
"aku dan shasha tadi sebenarnya mau pulang ke rumah, tapi pas di jalan, shasha bilang kamu di toko kue, makanya kami berdua berhenti di sini dan menemui kamu." kata kevin kepada rama.
"oh begitu."
"kakak rama, napa tadi nggak ke bandara?" tanya shasha kepada rama.
"kami pikir kakak datang ke bandara mengantar kak ghea ternyata nggak datang. sampai-sampai kak ghea.." lanjut shasha yang tiba-tiba terputus karena di senggol sama kevin untuk tidak boleh memberitahu ke rama.
"ghea napa?" tanya rama kepada shasha.
"ehm..kakak ghea..ehm..tidak..tidak apa-apa kak. kakak ghea hanya bilang ke kami kalau kemarin malam kakak bersama kakak ghea. ya. itu saja kog." kata shasha yang terpaksa membohongi rama padahal sebenarnya sebelum masuk ke dalam pesawat, ghea sering kali mencari rama.
"oh begitu. ya, memang aku kemarin malam cuman ke pantai saja bersama dia. dia meminta untuk tidak boleh mengganggu kehidupan dia lagi. aku memang salah. dari dulu, ghea selalu berusaha mencintaiku dan pada akhirnya aku mencintainya. saat kami ingin menikmati rasa cinta kita malah ada ujian cinta, aku malah gagal ujian itu. sedangkan ghea sudah beritau ke aku untuk mempertahankan tapi karena aku tidak mendengarkan dia, akhirnya jadi begini. hancur semuanya." kata rama yang keliatan wajahnya sedih dan menyesali dirinya. ini membuat kevin dan shasha ikutan sedih.
"gimana nih kak, dia keliatan sedih?" bisik shasha kepada kevin.
"sudah, kita tidak perlu mencampuri dulu. takutnya ghea marah sama kita. kalau kkta duluan membantunya."bisik kevin kepada shasha.
" ehem..ehem..kamu yang sabar ya bro.."kata kevin kepada rama sambil menepuk badannya. rama hanya diam saja.
"kakak kevin memang tidak mengurus pernikahan kakak dengan kakak andriana?"
"aku dan dia sudah tidak ada hubungan lagi. tadi pagi aku tidak menemui ghea di bandara karena aku mengurus sahamnya andriana yang selama ini di rampas oleh kakekku dulu. dan aku sudah mengembalikan sahamnya. untuk pernikahan sudah di urus andriana, sudah di batalkan."
"lalu,dia apa masih kumpul denganmu?"
"dia sudah ikut sama suaminya. sudah kembali ke suaminya."
"suaminya? dia sudah punya suami?"
"ya dia sengaja menutupi identitasnya supaya dia berhasil rencana balas dendamnya kepada keluargaku."
"balas dendam? maksud kakak apa?"
"dia balas dendam ingin menghancurkan keluargaku. kemarin dia sudah mengakui salah."
"oh begitu."
"sudah shasha. lebih baik kita pergi."
"tapi kak kevin.."kata shasha kepada kevin. tapi kevin hanya memberi kode kepada shasha untuk pergi..
" baiklah..kalau begitu, kami berdua pergi dulu ya kak rama. ada urusan kerjaan kak kevin. dah kak rama."kata shasha kepada rama.
"dah ya bro..sampai jumpa.." kata kevin kepada rama. setelah kevin dan shasha pergi dari toko itu, rama langsung ikutan pergi. beberapa jam kemudian, rama sampai di apartementnya. saat membuka pintu kamar apartementnya, rama melihat di kamar apartemen nya sudah tidak ada lagi barangnya andriana. ruangan menjadi sunyi kembali. lalu, rama menaruh tasnya dan melepas pakaiannya. rama melihat foto bingkai,foto rama bersama ghea dengan si kembar, ronald dan rosita.
"kapan kita bisa kembali seperti dulu ghea? apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku kepadamu?" batin rama saat memegang foto bingkainya.
di tempat lain...
