Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 77


__ADS_3

Sejak Bayu mengancam akan mencari ibu baru untuk Satya, Rosa sangat gelisah dibuatnya. Ia tidak mau jika suaminya menikah lagi, ia berpikir jika semua ini adalah karena Mawar. Sejak kehadirannya dalam kehidupan Satya, semuanya menjadi berubah. Putranya dan juga suaminya. Kenapa mereka berdua selalu saja lebih memihak pada menantu yang sangat ia tak inginkan itu.


Menurutnya Mawar tidak sebanding dengannya dan juga tak pantas untuk Satya, Satya terlalu sempurna untuk gadis biasa seperti Mawar. Otak jahat perempuan ini mulai bekerja, karena suaminya mengancam untuk menikah lagi. Dan tentu saja itu membuat Rosa sangat sakit hati, dan memutuskan untuk mencari wanita lain untuk Satya. Agar Mawar bisa merasakan apa yang ia rasakan, merasakan bagaimana jika suaminya direbut oleh orang lain. Untuk itu ia akan mencari gadis yang sesuai dengan keinginannya dan membuat Mawar menderita karena Satya akan berpaling darinya. Astaga kenapa tidak dari dulu saja ia lakukan itu, kenapa baru terpikirkan sekarang olehnya. Rosa menyesal, kenapa tidak dari dulu ia melakukan hal itu.


*


*


*


Di rumah barunya Mawar sangat bahagia, karena akhirnya ia bisa memiliki sebuah rumah impian. Rumah minimalis namun sangat elegan, sesuai dengan rumah Mawar impi-impikan selama ini. Apalagi rumah itu di atas namakan atas namanya, membuat Mawar semakin bahagia saja.


Sebenarnya tak masalah tentang atas nama siapa rumah itu, karena mereka berdua sudah memiliki komitmen untuk hidup bersama dan semua yang mereka miliki adalah harta bersama. Kedekatan mereka saat masih tinggal di rumah kontrakan sempit membuat mereka menjadi pasangan yang saling mengerti, meskipun terkadang tingkah Satya selalu menguji mentalnya. Namun, itu tak jadi masalah selama rumah tangga mereka baik-baik saja.


"Aku sangat suka rumah ini, rumah ini seperti rumah impian yang selama ini aku inginkan," ucap Mawar senang sekali. Hampir setiap hari ia mengatakannya, sampai telinga Satya mual-mual mendengarnya.


"Benarkah? Darimana Papa tahu ya, ini rumah impianmu?" tanya Satya, pertanyaan yang selalu ia tanyakan saat Mawar mengatakan hal itu.


"Mana aku tahu, mungkin ini hanya kebetulan saja,"


"Atau jangan-jangan, selama ini ia selalu menguping pembicaraan kita. Astaga, ini tidak bisa dibiarkan jangan-jangan juga Papa selalu mengintip kita!" pangeran kodok ini memang tak berakhlak, bisa-bisanya ia menebar fitnah palsu tentang papanya sendiri. Apa ia tidak takut menjadi cleaning servis lagi.

__ADS_1


"Hei jangan bicara sembarangan, mulutmu itu memang tidak pernah bisa disiplin!"


"Habisnya dia membuatku curiga saja," jawab Satya. Mereka berdua kini sedang mengobrol di atas ranjang, biasanya mereka memang selalu bercerita sebelum tidur atau pun sebelum ehem-eheman.


"Jangan selalu berprasangka buruk, kau ini mirip sekali dengan Ratu kodok,"


"Dia ibuku hei Bunga Kamboja!"


"Aku tahu, yang mengatakan kalau dia nenekmu siapa?"


Satya kemudian terdiam, ia sedang berpikir bagaimana caranya agar mamahnya Rosa bisa menerima Mawar sebagai menantunya. Karena berbagai ancaman yang dilontarkan oleh papanya pun sama sekali tak mempan untuknya. Entah terbuat dari apa hati Rosa itu, wanita egois itu sangat keras kepala dan tak pernah mendengarkan ucapan orang lain. Ia selalu memaksakan kehendaknya walaupun orang itu tak suka dengan apa yang ia pikirkan dan lakukan. Untuk itulah dulu Satya memiliki sifat dan sikap yang selalu seenaknya, karena itu semua adalah ajaran dari ibunya. Yang tak pernah mendidiknya dengan baik dan selalu mengajarkan hal-hal buruk hingga membuat orang lain terluka ataupun kerugian.


