
GHEA POV
di Surabaya...
pagi hari yang cerah..
aku pun terbangun dan aku langsung mandi dan siap-siap bekerja. saat aku keluar kamar,aku berjalan ke arah ruang makan. aku mencari keberadaan riano tetapi aku tidak menemukannya. malah bertemu kepala pelayan. kemudian aku pun memanggil kepala pelayan untuk menghampiriku.
"kepala pelayan,maaf mengganggumu. tuan Riano kemana? kog aku tidak kelihatan dia."kataku kepada kepala pelayan.
"tuan Riano tadi pagi sudah berangkat ke kantor. tuan Riano harus ke kantor pagi-pagi karena nyonya besar menyuruh asistennya membawa seseorang ke kantor tuan riano karena seseorang tersebut harus dilantik sebagai asisten baru untuk tuan riano."kata kepala pelayan kepadaku.
"oh begitu."kataku pada kepala pelayan.
"tetapi,tuan riano meminta padaku membawa bekal makan siang nanti tetapi saya tidak bisa mengantarnya karena saya ada perlu mendadak di rumah untuk memperbaiki kran di kamar mandi tamu."kata kepala pelayan kepadaku.
"oh begitu. biar aku saja yang menyiapkan bekal makan siang untuk riano dan juga membawakan untuknya ke kantornya. kepala pelayan serahkan semuanya kepadaku."kataku kepada kepala pelayan.
"baiklah nona. terima kasih atas bantuannya. kalau sudah ada tidak ada lagi,saya permisi nona."kata kepala pelayan kepadaku. aku pun berangkat kerja ke rumah sakit.
di rumah sakit Surabaya,,
"ini resepnya ya nyonya dan tuan harus menjaga kesehatan nyonya ya soal kehamilan nyonya."kataku kepada pasien.
"baik dokter. terima kasih. permisi dokter."kata pasienku kepadaku. lalu,pasangan suami istri ini yang merupakan pasien terakhirku telah pergi dari ruanganku.
"dokter,sudah habis pasien. apakah dokter ingin makan siang?"tanya perawatku kepadaku.
"iya. aku ada urusan. aku harus pergi sebentar. kalau ada apa-apa panggil aku ya.."kataku kepada perawatku. aku pun bergegas siap-siap pergi dan keluar dari rumah sakit. aku pun pergi ke kantor riano.
di kantor riano,,
"tuan riano,ini nona Sherly sudah datang."kata sekretarisku,Betty kepadaku.
"oh ya. suruh dia masuk."kata riano pada sekretarisnya. kemudian,Sherly masuk ke ruanganku dan kami berdua saling berjabat tangan.
"saya datang ke sini karena di suruh oleh nyonya besar,tuan."kata Sherly.
"iya aku sudah tau. silahkan duduk."kata riano yang mempersilahkan duduk kepada sherly. sherly pun duduk.
"intinya saja ya,kemarin mamiku sudah memberitahu kepadaku. apakah kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan di sini?"tanya riano pada Sherly.
"sudah tau tuan."kata Sherly pada riano.
"bagus. kalau kamu sudah tau,ak ingin tau hasilnya gimana nanti." kata riano yang langsung beranjak dari kursi empukny dan berdiri menghadap kaca di ruangannya.
kring..kring...
suara telepon berbunyi..
riano langsung menekan tombol telepon.
tit..
"iya ada apa?"tanya riano pada sekretarisnya,Betty.
"tuan riano,nona Ghea sudah di lobi. ingin bertemu tuan. katanya,nona Ghea ingin mengantar makanan untuk tuan."kata betty kepada riano.
"oh.. suruh dia masuk saja."kata riano pada betty. lalu,riano menutup teleponnya.
"Ghea sudah di kantor dan sekarang dia akan menuju ke sini. aku ingin memperkenalkan kamu dengan dia. kamu juga tau apa yang harus kamu lakukan selama ada Ghea. mengerti?"kata riano pada Sherly.
"mengerti tuan."kata Sherly pada riano.
beberapa menit kemudian...
tok...tok...tok...
