Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 86


__ADS_3

"Sedang apa di sini?" tanya Tama dengan begitu ramahnya dan membantu Rosa membereskan belanjaannya yang jatuh berserakan.


"Aku baru saja habis belanja," jawab Rosa memaksakan tersenyum, ia tak mau terlihat memalukan dan menyedihkan di mata Tama. Karena kini ia sedang berhadapan dengan mantan suaminya dan juga istri barunya.


"Rosa siapa dia?" tanya Bayu, yang terlihat tak suka pada Tama yang membantu Rosa. Kenapa pria ini terlihat sangat ramah pada Rosa, dan Rosa pun tak terlihat terganggu olehnya. Padahal setahu Bayu, Rosa adalah orang yang sangat pemilih dalam bergaul dan juga berteman. Tapi kini, ia melihat Rosa merasa tak terganggu dan malah terlihat malu-malu m


Bayu penasaran kenapa Rosa terlihat bahagia saat melihatnya, melihat pria yang jauh lebih tampan dan juga gagah dibandingkan dengannya. Apa dia adalah kekasih Rosa, pikir Bayu. Namun, pria ini menolak pikirannya dan menyangkal jika Rosa tak mungkin memiliki kekasih. Karena sampai kapan pun, hanya Bayu pria yang istimewa di hati Rosa. Hanya Bayulah pria satu -satunya yang dicintai oleh Rosa. Percaya diri sekali memang pria tukang selingkuh ini. Mungkin saat itu ia melihat Rosa yang begitu hancur, hingga iya berpikir jika ialah pria satu-satunya yang dicintai oleh Rosa. Rosa pun kemudian melihat ke arah Tama sambil tersenyum manis, bahkan sangat manis. Tapi Bayu tak suka melihatnya.


"Dia ..."


"Perkenalkan saya Tama," ucap Tama mengulurkan tangannya pada Bayu. Bayu pun menyambut uluran tangan Tama, terlihat gagah sekali pria ini pikir Bayu. Raja berudu mendadak inscure melihat Tama yang jauh lebih segalanya dibandingkan dengan dirinya, yang hanya begitulah.


"Apa hubungan kalian? tanya Bayu dengan tatapan menyelidik, terlihat sekali berudu gatal ini cemburu pada Tama. Jelas ... ia pasti cemburu, secara Tama menang dari segi apapun.


"Hubungan kami ini privat, jadi anda tak perlu tahu lebih jauh," jawab Tama, tegas dan lugas.


"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh tahu?" sepertinya Bayu sangat penasaran dengan hubungan mereka berdua. Karena jika dilihat dari tatapan matanya, ada hubungan yang tak biasa dari mereka berdua.


"Sepertinya saya tidak mempunyai kewajiban untuk memberitahukannya pada anda," jawab Tama terdengar lembut namun tegas.


"Asal anda tahu jika saya ini adalah ...."

__ADS_1


"Mantan suamiku," potong Rosa. Bayu terlihat tak suka saat Rosa mengatakan hal itu. Kenapa kata-kata mantan suami seolah menohok hati Bayu. Ia tak suka jika Rosa memperkenalkannya sebagai mantan suami. Rupanya telinga Bayi u masih merasa ganjil untuk mendengarkan kata-kata itu.


"Anda hanya seorang mantan suami, tapi anda ingin tahu privasi mantan istri anda?" tanya Tama, memandang Bayu dengan tatapan aneh.


"Itu karena saya masih peduli padanya, saya tidak akan membiarkan ada orang yang berbuat jahat padanya. Apalagi orang yang baru ia kenal,".ucapnya, seolah ia sangat masih peduli dan ingin melindungi Rosa. Sayangnya Rosa sama sekali tak membutuhkan itu. Rosa tak ingin Bayu menjadi penghalangnya, untuk bisa dekat dengan Tama.


"Sayangnya kami sudah lama mengenal, benar kan Rosa?" ucap Tama, sengaja ia tak menambahkan embel-embel Nyonya pada Rosa seperti ia biasa memanggilnya. Itu ia lakukan agar mereka terlihat dekat di mata Bayu.


