Suami Bayaran

Suami Bayaran
rahasiaku terbongkar bahwa aku bukan felicia angelina tetapi ghea arlinda.


__ADS_3

Ghea POV.


keesokan pagi hari, aku pun pelan-pelan membuka mataku.


"hooammzz."kataku. lalu aku pun melirik ruangan ini. kog bisa aku di sini padahal semalem aku tidur di sofa di ruangan kerja kog bisa sekarang aku di tempat tidur, di kamarku sendiri. hmm,, aku harus mencari riano. apa riano yang menggendongku ya? huft.. udah lah.. biarin. lebih baik aku mandi dulu baru menemui riano. setengah jam kemudian, aku selesai mandi. pagi ini aku memakai baju setelan kotak-kotak motif yang keliatan cerah kalau di liat. segera aku keluar kamar dan menemui riano. aku mencari ruang kerjanya, di kamarnya, riano tidak ada. sampai ku cari di kamar si kembar pun tidak ada. hmm, ternyata riano tidur di sofa ruang tamu. jam segini anak-anak belum mandi dan belum makan. wah kebetulan banget.. pas banget.. ada perawat datang dan kini dia sedang di dapur sedang santai. lebih baik aku ke sana. begitu sampai di sana, ternyata perawat itu santai karena riano tidak memberi tugas untuknya. tetapi aku memberitau kalau aku berpura pura bilang kalau aku istrinya, sehingga perawat itu mau mengerjakan apa yang ku suruh. sekarang perawat itu mengurus kembar baik mandi dan sarapannya juga menjaga si kembar saat bangun. kemudian,aku menyiapkan sarapan untuk riano. karena aku hampir telat, aku pun langsung pergi tanpa pamit sama riano karena di kantor ada rapat. beberapa menit kemudian, riano pun terbangun.


"hooammzz.."suara riano yang sedang menguap. saat mata riano terbuka dan terbangun dia melihat kalau dia tidur pakai selimut padahal sebelumnya tidak. riano pun langsung bangkit dan berjalan menuju ke kamar anaknya dan ternyata si perawat tersebut sedang mengurus anaknya. setelah itu,riano langsung masuk ke kamarnya dan langsung mandi. selesai mandi, riano memakai baju yang khusus ke kantor. kemudian, dia keluar menuju ke dapur dan dia melihat ada tulisan di meja makannya bahwa "selamat makan ya riano. maaf aku cuman memberimu masakan ini. dari felicia angelina." riano menanggapinya hanya tersenyum dan langsung memakan masakan angel. beberapa menit kemudian,perawat tersebut ke dapur hanya mencuci alat makan bekas anaknya. riano pun langsung bertanya pada perawat tersebut.


"suster."panggil riano pada perawat tersebut.


"iya tuan. ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya perawat tersebut.


"siapa yang menyuruhmu mengurus anakku lagipula yang biasanya kan aku yang menyuruhmu lebih awal?"tanya balik riano pada perawat.


"nyonya angel yang menyuruhku tuan untuk mengurus anak-anak tuan. katanya nyonya angel itu istri tuan sehingga saya langsung mengerjakan tanpa menunggu persetujuan tuan. nyonya juga mengurus sarapan dan baju tuan sebelum berangkat kerja."jawab perawat tersebut dengan jujur.


"hmm.. baiklah.. sekarang kamu lanjutkan mengurus anakku sampai aku atau nyonya pulang kerja."kata riano.


"iya tuan. permisi."kata perawatnya.


setelah selesai makan,riano mengambil berkas di ruangan kerjanya dan langsung berangkat kerja.


jam pulang pun tiba,


aku pun membereskan meja kantorku dengan menata berkas-berkas dengan baik. tiba-tiba sekretarisku memberitau kalau tuan riano datang ke kantorku. aku pun menyuruh riano masuk ke ruanganku.


"masuk saja riano."kataku yang menyuruh riano masuk.


"ya ngel. kamu sudah selesai belum?"tanya riano


"ini mau pulang."kataku.