Ia selalu berpikir jika ia adalah seorang wanita terhormat dan juga sangat kaya. Untuk itu ia bisa melakukan apa saja dan orang yang dianggap lebih hina di bawah levelnya. Ia selalu menganggap jika orang itu tak pantas berada dekat dengannya yang terhormat. Karena itulah ia sangat berusaha ingin menyingkirkan Mawar dari kehidupan Satya.


"Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentangnya? Apa kau merindukannya?" tanya Satya tidak suka, ya ampun pangeran kodok ini sedang cemburu rupanya. Membuat ginjal Mawar ingin tertawa melihatnya.


"Aku hanya penasaran saja," goda Mawar, kenapa Bunga Kamboja ini senang melihat pangeran kodoknya cemburu. Ternyata setelah dilihat lebih dalam, dan dipikirkan secara matang. Suaminya yang aneh ini sangat manis jika sedang cemburu.


"Kau penasaran kepada pria lain, padahal suamimu sedang ada di samping mu! Kau benar-benar sangat jahat, ternyata kau adalah bunga kamboja yang berduri!"


"Dasar kodok goreng, sejak kapan Bunga Kamboja berduri?"

__ADS_1


"Sejak ia bertanya tentang pria lain pada suaminya. Padahal suaminya ini sangat tampan dan juga kaya. Tapi masih saja bertanya tentang pria lain yang ketampanan dan kekayaannya masih berada di bawah aku." rajuknya.


Mawar langsung memeluk Satya, dan mengusap-usap dada bidangnya. Namun, kodok goreng ini malah jual mahal padahal biasanya ia langsung berikan tubuhnya secara gratisan kepada Mawar.


"Ya ampun jadi suamiku yang tampan ini sedang marah?" bujuk Mawar.


"Tidak! Aku tidak marah aku hanya kecewa saja padamu kau sudah membuatku sakit hati," rajuknya lagi, gini bukan hanya ginjal Mawar yang tertawa, tapi jantungnya ikut terbahak melihat kelakuan Satya.


"Oh sayangku, aku bertanya bukan karena aku menyukainya. Tapi Aku bertanya karena penasaran dengan sikapnya padamu. Bukankah dulu dia selalu bertingkah kurang ajar padamu. Lalu bagaimana sikapnya kini setelah tahu jika kau adalah anak papamu, kau kan anak dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Apa ia terkena serangan ginjal dadakan, atau apakah paru-parunya baik-baik saja? Dan juga apakah hatinya terluka saat melihatmu, yang ternyata adalah atasannya saat ini?" tanya Mawar penasaran, karena setahu Mawar, selama ini Andika selalu bertingkah menyebalkan pada suaminya ini.


"Dia hampir gantung diri karena malu, tapi ia mengurungkan niatnya yang tidak baik itu. Karena katanya ia belum menikah dan juga masih perjaka. Ia tak mau menjadi hantu perjaka dan menikah dengan kuntilanak, setidaknya ia ingin mempunyai istri yang cantik bukan istri menyeramkan seperti itu," jawab Satya masih merajuk.


Membuat Mawar akhirnya mengeluarkan jurus andalannya untuk membujuk Satya. Mawar pun kemudian membuka baju tidurnya dan memperlihatkan aset kesukaan Satya yang masih terbungkus dengan kaca mata pelindung berwarna merah. Membuat Mawar terlihat sangat seksi karena warna merah sangat kontras dengan kulit Mawar yang putih mulus.


"Satya lihatlah ini,"


"Tidak mau!" Satya memalingkan wajahnya takut tergoda dengan pabrik susu Mawar yang indah itu.


"Benarkah?" Mawar pun langsung naik ke atas pangkuan Satya, hingga asetnya berada tepat di wajah Satya.


"Benar kau tidak mau?" tanya Mawar sambil melorotkan talinya hingga benda itu hampir tumpah di wajah Satya. Cukup sudah, iman Satya yang hanya sebesar kotoran cicak itu runtuh juga.

__ADS_1


"Baiklah kalau kau memaksa," ucap Satya dan langsung melahap aset Mawar yang berharga itu.


__ADS_2