Suami Bayaran

Suami Bayaran
aku ingin mengenalimu,sha!!!


__ADS_3

aku hanya menunggu di luar ruang tunggu di depan kamar saja. sambil memegang handphone, aku berbincang pada suster ana mengenai kondisi shasha. saat kami berdua berbincang-bincang,ferlina keluar kamar dan menemuiku.


"dokter."kata ferlina yang sedang memanggil kevin.


"suster ana nanti di lanjutkan lagi ya."


"iya dok. permisi dokter, nona ferlina."kata suster pada kevin dan ferlina.


"iya"jawab kami berdua serentak pada suster ana.


"ada apa ferlin?"tanya kevin pada ferlina.


"begini dokter,gimana kondisi shasha saat ini?"tanya ferlina dengan serius.


"sebenarnya butuh seminggu istirahat di sini. tapi untuk lukanya butuh beberapa minggu baru pelan-pelan sembuh makanya itu dia harus kontrol."


"oh begitu. oh ya dokter, kalau ada yang mengaku mengatakan temannya shasha tolong jangan di perbolehkan ketemu shasha ya dok?"


"memang napa fer?"


"aku takut yang datang itu tunangan mantannya yang datang hanya mengacau shasha. lagian yang penyebab shasha begini ya karena dia. aku takut kalau nggak ada di sini siapa lagi yang melindungi shasha."


"hmm..kamu nggak perlu khawatir. aku nggak kan mengijinkan orang lain yang datang ingin mengacau apalagi ini rumah sakit. lagipula aku juga punya sahabat yang merupakan pemilik rumah sakit ini."


"berarti dokter kan membantuku kan menjaga shasha selama dia di sini?"


"iya..by the way, gimana shasha sekarang? kog bisa kamu ke sini?"


"shasha sedang tidur dok."


"lalu rencanamu apa hari ini?"


"aku mau pulang ambil baju shasha ke sini."


"ya udah kamu pulang sana gih.. untuk urusan shasha biarlah aku yang mengurus di sini."


"iya dok. terima kasih. tolong sampaikan ke shasha kalau aku balik lagi besok pagi karena aku ada tugas kuliah dan besok pagi aku bawain baju dan makanan kesukaannya. saya pamit dulu ya dok."


"iya pasti ku sampaikan."kata kevin pada ferlina dan ferlina membalas tanggapan hanyalah tersenyum dan pergi meninggalkan kevin duduk di luar kamar. lalu kevin ke ruangan kerjaannya untuk melanjutkan pekerjaannya.


sore hari,,


kevin pun datang ke ruangan kamarnya shasha..


tok tok tok....


"sore,shasha.."


"sore kakak. kakak nggak kerja?"


"sudah tadi. ini aku bawain makanan kesukaanmu."


"kakak kog tau aku suka banget dengan brownies?"


"iya dari ferlina sahabatmu."


"ferlin mesti bocorin rahasiaku."


"sudah biarin saja. lagipula kamu suka banget brownies. makan bareng yuk."


"huum.."


lalu kami pun makan bareng-bareng brownies. kami juga bersenda gurau dan bermain kartu. yang kalah harus mau di kasih bedak.


"jiah kakak aku kalah melulu. ini wajah sudah penuh bedak banyak."


"hehehe...sudah mainnya ya?"


"iya kak."


"ya udah aku beresin dan aku mandi dulu ya. kamu liat tv aja.."


"iya kak."


kemudian kevin langsung membereskan kartu ke tempatnya dan siap-siap mandi. sedangkan shasha sedang asyik menonton televisi. setelah mandi dan ganti pakaian, kevin langsung menghampiri shasha yang sedang asyik menonton televisi.


"shasha,kog belum di makan nasinya?"


"eh, iya kak. shasha pengen makan bareng sama kakak lagipula kakak sepertinya ku liat belum makan dari tadi."


"yaudah kakak pesen makanan via delivery online ya?"


"iya kak."


beberapa jam kemudian,akhirnya makanan yang di pesan kevin telah datang. lalu kevin dan shasha pun makan bersama-sama. saat kevin dan shasha lagi bersama-sama mengobrol di dalam kamar. tiba-tiba datang seorang wanita dan lelaki yang bernama Lyla dan jacky yang ingin menemui shasha.


tok tok tok..