"yasud pulang yuk. aku mau nunjukkin hasil tes dna si kembar padamu."kata riano.


"iya."kataku. aku pun pulang bareng riano. kami berdua mampir ke resto untuk makan bersama. di resto,sambil menunggu pesanan makanan kami datang,riano memberiku hasil tes laboratorium yaitu tes dna si kembar. hasil test tersebut kalau si kembar,anaknya.


"si kembar adalah anakku. aku juga sudah menunjukkan ke kamu aku menjaga dan merawat si kembar dengan baik."kata riano.


"baiklah. kamu sudah menunjukkan bukti ke aku. aku kembalikan anakmu ke kamu. aku kan pulang ke indonesia setelah urusan kerjaan selesai. sampai aku tau si kembar napa-napa,aku kan merebut kembali si kembar padaku."kata angel.


"iya aku janji nggak kan menyakiti atau apapun sama anakku sendiri."kata riano.


aku hanya diam saja. makanan kami pun datang. kami berdua makan bersama. saat kami makan,ada seorang ibu hamil tiba-tiba menjerit dan kesakitan. semua penghuni yang berada di resto ini semua panik.

__ADS_1


"bos,wanita ini sepertinya mau melahirkan. sedangkan rumah sakit jauh dari sini. gimana ini bos?"tanya salah satu pelayan resto pada managernya. mendengar itu,aku pun menghubungi pesuruhku untuk mengambil alat medis yang ku simpan di rumah dimitri untuk di antar ke resto ini. setelah itu,aku beranjak dari kursi ini tapi di tahan sama riano.


"kamu mau kemana ngel?"tanya riano yang pura-pura nggak tahu.


"aku mau bantu sang ibu tersebut."kata angel.


"tapi kamu kan bukan.."kata riano.


"aku seorang dokter kandungan no. aku kepala dokter di rumah sakit di jakarta. tolong jangan menahanku. aku harus menolongnya."kata angel.


"baiklah."kata riano.


aku pun menghampiri wanita itu dan menyuruh pelayan resto membawa ke dalam sebuah ruangan kamar. lalu pesuruhku datang membawa tas yang berisi lengkap alat medis dan menyerahkan padaku. aku pun membantu sang ibu melahirkan anaknya. sedangkan di luar ruangan yang menunggu hanya suaminya sang ibu tersebut dan riano. aku tidak bisa mengerjakan sendiri sehingga aku meminta bantuan pelayan khususnya wanita untuk membantuku mengambil alat medis yang ku butuhkan. sehingga di kamar tersebut aku di temani 2 pelayan wanita untuk menolong sang ibu ini. beberapa jam kemudian, aku pun telah berhasil membantu sang ibu melahirkan.


di luar ruangan,


"oek..oek."suara tangisan bayi.


riano dan sang ayah bayi ini pun mendengar suara tangisan bayi ini terlihat bahagia.


"selamat ya pak."kata riano pada ayah tersebut.


"terima kasih tuan."kata sang ayah tersebut.


aku sedang menggendong sang bayi dan membersihkan bayi tersebut dari darah dan memberikan sebuah kain yang membuat sang bayi ini terasa hangat dan nyaman. setelah itu, aku memberikan bayi ini pada sang ibunda.


"selamat ya bu. anak ibu laki-laki."kata angel pada sang ibunda tersebut.


"terima kasih dokter."kata sang ibunda tersebut yang bernama Fenti, sambil memegang bayinya di sampingnya.


