
GHEA POV
beberapa menit kemudian,Rama dan linggo datang menemuiku. linggo pun masuk ke pintu bagian depan,sedangkan Rama masuk ke pintu bagian belakang karena aku duduk di bagian belakang.
"ada apa Ghea sehingga kamu datang ke sini? kalau memang kamu ingin bertemu aku,kenapa di sini? kenapa tidak langsung masuk ke kantorku?"tanya Rama padaku.
"aku tidak mau ada yang salah paham. lagipula kita berdua akan bercerai dan aku dengar kamu juga akan bertunangan dengan Andriana. aku tidak ingin Andriana akan marah denganku karena salah paham. aku datang ke sini hanya ingin berbicara padamu 15menit saja. aku sudah tau semuanya ram. kalau kamu terpaksa melakukan ini untuk perusahaan kakekmu. apa kamu tau siapa Andriana?"tanyaku pada Rama.
"aku sudah tau. kakekku telah membunuh orang tuanya."kata Rama padaku.
"lalu,kenapa kamu memilih dia menanam saham di perusahaan kamu?"tanyaku pada Rama.
"jangan kamu berpikir kamu ketemu aku dan membahas ini terus aku kan membatalkan perceraian kita. aku tetap bercerai dengan kamu. soal aku dengan andriana,ini masalahku. jangan kamu campuri lagi. karena kamu bukan siapa aku."kata Rama padaku.
"oke. aku tidak kan mencampuri urusan kamu Rama. sebelum aku pergi,aku ingin bertanya padamu sekali lagi. apakah kamu tidak mencintaiku selama ini? apakah kamu mencintai andriana dengan tulus dan bukan karena perusahaan kamu?"tanyaku pada Rama.
"dari awal aku sudah berkata padamu Ghea. aku tidak mencintaimu. aku mengatakan cinta yang dulu itu karena aku hanya kagum saja bukan cinta yang tulus dari hatiku untukmu. karena aku baru bertemu cewek seperti kamu. kamu jangan berharap aku kan kembali padamu setelah perceraian ini. aku juga tidak menyesali dengan keputusanku karena aku memang ingin bebas dari kamu. selama ini aku jadi lelaki boneka kamu. tawanan kamu. aku ingin bebas dan aku mencintai Andriana karena dia memang lebih cantik dari kamu dan lebih baik dari kamu."kata Rama padaku.
terasa sakit di hati ini mendengar kata Rama padaku. aku pun memaksa diri untuk menahan air mataku untuk tidak boleh keluar dari mataku. karena aku tidak ingin di mata Rama,aku seorang lemah.
"baiklah.kamu boleh kembali ke kantormu. tetapi,setelah perceraian ini,kita tidak kan bertemu selamanya. karena aku sudah tidak akan tinggal di Jakarta. semoga kamu bahagia dengan Andriana."kataku yang terpaksa tersenyum pada Rama. Rama pun diam dan langsung keluar dari mobil dan masuk ke kantornya. setelah itu,mobil kami pun pergi keluar dari kantor Rama. selama perjalanan,aku menangis sehingga membasahi pipiku dan membuat make up ku menjadi luntur karena tangisanku. aku pun membayangkan kejadian dulu dimana aku dengan rama. setelah sampai di rumah,aku pun menghapus air mataku karena aku tidak ingin nenek mengetahuinya.
"paman tolong jangan beritahu kepada siapapun termasuk nenek,Kevin dan riano kalau aku bertemu rama. karena aku tidak ingin mereka membuat masalah baru pada Rama."kataku pada linggo.
'baik nona."kata linggo padaku. aku pun langsung masuk rumah. untungnya aku tidak bertemu nenek. kemudian,aku pun langsung mandi dan tidur.
beberapa hari kemudian,sidang perceraian telah tiba. seperti biasa, Rama dengan Andriana dan pengacaranya sedangkan aku dengan pengacaraku karena Kevin dan shasha tidak bisa menemaniku. riano juga sama,sibuk sama pekerjaannya. akhirnya keputusan hakim telah menyatakan kalau aku dengan Rama telah resmi bercerai. kemudian,aku,Rama, Andriana, juga pengacaraku, pengacara Rama telah meninggalkan ruangan sidang. aku mendekati Rama bersama Andriana.
