Suami Bayaran

Suami Bayaran
jalan berduaan mengelilingi Surabaya.


__ADS_3

RIANO POV..


aku pun langsung menemui ghea yang sedang menikmati kopi di teras rumah.


"pagi Ghea. aku sudah siap. apakah kamu masih menikmati kopimu?"tanya riano.


"aku.. oh ya.. aku dah siap.. lagipula kopiku dah mau habis kog."kata Ghea padaku. aku hanya memandangnya saja.


"ehmm... aku.. mau taruh dulu cangkirku ke dapur ya."kata Ghea lagi padaku.


"iya Ghea. kalau gitu,tak tunggu di mobil ya.."kataku yang tersenyum padanya dan dia langsung masuk rumah dan menaruh cangkirnya di wastafel dapur. lalu,sambil menunggu kedatangan Ghea,aku menyalakan mesin mobil karena hari ini aku jalan bersama dia,aku kan menyetir sendiri tanpa di dampingi siapapun,hanya aku dan dia saja yang pergi. beberapa menit kemudian,Ghea pun muncul dan langsung masuk ke dalam mobil.


"maaf riano,aku tadi menaruh cangkirnya dan ku liat bibi nggak ada ya,aku sempatkan sebentar mencuci cangkirnya."kata Ghea padaku.


"iya gak papa. ayo kita berangkat."kataku yang langsung menjalankan setir mobil. beberapa jam kemudian,kami berdua telah sampai di house of Sampoerna. setelah sampai,aku memarkirkan mobilku,sedangkan Ghea menunggu di luar sambil melihat kondisi lingkungan di house of Sampoerna. lalu,aku pun menyusul Ghea.


"kamu liat apa Ghea?"tanyaku yang mengagetkan dia.


"oh ini mobil ini sangat tua. klasik juga."kata Ghea padaku.


"di sini memang museumnya pabrik Sampoerna. ayo masuk. kita liat di dalam."kataku yang langsung memegang tangan Ghea. tetapi Ghea malah menahanku dan kami berdua terhenti.


"ada apa Ghea?"tanyaku pada Ghea.


"itu riano. ada bus mini. untuk apa ya?"tanya Ghea yang polos tidak mengerti.


"oh yang itu,kamu mau naik?"tanya riano pada Ghea.


"tapi.."kata Ghea yang terputus karenaku. aku yang langsung menyeret Ghea ke tiket dan membeli tiket untuk kami berdua. setelah mendapat tiket aku pun bertanya pada pegawainya.


"maaf mbak,ini kapan ya busnya berangkat dan rutenya kemana saja ya?"tanya riano pada salah pegawainya.


"jam setengah 2 siang mas bus baru berangkat. rencana rutenya museum sepuluh November, museum kanker Indonesia dan museum wr.supratman juga keliling area sunan Ampel."kata pegawainya padaku.


"oh ya. terima kasih mbak."kataku yang langsung menyeret Ghea pergi dari ruangan tiket.


"kita kemana riano?"tanya Ghea padaku.


"ehm,ini masih pagi Ghea. nanti siang kita kembali ke sini setelah kita makan siang bersama."kataku pada Ghea.


"lalu,kita kemana sekarang Ano?"tanya Ghea padaku.


"kita jalan dulu ke pantai Kenjeran saja,bagaimana?"tanyaku pada Ghea.


"ehm. it's oke. terserah kamu deh."kata Ghea padaku.


"ehm,kamu tunggu dulu di dalam mobil,aku mau menelepon asistenku sebentar."kataku pada ghea.


"iya Ano."kata Ghea yang langsung masuk ke dalam mobil. kemudian,aku menghubungi asistenku untuk membuat tempat romantis untuk sore hari di pantai. setelah itu, aku pun masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil bersama Ghea. saat dalam perjalanan,Ghea melihat seluruh area jalan persimpangan di jalan.


"ada apa Ghea?"tanyaku pada Ghea.


"tidak apa-apa. aku hanya tidak mengerti. kita ini sebenarnya kemana Ano. katamu tadi ke pantai. kog kita malah mengantri di sini."kata Ghea padaku.