"sama-sama bu. kalau gitu saya keluar dulu ya.. saya panggilkan suami ibu untuk masuk ke dalam ruangan ini. permisi bu."kata angel pada sang ibunda. lalu aku keluar dan bilang pada suaminya kalau istrinya sudah melahirkan dan lancar. aku juga memberitahu suaminya kalau anaknya laki-laki dan tak lupa memberikan selamat pada suaminya. kemudian, aku memberitau pada pelayan yang sudah membantuku kalau fenti harus di bawa ke rumahnya dan aku pun meminta tolong yang memiliki mobil untuk di pindahkan ke rumahnya biar fenti dan bayinya bisa di rawat di rumahnya. kemudian suaminya menggendong istrinya,fenti ke dalam mobil dan di bawa pulang ke rumahnya. karena tidak cocok untuk ibu yang sudah melahirkan bila menginap di kamar kecil di dalam resto ini. mobil yang di tumpangi bu fenti dan suaminya juga bayinya dan di bantu banyak orang di dalam mobil tersebut. mobil yang aku dan riano tumpangi hanya mengikuti mobil tersebut saja. setiba di rumah bu fenti,kami semuanya membantu menaruh bu fenti di dalam kamarnya. sang bayinya pun ku taruh di ranjang kecil. aku pun membantu membelikan sebuah ranjang yang tertutup untuk bayi yang baru lahir. setelah selesai membereskan semuanya,aku dan riano pun pamit dengan keluarga kecil bu fenti.


"bu fenti,bapak alex. saya dan riano mau pamit dulu. besok saya kan datang lagi untuk menjenguk ibu untuk melihat kondisi ibu."kata angel pada mereka.


"iya bu dokter. terima kasih juga sudah memberikan kami banyak."kata bu fenti.


"oh nggak papa bu. anggap saja itu hadiah saya untuk ibu. dan ibu dan bapak nggak perlu membayar. saya membantu bapak ibu ikhlas. anggap saja ini hadiah dari saya."kata angel. kata-kata ini membuat riano terkesima karena tidak pernah riano bertemu wanita seperti ini. kebanyakan wanita yang di temui riano hanyalah belanja,menghabiskan uang dan nggak ada yang setulus seperti ghea. lalu aku dan riano pun pergi pulang. dalam perjalanan kami, terasa suasana canggung dan sepi. lalu riano pun memulai percakapan padaku di dalam perjalanan pulang ini.


"kamu sebenarnya siapa? kog bisa jadi dokter padahal kamu kemarin hanya bekerja di perusahaan saja.jawab jujur angel."kata riano padaku.


"baiklah. aku kan jujur kalau aku bukan felicia angelina tapi namaku asli ghea arlinda. itu memang perusahaanku sendiri karena aku di suruh kelola oleh kakekku sendiri. aku masih belajar mengelola perusahaanku yang di sini. aku lebih banyak fokus di rumah sakitku sendiri di indonesia. selain untuk pekerjaan,sebelum meninggalkan negara di sini,aku harus memastikan apakah nyaman dan aman untuk ronald dan rosita. lagian aku pulang ke indonesia aku ingin membangun rumah tanggaku sendiri. itulah sebenarnya tujuanku dan diriku."kata ghea.


"aku tidak marah. aku justru senang kamy mau jujur sama aku. kamu tenang saja soal anakku. aku janji padamu aku tidak seperti dulu lagi. aku kan berubah menjadi ayah yang terbaik untuk anakku sendiri. hmm.. by the way, kapan-kapan bolehkah aku dan anak-anak menjenguk kamu di indonesia?"kata riano pada ghea.

__ADS_1


"boleh kog."kata ghea tersenyum. akhirnya, aku bisa tenang si kembarku bisa bertemu keluarga kandungnya. aku pun memutuskan lusa kembali ke indonesia.


keesokan pagi hari,


aku pun bersiap-siap kembali pulang ke rumah keluarga dimitri karena besok aku harus kembali ke indonesia. itu saja riano dan si kembar menemaniku di rumah keluarga dimitri. karena tau besok aku kan pulang, Tuan dan nyonya dimitri pun merayakan perayaan kecil untuk merayakan perpisahaanku dengan keluarga dimitri dan riano juga si kembar. setelah perayaan selesai, tuan dan nyonya pun kembali tidur karena sudah malam hari begitu juga si kembar tertidur pulas di ranjangnya di kamarnya. sedangkan aku hanya di balkon saja melihat cahaya bulan di malam hari. tiba-tiba riano datang membawa minuman hangat untukku dan dia.


"belum bisa tidur ya kog di sini?"tanya riano padaku.


