
Ucapan Mawar membuat semua orang yang ada di sana terkena serangan ginjal dadakan. Bagaimana bisa Bayu menikah lagi dan juga bagaimana bisa Mawar mengetahui semua ini. Tidak! Ini pasti hanya akal-akalan Mawar saja, Rosa berpikir Mawar pasti sangat ketakutan saat ini. Untuk itu ia berbohong dan mengatakan kepada mereka jika saat ini Bayu sudah mempunyai istri baru. Ya, pasti itulah yang sebenarnya terjadi karena tidak mungkin Bayu menikah lagi pikir Rosa.
"Jangan berbohong! Kau pikir aku akan tertipu dengan ucapanmu!" sentak Rosa. Namun, Mawar hanya memperlihatkan ekspresi santai dan tenang. Ia kini sangat menikmati ekspresi Rossa yang sangat ketakutan. Biarlah saat ini ia menjadi menantu durhaka, ia tidak peduli karena mertuanya pun sudah melakukan hal yang di luar batas. Dan membuat mawar menjadi hilang kendali dalam memperlakukannya.
"Untuk apa aku berbohong, jika kau tidak percaya kau bisa menelepon suamimu sendiri. Karena saat ini dia sedang menikahi istri barunya yang sangat cantik, masih muda dan dia pun juga sangat baik. Yang jelas dia lebih baik darimu dari segala hal," ejek Mawar.
"Bunga Kamboja, kau sedang tidak berbohong kan?" tanya Satya, jujur Ia pun sangat terkejut mendengar jika Papanya menikah lagi, itu berarti ia akan mempunyai Ibu baru.
"Aku sudah bilang untuk apa aku berbohong, jika kau tidak percaya kau bisa menelepon papamu sendiri," jawab Mawar.
Sedangkan si gadis kurang bahan, hanya celingukan tak mengerti dengan situasi yang ia hadapi saat ini. Tadinya ia ingin menggoda Satya dan berharap jika Satya akan tergoda olehnya. Dan ia bisa masuk ke dalam kehidupannya. Namun, nyatanya bukannya ia masuk ke dalam kehidupannya Satya, yang ada Ia hanya masuk angin karena pakaian yang digunakannya
Sungguh sial sekali nasibnya, itulah nasib jika mengikuti jalan yang sesat. Mempunyai niat buruk untuk menghancurkan rumah tangga orang lain, malah membuat dirinya terlihat sangat bodoh dan memalukan berada di sana. Hingga Sherly pun memutuskan untuk pulang saja, ia tidak mau terus berada dalam situasi yang sama sekali tidak menguntungkan untuknya. Bahkan calon menantu yang digadang-gadang wanita terhormat ini pulang tanpa berpamitan kepada Rosa. Ia pergi dan meninggalkan Rosa dalam keadaan Rosa yang tidak baik-baik saja. Tanpa mempedulikan Rosa yang mengalami shock jantung.
"Tidak! Ini tidak mungkin, suamiku tidak mungkin menikah lagi!"
"Apa kau masih belum percaya, aku bisa mengantarmu jika kau mau," Sungguh Mawar sangat bahagia melihat Rosa shock sampai seperti itu.
__ADS_1
"Tapi sayangnya, Papa melarangku untuk mengajakmu menyaksikan pernikahan Papa. Karena nenek sihir sepertimu pasti hanya akan membuat keributan di sana," ucap Mawar sambil tertawa bahagia. Bunga Kamboja ini bahagia sekali melihat mertuanya menderita.
Tidak ingin melihat Rosa yang terpuruk, Mawar pun pergi meninggalkan Satya dan Rosa. Lebih baik ia pergi mandi dan beristirahat, daripada mendengarkan tangisan Rosa yang merusak gendang telinganya.
*
*
*
Sebenarnya hari ini ia memang menikah lagi, dengan seorang gadis cantik yang usianya di atas Mawar beberapa tahun. Namun, gadis ini sangatlah lembut dan juga pengertian. Sikapnya yang hangat selalu membuat Bayu merasakan tenang jika bersamanya.
Di saat kepalanya hampir pecah saat bersama dengan Rosa, gadis yang bernama Arini ini mampu membuat hati Bayu menjadi sangat tenang. Untuk itu ia merasa beruntung karena memiliki istri seperti Arini.