"iya. maaf. sementara kita ke Bangkalan saja dan melihat air terjun kokop."kataku pada Ghea. Ghea hanya terdiam saja. beberapa jam kemudian,akhirnya kami berdua sampai di air terjun kokop.


"wow. ini air terjun. keren ano."kata Ghea yang menjerit.


"iya. kamu suka?"tanyaku padanya.


"aku suka banget. baru kali ini aku ke sini. terima kasih Ano."kata Ghea yang tiba-tiba langsung memelukku.


"iya asal kamu suka,aku pun senang."kataku yang tersenyum pada Ghea. karena tersadar,Ghea pun langsung melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"ehm... maaf Ano."kata ghea padaku.


"iya tidak apa-apa. peluk lama juga nggak papa."kataku padanya.


"ehm,ayo ke sana Ano."kata Ghea yang langsung menggenggam tangan denganku.


"iya.. iya.."kataku padanya.


"ano,ayo foto yuk.."kata Ghea padaku.


"boleh.. tunggu sebentar.."kataku padanya. aku mencari orang yang bisa membantu kami foto bareng. akhirnya,aku menemukan orang yang bisa membantuku memotret kami berdua. lalu,kami berdua pun motret di seluruh tempat area air terjun kokop ini. setelah itu,kami berdua pun kelelahan langsung duduk istirahat sebentar.


"kamu lapar?"tanyaku padanya.


"iya nih.."kata Ghea padaku.


"ayo pulang yuk. aku tau restoran enak di sini."kataku pada Ghea.


"tapi,kakiku sakit buat jalan kaki. istirahat bentar lah."kata Ghea padaku.


"hmmm.. kelamaan.. kamu dah kelaparan begitu.. gini aja. sini kamu naik aja di punggungku. aku gendong kamu saja."kataku padanya.


"tapi Ano."kata Ghea yang ragu-ragu padaku.


"tenang aja. aku janji tak kan membuatmu jatuh. ayo naik ke punggungku."kataku padanya.


"baiklah."kata Ghea padaku. lalu Ghea pun naik ke punggungku dan aku pun menggendong dia dari belakang dan berjalan menuju pintu keluar dan kami berdua pun pulang dari air terjun kokop. beberapa jam kemudian,aku dan Ghea telah sampai di restoran platinum grill. lalu kami berdua pun memesan makanan di restoran ini. beberapa jam kemudian,setelah kenyang,aku mengajak Ghea kembali ke house of Sampoerna. beberapa menit kemudian,kami berdua telah sampai di house of Sampoerna.


"gimana Ano? kita tidak terlambat kan?"tanya Ghea padaku. aku pun sengaja berpura-pura sedih padahal tidak terlambat.


"gimana Ano. kog kamu hanya diam saja sih."kata Ghea padaku.


"kita telah.."kataku yang sengaja terputus.


"telah apa Ano?"tanya Ghea padaku.


"kamu itu ya no. aku takut sekali kalau sampai kita terlambat dan tidak bisa jalan keliling. padahal aku sangat ingin melihat museum itu."kata Ghea padaku. aku pun memegang kedua tangannya dan meyakinkan pada Ghea.


"kamu tidak usah tegang begitu dan terlalu serius begitu. aku tidak mungkin membuatmu sedih. aku selalu membuatmu senang Ghea. karena aku sangat mencintaimu Ghea."kataku padanya dan Ghea hanya terdiam dengan wajah merona merah.


"ehm,aku.. aku.."kata Ghea yang gagap padaku. aku pun menutup mulutnya dengan satu jariku.


"tidak usah di paksakan Ghea. aku mengerti kondisimu. walau kamu tidak mencintaiku,aku senang sekali kamu masih di sisiku saja. aku tidak memaksa kamu untuk mencintaiku."kataku pada Ghea.


"buat yang sudah membeli tiket bus mini silahkan berkumpul di ruangan tiket. terima kasih perhatiannya."kata pegawainya yang memberikan suara speaker dengan keras sehingga penghuni di museum ini mendengar suaranya.


