
di rumah sakit pondok indah..
"tolong bantu teman saya. suster..dokter..!!!"jerit orang yang berada di luar pintu yang sedang memanggil dokter dan suster untuk meminta tolong bantu temannya yang sedang terluka.
"tolong sus,selamatkan teman saya..!!"kata ferlina pada suster.
"iya harap anda tenangkan dulu dan tolong anda menunggu di luar dulu. biarkan kami mengurus teman anda."kata suster pada ferlina yang menyuruh ferlina untuk bersabar menunggu.
"baiklah sus. terima kasih."
lalu pasien yang sedang terluka pun masuk ke ruang icu. beberapa menit kemudian,dokter kevin pun masuk ke ruang icu menangani pasien tersebut. dan menanyakan suster tentang pasien tersebut. kemudian dokter kevin pun keluar ruangan icu setelah memeriksa pasien tersebut.
"siapa yang merupakan keluarga pasien bernama Shasha?"tanya dokter yang menangani pasien tadi.
"saya bukan keluarganya tetapi saya temannya."jawab ferlina.
"kamu yang bawa nona shasha ke sinikah?"tanya dokter sekali lagi pada ferlina.
"iya benar,dokter."jawab ferlina pada dokter tersebut.
"keluarganya di mana?"tanya dokter pada ferlina.
"orang tuanya lagi di luar negri dokter."
"apa tidak ada keluarganya yang lain?"
"memang napa dokter?"tanya balik ferlina pada dokter tersebut.
"pasien ini membutuhkan donor darah masalahnya pihak rumah sakit darahnya tidak cocok."jawab dokter kevin.
"memang golongan darahnya apa dokter?"tanya ferlina dengan serius.
"golongan darah AB+."jawab dokter kevin.
"waduh saya bukan golongan darah itu. terus gimana dokter. tolonglah bantu teman saya.."jawab ferlina dengan jelas dan memohon dokter kevin membantu temannya,shasha.
"baiklah.. sebenarnya ada solusinya.. saya lah sendiri yang punya golongan tipe darah itu. ya sudahlah. kamu tunggu dulu. saya kan masuk dulu."
"baik,dokter. terima kasih banyak dokter."
"iya."kata kevin pada orang tersebut yang bernama ferlina yang merupakan sahabat shasha. kevin pun langsung mendonorkan darahnya untuk shasha. setelah mendonorkan darah,kevin pun langsung pergi dari ruangan dan menemui ferlina.
"gimana dokter? hasilnya?"tanya ferlina pada dokter kevin.
"tenang saja. temanmu pasti baik-baik."
"terima kasih dokter."
"iya sama-sama. maaf sebelumnya,bolehkah saya ingin tau tentang pasien saya?"tanya dokter kevin pada ferlina karena kevin penasaran dengan asal usul pasiennya yang bernama shasha.
"teman saya,shasha?"
"iya benar."
"apa yang ingin dokter tanyakan pada saya tentang shasha?"tanya ferlina pada dokter kevin.
"kog bisa terluka begitu,bagaimana kejadiannya. maaf terlalu mencampuri."tanya balik kevin pada ferlina.
kemudian ferlina pun menjelaskan kejadian kecelakaan tersebut bahwa shasha telah di tembak oleh tunangan mantannya dan di dorong sampai jatuh ke dalam air laut. untung saja, ada yang menyelamatkannya. kemudian ferlina dan tim penyelamat membawa ke rumah sakit ini.
"oh begitu ceritanya. lalu orang itu gimana? apa sudah di tangkap?"tanya dokter kevin pada ferlina.
"saya sih sudah melaporkan ke pihak kepolisian. tapi nggak tau kenapa kog saya belum di kabarin sama pihak kepolisian. tapi sebenarnya kasian banget si shasha."jawab ferlina.
"memang napa fer?"
"shasha dari dulu tidak pernah di perhatikan sama orang tuanya. dia selalu bersama bibi dan paman yang mengurus dia dan rumahnya. orang tuanya selalu sibuk kerjaan melulu. maklumlah orang tua nya itu kerja di bidang politik. dia selalu gagal di permainkan soal cinta."kata ferlina pada dokter kevin dengan curhatnya tentang shasha.
"di permainkan bagaimana?"tanya dokter kevin pada ferlina.
"ya gara-gara cinta dia menjadi terluka dan kecelakaan begini dok."
"oh begitu. lalu kalian ini masih sekolah?"
"iya dok. kami berdua kuliah di kampus Universitas Trisakti. kami ambil jurusan hukum dok. tapi kami sudah semester 5."
