Suami Bayaran

Suami Bayaran
keluarga shasha


__ADS_3

"kakak,habis gini kemana ya?"tanya Shasha pada Kevin.


"hmm,, ke kostmu lah sayang. kakak juga mau ketemu ferlina untuk mengetahui keberadaan orang tuamu."kata Kevin.


untuk apa kak?"tanya Shasha yang kaget.


Kevin pun menjitak dahi Shasha.


"duh kak. sakit."kata Shasha yang sedang mengelus-ngelus dahinya. Kevin pun langsung memegang kedua tangan Shasha. dan menatap serius di depan wajah Shasha.


"Shasha,Minggu yang lalu aku sudah melamar kamu. dan aku dah berjanji padamu kalau aku kan menikahi mu."kata Kevin.


"tapi kak. aku belum menyelesaikan tugas kuliahku."kata Shasha.


"nggak papa sayang kamu kuliah. yang penting hanya kamu saja istriku."kata Kevin.


"baiklah kak. terserah kakak."kata Shasha.


"sayang,nggak usah khawatir aku kan mengurus semuanya."kata Kevin.


"huum kakak."kata Shasha.


"yaudah ayo pulang."kata Kevin pada Shasha.


Kevin pun menggandeng tangan Shasha sambil berjalan. saat di jalan,banyak sekali kerumunan orang-orang berjalan.


"liat itu tampan sekali cowoknya. sayangnya sudah punya cewek."bisikan orang.


"iya tapi ceweknya juga cantik. memang pasangan yang ideal."bisikan lainnya.


"banyak sekali orang melihatku bersama kak Kevin. tapi.. tapi kak Kevin malah dengan santai memegang tanganku." batin Shasha.


lalu,ada orang tidak sengaja menyenggol shasha sampe Shasha mau jatuh. tetapi Kevin dengan lihai malah memeluk Shasha supaya tidak terjatuh. pelukan Kevin membuat Shasha nyaman.


"jangan takut. ada aku. selama ada aku,kita berdua kan aman dan nggak kan jatuh. mari kita berdua bersama-sama berpegangan biar bisa keluar dari kerumunan ini."bisikan Kevin pada Shasha. Shasha hanya diam dan terpaku melihat Kevin. beberapa menit kemudian, akhirnya Shasha dan Kevin keluar dari kerumunan banyak pejalan.


"Ahh,,, akhirnya keluar juga.."kata Shasha yang merasa lega.


"hmm..Napa senang sayang?"tanya Kevin.


"karena aku capek berdesakan trus kakak."kata Shasha.


"tapi aku selalu memegang erat tanganku padamu."kata kevin.


"makasih ya kak." kata Shasha yang tersenyum.


"sudah sini. tunjukkin mana kostmu."kata Kevin.


"itu bentar lagi sampe kog kak."kata Shasha.


di Amerika serikat,


di villa...


"duh capek. dari tadi rapat melulu. udah gitu ntar harus ketemu tuan Johandres dan nyonya ahnjong.tidur aja dulu.." batinku yang langsung merebahkan tubuhku di kasur. beberapa jam kemudian, aku pun terbangun. kriuk...kriuk...kriuk.. suara perut lapar. aduh,baru bangun langsung terasa lapar.. ah,mending aku mandi dulu dan keluar beli makan saja. aku pun siap-siap melakukan ritual mandi. beberapa jam kemudian,aku menyalakan mesin mobilku dan melaju ke restoran terdekat dengan villaku. selama perjalanan,aku menoleh kanan kiri mencari restoran yang cocok untukku. akhirnya aku pun menemukan restoran yang cocok. lalu,aku pun memarkir mobilku di pinggir jalan dan mematikan mesin mobilku dan tak lupa mengunci pintu mobil. aku pun langsung masuk ke dalam restoran.


"Selamat datang nona di restoran kami."kata pelayan yang menyambut kedatanganku.(versi indonesia).


aku hanya menganggukkan kepala saja sambil tersenyum pada pelayan tersebut.