"Ano,ayo kita masuk ke sana."kata Ghea yang langsung menarik tanganku untuk pergi ke ruangan tiket tersebut. lalu,kita berdua pun berkumpul dengan orang lain yang ikut bus mini. Dan ternyata yang ikut bukan pasangan serasi saja,tetapi anak kecil bersama orang tuanya pun ikut bersama. semua kalangan orang mengikutinya. lalu,kami berdua pun bersama naik ke bus mini. kami beserta yang lain yang sudah masuk ke dalam bus mini ini menikmati perjalanan rute yang sudah di tentukan. di berbagai tempat yang sudah di tentukan,kami berdua tak lupa memotret bersama. setelah selesai jalan bersama,aku mengajak Ghea pulang kembali ke rumah. selama perjalanan,karena kecapekan,Ghea pun ketiduran. setelah sampai,aku pun tidak tega membangunkannya dan malah menggendong Ghea ke dalam kamarnya. lalu,aku tak lupa menyuruh pelayan untuk menyiapkan pakaian untuk Ghea karena sorenya aku ingin mengajaknya ke suatu tempat romantis dan sekalian menyatakan perasaanku padanya.


di Jakarta,,


Rama POV.


hari ini aku mengajak keluarga kecilku,istriku,Andriana dan anakku yang berada di dalam kandungan istriku saat ini ke rumah baru. dalam perjalanan,istriku hanya diam saja sedangkan aku sibuk menyetir mobil. setelah sampai di rumah yang baru,kami berdua di sambut banyak pelayan di luar pintu rumah kami.


"selamat datang tuan nyonya di rumah yang baru. kenalkan kami semua adalah pelayan tuan nyonya yang baru yang siap melayani tuan nyonya."kata ketua pelayan pada kami berdua.


"ya. aku capek ram. aku masuk kamar ya?"tanya Andriana padaku.


"iya sayang. masuk saja dulu. aku ada perlu sama pelayan dulu."kataku pada Andriana.


"mari nyonya saya bantu temani nyonya ke dalam kamar."kata salah satu pelayan perempuan kepada Andriana. Andriana hanya mengangguk kepala saja. setelah sampai di kamar,Andriana memegang ponselnya dan melihat isi ponselnya.


"ini baru awal Rama kamu kan mengalami kerugian sendiri. hmmm.. Wendy kemana... kog dari kemarin tidak menghubungiku. aku jadi kangen sama dia."batin Andriana pada diri sendiri. lalu,Andriana mengganti pakaiannya dan tertidur karena kecapekan berjam-jam di perjalanan.

__ADS_1


di ruangan baca...


"bagaimana? apakah sudah kamu siapkan acaranya untuk besok?"tanyaku pada ketua pelayan.


"sudah tuan Rama. saya sudah mempersiapkan. dan sudah menyewa para dekorasi dan semuanya."kata ketua pelayan padaku.


"bagus. pokoknya jangan sampai mengecewakan aku karena acara ini sangatlah berarti untukku dan keluarga kecilku."kata Rama pada ketua pelayan.


"iya tuan. apakah ada lagi tuan? kalau tidak ada,saya bisa pamit. permisi."kata ketua pelayan padaku. aku pun menyuruh ketua pelayan pergi. kemudian,aku menelepon hendrikus.


"halo ini aku Rama. bagaimana? apakah kamu sudah mengurus undangannya?"tanyaku pada asistenku,hendrikus.


"sudah bro. cuman ada beberapa para tamu tidak bisa hadir."kata hendrikus padaku.


"tidak apa-apa. yang penting sudah ada yang mau hadir di acara ini. kalau begitu, sudah ya,aku mau kumpul dengan istriku."kataku pada hendrikus. dan aku menutup telepon kami. setelah telepon,aku berjalan dan masuk ke dalam kamar. di dalam kamar,aku melihat Andriana sedang terbaring di ranjang. kemudian,aku pun mandi dan memakai baju ganti. setelah itu,aku tak lupa menyuruh pelayan membawakan sebuah makanan untuk istriku,Andriana. beberapa menit kemudian,salah satu pelayan mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar dengan membawa makanan untuk aku dan Andriana.