"permisi tuan,nona Ghea sudah datang."kata Betty kepadaku. lalu,aku masuk ke dalam ruangan riano. aku melihat riano sedang berbincang-bincang kepada seorang wanita. wanita itu terlihat cantik dan sexi. tubuhnya sangat bagus. kulitnya pun terlihat bersih putih. sangat berbeda dengan diriku. diriku yang hanya kulit sawo matang dan menurutku sih diriku kurang sexi. uh,kenapa aku menjadi minder begini saat melihat wanita itu bersama riano.
__ADS_1
"ada apa Ghea? sampai kamu datang ke sini?"tanya riano padaku.
"aku hanya ingin mengantar makan siangmu. tapi sepertinya kamu keliatan sibuk. lebih baik aku pergi saja."kataku yang langsung menaruh bekal makan siang riano di meja kerja riano. setelah itu,aku pun pamit pergi meninggalkan mereka berdua di ruangan.
"tunggu Ghea."kata riano yang membuat aku berhenti. kemudian,riano menyusul aku.
"ada apa ya no?"tanyaku kepadanya.
"aku ingin kita bertiga makan siang bersama di kantin. aku yakin kamu pasti belum makan siang juga."kata riano kepadaku.
"aku sudah makan siang kog. aku harus kembali ke rumah sakit."kataku yang berbohong kepada riano.
"Ghea. jangan begitu. aku tau dirimu bagaimana. sudah kamu lebih baik ikut kami ke kantin."kata riano yang langsung memegang tanganku dan mengajak Sherly bersama-sama ke kantin.
setengah jam kemudian,
di kantin penuh banyak para penjual makanan dan banyak orang sekitar sini makan. kami bertiga,aku,riano dan Sherly memesan makanan.
"ghea,kenalkan ini asistenku yang baru juga calon tunanganku,kemarin mamiku yang mengirim dia ke sini untuk bekerja bersama denganku di kantor ini. dia namanya Sherly."kata riano kepadaku.
"oh ya,saya Sherly."kata Sherly yang memberikan tangannya untuk berjabat tangan denganku. aku pun membalas jabat tangan dengan sherly.
"iya. aku,Ghea,teman dekatnya riano. senang berkenalan dengan nona Sherly."kataku kepada Sherly.
"dia barusan selesai lulus kuliahnya di Paris dan bekerja di kantorku,sehingga aku harus membimbing dia di kantorku."kata riano kepadaku.
"oh begitu. tidak apa-apa Ano."kataku dengan tersenyum kepada riano.
beberapa jam kemudian..
aku pun kembali ke rumah sakit,sedangkan riano bersama Sherly kembali ke kantor. aku pun menyelesaikan pekerjaanku.
matahari telah terbenam,waktunya orang-orang selesai bekerja dan pulang ke rumah masing-masing. saat ini aku sedang di ruanganku,di rumah sakit. aku mengingat kejadian kemarin malam bahkan tadi siang. aku hanya tidak mengerti maksud riano. kemarin dia menyatakan perasaannya padaku. eh,tadi siang memperkenalkan padaku kalau calon tunangannya,pilihan ibunya kepadaku. sungguh,aku tidak mengerti maksud tingkah riano saat ini. apakah dia memang mencintaiku? ataukah dia hanya sekedar mempermainkan aku? atau bagaimana? pertanyaan ini selalu ada di dalam otakku sehingga aku tidak fokus bekerja.
dret..dret...
suara ponsel berbunyi...
pesan masuk dari riano..
balasanku untuk riano...
tidak apa-apa. kan di rumah ada kepala pelayanmu dan pembantumu yang lain. mereka selalu menemaniku saat kamu tidak di rumah. kamu harus jaga kesehatan dan jangan lupa harus teratur makan ya. met sibuk..!! semangat!!!
pesan masuk dari riano...
oke Ghea. thank ya...
balasanku yang singkat untuk riano...
iya.
aku pun langsung bergegas pulang ke rumah.