"Nona ingin pesan berapa orang biar saya siapkan kursi yang cocok untuk nona?" tanya pelayan tersebut padaku.(versi indonesia).


"hanya satu orang saja."kataku.(versi indonesia).


"baiklah nona. silahkan ikuti kami,kami kan menunjukkan tempat duduk yang cocok untuk nona."kata pelayan itu mengajakku untuk masuk di restorannya. (versi indonesia). Kemudian aku pun duduk dan memesan makanan yang ku sukai yang ada di restoran ini. sambil menunggu makanan yang sedang di masak,aku pun mengambil ponselku dan aku pun mencoba menghubungi Rama. tetapi Rama tidak menjawab teleponku.ada apa dengan Rama.


"permisi nona,ini makanannya."kata pelayan yang sambil menaruh makanan yang lagi hangat ke meja makan.(versi indonesia).


"terima kasih."kataku (versi indonesia).


"iya,nona. sama-sama." kata pelayan tersebut.


aku pun langsung menikmati makanan yang lezat dan enak di restoran ini. setelah makan, aku pun langsung membayar makanan di kasir. saat aku masih di restoran ini,aku bertemu musuh bebuyutanku saat aku masih sekolah,dia bernama Yeni.


"hai, ghea. lama tidak bertemu. gimana kabarmu saat ini ghea."kata yeni dengan santai.


"baik."kataku dengan singkat.


"singkat banget jawabanmu. aku tidak menggigit tapi menusuk iya. hahahaha..."kata yeni yang membuatku merasa itu orang aneh banget.


"sudahlah ghea. dulu kita sering berantem di sekolahan. itu dulu. sekarang aku tidak seperti dulu. tenang saja."kata yeni.


"oh ya?"tanyaku yang masih meragukan yeni.


"ya,benar. baiklah kamu memang orang yang nggak gampang percaya sama orang."kata yeni.


"maafkan aku yeni. aku buru-buru dan banyak pekerjaan yang belum ku kerjakan di rumah."kataku yang sebenarnya males ngobrol dengan yeni.


"baiklah. ini kartu namaku. kalau ada apa-apa hubungi nomer yang sudah tercantum di kartu namaku."kata yeni padaku yang menyodorkan kartu namanya padaku.


"aku duluan ya Yen. aku pasti kan menghubungimu. thanks ya.."kataku pada yeni dan aku pun langsung pergi meninggalkan yeni. yeni hanya tersenyum melihat aku pergi.


"Ghea kamu dari dulu selalu begitu. nggak pernah berubah. aku jadi semakin ingin akrab denganmu."batin yeni.


di malam hari,


dret..dret...dret...


suara ponsel bergetar.


pesan WhatsApp masuk.


duh,siapa sih SMS begini.. gak tau apa aku ini lagi ngantuk dan udah malam begini. aku pun langsung membuka ponselku dan membaca pesan dari WhatsApp.


RIANO


malam Ghea,

__ADS_1


maaf mengganggu.


apakah kamu sudah tidur?


kalau belum,kita ngobrol yuk..


**aku ngantuk nih...


maaf ya...


oh ya salam buat anak-anak..


send to Riano.


okey,met tidur ya Ghea..


sweet dream..


maaf dah mengganggu*..


ah,capek balas pesan. tidur aja ah..


di pagi hari...


Tok tok tok...


"iya.."kataku dan langsung membuka pintu.


"nona maaf ada kiriman buat nona."kata pelayan.


"oh ya makasih."kataku pada pelayan.


kemudian pelayan itu pun langsung pergi dan aku pun langsung menutup pintu.


hmm,, kotak apa ini.. aku buka aja..


ternyata kotak ini berisi sekuntum bunga,coklat dan..ada surat..


hai Ghea.


aku Riano.


aku mau kasih buat kamu saja Ghea.


oh ya,aku mau kabarin kalau aku dan anak-anak ke Indonesia mungkin hari ini atau besok. jemput aku di bandara ya Ghea.


oh my God... aku kan nggak di Indonesia. aduh.. aku harus hubungi Riano sekarang.


