelar."kataku.


"baik nona."kata paman.


"iya paman. terima kasih."kataku dan langsung menutup telepon pada ponselku.


"Yen,aku mandi dulu ya.."kataku pada yeni.


"iya."kata Yeni yang lagi makan sambil melihat acara televisi. beberapa menit kemudian..


"Yen,tolong bukain pintu ya dan kalau ada yang cari aku, bilang saja,aku lagi mandi."kataku dengan menjerit dari dalam kamar mandi.


"oke."kata Yeni yang langsung turun dari tempat tidur dan bergegas menuju pintu.


klek..


"siapa ya?"tanya yeni.


"maaf ada Ghea?"kata Riano.


"ada. Anda siapa ya? dan ada perlu apa ya?"tanya Yeni.


"aku temannya,Riano dan ini si kembar,anak angkatnya. ingin bertemu Ghea saja."kata Riano.


"oh ya. tunggu sebentar. Ghea sedang mandi. duh lucu. namanya siapa dik?"tanya Yeni pada Ronald dan Rosita.


"mama.. mama.."kata Ronald dan Rosita serentak.


"tunggu sebentar ya.."kata yeni. Yeni pun langsung mendekati kamar mandi.


"Ghea,ada Riano sama si kembar."kata Yeni.


"iya. ini mau keluar. tunggu 5menit lagi."kataku di dalam kamar mandi.


beberapa menit kemudian...


"eh Riano. ada apa ya ke sini?"tanya Ghea.


"aku.. aku cuman mau ajak kamu jalan-jalan saja."kata Riano pada Ghea.


"tapi Riano.."kataku yang terputus.


"sudahlah Ghea.. masalah anak-anakmu,biar aku yang urus. kalian berdua pergi saja."kata Yeni.


"tapi yen.."kataku pada yeni.


"sudahlah. kamu lebih baik refreshing. jangan sedih melulu. lagipula hari ini aku lagi libur,nggak ada kerjaan di kantor. masalah anak-anakmu biar aku yang mengurus. tenang saja."kata Yeni yang berbisik padaku.


"gimana Ghea?"tanya Riano.


"iya. baiklah."kata Ghea. Riano pun tersenyum melihat Ghea mengiyakan ajakannya. lalu,aku pun mendekati si kembar.


"sayang,jangan nakal ya. main sama bibi dulu ya. nanti mama sama papah kan membawakan makanan kesukaanmu...muuacch.."kataku sambil mencium pipi mereka satu persatu.


"yen.."kataku memanggil Yeni.

__ADS_1


"iya Ghea. udah gak usah khawatir. sana berangkat."kata Yeni yang langsung menyeret ku keluar dan bersama Riano.


di Australia..


kota Canberra..


"permisi nona Andriana,ada tamu,tuan Rama ingin bertemu nona."kata sekretaris Andriana.


"iya,suruh dia masuk saja."kata Andriana.


"baiklah nona."kata sekretarisnya. lalu rama dipersilahkan masuk sama sekretarisnya.


"hai Rama sayang.. gimana? apakah kamu setuju atau gimana?"tanya Andriana.


"iya nona andriana, untuk menebus kesalahan keluarga kami,saya menyetujui permintaanmu."kata Rama.


"baguslah. hmm,, kapan kamu bercerai sama istrimu?"tanya Andriana pada Rama.


"Minggu depan."kata Rama.


"hmm,,kelamaan.. gimana kalau aku yang mengurusnya. bilang saja sama istrimu,lusa suratnya datang ke rumahnya dan segera menandatangani biar prosesnya cepat. setelah itu,aku kan mengurus pernikahan kita."kata Andriana.


"tapi gimana perusahaan sutrafon?"tanya Rama.


"perusahaanmu,aku kan menanam saham pada perusahaanmu. setelah kita tunangan. seminggu kita tunangan dan seminggu laginya kita menikah. aku juga ingin semua orang tau dan aku juga kan mengundang istrimu itu."kata Andriana.