"selamat untuk tuan Rama dengan nona Andriana. akhirnya kita telah resmi cerai. semoga kalian bahagia."kataku yang terpaksa tersenyum pada Rama dan Andriana.
"terima kasih nona ghea."kata Andriana.
"sama-sama. kalau begitu, saya permisi."kataku yang langsung pergi. siang ini,aku telah resmi bercerai dengan Rama. dalam perjalanan,aku menyetir mobilku sendiri. saat menyetir,air mataku telah turun dari mataku dan membasahi pipiku dan membuat hidungku tersumbat karena aku banyak menangis. aku benar-benar tidak bisa menahan air mata ini,rasa sakit hati ini. aku pun pulang dan langsung ke kamar. dan di kamar aku mengunci pintu kamar karena aku tidak ingin bertemu dengan siapapun. aku ingin sendiri. beberapa hari kemudian,riano datang ke rumahku.
"riano akhirnya kamu datang."kata nenek pada riano.
"ada apa dengan Ghea nek?"tanya riano.
"sejak pulang dari sidang,Ghea tidak keluar dari kamar. sudah 3hari,Ghea tidak mau makan dan tidak mau keluar dari kamar."kata nenek pada riano.
"lalu,apakah nenek sudah menghubungi Kevin dan Shasha?"tanya riano pada nenek.
"nenek sudah menghubungi mereka. kata mereka, besok mereka kan datang karena mereka lagi ada acara KKN sehingga tidak bisa ke sini."kata nenek pada riano.
"nenek tenang saja. aku kan berusaha membujuk Ghea mau makan dan keluar dari kamarnya. lebih baik nenek siapkan saja makanannya untuk Ghea."kata riano.
"iya nak."kata nenek yang langsung ke dapur.
sedangkan riano pergi ke kamarku. riano pun mengetuk pintu kamar. aku pun tidak merespon sama sekali.
"Ghea ini aku riano. tolong kamu bukakan pintu untukku. aku tau kamu sedih karena Rama. tetapi nenek,aku dan semuanya menjadi khawatir denganmu bila kamu begini terus Ghea. aku mohon kamu keluarlah."kata riano. Ghea pun tetap tidak merespon sama sekali.
__ADS_1
"kalau kamu tidak mau membukakan pintu,aku hitung sekarang bila dalam waktu 5detik aku kan mendobrak pintu ini."kata riano padaku. kemudian riano nekat mendobrak pintu kamarku. setelah pintu kamarku menjadi rusak, riano melihat aku sedang duduk dan memeluk diri sendiri. riano pun menggendong aku dan memindahkan ke tempat tidurku.
"untuk apa kamu datang ke sini?"tanyaku pada riano.
"biarkan aku sendiri riano."kataku sekali lagi pada riano.
"Ghea. aku sangat mencintaimu,kamu seringkali menyakitiku karena kamu tidak membalas cinta untukku. tetapi aku tidak seperti kamu saat ini. kamu jangan menyakiti dirimu sendiri. masih banyak orang yang masih menyayangimu. lebih baik kamu lupakan saja Rama. dan lebih baik kamu tegar menghadapi ini. jangan seperti gini. ini malah menyakiti aku Ghea. membuatku sedih melihat kondisimu saat ini."kata riano padaku.
"aku harus bagaimana riano?"tanya ku pada riano.