"hai shasha."sapa lyla pada shasha.


"lyla, jacky. ngapain kalian ke sini?"

__ADS_1


"hmm.. aku ke sini memberitau ke kamu kalau kami berdua akan segera menikah dan kami datang ke sini ingin memberikanmu undangan untukmu. tapi sepertinya kami nggak bisa berlama-lama datang ke sini karena sepertinya kamu lagi asyik berpacaran ya..hmm.. sayang ternyata mantanmu hebat ya sayang.. baru 1bulan kemarin mantanmu berusaha merayu kamu untuk kembali padahal jelas-jelas kita sudah bertunangan. eh sekarang mantanmu sudah cepat dapat pacar. wah benar-benar ****** ya. cepat mendapatkan pacar dalam waktu sehari."kata lyla dengan panjang lebar sambil menggandengkan tangannya dengan manja pada jacky.


"maaf nona lyla dan tuan muda jacky. saya di sini selaku dokter yang merawat shasha. dan saya memang pacarnya dan tenang saja saya dan pacar saya, shasha pasti datang ke acaramu. tetapi kalau sudah tidak ada urusan lagi mohon kalian berdua silahkan pergi karena mengganggu ketenangan kami berdua."kata kevin dengan tegas sambil memeluk shasha.


"oke..oke.. saya memang ingin tau kondisi mu shasha apakah kamu masih kuat dan masih ingin merayu tunanganku atau tidak. Dan ternyata kamu sudah memiliki pacar merupakan hal yang bagus untukku dan membuatku tenang karena hubunganku dengan jacky nggak ada lagi yang ingin mengganggu. tenang aja pak dokter saya dan tunangan saya tidak akan datang lagi dan kami berdua pamit pergi dari sini. permisi. selamat menikmati berduaannya ya.. terima kasih."kata lyla dan mengajak jacky meninggalkan kevin dan shasha di kamarnya.


"shasha kamu nggak usah sedih kan ada kakak."kata kevin pada shasha.


"aku dulu memang sedih kak. sekarang buat apa aku sedih kak. lagipula lyla yang membunuhku dan membuatku menjadi gini. untung ada kakak dan ferlina di sini yang selalu ada untukku. terima kasih kak tadi."


"aku justru senang kamu tidak menangis ataupun marah melihat mereka datang sehingga aku dan ferlina nggak perlu khawatir lagi. kakak kan sudah janji sama kamu kalau kakak kan selalu ada untukmu."


"makasih kak. oh ya kak, kakak tinggal di mana dan sama siapa kalau boleh tau?"


"aku di sini tinggal di apartement sendirian. orang tua kakak lagi di paris. kakak sebenarnya di suruh mengurus perusahaan orang tua kakak tapi kakak nggak mau dan lebih memilih menjadi dokter. karena kakak lebih suka jadi dokter daripada jadi ceo."


"lalu, kakak punya pacar nggak? kog waktu kakak lebih banyak untukku?"


"hehehe... kakak memang nggak punya pacar. tapi kakak punya perasaan cinta sama sahabat kakak namanya ghea yang punya rumah sakit ini."


"trus kakak kenapa nggak nembak aja jadi pacar kakak?"


"kayaknya nggak bisa."


"loh napa nggak bisa kak? apa kakak belum mengutarakan perasaan kakak dengan dia?"


"sudah. kakak sudah mengutarakannya ke dia. tapi dia menolak. lagian dia sudah punya suami. dia dan suaminya saling mencintai. ya lebih baik kakak mundur saja dan melupakan dia dengan sibuk. lagian akhir-akhir ini kakak banyak sibuk kerjaan dan ngurus kamu deh."


"hmm..kakak jangan sedih ya kan masih banyak cewek kog kak yang pasti mau sama kakak. lagian kakak baik,sabar dan dokter lagi."


"hehehe.. kamu itu ya.. udah biarin saja. kakak sih santai aja. males mikirin begitu."


"ya kak. sama. aku juga begitu. kakak kapan-kapan aku di ajak ketemu sama kak ghea ya?"