"halo Riano."kata ku di telepon.


"halo juga Ghea. sudah sampai ya paketku?"tanya Riano.


"sudah kog. cuman kamu di mana sekarang? soalnya aku lagi di new York."kataku pada Riano.


"oh gitu. ya gak papa. untung kamu telepon sekarang. aku belum beli tiket pesawat kog. besok aku sama anak-anak berangkat ke sana ya?"tanya Riano padaku.


"oke Bu dokter. siap!!"kata Riano.


"hehehe..."kataku yang mendengar kata Riano membuatku tersenyum.


"ya udah kamu lagi ngapain ini? gimana paketnya? apakah kamu suka?"tanya Riano.


"paketnya? hmm,, aku suka kog. makasih ya Riano."kataku padanya.


"baguslah kamu suka. aku nggak sia-sia ngasih paket untukmu."kata Riano.


"hmm.. Riano..dah ya,aku mau berangkat kerja. ada meeting hari ini."kataku pada Riano.


"oh oke.."kata Riano.


lalu aku pun menutup telepon Riano. aku langsung bersiap-siap bekerja ke perusahaan kakek.


"akhirnya paman selesai juga rapatnya."kataku mengeluh.


"memang Napa non?"tanya paman linggo.


"jujur paman aku kurang mengerti dengan perusahaan kakek. paman kan tau aku ini dokter. sedangkan perusahaan kakek bidangnya bukan dokter."kataku.


"non,aku liat dalam meeting nona bisa. dan semua pegawai di sini pun tidak meremehkan nona. malah mereka menghormati nona sebagai atasan. aku liat nona bisa menguasainya walau beda bidang. nona gak ada wanita yang bisa cepat belajar seperti nona."kata paman.


"benarkah paman?"tanyaku.


"iya benar non. kebanyakan wanita tidak seperti nona. nona aku punya dokumen yang harus nona pelajari mengenai pembukuan perusahaan. nanti sore aku ke hotel nona ya?"kata paman.


"iya paman."kataku.


di sore hari..


aku sedang belajar mempelajari tentang perusahaan kakek.


aduh,di mana nih pulpen,


aku membongkar seisi tasku..


aku menemukan kartu nama Yeni. hmm,, ntar aja aku hubungi dia. aku lanjutin aja belajar lagi. beberapa jam kemudian, akhirnya aku selesai belajar. aku menelepon Yeni.


"halo Yeni."kataku.


"iya halo. ini siapa ya?"tanya Yeni padaku.


"aku Ghea."kataku.


"oh Ghea. gimana kabarmu? akhirnya kamu telepon aku. dari kemarin aku menunggu teleponmu loh.."kata yeni.


"oh,maafkan aku. kemarin aku sibuk banget. aku baru bisa menghubungimu sekarang."kataku.


"oh nggak papa Ghea. santai saja. by the way,ngapain kamu di kota di sini? kamu sekarang tinggal di mana dan sama siapa?"tanya Yeni.

__ADS_1


"aku cuman ada urusan pekerjaan saja selama seminggu sih.. aku di sini sendirian saja."kataku.


"hmm.. aku boleh ke tempatmu sekarang nggak? mumpung aku masih di jalan."kata yeni.


"boleh."kataku.


"oke deh. kamu kirim alamatmu ya aku kan kesana."kata yeni.


"oke Yeni."kataku dan langsung menutup telepon. aku pun mengetik pesan via WhatsApp tentang alamatku kepada Yeni. beberapa jam kemudian...


tok ... tok... tok...


"iya.."kataku sambil membukakan pintu.


"Ghea."kata yeni menyapaku.