Dan yang tahu semua ini hanyalah Mawar saja, itu pun karena menantunya ini secara tak sengaja melihat dirinya sedang bersama dengan Arini saat sedang meeting. Saat itu Mawar melihat jika Bayu sedang bermesraan dengan seorang gadis cantik, dan Mawar pun mengira jika itu adalah selingkuhan dari mertuanya ini. Karena tidak mungkin jika seseorang rekan kerja akan bersikap mesra seperti itu.
Karena terlanjur ketahuan oleh Mawar, akhirnya Bayu pun memperkenalkan Arini kepadanya, jujur saja Mawar pun sangat senang melihat Bayu mempunyai pasangan lagi. Karena Mawar sudah sangat jengah dengan tingkah Rosa yang selalu menghina dan juga ingin memisahkan ia dengan Satya.
__ADS_1
Bahkan sudah berulang kali Bayu memperingatkannya. Namun Rosa sepertinya selalu menutup telinga dan juga hatinya. Ia tidak pernah mendengar peringatan dari Bayu, untuk tidak mengusik rumah tangga anaknya. Dan malah dengan sengaja ia selalu membuat rencana untuk memisahkan Mawar dan juga Satya. Sungguh itu adalah perbuatan yang sangat tidak baik dan juga perbuatan tercela. Bayu pun sangat tidak menyukai sikap dari istrinya yang keras kepala dan juga egois itu.
Sebenarnya Bayu sudah cukup lama memiliki hubungan dengan gadis yang bernama Arini ini. Namun, Baru kali ini Ia memutuskan untuk menikahinya, karena pria yang masih tampan di usianya ini, merasa membutuhkan ketenangan dalam hidupnya. Dan ia sama sekali tidak mendapatkan semua itu dari Rosa, hingga ia berpaling dan mencari ketenangan hidupnya sendiri yang semua ia dapatkan dari Arini. Sungguh sangat miris bukan, karena keberangkatan Bayu kali ini keluar kota adalah untuk meminang kekasihnya, dan menjadikannya sebagai istri baru dari Bayu.
"Sudahlah Mah, jangan menangis. Bunga Kamboja itu pasti berbohong hanya untuk membuat ginjal Mamah terkejut," ucap Satya mencoba untuk menenangkan ibunya. Namun, sebenarnya ia pun tak percaya jika Mawar berbohong. Karena Satya pun merasa, jika hal ini pasti akan terjadi jika mamanya Rosa tidak berubah. Karena, sebagai seorang suami papanya pun pasti merasa jenuh dan kecewa dengan sikap Rosa yang selalu egois dan tak pernah mempedulikan orang lain. Yang Rosa pikirkan selama ini hanyalah kebahagiaannya saja tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya.
Saat itu papanya pernah mengeluh tentang kehidupan rumah tangganya kepada Satya, dan sebagai seorang pria dan juga sebagai suami ia sangat mengerti perasaan Papanya ini. Sayangnya, Rosa masih tidak mau berubah dan selalu bersikap keras kepala dan juga seenaknya. Membuat Bayu semakin membulatkan tekadnya untuk mempunyai istri lagi.
"Tidak, dia pasti tidak berbohong. Apa yang dikatakan oleh menantu miskin itu pasti benar," ucap Rosa sambil menangis, tadinya Satya ingin kasihan pada Rosa. Sebagai anak iya merasa iba dengan nasib yang dialami oleh mamahnya. Akan tetapi tetap saja Rossa masih tidak bisa menjaga ucapannya dan selalu menghina Mawar istrinya. Dan itu membuat Satya tidak suka dengan sikap mamahnya yang seperti ini.
"Satya apa yang akan kau lakukan pada papamu jika ia membawa istri barunya?" tanya Rosa masih menangis sesenggukan, meratapi nasibnya yang mengenaskan. Ia berharap jika putra satu-satunya ini akan membelanya nanti dihadapan Bayu dan juga madunya.
"Aku akan mengajaknya berkenalan, memangnya apalagi," jawab Satya.
"Apa kau bilang!"
***
__ADS_1