Suami Bayaran

Suami Bayaran
"selama kamu bersamanya,aku tidak bisa kembali kepadamu."


__ADS_3

GHEA POV...


"tidak. tidak bisa tuan rama. ini adalah keputusanku. dan kemarin kamu sudah setuju untuk bercerai dengan aku. ini sudah ku anggap tidak bisa kembali."


"tapi ghea.."


"maafkan aku tuan rama. mohon tuan rama pergi dari kantorku. aku hanya banyak urusan kerjaan. tolong tuan rama segera pergi dari sini." kataku yang menyuruh dia pergi dari kantorku'. lalu,rama pun pergi dari kantorku.setelah rama pergi,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu lagi. ternyata yang datang perawat yang kerja dengan aku.


"ada apa sus?"


"dokter ghea saya ke sini mengingatkan sebentar lagi ada rapat."


"oh iya sus. terima kasih info nya."


lalu,aku mulai membereskan berkas-berkas di meja aku. setelah itu,aku langsung ke ruang rapat. saat lagi berjalan,ku melihat dari kejauhan ternyata rama masih belum pergi dari rumah sakit. aduh, rama ini benar-benar menyusahkan aku. aku sudah menyuruhnya pergi tapi tetap saja masih di sini. sudah lah, nanti ku pikirkan lagi. aku saat ini lagi berjalan ke ruang rapat. akhirnya aku tiba di ruang rapat.


"selamat sore semuanya. maaf aku agak terlambat."


"tidak apa-apa dokter ghea."


"baik,kita mulai rapat hari ini. sekarang,saya sebagai presiden rumah sakit kapan hari saya menemukan lahan yang cocok untuk di buka cabang rumah sakit ini di surabaya. oleh karena itu,saya yang mengurus cabang rumah sakit yang baru. maka,untuk rumah sakit ini,saya tidak bisa di sini. untuk membantu mengurus rumah sakit ini,saya menyerahkan ini kepada dokter kevin sebagai presiden rumah sakit ini selama saya tidak di sini. demikian pengumuman ini sudah cukup jelas. apa di antara para dokter tidak setuju dengan keputusan yang saya umumkan tadi?"


"tidak ada dokter ghea. kami semua setuju dengan keputusan dokter ghea."


"bagus. saya ingin membuka kantor cabang lagi agar semua orang mengenal rumah sakit ini. baiklah, karena sudah cukup jelas. rapat ini saya akhiri di sini. silahkan semuanya kembali bekerja. trima kasih atas kedatangannya di ruangan rapat ini." kataku kepada semua para dokter di rapat ini. lalu semua para dokter pun meninggalkan ruangan ini. akhirnya selesai juga. eh kevin ternyata masih menunggu ku di dekat pintu ruangan ini. lalu,aku mendekatinya.


"ada apa vin?"tanya ku kepada kevin.


"kamu benar-benar pindah ke surabaya?"kevin pun bertanya balik kepadaku.


"iya."kataku yang singkat kepada kevin.


"di ruang tunggu,ada rama. dia ingin bertemu kamu. sepertinya,dia menyesal menceraikan kamu."kata kevin kepadaku.


"aku tadi sudah bertemunya. dia memang ingin kembali kepadaku vin. tapi, aku sudah menolaknya. lagipula kalau wanita sudah bercerai tidak bisa menikah lagi dengan mantan suaminya, kecuali, aku harus menikah lagi dengan orang lain dan aku bercerai dengan orang tersebut,baru aku bisa kembali dan menikah lagi dengan mantan suami."


"iya benar katamu. lagipula ini memberi dia pelajaran untuk tidak menyakiti wanita. lalu, apa kamu ingin bertemu dia atau aku saja yang menemui dia?"


"biarkan aku saja menemui dia. ini masalahku biar aku hadapi sendiri. mending kevin jemput shasha aja, kasian dia di kampus sendirian."