"iya. kalau kamu gimana? kehidupanmu? kan kakak sudah menceritakan ke kamu."


"aku anak tunggal kak. orang tua ku juga sibuk banget kak sampe-sampe aku merasa kurang perhatian. orang tua ku kerja di politik kak. aku bertemu ferlina saat SMP sampe sekarang kami berdua selalu sepakat bersama satu sekolahan."


"trus gimana bisa kenal dengan yang namanya jacky?"


"Dulu wkt SMA aku pacaran sama dia. saat masuk kuliah kami berdua hubungan kami ldr. aku juga nggak tau kalau dia ternyata sudah bertunangan dengan lyla. jacky itu kakak kelasku. sedangkan lyla itu teman sekelasku di kampus. aku sih sudah bertanya ke dia apa benar dia sudah bertunangan tapi dia hanya diam saja. saat aku datang ke acara ulang tahunnya dan malah aku kena celaka."


"oh begitu. jadi gitu ceritanya. jadi saat acara itu lyla sengaja menjeburkan kamu ke dalam laut. kejam banget."


"ya gitulah kak. dari kejadian itu meyakinkan kalau dia bukan untukku. jadi buat apa aku mempertahankannya."


"hmm.. ya sudah sekarang kamu pikirkan kuliahmu dan jaga kesehatanmu saat ini."


"hehehe..sudah sekarang kamu istirahat sekarang."


"iya kak."


kemudian kevin pun menyelimuti shasha dengan selimut dan shasha pun tidur terlelap. sedangkan kevin pun tidur di sofa.


keesokan pagi hari, seperti biasa kevin langsung bersiap-siap kerja. sedangkan shasha tetap di dalam kamar. tetapi serasa bosan dan kondisi shasha mulai membaik,shasha pun keluar ke taman yang dekat di ruangan kamarnya dan disana terdapat kursi dengan di kelilingi taman. Shasha pun langsung menulis di buku diary nya di kursi yang di kelilingi taman tersebut.


dear diary,


hari ini ku merasa tenang karena ada kak kevin juga ferlin yang selalu ada untukku dan masih peduli padaku.


ku berharap ini sampai kapanpun.


ku tak kan mengingat masa kemarin yang selalu menyakiti perasaanku.


dengan duduk di sini ku tak lagi memiliki beban lagi. ku sudah mengakhiri ini semoga dirimu dengan lyla bisa bersama selamanya. ku berharap kak kevin selalu terbuka untukku,saling jujur untukku.


aku pun menyudahi menulis buku diary. lalu kedatangan kak kevin menghampiriku.


"hai shasha."


"eh kak kevin."


"kamu ngapain sendirian di sini?"


"nggak papa kak. aku cuman ingin menghirup udara segar saja di sini. bosan di kamar terus kak."


"oh begitu. hmm.. ntar siangan ya kak check kondisimu. maaf sha,kakak lanjut kerja ya..sampai jumpa ntar ya shasha..!!!"kata kevin pada shasha yang melambai tangannya ke shasha. shasha pun ikutan balas melambai tangannya pada kevin yang wajahnya tersenyum ramah. saat shasha mau masuk ke kamar,dari kejauhan shasha melihat kevin sedang berbincang-bincang sangat akrab dengan wanita yang ternyata wanita itu ghea. tetapi shasha nggak tau kalau wanita itu ghea. malah berpikir apa kakak berbohong padanya padahal kemarin yang shasha tau kevin tidak memiliki pacar.


"sudahlah kalau memang kakak bohong atau tidak ngapain aku seperti ingin ribut sama kak kevin. aku dan kak kevin tidak memiliki hubungan apapun. lebih baik aku nggak perlu memikirkannya."batin shasha dalam hatinya. kemudian, shasha langsung masuk ke kamarnya. beberapa jam kemudian, ferlina datang menemui shasha.


"sha,ini aku bawakan baju dan roti kesukaanmu,brownies."


"iya fer."


"aku taruh di sini ya sha."


"huum."


"kamu dari tadi kog singkat banget sih.. memang lagi serius apaan sih?"


"hmm,, aku sedang membaca artikel tentang orang tuaku dan tentang jacky dan lyla. juga kejadian tentang diriku."