"sudah lebih baik kamu jangan berpikir tidak tidak. lebih baik kamu makan saja."kata riano padaku. tiba-tiba nenek datang ke kamarku membawa makanan untukku dan riano dengan telaten menyuapi aku makanan.
esok harinya,
aku telah bangun dari tidurku,aku melihat riano sedang tertidur di kursi yang mendekati ranjangku sambil memegang tanganku. aku pun tersadar,aku langsung pelan-pelan melepaskan tanganku dari tangannya. selama ini setiap aku ada masalah,riano selalu ada untukku. sedangkan Rama tidak seperti riano. aku harus melupakan Rama. aku harus mencoba untuk mencintai riano. karena menurutku,riano tulus untukku. aku pun keluar dari kamarku dan membiarkan riano tertidur. di dapur,aku bertemu nenek bersama bibi yang sedang menyiapkan sarapan.
"selamat pagi nenek,bibi."kataku yang menyapa nenek dan bibi.
"selamat pagi juga nak"kata nenek padaku.
"selamat pagi juga non"kata bibi padaku.
"nek,aku ingin menyiapkan sarapan untuk riano."kataku pada nenek. nenek pun mengijinkan aku menyiapkan sarapan untuk riano. lalu,aku pun menghampiri riano ke kamarku.
"riano, bangun."kataku pada riano yang sedang membangunkannya. riano pun terbangun.
"ugh..sudah pagi ya?"tanya riano.
"syukurlah kamu sudah baikan. aku kemarin sangat khawatir sama kamu."kata riano.
"aku dah baik kog. terima kasih ya sudah merawat aku."kataku pada riano. riano melepaskan pelukannya dan memegang tanganku.
"aku senang kamu dah baikan. tapi kamu janji sama aku ya jangan kamu ulangi lagi begini. kalau kamu ulangi begini aku juga ikutan sakit hati karena melihat kamu begini. aku ingin kamu menjadi Ghea yang aku kenal. kamu harus tegar dan kuat menghadapi ini. maafkan aku kemarin tidak mendampingi kamu. coba kemarin aku dampingi kamu,kamu tidak akan seperti begini lagi. aku menjadi menyesali diriku sendiri."kata riano padaku.
"riano. sasttt... jangan menyalahkan dirimu sendiri. ini salahku. aku janji tidak kan ulangi lagi."kataku pada riano. riano hanya terdiam.
"oh ya,ini aku bawakan sarapan kesukaanmu,ayo kita makan bersama."ajakan aku pada riano. lalu kami makan bersama di kamarku. sejak kejadian kemarin membuat aku sadar mana yang lebih penting dan siapa yang tulus padaku. ternyata orang itu adalah riano,yang selalu ada untukku di saat aku lemah dan membutuhkannya. mulai saat ini dan seterusnya,aku memilih keputusan bersama riano daripada rama. aku kan secara pelan-pelan mencoba memupuk rasa cinta untuk riano dan melupakan Rama untuk selamanya.
di apartemen Rama..
"akhirnya kamu sudah menceraikan istrimu. dan langkah kita hanya menikah kan kita pernah berkali-kali tidur bersama,benar kan sayang?"tanya Andriana pada Rama dengan manja.
"iya,Minggu besok kita adakan pernikahan kita."kata Rama yang terpaksa tersenyum pada Andriana.
"iya sayang. kamu benar. lebih baik kita persiapkan sekarang pernikahan kita."kata Andriana. kemudian,Andriana menghubungi asistennya untuk membahas pernikahannya dengan Rama. sedangkan Rama hanya merenungi diri sendiri di kamar.
"sekarang aku sudah resmi berpisah pada Ghea. maafkan aku Ghea,aku tau kamu saat ini sakit hati karena kelakuanku. sesuai kataku dulu padamu,kita tidak kan pernah bertemu selamanya dan aku tidak kan menyesali dengan keputusanku. walau jiwaku menikah dengan Andriana tapi hatiku selamanya untukmu,Ghea."batin Rama.
setelah telepon dengan asistennya,Andriana tiba-tiba ada telepon asing buat dia. Andriana pun mengangkat teleponnya.
"iya halo."kata Andriana.
__ADS_1
"halo Andriana sayang. ini aku Wendy. masih ingatkah kita pernah bertemu dua kali untuk tidur bersama sambil menikmati rasa cinta kita."kata Wendy pada Andriana.
