
Melihat Tama yang begitu tampan, jantung Rosa mendadak bersalto ria. Baru kali ini ia melihat pria yang sangat tampan, pantas saja dulu ia menikah dengan Bayu yang kurang tampan dan menghasilkan Satya yang tidak begitu tampan. Mungkin jika dari dulu ia mengenal Tama, mungkin saat ini Tamalah yang menjadi ayah Satya bukan Bayu, eeeeaaaaaa.
Ya ampun baru kali ini Rosa malu dengan apa yang ada di dalam otaknya. Ia kini malah jadi malu-malu kodok saat melihat Tama, membuat Mawar dan Satya saling pandang karena melihat Rosa yang terlihat sok imut tapi sayangnya tidak terlihat menggemaskan.
"Jadi bagaimana?" tanya Tama pada Rosa, dengan senyum ramahnya.
Oh ya ampun ya ampun ... ginjal Rosa mengalami shock karena ditanya oleh pria tampan ini, sampai ia tidak bisa berkata-kata. Hingga Mawar akhirnya mengambil alih pembicaraan yang akan dilakukan oleh Rosa. Karena mertuanya ini hanya diam terpaku di hadapan Tama.
Sepertinya mertua Bunga Kamboja ini sedang mengalami sindrom puber kedua, untuk itu Mawar lebih baik yang menghandle sementara masalah pekerjaan ini. Untung saja sebelumnya Rosa sudah menceritakan semua yang ia inginkan tentang desain cafenya. Jadi Mawar bisa dengan cepat menjabarkan semuanya dengan mudah. Apalagi Mawar adalah seorang sekretaris handal perusahaan Zein. Jadi hal itu tentu saja bisa dengan mudah Mawar lakukan
"Jadi bagaimana, menurut Tuan Tama?" tanyanya.
"Pertama - tama saya harus melihat lokasinya dulu, agar saya bisa mendesainnya dengan tepat," jawab Tama.
__ADS_1
'Ya ampun, kenapa pria ini sangat keren sih,' batin Rosa.
"Jadi, bagaimana Mah. Mamah bisa kan mengantar Tuan Tama ke lokasi?" tanya Mawar.
"A-apa?"
"Mamah bisa tidak berangkat dengan Tuan Tama, karena aku masih ada pekerjaan lain," ucap Mawar.
"Aku juga," jawab Satya yang memang ia juga sangat sibuk. Hanya karena takut Istrinya macam-macam, Pangeran kodok ini mengikuti Bunga Kamboja.
'Oh ya ampun pria ini bertanya padaku... jantungku...jantungku oooohhh...'
"B-baiklah kita berangkat sekarang?"
__ADS_1
"Mah ... "panggil Satya.
"Kita makan dulu, sayang sekali ini sudah dipesan masa tidak dimakan," ucap Satya.
Astaga Rosa bahkan sampai lupa, jika mereka datang kesini untuk pekerjaan sambil makan siang. Saking gugupnya, Ratu kodok lupa segalanya.
"Ahh ya ampun, maaf ... maaf kita makan dulu saja," ucap rasa sambil tertawa sumbang. Sungguh ia malu sekali saat ini, apalagi ia terlihat konyol dihadapan pria yang ia suka ehh...
Harusnya ia kan terlihat anggun bukan terlihat konyol begini, ini sangat memalukan. Tapi tak apa, ini baru pertemuan pertama. pertemuan selanjutnya ia harus terlihat istimewa. Ehh tunggu dulu, bukankah sebentar lagi ia akan pergi berduaan dengan Tama dalam satu mobil pula. Semoga jantung dan hatinya baik-baik saja nanti
'Apa ini dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi aku kan sudah tua mana, mungkin aku jatuh cinta, tapi aku kan masih cantik. Bahkan mantan suamiku saja menikah lagi dengan seorang gadis, itu berarti dia juga masih bisa jatuh cinta. Apakah ini wajar?' Rosa terus membatin. Apakah yang dirasakannya adalah benar-benar jatuh cinta apakah hanya suka saja, ataupun hanya sekedar mengagumi pada Tama. Ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi saat ini. Biarlah dia akan memikirkannya lagi di rumah saat ini adalah dia tidak boleh terlihat konyol di hadapan Tama.
****
__ADS_1
Ayo semangat Rosa buat kejar cinta duda tampan. Tama itu kalau udah cinta sama orang bakal cinta mati lohhh 😌😌