"oh ya aku baru inget. kalau gitu aku tak pergi ya ghea. thank's ya.. bye ghea.." kata kevin padaku yang melambai tangannya dan pergi meninggalkan aku. aku pun juga membalas melmbaikan tangannya. kemudian, aku berjalan mendekati rama. ku lihat rama sedang duduk di sofa ruang tunggu. rama dari tadi menundukkan kepalanya dan melihat jam tangannya. sebelum aku berbicara padanya,aku menghela nafas.


"selamat sore tuan rama. anda masih saja di sini. mau bertemu siapa?" tanyaku kepadanya. rama yang mendengar suara aku, dia langsung tiba-tiba memelukku. aku yang di buat begini pun terkejut.


"tuan rama,tolong jangan begini. banyak yang liat."


"tidak apa-apa. aku hanya ingin memelukmu sebentar saja."


"baiklah. begini saja,kita lebih baik di taman aja gimana? jangan di sini. aku yang tidak enak diliat banyak orang."


"bener,kamu ingin jalan sama aku ntar." kata rama yang langsung melepas pelukannya padaku. dan aku hanya mengangguk kepala saja. lalu,dia dengan semangat menggeretku keluar. aku pun menahan dia.


"ada apa ghea? kamu nggak mau?" tanya dia padaku.


"tidak. aku kan belum ambil tasku. tas ku ketinggalan di ruanganku." kataku kepadanya.


"oh ya. maaf ghea, aku yang terlalu bersemangat tadi. maaf."


"nggak papa. yaudah aku ke ruanganku dulu ya aku mau beres berkasku dulu baru ambil tasku."


"aku ikut kamu ya boleh? buat bantu kamu beresin berkasnya. boleh ya.." katanya padaku. duh,melihat wajah dia begini membuatku luluh. aku pun mengiyakan dia ikut bersamaku. lalu,kami berdua masuk di ruanganku. di ruangan kerjaku,rama membantuku membereskan berkasnya dan membuatku teringat kenangan dulu. kenangan saat rama selalu menemaniku saat aku bekerja bahkan sampai aku mau pulang pun,aku bersamanya. kenangan ini membuat mataku keluar air mata yang membasahi pipi ku. begitu dia melihatku, aku langsung menghapus air mataku karena aku tidak ingin dia tau perasaanku padanya. aku harus tegas dan tidak boleh terpengaruh olehnya, aku harus tetap dengan keputusanku. aku tidak boleh goyah dengan sikap rama padaku.


"ada apa ghea?" tanya rama padaku dan langsung mendekatiku.


"tidak. tidak apa-apa. aku kemasukan debu."kataku padanya.


" apa perlu aku hilangkan debunya?"


" tidak perlu. tidak apa-apa. eh,sudah selesai kita beres - beres. kita pulang yuk."kata ku yang langsung mengambil tasku dan mengajak dia pulang bersama.


di tempat parkiran rumah sakit...


"biar aku saja yang nyetir. lebih baik kamu duduk di sini. oke." katanya yang langsung menyuruhku duduk saja di depan sedangkan dia yang menyetir. kami berdua sudah masuk mobil. dia pun membantuku memasang sabuk pengaman. setelah kami berdua sudah pakai sabuk pengaman, dia menjalankan mobilnya.


dalam perjalanan...


"sudah lama ya kita tidak pernah pulang bersama."kata rama yang memecahkan keheningan. tapi aku tetap diam saja.


" apa kamu masih marah sama aku?"

__ADS_1


"tidak." kataku dengan singkat. tiba-tiba rama mengerem mobil.


"ada apa tuan rama?"


"kita sudah sampai di pantai."


"oh Ya.."


"yaudah yuk kita turun."


lalu kami berdua keluar dari mobil. aku langsung ke pantai dengan berlari-lari. aku pun berhenti di tepi pantai. kemudian,aku melepas sepatuku dan aku duduk di dekat tepi pantai. lalu, rama menyusulku dan duduk di sampingku.