GHEA POV...
ceklek...
suara pintu terbuka..
"mamah ghea bangun.." kata rosita dengan suara pelan sambil memegang tanganku untuk membangunkan aku.
"hoammzz.. ada apa sayang.."kataku yang baru bangun karena kecapekan.
"mamah kan sudah janji untuk jalan bersama." kata ronald kepadaku.
"oh ya sayang. baru inget mama. bentar sayang. mama mau cuci muka dulu ya.." kataku kepada mereka dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. beberapa menit, aku selesai mencuci muka dan menggosok gigi. lalu, aku menghampiri si kembarku yang sedang duduk di tepi ranjang.
"ehm, sayang memang mau kemana? kan ini sudah sore."
"terserah mama ghea aja, yang penting mama ghea harus nepati janji." kata ronald kepadaku. lalu, aku memangku rosita di pahaku dan membisikan kepada mereka.
"baiklah. mama kan ngajak jalan bersama kalian tetapi kalian harus janji jangan nakal nantiknya kalau di sana. gimana?"
"iya mama."
"baiklah, sekarang kalian bersiap-siap dulu sana. mama mau ganti baju. lalu mama kan nemani kalian berdua saja. oh ya sayang. papa mu kemana?"
"tadi papa pergi ke kantor."
"oh begitu. kog tumben sore begini pergi. sudahlah, aku mending mandi." bergumam sendiri.
__ADS_1
"yaudah sana siap-siap." kataku kepada anak-anak. lalu, anak-anak pun pergi dari kamarku. aku juga ke kamar mandi dan mandi.
beberapa jam kemudian, aku keluar dari kamar dan menghampiri anak - anak. lalu, mengajak anak - anak keluar dari rumah.
di dalam mobil..
"sudah siap sayang.."kataku kepada mereka.
" sudah siap mama."kata si kembar dengan serentak.
"oke. let's go.." kataku yang langsung menjalankan mobil. aku membawa anak - anak ke mall yang di sana banyak permainan bahkan aku ingin membelikan anak - anak permainan. aku ingin mereka menikmati jalan bersamaku. dalam 4 jam aku bersama anak - anak di mall makan bersama, menikmati permainan di mall, dan berbelanja bersama anak - anak. lalu kami bertiga pun pulang bersama ke rumah. setelah sampai di rumah, anak - anak terlihat lelah dan tertidur di mobil. lalu, aku menggendong mereka satu per satu dengan perlahan - lahan aku membawa mereka ke dalam kamarnya. setelah mereka di ranjangnya masing - masing, aku langsung menggantikan pakaian mereka pelan - pelan agar mereka tidak terbangun. kemudian, aku mencium kening mereka.
"kasian anak - anakku. ternyata mereka kesepian. riano selalu sibuk sama kerjaannya. sampai malam begini dia belum pulang. sedangkan mamahnya riano pun kembali ke villa nya juga sibuk sendiri. kalau mereka di jakarta, mereka tidak kesepian, aku selalu menyempatkan waktu untuk mereka walau aku sibuk kerja selain itu nenek selalu menemaninya tiap pagi sampai malam. lebih baik aku bicarakan ini kepada riano." batinku sendiri.
lalu, aku masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian. aku beristirahat dan menghubungi riano via whatshapp.
berikut isi whatshapp chat aku dengan riano
setelah menghubungi dia, aku keluar kamar. karena tidak bisa tidur, aku membuat kopi sendiri di dapur. setelah membuat kopi, aku ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. aku pun menemukan film yang cocok untukku. beberapa jam kemudian, aku mendengar suara mesin mobil. sepertinya, riano yang datang. aku pun menaruh kopi ku di meja. aku pun beranjak ke dapur dan membuat kopi hangat untuk riano. saat aku membuat kopi, tiba-tiba riano sudah di depan aku.
"hmm.. malam begini kenapa belum tidur? kan aku sudah bilang tadi tak perlu menungguku pulang. tapi, kamu masih saja menungguku pulang. kalau kamu begini membuat aku jatuh hati ke kamu karena dirimu sangat cocok untuk menjadi istriku."