dalam perjalanan,aku berpikir. selama ini,di Surabaya,aku tinggal bersama riano dan pembantu lainnya. sekarang ada sherly,apa lebih baik aku pindah saja. iya,aku harus pindah,aku tidak mau mengganggu kencan riano bersama Sherly. lebih baik sekarang aku mencari rumah untukku. beberapa menit kemudian,aku telah sampai di rumah riano. seperti biasa,setiap pulang,aku selalu langsung masuk kamar. beberapa menit kemudian,aku telah selesai mandi,aku langsung mencari rumah di media kabar. beberapa menit kemudian,aku pun menemukan rumah untukku dan aku langsung janjian dengan pemilik rumah untuk bertemu dan bertransaksi. setelah komunikasi via telepon dengan pemilik rumah,aku mengantuk dan langsung tertidur.
di hotel..
"halo,gimana dengan Ghea?"tanya riano kepada kepala pelayan rumahnya via telepon.
"nona Ghea hanya pulang dan langsung masuk ke kamarnya dan tidur tuan."kata kepala pelayan kepada riano.
"apa Ghea tidak makan malam?"tanya riano kepada kepala pelayannya.
"nona Ghea sepertinya sudah makan tuan,karena saat pulang nona Ghea membawa nasi bungkus dan makan di kamarnya. dari tadi nona Ghea tidak mau keluar kamarnya."kata kepala pelayan kepada riano.
"yasudah. kalau gitu."kata riano kepada kepala pelayan dan langsung menutup teleponnya.
"Ghea apakah berpikir aku serius bersama Sherly. atau Ghea lebih setuju mengijinkan aku bersama dengan Sherly. apakah Ghea memang tidak mencintaiku. aaarrggh.. pusing aku."batin riano yang memegang kepalanya. kemudian,riano memilih tidur karena pusing memikirkan Ghea.
__ADS_1
esok harinya..
hooammzz...
pagi hari yang cerah..
aku pun terbangun dan langsung mandi. seperti biasa,selesai mandi,aku makan sarapan di meja makan tanpa ada riano. kemudian,aku pun langsung pergi ke rumah sakit. sudah seharian ini riano tidak menghubungiku sama sekali bahkan tidak menanyakan tentang diriku. aku sungguh rindu padanya. apakah aku harus mengatakan padanya kalau aku sangat rindu padanya. oh,tidak. saat ini riano sudah di temani sama Sherly. lebih baik aku melupakannya saja. aku dengan riano hanyalah sekedar teman dekat. ya teman dekat,bukan seorang yang spesial.
sore hari telah tiba,aku pun pulang dari rumah sakit. tetapi karena janjian sama pemilik rumah,aku mampir dulu ke restoran dan bertemu dengan pemilik rumah. kemudian,aku di ajak oleh pemilik rumah untuk melihat kondisi rumah yang akan aku beli. setelah cocok,aku langsung membayar separuh kepada pemilik rumah karena besoknya aku dengan pemilik rumah harus mengurus surat-surat rumah baruku. setelah selesai mengurus rumah baruku,aku langsung pulang ke rumah riano.
"nona Ghea,apakah sudah makan malam? kenapa baru pulang?"tanya kepala pelayan kepadaku.
"oh,sudah makan tadi bersama klienku di restoran. oh ya,pak, aku mau beritahu kalau besok aku kan pindah dan tidak akan tinggal di sini lagi."kataku kepada kepala pelayan.
"tetapi nona,apakah nona sudah memberitahu hal ini kepada tuan muda riano?"tanya kepala pelayan kepadaku.
"belum sih. besok saja aku beritahu kepadanya. tolong jangan beritau riano hal ini sebelum aku pindah. biarkan aku sendiri yang menghubungi dia."kataku kepada kepala pelayan.
"iya nona."kata kepala pelayan kepadaku.
"ya. kamu boleh pergi sekarang."kataku yang menyuruh kepala pelayan pergi dariku. aku langsung masuk ke kamar,membereskan barangku ke dalam koperku. besok pagi aku harus sudah pindah. setelah selesai berkemas,menaruh barangku ke dalam koper,aku meminta ijin kepada kepala direktur rumah sakit kalau besok aku tidak masuk kerja karena pindahan.