"indah ya malam begini.. jujur aku baru pertama kali ke sini dan hanya bersamamu."kata rama kepadaku. aku hanya menoleh saja tanpa berkata apapun.


" aku tau kamu marah sama aku. silahkan aja hukum aku. aku bersedia."


" maaf tuan rama. untuk apa aku marah denganmu. kita sudah tidak memiliki hubungan apapun."


" tapi ghea. aku sudah menjelaskan ke kamu kalau andriana itu bohongin kita kalau itu anakku padahal anaknya wendi."


" walau kamu menjelaskan berapa pun. aku tidak bisa seperti dulu lagi."


"tetapi kenapa kamu memberiku kesempatan jalan bersamamu hari ini?"


"karena malam ini adalah pertemuan kita yang terakhir. aku pun ingin menikmati hari terakhirku di sini. aku hanya kasian aja sama kamu. tidak lebih dari apapun."


"maksudnya apa ghea?"


"aku besok kan pergi ke surabaya dan pindah di sana. tidak akan kembali di sini. lagian kamu masih bersama andriana kan. apa yang kamu katakan tidak akan pengaruh buat aku lagi. memang awalnya aku merasa sakit hati karena sikapmu kepadaku. aku juga sudah berusaha menjadi istri yang baik untukmu agar kamu bisa mencintaiku saja. tapi aku telah gagal. aku memang bodoh dulu bisa memilihmu. tapi sekarang, aku tidak mau lagi. sudah cukup aku di sakiti. jadi tolong jangan mengangguku lagi."


"siapa bilang kamu gagal, kamu sudah berhasil membuatku mencintaimu, bahkan aku gila bila tanpa kamu."


"cukup,tuan rama!! aku tidak bisa kembali kepadamu selama kamu bersama wanita lain. lagipula kita sudah bercerai. lebih baik kamu temani dia karena ini sudah larut malam. aku ingin pulang. permisi tuan rama." kataku yang langsung pergi meninggalkan dia sendirian di tepi pantai.


keesokan paginya...


pagi yang cerah..


aduh..rasanya malas bangun..


tok..tok..tok..


"iya bi. bilang ke nenek ya, aku kan segera turun. aku mau mandi dulu."


"baik non."


kemudian,aku pun langsung mandi dan menyiapkan pakaianku dan barangku yang lain ke dalam koperku dan aku keluar dari kamarku. di ruang makan,aku makan bersama nenekku.


"nek,hari ini aku mau ke bandara. sesuai kataku, aku kan pindah ke surabaya."


"di rumah sakit gimana?"


"sudah ku alihkan ke kevin. kemarin aku rapat dan ku serahkan ke dia."


"nenek dengar rama menemuimu dan ingim balikin denganmu, apa benar itu?"


"iya benar nek."


"terus gimana kamu?"


"aku menolaknya nek,dari kemarin dia bulet trus. dan dia masih bersama andriana. ya aku tetap ke surabaya."


"oh begitu. ya, nenek mendukungmu."


"nek,aku berangkat Ya.. nenek walau nggak ada aku,nenek harus jaga kesehatan Ya. aku sayang nenek." kataku yang langsung peluk nenek.


"nenek juga sayang kamu,ghea."


aku pun langsung melepas pelukan nenek dan aku masuk mobil dan di antar oleh supir nenekku.


di tempat lain...


"kemana aja rama kog kamu sampai larut malam?"tanya andriana kepada rama.


"aku tidak kemana - kemana. aku hanya di kantor. ada apa?"


"aku hanya ingin bicara sebentar kepadamu. apa ada waktu?"


"ya, aku mau mandi dulu. siapkan makan malam untukku." kata rama kepada andriana. lalu, andriana menyiapkan makanan.

__ADS_1


di ruang makan..


rama datang langsung duduk di kursi dekat meja makan, lalu andriana menyiapkan makanan untuk rama. lalu, mereka berdua makan bersama.


"tadi kamu mencari aku terus dan ingim bicara sama aku. sebenarnya ada apa?" tanya rama kepada andriana.