"oh begitu. sekarang kalian tinggal di mana? kamu di sini apa tidak di cariin orang tuamu?"
"tadi saya sudah ijin ke ibuk kog dok lagipula ibu saya tau saya ke sini sama sahabat saya."
"oh gitu. ya sudah. lebih baik kamu pulang saja dulu. besok pagi kalau kamu sudah selesai kuliah baru kamu boleh ke sini. untuk urusan sahabatmu serahkan saja ke saya. kamu tidak perlu khawatir. kalau ada apa-apa pasti kamu ku hubungi."kataku,dokter kevin pada ferlina.
"baik dok. terima kasih. saya pamit pulang dulu dok."kata ferlina yang pamit pulang.
"iya hati-hati di jalan."kataku kepada ferlina. ferlina hanya menanggapi dengan menganggukkan kepala saja. kemudian aku langsung menemui pasienku shasha dan melihat dia terbaring di ranjang. dan aku langsung mengambil kursi dan mendekati dia dan duduk di dekat ranjang dia. lalu ada suster datang masuk ke ruangan yang ingin bertemu aku.
"dokter,napa ada di sini?"
"saya di sini sebagai dokter harus bertanggung jawab pada pasien. lagian tidak ada keluarganya menemui dia. lebih baik kamu pergi saja. untuk urusan dia biar saya yang mengurus dan pasti saya akan panggil kamu kalau ada apa-apa."
"tadi dokter ferry menyuruh saya untuk memanggil dokter."
"memang ada apa?"
"saya tidak tau dok."
"ya sudah kamu pergi saja. biar saya di sini yang langsung menelepon dia."
"baik dokter. saya permisi."
aku pun langsung menelepon dokter ferry mengenai bahas pekerjaan saja. saat aku lagi menelepon,pasien yang bernama shasha telah siuman dari tidurnya..
"ugh..kepalaku sakit. aku di mana?"
"eh sudah ya fer,pasienku sudah siuman. aku mau periksa dulu pasienku. nanti ku hubungi lagi."kataku yang langsung mengakhiri telepon. Dan aku langsung menghampiri shasha.
__ADS_1
"nona shasha bisa saya periksa sebentar.."
"anda siapa?"
"saya dokter. teman anda yang bernama ferlina yang membawa anda ke rumah sakit di sini. dan saya di sini yang merawat anda sampe sembuh selama anda masih di rumah sakit ini. apakah boleh saya memeriksa anda sebentar."
"oh silahkan dokter."
lalu aku pun memeriksanya. kemudian aku langsung memanggil suster untuk membantuku mengambil obat untuk nona shasha. setelah itu,aku langsung menghampiri nona shasha.
"apa kamu ingin haus?"tanyaku pada shasha,pasienku sendiri.
"iya dok."jawab shasha dengan singkat.
aku pun langsung mengambil air putih untuk dia.
"terima kasih dok."
"kalau boleh tau, bisakah kamu menghubungi orang tuamu kan kamu masuk rumah sakit?"tanyaku dengan pura-pura tidak tau kepada shasha.
"maaf dok. orang tua saya sibuk pasti nggak mau di ganggu kalau di telepon."
"ya sudah. apakah kamu merasa lapar?"
"ya dok."
"ini kemarin saya belikan roti buat kamu. lebih baik kamu makan roti dulu. saya belikan nasi bungkus dulu. kamu jangan turun dari ranjang dulu. dan tunggu saya kembali. saya nggak kan lama kog. mungkin saya kembali 15menit lagi."kataku untuk memberikan perintah pada shasha.
"iya dok. saya pasti mengikuti perintah dokter. dan terima kasih banyak dokter."jawab shasha.
"baiklah. saya pergi dulu. dah ya.."kataku untuk pamit.
"dah juga dok."jawab shasha.
kemudian kevin langsung pergi mencari nasi bungkus untuk shasha. setelah mendapat nasi bungkus,aku pun langsung menghampiri ruangan kamar yang di tempati shasha.
tok tok tok..
suara pintu kamar rawat pasien. kamar yang di tempati nona shasha ini kamar VIP yang berkelas sehingga hanya dia saja pasien sendiri yang menempati kamar tersebut. kemudian aku pun langsung masuk ke kamar shasha.
"nona shasha,ini saya bawakan sendok dan nasi buat kamu. kamu bisa makan sekarang kalau kamu merasa masih lapar."
"sepertinya masih lapar dok. cuman boleh kah saya makan sendiri dok."