"eh, riano. iya nih. besok aku kan pulang ke indonesia. di sini membuatku mengenang. aku biasanya stiap hari bertemu si kembar dan hari berikutnya aku harus berpisah sama si kembar aku nggak bisa bayangkan nantiknya bila mereka tak ada di indonesia. uh..sudahlah.. lagipula aku pasti bisa terbiasa tanpa ada mereka. mau tidak mau aku harus kembali ke masa kehidupanku sebelumnya."kataku pada riano.


"sudah kamu lebih tenangkan hati dulu. ini aku kasih susu buatanku. di minum dulu selagi masih hangat. cocok untuk kondisi udara lagi dingin."kata riano yang sedang memberikan susu coklat buatannya padaku. aku pun mengambil dan meminum susu coklat tersebut.


"terima kasih ya no."kataku.


"iya sama-sama. apakah kamu sudah mempersiapkan untuk besok?"tanya riano.


"sudah semua."kataku singkat.


"memang rencana tiket pesawatnya berangkatnya jam berapa?"tanya riano pada ghea.


"jam 10 pagi."kataku.


"oh gitu. besok aku sama anak-anak nganterin kamuke bandara ya?"tanya riano.


"iya."jawabku dengan singkat.


"ya sudah. kalau sudah habis kamu tidur saja. nggak baik loh kalau begadang. nggak cocok untuk kesehatan. lagipula kemarin kamu habis ngurus orang yang baru baru saja melahirkan."kata riano.


"oh nggak papa no. ini dah biasa kog. ya ntar lagi aja tidur. tenang aja riano."kata ghea yang tersenyum pada riano.


"iya. ya sudah aku duluan ya.. aku ngantuk nih.."kata riano.


"iya. met tidur buat kamu, riano."kata ghea.


"iya. terima kasih ghea."kata riano yang tersenyum pada ghea.


"iya sama-sama."kata ghea yang sambil meminum susu coklatnya. sedangkan riano kembali pergi ke kamarnya karena riano mengantuk. akhirnya tugasku sudah selesai risa. risa yang di sana semoga kamu tenang di sana. anakmu sekarang sudah ku titipkan pada suamimu sendiri. besok aku harus pulang dan kembali ke kehidupan sebelumnya yang tidak memiliki anak. rasanya hampa memang. tapi mau gimana lagi aku harus terima kenyataan ini. lagian rama dan nenek di sana sudah lama menungguku pulang. aku pun harus menepati janji untuk rama dan nenek. sudahlah, sudah malam. lebih baik aku tidur dulu. masalah itu nanti saja ku pikirkan lagi kalau sudah di indonesia. batinku. lalu aku pun tidur nyenyak karena kelelahan banyak aktivitas akhir-akhir ini. keesokan hari,aku pun sarapan bersama keluarga dimitri,anak-anak dan riano untuk yang terakhir kali. hari ini perjumpaan dengan mereka telah berakhir hari ini. kemudian, riano membantuku memasukkan koperku di dalam mobilnya. kemudian, ronald dan rosita di temani suster duduk di belakang. sedangkan aku hanya berbicara sebentar dengan tuan dan nyonya dimitri.


"nona, kalau nona di sini lagi jangan lupa dengan kami ya. pintu rumah kami selalu terbuka untuk nona ghea. nona ghea sudah kami anggap sebagai anak kami."kata tuan dimitri.


"iya tuan nyonya dimitri. aku tak kan lupa dengan kebaikan tuan dan nyonya. aku pasti kan berkunjung menemui tuan dan nyonya karena berkat tuan dan nyonya aku bisa di sini. sekali lagi aku ucapkan terima kasih tuan nyonya atas semuanya. kalau gitu saya pamit dulu."kataku yang langsung memeluk nyonya dimitri dan menjabat tangan pada tuan dimitri. lalu aku pun masuk ke dalam mobil.


"hati-hati di jalan ya nak?"kata tuan dan nyonya dimitri dengan kompak. aku pun melambai tangan pada mereka. riano pun melaju mobilnya dan tak lupa memberi kode mengebel pada mereka.

__ADS_1


__ADS_2