"iya. terserah kamu. aku hanya ikuti saja."kata Rama.


"oh ya kamu ada waktu nggak sayang ntar sore?"tanya Andriana pada Rama.


"nggak ada. memang Napa?"tanya Rama.


"aku mau ngajak kamu dinner lah sayang."kata Andriana.


"iya nanti sore aku jemput kamu."kata Rama.


"iya sayang."kata Andriana.


"yaudah aku mau balik ke kantor. aku ada meeting. permisi."kata Rama yang langsung meninggalkan Andriana di ruangannya.


"akhirnya Rama kamu mau menerima ini. bentar lagi kamu kan menjadi milikku. Daddy mommy,aku sudah menaklukkan Rama,anak dari pasangan keluarga Ardiantoro. aku kan menguasai seluruh perusahaan nya dan anaknya.".batin Andriana sambil melihat foto orang tuanya.


di Indonesia,Jakarta.


"halo Ghea sayang."kata nenek menelepon Ghea.


"iya nek. gimana kabar nenek?"tanya Ghea.


"baik-baik saja sayang. gimana dengan perusahaan kakekmu?"tanya nenek pada Ghea.


"semuanya berjalan lancar nek. dan aku sudah mengurus pengurusnya semuanya juga dokumen saham pada perusahaan kakek. lalu aku dengar nenek membantu perusahaan sutrafon milik Rama. gimana hasilnya?"tanya Ghea.


"Rama tadi menelepon nenek untuk menolak saham dari nenek. dan besok Rama mengembalikan pinjaman modal."kata nenek.


"pantes aja Rama ingin bercerai denganku."kata Ghea.


"tapi Ghea,Rama sempat bilang pada nenek sebelumnya kalau dia tidak ingin menikah denganmu yang membuatmu menderita. dia ingin menjadi lelaki yang bertanggung jawab. dia juga bilang ke nenek kalau di hatinya hanya untukmu."kata nenek.


"sudahlah nek. aku males bahas tentang dia. aku lelah nek. lebih baik bahas yang lain saja nek."kata Ghea.


"iya sayang. nenek dengar dari linggo lusa kamu kan pulang. Napa sayang?"tanya nenek.


"ya nek. aku mau urus surat cerai. oh ya nek. Riano sama si kembar sekarang lagi bersamaku di kota ini."kata Ghea.


"oh ya. baguslah Ghea. kamu ajak anak-anak pulang ke Indonesia ya nenek sudah rindu sama mereka."kata nenek.


"iya nek,aku beritahu dulu ke Riano gimana."kata ghea.


"iya sayang."kata nenek.


"nek,sudah ya,aku mau jalan-jalan dulu sama Riano."kata Ghea.


"tapi Ghea,si kembar sama siapa?"tanya nenek.


"si kembar sama Yeni,temanku. nenek ingat yeni,teman sekolahku dulu semasa aku kecil."kata Ghea.


"iya nenek ingat. kalian bertemu di sana?"tanya nenek.


"iya nek. ceritanya panjang nek. ntar ku ceritakan ke nenek kalau aku sudah di Indonesia ya."kata Ghea.


"iya sayang."kata nenek.


"bye nenek. Ghea sayang nenek."kata Ghea.


"iya sayang. nenek juga sayang Ghea. hati-hati di jalan ya sayang."kata nenek.


"iya nek."kata Ghea yang langsung menutup telepon pada ponselnya.


"gimana kabar Ghea?"tanya kakek pada nenek.


"Ghea baik-baik saja. cuman hubungan mereka kandas karena sedekat ini mereka kan bercerai."kata nenek.


"iya. biarkan saja mereka. mereka sudah dewasa. mereka tau apa yang harus mereka lakukan. kalau memang mereka jodoh,mereka pasti bersatu kembali seperti kita sekarang."kata kakek.


"iya. kamu benar."kata nenek.

__ADS_1


__ADS_2