"hmm..tidak boleh.. kamu belum pulih. biarkan saya menyuapi kamu. karena saya khawatir kamu napa-napa. maaf sebelumnya,bolehkah saya menyuapi kamu?"
"boleh dokter. tapi napa dokter begini pada saya?"
"sebagai dokter,saya harus memperhatikan pasien saya dan harus mempertanggung jawabkan apalagi kamu merasa sendirian dan tak ada yang memperhatinkan kamu. memang sahabatmu yang peduli sama kamu. tapi kemarin saya melihat sahabatmu kasian karena dia yang membawa kamu ke sini dan begitu khawatir dia nggak peduli dengan kelelahan dia sendiri. dan kemarin sudah ku suruh pulang dan akan kembali ke sini besok pagi setelah sahabatmu selesai kuliah. jadi,mulai sekarang yang mengurusmu selain sahabatmu ya saya. kamu nggak perlu sungkan sama saya. oh ya saya lupa. nama saya,kevin revano. sambil makan ya ngobrolnya.. aa dulu.."kataku pada shasha sambil menyuapi makanan pada shasha.
"hmm.. saya shasha andriana."
"iya sudah. lanjutin dulu makanannya ya.. oh ya jgn panggil aku dokter tapi panggil langsung kevin oke?"
"iya dok..eh kak kevin."
"sha,kamu istirahat dulu ya,kalau ada apa-apa panggil aku ya? bentar ya aku mau buang sampah ini dulu. nanti aku kembali."kata kevin.
"iya kak kevin."kataku,shasha.
aku pun meninggalkan kamar dan langsung membuang sampah. saat aku di luar kamar,aku bertemu ghea.
"kevin.ngapain kamu di sini?"tanya ghea pada kevin.
"aku di sini lagi merawat pasienku."jawab kevin pada ghea.
"oh gitu. kamu nggak kerja ta vin?"
"ntar aja.. nunggu dia tidur baru aku kembali kerja.."
"tumben kevin begini.. siapa sih pasien itu?"batin ghea pada kevin.
"oh gitu. ya sudah aku tak pergi dulu ada urusan sebentar. ada berkas yang ketinggalan."kata ghea yang mengakhiri percakapan dengan kevin.
"huum.. silahkan ghea.. salam buat suamimu ya.."
"iya..makasih ya vin.."
kemudian kevin pun langsung masuk ruangan kamar VIP. saat masuk ke dalam, kevin melihat shasha sedang asyik memegang handphonenya sendiri.
"hmm,,lagi ngapain nih.. sampai nona shasha tidak istirahat malah asyik main hp.."kata kevin yang sedang memperhatinkan pada shasha.
"nggak.. ini aku lagi balas grup chat temanku,ferlina."
"oh..trus..trus.."
"dia mau ke sini mau jenguk aku. oh ya dia juga titip salam buat kakak dan katanya terima kasih sudah mau menemaniku saat dia nggak ada."
"oh gitu. ya nggak papa kog.. aku sih santai saja.. lagian kamu kan pasienku.."
"iya kakak.."
"ya sudah.. bolehkah aku mengerjakan lemburanku di sini?"
"oh boleh kak.. memang kakak nggak kerja? kog dari tadi menemaniku terus?"
"nggak papa. tenang saja.. yang penting kamu ada aku di sini."kata kevin yang membuat shasha tersentuh.
"kak,,"
"hmm.. ada apa shasha?"
"makasih kakak.."
"hehehe..buat apa shasha kamu berterima kasih padaku? kan aku tidak melakukan yang membuatmu berhutang budi padaku?"
__ADS_1
"nggak papa kak. aku hanya ingin saja mengucapkan terima kasih sama kakak. karena hanya kakak dan ferlina saja yang peduli sama aku. sedangkan orang tuaku..."kata shasha yang sedang menangis. kemudian kevin pun beranjak dari kursi dan mendekati shasha dan langsung memeluk shasha.
"sudahlah.. kamu nggak perlu menangis begitu. kan ada ferlina dan kakak. gini saja deh.. nanti kamu sudah sembuh,kamu boleh main ke ruangan kerja kakak gimana dan bisa bertemu kakak lagi dan kita bermain bersama-sama biar kamu nggak kesepian lagi di saat ferlina lagi sibuk?"
"beneran ta kak?"
"iya beneran. anggap aja aku ini kakakmu. gimana? mau nggak?"
"mau banget kak."
"iya kita janji ya.."
"iya janji kak.."
