Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 104


__ADS_3

Sejak mengetahui Mawar hamil, sang pangeran kodok menjadi lebih protektif. Ia sangat menjaga sang Bunga Kamboja kesayangannya itu dengan sangat baik. Bahkan ia melarang istrinya ini untuk bekerja, karena ia tak mau jika terjadi sesuatu pada Mawar. Mawar sempat menolak untuk berhenti bekerja, karena ia sangat menyukai pekerjaannya itu. Namun, karena akhir-akhir ini kesehatannya terasa menurun dan ia selalu merasa selalu pusing dan mual saat bekerja. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti bekerja saja, Zein mengerti dengan keadaan saudara iparnya dan mengijinkan ia untuk berhenti bekerja. Meskipun sebenarnya ia juga merasa akan kesulitan mencari penggantinya.


"Bagaimana keadaanmu saat ini sayang?" tanya Satya, ia cemas sekali karena barusan Mawar sempat muntah-muntah.


"Kepalaku sangat pusing, mulutku juga terasa pahit,"


"Apa kita ke dokter saja," ajaknya.


"Tidak usah, aku tidur saja,"


"Tapi aku khawatir, wajahmu sangat pucat,"


"Tidak apa-apa, belikan saja aku makanan yang segar,"


"Makanan yang segar? Apa itu, karena aku baru saja mendengar nama makanan segar. Karena yang aku tahu hanya minuman saja yang segar," ucapnya. Mawar langsung berdecak sebal mendengarnya. Kenapa setiap kali suaminya bicara, selalu saja menggelitiki otaknya,"


"Maksudku makanan yang bisa menyegarkan mulutku! Kenapa kau senang sekali membuatku pusing, ginjalku sampai mual mendengarnya!"

__ADS_1


"Woooww.... woooww jangan marah sayang, tenanglah, tenanglah. Nanti bayi kita terkejut. Ya ampun, Nak kau tidak apa-apa di dalam sana. Telingamu baik-baik saja kan?" ucap Satya sambil mengusap-usap perut Mawar yang masih rata itu.


"Astaga, aku mau es campur saja,"


"Kau mau es campur?"


"Iya,"


"Bunga Kamboja, kau sedang hamil dan tidak sedang mengkhayal kan? Ini baru jam 6 pagi dan kau menyuruhku membeli es campur! Kenapa kau tidak menyuruhku membeli es cendol saja. Supaya aku vertigo sekalian!" jawab Satya frustasi. Kemana ia harus mencari penjual es campur jam 6 pagi, bahkan pedagangnya juga mungkin masih tidur. Apa ia harus membangunkan pedagangnya. Sungguh diluar Nurma, kini giliran pangeran kodok yang pusing dan mual.


"Aku tidak memintamu untuk membelinya, kau kan bisa membuatnya sendiri,"


"Mana aku tahu! Pokoknya kau harus membuatnya sekarang juga atau ..."


"Atau apa, jangan bilang kau akan menutup pabrik atas dan bawahmu, kau ingin aku mati merana!"


"Kalau kau mati aku akan menjadi janda, dan anakku ? Bagaimana nasib anakku?" ucap Mawar pura-pura sedih.

__ADS_1


Melihat istrinya bersedih dan membayangkan ia akan menjadi hantu gentayangan. Membuat Satya mendadak kram ginjal, sebaiknya ia segera membuat es campur yang diinginkan oleh Bunga Kambojanya. Lagi pula di rumah juga ada pelayan. Jadi ia bisa meminta pelayan saja untuk membuatnya. Karena pangeran kodok ini sama sekali tidak dalam membuat makan ataupun minuman. Bakatnya yang sempurna adalah hanya mencetak anak saja.


Setelah pesanan Istrinya selesai, Satya pun segera membawanya ke kamar dan berharap jika keinginannya sudah terpenuhi. Maka kini giliran Satya yang mengidam minum susu pagi-pagi. Karena minum susu pagi-pagi itu sangat menyehatkan, dan membuat moodnya menjadi baik seharian.


"Bunga Kambojaku yang cantik, ini lihatlah pesananmu sudah datang. Satu porsi es campur untuk ibu hamil," ucapnya. Ia kemudian mendekati Mawar yang tertidur karena menunggu pesanannya. Ahh dasar menyebalkan memang. Sudah dibuatkan ia malah tidur, sebaiknya Satya membangunkannya.


"Sayangku, bangunlah. Ini pesananmu sudah siap," Satya membangunkan Istrinya dengan sangat romantis, yaitu dengan memeluknya dan kemudian menciumnya. Merasa terganggu oleh gerakan Satya, Mawar pun membuka matanya.


"Ayo sayang bangun, es campur milikmu sudah siap," ucapnya dengan sangat senang. Mawar pun tersenyum dan langsung terbangun, Satya pun dengan perhatian memberikan es campur itu untuk Mawar. Namun, baru saja Mawar hendak menyuapkan es campur itu ke mulutnya. Tiba-tiba pangeran kodok ini terbahak. Membuat mood Bunga Kamboja menjadi buruk, ia takut jika ia dikerjai oleh suaminya ini.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Mawar.


"Oh ya ampun, apa nyawamu masih tersangkut di pohon jahe. Kenapa kau meniup es campur itu, itu es Bunga Kamboja. Jika es mu kurang panas aku akan memasaknya dulu!" ucap Satya semakin terbahak-bahak.


"Astaga ..."


****

__ADS_1


Miminnya lagi mudik, jadi maafkan kalau telat up ya 😚😚😚


__ADS_2