"tuan,ini makanannya dan minumannya saya taruh di sini."kata salah satu pelayan yang memberitahu padaku soal makanan yang di bawa dia.


"iya."kataku pada pelayan tersebut. setelah menaruh,pelayan tersebut pun pergi dari kamar. aku pun pelan- pelan membangunkan Andriana.


"Andriana. sudah siang,ayo makan bersama."kata Rama pada Andriana. andriana pun bangun dan kami berdua makan bersama di kamar.


di Surabaya,


kediaman riano.


GHEA POV...


hooammzz... akhirnya rasa capekku hilang karena aku terlalu lama tertidur sehingga tak terasa aku sudah di kamar. aku pun langsung mandi. setelah mandi,aku pun melihat kaca riasku. aku mengingat kejadian tadi saat bersama riano. kenapa aku begini? kenapa akhir-akhir ini setiap bertemu riano aku selalu gugup padahal sebelumnya tidak begini. ada apa dengan diriku. hmmm...lebih baik ku tanyakan pada Shasha saja. siapa tau Shasha mengerti soal perasaanku ini. aku pun menelepon Shasha.


"halo Shasha."kataku pada Shasha.


"iya kakak. bagaimana kabar kakak? lama sekali tidak telepon aku sama kak Kevin? kemana saja kak?"tanya Shasha padaku.


"aku tidak kemana-mana. aku hanya bekerja sehingga tidak sempat menelepon kalian. maafkan aku sha."kataku pada Shasha.


"beneran sibuk sama kerjaan kakak. apa kakak tidak pernah jalan berduaan bersama kak riano?"tanya Shasha padaku.


"iya benar kamu sha. aku barusan saja pulang dari jalan-jalan bersama riano."kataku pada Shasha.


"cie..cie.. kakak.."kata shasha padaku.


"duh apaan sih sha."kataku pada Shasha.


"hehehe.. By the way,kakak ada perlu apa menghubungiku?"tanya Shasha padaku.


"begini sha. aku bingung dengan diriku. dulu aku menikah dengan rama aku sangat mencintai Rama. tetapi rasa ini sangat berbeda dengan saat bersama riano."kataku pada Shasha.


"beda bagaimana kak? aku tidak mengerti."kata shasha padaku.


"setiap bersama Rama aku mencintainya tetapi aku tidak sampai berdegup jantungku saat bersamanya. sedangkan sama riano aku sering grogi dan berdegup terus."kataku pada Shasha.


"akhirnya,kakakku yang cantik ini mendapatkan cinta yang baru."kata Shasha yang ini membuatku bingung.


"maksudnya sha?"tanyaku padanya.


"kakak. kalau sama kak Rama,kakak hanya kagum saja dalam arti kakak Rama itu ibaratkan kakak kagum dengan artis,fans dengan artis. sedangkan sama kak riano,kakak memang mencintainya."kata Shasha dengan jelas menjelaskan padaku arti cinta dan perasaanku ini selama ini.


"oh begitu ya. tetapi kenapa aku bisa sakit hati ya?"tanyaku lagi pada Shasha.


"ya jelas bisa sakit hati. itu cuman sebentar saja karena hanya rasa kagum saja. sedangkan perasaan cinta berbeda kakak. kalau pun ada wanita lain mendekati orang yang kita cintai,kita pun merebut kembali orang yang kita cintai menjadi milik kita kembali. apakah kakak dengan kak Rama merelakan Rama bersama wanita lain?"tanya shasha padaku.


"iya benar kamu,sha. aku dengan Rama malah merelakan dia pergi walau waktu itu hatiku terasa sakit hati. tapi lama kelamaan,aku sangat cepat melupakan dan membuang perasaan ini kepada Rama."kataku dengan panjang lebar pada Shasha.

__ADS_1


"iya kan sudah ku beritahu tadi kak. kalau kakak dengan kak Rama hanya sekedar kagum aja."kata shasha padaku.


"oh begitu. thanks sha atas saran mu. dah ya sha."kataku padanya. kemudian,aku pun menutup telepon ini.


__ADS_2