__ADS_1


"apa yang kamu ketahui sha setelah kamu membaca artikel itu?"


"orang tua ku sih baik-baik saja. Dan jacky dengan lyla selalu ada gosipnya."


"apa kamu masih belum melupakan dia sha?"


"aku sih tidak tau fer. dulu kalau liat gosip tentang dia aku selalu menangis, tapi entah napa sekarang aku hanya sekedar ingin tau saja dan biasa aja dengan berita gosip tentang mereka berdua."


"itu berarti kamu sudah mengikhlaskan mereka sha. boleh aku tanya sha dan harus kamu jawab jujur loh ya.."


"memang kamu mau tanya apa fer?"


"semisal jacky datang ke kamu dan ingin kamu dan dia kembali seperti dulu, apa yang harus kamu lakukan?"


"aku nggak tau fer. aku belum memikirkan hal itu. yang aku pikirkan sekarang dia sudah bersama lyla."


"kalau dengan dokter kevin gimana?"


"maksudmu apa fer?"


"jujur aja sha, aku berharap kamu bisa jatuh cinta dengan dokter kevin dan bisa melupakan jacky."


"kog bisa sih kamu menjodohkan aku dengan dokter kevin sih?"


"secara nyata dokter kevin itu sudah tampan,kaya lagi belum lagi dia single dan bertanggung jawab dan buktinya dia sangat peduli sama kamu,selalu ada untukmu. sedangkan jacky selama pacaran sama kamu saja sangat berbeda."


"aku nggak tau untuk dokter kevin. lagipula dokter kevin ya tidak memiliki perasaan juga denganku."


"aku sih berharap kalian bisa berjodoh."


"kamu itu ya mesti deh. udah nggak usah bahas cinta,jodoh bikin aku pusing aja. yuk kita makan. lapar nih. tadi kamu bawa makanan apa kog aku gak denger ya tadi kamu bicara sama aku?"


"kamu itu ya sini tak jewer"kata ferlina yang langsung menjewer telingaku.


"aduh sakit fer. iya ya.. maaf.."


"coba kamu liat aku bawa apa hayo?"


"hmm..bentar.. brownies ya.."


"yap. sudah sini kita ĺĺ bareng."


di tempat lain,


dret..dret..dret..


"sayang kamu di mana?"tanya rama pada istrinya.


"aku masih di rumah sakit. memang napa?"tanya balik ghea pada Rama.


"nggak papa. aku cuman kangen saja. aku ke sana ya."


"ya..sudah ya aku ada pasien.."


"miss u sayang..muuacch..love you sayang.."


"miss u too... muuaccch.. love you too sayang..bye sayang.."


"bye juga sayang.."


tut.. tut..tut...


beberapa jam kemudian, rama membawa anak-anak ke rumah sakit menemui istrinya, ghea.


"selamat pagi."sapa rama pada perawat yang sedang menjaga di bagian depan.


"pagi tuan rama."jawab perawat tersebut.


"bisakah saya bertemu istri saya,dokter ghea?"


"oh bisa. bentar tuan. tunggu sebentar saya beritau dulu ke dokter ghea."


"baiklah. ayo anak-anak kita tunggu dulu di sini."


beberapa menit kemudian,


"Tuan rama silahkan masuk. dokter ghea sudah menunggu."


"baik. terima kasih."


"sama-sama tuan."


kemudian rama dan anak-anak pun masuk ke ruangan kerja ghea.


"sayang ada apa ke sini? gitu kog nggak bilang sih kalau bawa anak-anak. udah gitu kog tau sih aku kangen banget sama anak-anak."kata ghea pada rama.


"aku memang ke sini ajak anak-anak. kan kita berdua jarang bawa anak-anak keluar sejak kita sibuk sama kerjaan kita sendiri. ini aku bawakan makanan siang buat kita berdua dan aku juga bawa beras merah buat anak-anak."kata rama pada ghea.


"hmm.. tunggu dulu duduk di ruangan ku yang satunya aja.. aku masih ada pasien.. nggak papa kan sayang.."


"ya deh nggak papa. aku sama anak-anak ke sana ya.."

__ADS_1


"iya sayang.."


__ADS_2