"hehehe.. sudah malam..sekarang kamu istirahat gih.."kata kevin yang langsung menyelimuti shasha. dan shasha langsung tertidur. kevin pun langsung melanjutkan pekerjaannya.
keesokan paginya,,
shasha pun bangun dan melihat kevin tertidur di meja kerjanya dengan kondisi laptop menyala. karena itu,shasha pun turun beranjak pelan-pelan mendekati kevin yang sedang tertidur pulas.
"kakak..bangun..sudah pagi.."
"hmm..sudah pagi ya..hoaammzzz.."
"iya kak.."
"kog kamu turun dari ranjang sha?"
"habis liat kakak tidur. shasha takut kakak terlambat kerja makanya shasha bangunin kakak."
"hmm.. ini jam berapa ya?"
"sudah jam 05:30 kak."
"waduh..kakak sepertinya terlambat..kamu ayo tidur di ranjang.. jangan jalan-jalan dulu..kakak mau mandi dulu.."
"iya kak.."
kemudian kevin pun mandi dan langsung ganti baju dengan setelan jas dokter.
"hmmm...kakak..sudah siap kerja ya?"
"iya sha..kamu sementara di temani suster ana ya karena kakak kevin ada pasien banyak..nggak papa kan?"
"nggak papa kog kak. lagipula nanti siang ferlina datang ke sini kog."
"hmm..tapi kalau ada senggang kakak pasti datang ke sana ya.."
"iya kak."
"oh ya jangan lupa pesen kakak ya..harus minum obat dan makan yang teratur dan jangan terlalu banyak kegiatan yang berat-berat nanti kakak pasti pantau walau kakak nggak di sini loh.."
"iya kak. tenang saja. shasha pasti menuruti dan nggak kan lupa pesan kakak."kata shasha dengan tersenyum. dan kevin pun balas balik juga dengan tersenyum.
"baiklah kalau gitu..kakak pergi ya..jaga kesehatan ya.."
"iya kak. met kerja ya kak.. semangat ya kak.."kata shasha pada kevin yang membuat kevin tersenyum pada shasha. lalu kevin pun kembali kerja sedangkan shasha pun di temani suster ana dan sambil melihat televisi di kamar.
"nona shasha kak ana pergi bentar dulu.."
"iya kak.."
beberapa jam kemudian, jam makan siang pun tiba.
"nona shasha ini aku bawakan makan siang dan obatnya.. di makan dan jangan lupa di minum obatnya ya.."
"iya kak ana.."
"ya sudah.. kakak balik ke ruangan dulu.. kalau ada apa-apa panggil kakak ya.."
"iya kakak..makasih ya kak.."
"huum.."
kemudian suster ana pun kembali masuk ruangannya untuk kembali kerja. sedangkan shasha melahap makanannya dan tak lupa meminum obatnya. beberapa jam kemudian,ferlina datang ke ruangan kamar shasha.
"shasha.."
"eh fer..sudah selesai kuliahnya? gimana kabar kampus fer?"
lalu kami berdua pun berbincang bincang membahas tentang kampus kami berdua. juga kami pun ketawa berbahagia sehingga terdengar kejauhan oleh kevin yang sedang berjalan menuju ke kamar shasha.
"ehem... sepertinya aku datang ke sini mengganggu ya.."
"eh kakak kevin.."
"kakak?"
"iya kakak kevin kan dokterku yang merawatku. sudah kamu itu jangan pikir aneh-aneh deh fer. kami berdua hanya sebatas dokter dengan pasien saja kog."
"oke..okelah.. kalau mau lebih juga nggak papa kog. iya kan dokter?"
"hehehe..."
"udah kamu itu fer. mending kamu bantu aku deh kerjain salinan catatanmu ke buku ku ya. kan kamu tadi bawa tasku ke sini."kataku pada ferlina.
"padahal ku pikir kamu sendiri yang menyalin..huft..nasib..nasib..beginilah shasha.."jawab ferlina.
"udahlah fer..kamu kan orang yang paling baik deh..hehehe.."kata shasha.
"sudahlah..kalian ini ya..shasha.."kata dokter kevin yang datang tiba-tiba.
"oh ya kak.."kata shasha
"aku periksa kamu bentar ya biar kakak bisa melihat hasil kondisimu saat ini.."kata kevin pada shasha.
__ADS_1
"iya silahkan kak.."kata ferlina dan shasha dengan kompak.
kemudian kevin memeriksa shasha. dan langsung pergi masuk ke ruangan dokter untuk memberikan resep untuk shasha dan menyuruh perawat mengurus obat shasha. setelah selesai, kevin pun melihat dari kejauhan shasha sedang berbincang bahagia bersama ferlina.