"ah.. akhirnya selesai juga. capek rasanya. malam ini lebih baik tidur saja."kataku pada diriku sendiri. aku pun langsung tertidur pulas karena kecapekan.
paginya...
aku sudah bangun pagi-pagi dan sudah siap untuk membawa koperku ke dalam taxi yang sudah aku panggil. kemudian,aku menyeret koperku ke dalam bagasi taxi. saat aku berhenti melihat rumah riano.
"nona Ghea,apakah yakin ingin pindah dari sini? kami semua menyayangimu nona."kata salah satu dari pelayan riano kepadaku.
"terima kasih semuanya. aku memang harus pindah. aku pergi dulu ya. selamat tinggal."kataku kepada semua para pelayan di sini dan aku langsung masuk ke dalam taxi tersebut. taxi yang aku tumpangi pun melaju keluar dari rumah riano. beberapa jam kemudian,aku telah sampai di rumah yang baru. aku pun membawa koperku ke dalam rumah yang baru. aku langsung mengurus rumahku yang baru. setelah selesai beres rumah,aku pergi keluar mencari makan dan sekalian beli mobil untukku. aku tidak ingin bergantung dengan riano walaupun aku dengannya sudah akrab banget bahkan aku sudah mengenal keluarganya.
di hotel,
dret...dret...
suara ponsel berbunyi...
"halo riano."kataku kepada riano.
"eh Ghea. ada apa ya?"tanya riano kepadaku.
"untung saja kamu mau mengangkat teleponku. kemarin-kemarin kamu tidak mau mengangkat teleponku."kataku yang menyindir kepada riano.
"oh maaf,aku tidak tau. aku benar-benar lupa. aku ingin menghubungimu tetapi pekerjaan ini,urusan ini membuatku selalu sibuk dan nggak sempat. maafkan aku."kata riano padaku.
"tidak apa-apa. aku mengerti. lagipula kita hanya teman saja. aku menghubungi ini hanya memberi tahu kalau aku sudah pindah dari rumahmu."kataku kepada riano.
"kenapa kamu meninggalkan rumahku,Ghea? apakah kamu tidak takut tersesat di Surabaya ini?"tanya riano kepadaku.
"walau aku tersesat,aku bisa mencari lokasi di maps aku. kamu tidak perlu khawatir. by the way,gimana kabar Sherly?"tanyaku kepada riano.
"baik saja. memang ada apa Ghea?"tanya riano padaku.
"oh. tidak apa-apa. aku hanya ingin bertanya saja. kamu tidak bersamanya. maksudku,bukannya hari ini kamu sudah di kantor. kamu tidak membantunya urusan pekerjaanmu."kataku kepada riano.
"aku sedang santai. dia bersama asistenku lainnya bekerja di ruangannya sendiri."kata riano kepadaku.
"oh begitu. ya sudah aku mau beresin rumahku dulu. bye riano."kataku pada riano yang langsung menutup telepon.
"tetapi Ghea.."kata riano yang terputus karena mendengar teleponnya sudah terputus. kemudian riano menelepon maminya.
"iya halo sayang."kata maminya Kepada riano.
"mami Ghea malah ikutan cuek kepadaku dan malah santai juga ingin menjauhi aku karena dia pikir aku sudah memiliki tunangan."kata riano yang sedang sedih kepada maminya.
"kamu ini ya gitu saja sudah menyerah. tunggu mainnya pasti Ghea kan menyatakan perasaannya kepada kamu."kata maminya kepada riano.
"sampai kapan mami?"tanya riano pada maminya.
__ADS_1
"sudah. jangan begitu. mami banyak urusan. lebih baik kamu ikuti alurnya. jangan sampai kamu merusak rencana ini. mengerti. sudah ya mami tutup telepon. dah sayang."kata maminya kepada riano yang langsung menutup teleponnya.
"benarkah Ghea mencintaiku? tetapi dia malah menjauhi aku? apakah aku harus mengikuti alur ini. semisal alur ini gagal,apa yang terjadi nantinya. arrrghhh.. pusing aku memikirkan ini"batin riano pada dirinya sendiri.