"tapi tuan riano, nona ghea ini masih tidak berminat karena bagi nona ghea tuan riano hanyalah kakaknya saja." kataku kepadanya sambil memberikan gelas yang berisi kopi hangat yang sudah kubuatkan untuknya.
"hmm..begitu ya..aku, tuan riano pasti akan menaklukkan hati nona ghea. karena ini buatan nona ghea, pasti kopi ini pun nikmat." kata riano kepadaku. aku hanya tersenyum saja.
"sudah, ah.. riano. ayo sini duduk sama aku. ada yang ingin aku bicarakan kepadamu tentang anakmu." kataku kepadanya.
"ada apa dengan anakku?" tanya riano kepadmalam."aku melihat anakmu kesepian. apa setiap hari kamu selalu sibuk dan pulang larut malam begini? sedangkan mamimu apa sering di villa?" tanyaku kepadanya.
"aku memang begini karena banyak sekali pekerjaan yang menumpuk. sedangkan mamiku, ya hanya hari sabtu dan minggu berkunjung ke sini. dan anak - anak sering sekolah dari pagi sampai sore karena anak - anak juga ikut les. ya begitulah hari - hari kami di sini. memang kenapa ghea?" kata riano kepadaku.
"tidak apa - apa. oh begitu. lalu, apa kamu selalu terus begini?" tanyaku sekali lagi padanya.
"tidak juga. aku bisa meluangkan waktu bila aku memiliki istri seperti dirimu. Aku pasti akan betah di rumah karena memiliki istri dan anak - anak. jadi lengkap deh." katanya kepadaku yang membuatku terkejut.
"maksud kamu? aku, menjadi istrimu?"
"iya."
"ehm..baiklah..selamat malam ghea..selamat tidur.."
"terima kasih riano.." kataku dengan tersenyum kepadanya. senyumanku membuat luluh hati riano.
"ghea, senyumanmu membuatku tersentuh di hatiku. aku kan selalu menunggumu sampai kamu memberiku tempat di hatimu." batin riano saat melihatku.
aku pun terbaring di ranjang. beberapa menit kemudian, aku berkali - kali bolak balik badanku ke kanan ke kiri tapi tidak bisa tertidur. tidak bisa terpejam ini mataku. aduh..
ghea aku tetap menunggumu...
aku masih mencintaimu walau kamu pernah menikah...
kamu begini sangat cocok untuk menjadi istriku..
aku kan selalu menunggumu sampai kamu mau menjadi istri kamu...
kata - kata riano ini membuatku tidak bisa tertidur. apa maksudnya. hatiku masih mencintai rama. aku sengaja membuat rama begini untuk menginstropeksi diri supaya nantiknya kita bisa mengerti dan tidak akan terulang kembali kesalahan dulu. aku tidak bisa mencintai siapapun selain rama. walau aku sayang ronald dan rosita hanya sebatas anak angkatku saja bukan lebih. ya, aku benar dan tidak melakukan kesalahan. gimana kabar rama saat ini. apa aku mencoba menghubungi dia. tidak. jangan dulu, kalau aku menghubungi dia saat ini nanti di kira aku cewek yang lemah. lebih baik aku harus menunggu waktu yang tepat untuk rama. sudahlah, sudah malam, akh harus melupakan kata riano. akh harus tidur. lalu, aku pun tertidur.
keesokan paginya...
saat ini aku sudah tiba di rumah sakit yang baru. aku merekrut banyak orang untuk rumah sakit yang baru ini. sampai kelelahan banyak pekerjaan, aku pun beristirahat di ruang istirahat. saat aku beristirahat, ada seseorang yang tiba-tiba datang menemuiku.
tok..tok...
ceklek..
suara pintu terbuka.
aku terkejut karena melihat ada orang membawa bunga yang menutupi wajahnya.
"taaaarraaa.."
"riano.."