"Iya,kami sudah lama saling mengenal. Jadi sebaiknya kau jangan campuri urusanku!" ujar Rosa, ia bicara seperti itu dengan penuh penekanan. Berharap jika mantan suaminya ini jangan ikut campur lagi urusannya. Rosa takut, jika pendekatannya dengan Tama akan gagal gara-gara Bayu. Rosa tidak akan pernah rela jika ia gagal mendekati Tama. Karena pria ini sudah mencuri hatinya.


"Rosa!"


"Mas ..." ucap Arini sangat lembut, sejujurnya wanita yang berstatus istri baru Bayu ini merasa cemburu, karena suaminya masih terlihat sangat peduli pada mantan istrinya.


Sepertinya Bayu telah salah menilai hatinya, ia pikir jika cinta untuk Rosa telah hilang tak bersisa. Nyatanya, ia tak sanggup melihat Rosa dekat dengan pria lain. Apa ini artinya ... ahhh sudahlah, untuk sekarang Bayu tidak ingin dulu banyak berpikir. Ia ingin fokus dulu pada usaha barunya, karena sejak perceraiannya dengan Rosa. Ia harus merintis kembali usahanya.


Dan untuk usahanya yang sekarang, ternyata tak semudah yang ia bayangkan. Semua tidak berjalan terlalu lancar, karena masih saja ada halangan yang membuat usahanya tidak berjalan lancar.


"Mah ..." panggil Mawar, ia baru saja selesai belanja. Ia cukup terkejut saat melihat papa mertuanya bersama dengan istri barunya.


"Mawar, kau sudah selesai?" tanya Rosa.

__ADS_1


"Sudah Mah, Tuan Tama, anda juga ada di sini?" sapa Mawar, tanpa menyapa Bayu terlebih dahulu. Bunga Kamboja ini malah menyapa calon mertua barunya.


"Iya, ada yang ingin aku beli. Oh ya boleh aku pinjam Mamahmu sebentar?"


"Kau pikir dia barang, harus pinjam segala!" cibir Bayu.


"Kenapa pinjamnya sebentar, lama juga tidak apa-apa," goda Mawar.


"Hei dasar anak nakal," ucap Rosa malu-malu ayam, membuat mantan penghuni hati Ratu kodok kebakaran bulu kaki saja. Apalagi Mawar menantunya yang dulu mendukungnya, kini malah seolah tak peduli padanya.


Ya ... dulu Mawar mendukung Bayu hanya untuk sebatas memberikan Satya pelajaran hidup agar tidak manja. Tapi untuk perselingkuhan dan juga pernikahan barunya, Mawar sama sekali tak pernah mendukung itu. Justru beberapa kali ia menentang dan memberi tahu Bayu untuk tidak melanjutkan pernikahannya dengan Arini. Akan tetapi Bayu selalu tutup mata dan telinga dengan apa yang Mawar katakan.Justru ia lebih mendengarkan suara hatinya untuk melepaskan Rosa dan menikahi Arini. Dan sikap Bayu itu membuat Mawar kecewa dan tidak mau lagi bertemu dengan Bayu, dan tak pernah lagi mau bicara dengannya.


"Bagaimana apa kau setuju?" tanya Tama pada Rosa.


Oh ya ampun lihatlah, Rosa semakin malu-malu kambing dan semakin salah tingkah gara-gara Tama. Rona bahagia tak bisa ia tutupi, membuat hati Bayu semakin gosong.


"Baiklah," jawab Rosa.


"Kalau begitu kami duluan," pamit Tama pada Mawar dan juga pada Bayu.


"Ayo," ajak Tama pada Rosa. Demi kerang ajaib hati dan jantung Rosa kini sedang berdisco ria di dalam sana.. Sedangkan hati Bayu kini mulai terpanggang bahkan otaknya, sudah mulai matang dan hampir gosong, saat melihat Rosa pergi bersama dengan Tama. Pria yang jauh lebih tampan dan bahkan jauh Lebih kaya dari Tama. Dengan sokongan dan dukungan penuh dari keluarga Guntara. Bayu hanyalah sebuah remahan gorengan jika dibandingkan dengan Tama.

__ADS_1


****


Gosong gak tuhhhhh 😌


__ADS_2