"maumu apa Wendy. aku sudah berkata padamu untuk jangan menghubungi aku. kenapa kamu masih saja menghubungi aku."kata Andriana.
"tenang dulu sayang. aku tau kamu sengaja mendekati aku karena kamu ingin kamu hamil dan mendapatkan anak untukku. tetapi kamu memanfaatkan ini untuk mendekati Rama untuk membalas dendamku pada orang tuamu. asal kamu ingat sayang,aku masih mencintaimu. aku juga mafia di Australia. aku juga bisa mendengar bila Rama berbuat sesuatu yang membahayakan kamu dan janin yang sekarang sudah berusia 1bulan. aku tidak segan-segan membunuh Rama. karena aku tidak bisa bersabar menunggu lama bila mengikuti caramu yang sangat lamban."kata Wendy.
"aku tau kamu bagaimana. untuk saat ini jangan kamu hubungi aku. sangat berbahaya bila kamu menghubungiku. rencanaku akan gagal dan tidak bisa sempurna."kata Andriana pada Wendy.
"baik. aku kan mengabulkan keinginanmu itu. tapi ingat kalau sudah waktunya,kita pasti bersama. aku kan menunggu itu. sampai jumpa sayang. muuacch.."kata Wendy yang langsung menutup teleponnya. Andriana hanya terdiam. kemudian Andriana langsung menemui Rama di kamarnya.
"Rama,ayo makan bersama. aku sudah menyiapkan makanan untukmu."ajakan Andriana pada Rama untuk makan bersama.
kemudian,kami berdua pun makan bersama.
di kediaman nenek Nabila,,
"Ghea.."jerit Kevin.
"duh ada apa sih Vin. pagi-pagi sudah menjerit sih."kata Ghea yang sedang berkumpul bersama riano dan nenek di meja makan.
"kamu baik-baik saja kan?"tanya Kevin.
"baik saja kog. untung ada riano yang sudah menyadarkan aku."kataku pada Kevin. kemudian Kevin malah menjitak kepalaku sehingga aku merasa kesakitan.
"aduh Kevin."kataku pada Kevin sambil mengelus kepalaku.
"kamu memang pantas dijitak. karena kamu nakal dan bodoh. kamu kemarin ngapain bersikap begitu untuk Rama sedangkan dia tidak peduli padamu. masih untung riano datang menemui kamu."kata Kevin dengan marah padaku.
"duh kakak. sudah. kasian kakak Ghea kalau kakak marah-marah sama kakak Ghea. lagipula kakak Ghea baru sembuh dari sakitnya. jangan sampai memperburuk keadaan."kata Shasha yang ingin meredakan emosi Kevin.
"sudah Kevin. ayo kevin,Shasha kita makan bersama."ajak riano pada kevin dan Shasha.
"iya kakak riano. terima kasih. ayo kak Kevin."kata Shasha. kemudian Kami semuanya makan bersama.
"lalu,kamu rencananya mau kemana Ghea?"tanya Kevin padaku.
"aku ingin pindah di Surabaya. aku serahin rumah sakit ini ke kamu ya Vin. aku mau bangun rumah sakit di Surabaya dan tinggal di sana. kamu tenang saja ada riano yang menemaniku. anak-anak aku titipkan ke nenek ya."kataku pada Kevin.
"iya. kamu selalu begitu. baiklah."kata Kevin padaku.
"iya sayang. kamu tenang saja. nenek senang ada anakmu menetap di sini."kata nenek padaku.
"kapan kamu pergi ke surabaya dan menetap di sana?"tanya Kevin padaku.
"seminggu lagi. aku harus mengumumkan kepada semua karyawan kita,direksi kita dan para dokter kalau saat ini kepala dokter nya aku serahkan ke kamu."kataku pada Kevin.
"oke,berarti ntar ya rapatnya?"tanya Kevin padaku.
"iya benar. sekalian aku membereskan berkas-berkasku dan kamu juga bisa memindahkan barangmu ke ruanganku."kataku pada Kevin.
"iya."kata Kevin dengan singkat.
__ADS_1