"aku tadi mencari mu di ruanganmu tapi kamu tidak ada. kata suster di sini, kamu di ruangan istirahat. makanya aku langsung ke sini."
__ADS_1
"tapi... untuk apa bunga ini.. dan kamu nggak kerja?"
"seperti ucapanku kemarin ke kamu, selama ada kamu di sini, aku kan betah bahkan aku kan meluangkan waktu untukmu."
"tapi riano.."
"apa kamu nggak suka dengan bunganya?"
"bunganya indah. tapi aku minta maaf, aku tidak suka."
"kalau gitu, aku buang aja, bentar aku belikan yang baru yang kamu suka untuk bunganya."
"riano... jangan. biar aku simpan aja bunganya. jangan kamu buang. dan tidak perlu kamu beli bunga yang baru."
"tapi ghea..kamu kan tidak suka. kenapa kamu simpan?"
"karena ini kan pemberian pertama dari kamu. ya aku simpan aja. tidak perlu kamj membuang uang mu untuk itu."
"baiklah, kalau kamu yang meminta, aku kan menurut."
"ehm.. ayo riano, kita keluar. ke ruanganku." kataku yang langsung menyeret dia ke ruanganku. setiba di ruanganku, kami memesan makanan dan makan bersama di ruanganku.
"hmm.. makan siang ini sangat sangat enak.."kataku kepada riano.
"huum..aku tau kamu pasti suka." kata riano kepadaku.
"makasih ya.. sudah menemaniku makan bersama saat jam istirahat." kataku kepada nya.
"tidak perlu begitu. mau pagi, siang, malam aku selalu menemanimu."katanya kepadaku membuatku tidak bisa berkata-kata.
" yaudah, karena sudah selesai makan, aku pergi dulu ya..mau balik ke kantor."kata riano kepadaku.
"oh ya.. hati - hati di jalan ya.."
"iya. tunggu di rumah ya nanti aku pulang sama anak - anak."kata riano kepadaku.
"iya."kataku kepadanya dengan tersenyum. lalu, riano pun pergi meninggalkan ruanganku. tiba-tiba ada ponsel berdering, aku melihat layar ponselku. ternyata yang menghubungiku, kevin. ada apa kevin telepon aku. aku angkat telepon saja.
" ya halo kevin."
"halo ghea. apa aku mengganggumu?"
"tidak. memang ada apa vin?"
"kemarin aku bertemu rama. dia ku lihat seperti sedih banget dan wajahnya kusut. seperti tidak bertenaga. dia bilang dia ke toko kue kesukaanmu. dia makan kue kesukaanmu dan dia ku lihat menangis."
"apa kondisi rama begitu?"
"aku hanya melihat saja."
"lalu, bagaimana dengan andriana?"
"cewek itu ternyata dia sudah menikah dengan wendi pratama."
"apa kamu bilang? andriana sudah menikah dengan wendi pertama. sejak kapan? kog bisa?"
" begini, keluarga dia, kakeknya dan bapaknya yang merampas saham perusahaannya dan bahkan membunuh kedua orang tuanya sehingga dia balas dendam menghancurkan rama. dia pun bertobat. dan mengakui kesalahan nya dan dia hanya meminta pada rama saham orang tuanya di kembalikan kepada dia. lalu, rama pun mengembalikan nya. kemarin, andriana sudah pindah ke rumah suaminya."
"oh begitu. lalu?"
"tadi, aku liat rama masuk rumah sakit."
"apa? rama masuk rumah sakit. kog bisa."
"aku tidak tau."
"kalau gitu, aku ke jakarta sekarang. kamu jemput aku di bandara ya. nanti ku kabari kalau aku sudah di bandara."
"tapi pekerjaanmu bagaimana di sana?"
"sudah selesai kog."
"baiklah."
"aku siap-siap dulu ya.."
"oke."
__ADS_1
lalu, aku pun mengakhiri telepon aku dengan kevin. aku pun bergegas pulang ke rumah dan menyiapkan bajuku ke dalam koper. lalu, aku langsung ke bandara dan membeli tiket pesawat.