"aku sebenarnya anak dari robert andreson, orang tuaku dulu di bunuh oleh ayah kamu dan kakek kamu. aku merasa kamu memiliki sifat yang sama dengan keluargamu. tetapi kamu malah ikut dengan ibumu. sehingga aku berpikir untuk membalas dendam karena sudah membuatku hancur. aku menjadi tidak memiliki kedua orang tua. dan aku dengar saham dari perusahaan orang tua ku di rebut oleh keluargamu."


"oh jadi begitu. lalu kamu kan sudah bisa sukses, bisa memiliki perusahaan sendiri."


"ini karena aku dari hasil ku sendiri."


"apa kamu ingin meminta saham orang tua kamu?"


" sebenarnya iya."


" yaudah, karena kamu sudah berani jujur ke aku, aku kan kembalikan saham keluargaku ke kamu. besok akan ku urus semuanya untukmu. selanjutnya apa lagi jahatmu?"


"aku tidak ada niat jahat lagi. aku ingin berubah saja. aku tidak mau kehilangan anakku dan orang yang aku cintai."


"wendi pratama?"


"iya. dia orang yang ku cintai, dia juga suamiku. aku juga sudah membatalkan pernikahan kita dari kemarin."


"bagus. kalau sudah selesai, kamu kan pindah?"


"iya aku kan kembali ke keluarga ku."


"boleh aku bertemu sebentar dengan suami kamu?"


"boleh ram."


"oke,kamu atur waktu aja, aku kan mengikuti nya."


"lalu,bagaimana dengan ghea?"


"dia akan pergi besok pagi. dia akan pindah."


"apa kamu sudah beritau ke dia tentang aku dan kamu?"


"sudah. tapi percuma saja."


"untuk menebus kesalahanku, aku kan bilang ke ghea langsung."


"kamu mau kemana malam begini?"


"aku mau menghubungi wendi untuk mengantar aku ke rumah ghea supaya besok ghea tidak jadi pergi."


"tidak perlu. kamu lagi hamil. lebih baik tidur saja. jaga kesehatan kamu dan bayimu."


"tapi ram..."


"sudah tidak perlu tapi-tapian."


"aku mau tidur. sudah masuk kamar dan tidur." kata rama yang menyuruh andriana tidur. tetapi andriana masih kepikiran kepergian ghea besok.


"aku harus bicara sama ghea. hmm.. keluar ya nggak boleh. oh ya, aku lebih baik telepon dia saja." batin andriana.


di rumah ghea..


drett...drett....


suara ponsel berbunyi.


"halo."


"halo ghea. ini aku andriana."


"ada apa ya?"


"aku mau beritau ke kamu. ini salahku. aku yang buat kamu dan rama cerai. aku yang buat perusahaan rama hancur. aku juga membuat rama benar-benar hancur karena keegoisan ku sendiri. maafkan aku ghea. aku benar-benar khilaf. anak yang di peruku ini adalah anak wendi. wendi pratama adalah suamiku sendiri. aku hanya ingin kamu kembali ke rama."


"pertama, aku tidak bisa menghentikan kepindahanku di surabaya. kedua, tingkah laku rama tidak bisa di toleransi maka dari itu, aku justru berterima kasih atas bantuanmu sehingga aku tau rama itu bagaimana. aku sudah memaafkan kamu. jangan mempengaruhi aku untuk tidak pergi."


"baiklah,aku tidak kan menghambat kamu pergi. maaf kalau aku salah. ya sudah kalau begitu, aku tutup ya. selamat malam dan selamat tidur."


"iya. selamat malam dan selamat tidur juga buat kamu."


akhirnya pembicaraan kami pun selesai.

__ADS_1


"maafkan aku ram,ghea benar-benar keras kepala, sehingga aku kesulitan membuat ghea tidak bisa pindah. sepertinya ini mungkin sudah jalan nya mereka tentang hubungan mereka." batin andriana sendiri.


__ADS_2