"oh Yeni. ayo masuk."kataku. lalu aku dan Yeni pun masuk ke kamarku.


"aku membawakan kamu makanan untukmu. aku yakin dirimu belum makan."kata yeni.


"kamu kog tau sih Yen."kataku.


"taulah. kan aku temen kecilmu dulu."kata yeni.


"udah ayo makan bareng-bareng."kata yeni yang langsung menaruh makanan ke meja makan. aku dan Yeni pun makan bareng-bareng. setelah makan,Yeni pun membantu membereskan dan mencuci piring sedangkan aku mengupas buah dan membuat salad. kemudian,aku dan Yeni menonton televisi sambil menikmati salad dan cemilan.


"by the way,kamu sekarang sebenarnya tinggal di mana? apakah kamu sudah menikah?"tanya Yeni.


"aku di Indonesia lah. aku sudah menikah kog dan aku pun sudah punya anak."kataku.


"terus.. suamimu dan anakmu di mana?"tanya Yeni.


"anakku,anak angkatku Yen. bukan anak kandung. mereka kembar."kataku.


"terus..."kata yeni.


"ya mereka sudah ikut kembali dengan orang tua kandungnya."kataku.


"lalu,sekarang?"tanya Yeni.


"ya suamiku sekarang sibuk sama kerjaannya ya nggak bisa menemaniku. ya aku kesepian karena biasanya ada anak-anak. malah sekarang kemanapun selalu sendiri."kataku.


"memang suamimu dan kamu nggak pernah komunikasi atau kontak fisik ketemu langsung begitu?"tanya Yeni.


"sejak dia ada kabar dari keluarganya dia menyibukkan diri. sehingga kemanapun ya aku sendiri."kataku.


"oh begitu. lalu sekarang rencanamu gimana?"tanya Yeni.


"nggak tau."kataku.


"ya udah sekarang udah malam,kamu pasti mengantuk. aku kan pulang dulu ya.. besok kalau ada waktu luang aku kan datang lagi ke sini ya?"tanya Yeni padaku.


"ya kabarin ya sebelum ke sini..."kataku.


"pasti."kata yeni.


"thanks ya Yen,malam ini sudah menemaniku dan memberiku banyak makanan untukku."kataku.


"sudah.kamu nggak usah seperti sungkan padaku seolah-olah kita ini orang lain saja. kan kita sudah lama berteman.yaudah dulu ya,aku pulang..dah.."kata yeni yang langsung pergi.


"hati-hati di jalan ya Yen."kataku dengan menjerit padanya.


"iya."kata Yeni pun sama menjerit.


di pagi hari..


kring...kring...kring...


suara bel jam weker berbunyi...


"aduh berisik amat..jam berapa sih?"tanyaku pada diriku sendiri sambil mencari jam weker ku. setelah mendapati jam weker,aku pun melihat jam. dan ternyata sudah pagi jam 6pagi. ya ampun,aku baru ingat kalau jam 8 aku harus ke bandara jemput Riano sama anak-anak. aku pun langsung bergegas siap-siap. sebelum ke bandara,aku pun membelikan makanan kesukaan anak-anak dan membelikan makanan kesukaan Riano.


di bandara,


"selamat datang tuan Riano."kata pengawalnya.


"iya,terima kasih. tolong barang saya di taruh di mobil ya. aku dan anak-anak menunggu di sini saja. karena aku dan anak-anak ingin bertemu seseorang dulu."kata Riano.


"baik. tuan."kata pengawalnya.


"Ghea aku sudah membawa cincin buat kamu. aku sangat mencintaimu. anak-anak pun tak ingin kehilanganmu. Ghea,kaulah milikku. selama di sini,aku kan menikah denganmu setelah kau resmi cerai dengan suamimu.itulah janjiku padamu."


beberapa jam kemudian,


"aduh,maaf terlambat. apakah kalian menungguku lama?"tanyaku pada Riano dan anak kembarku.


"mama.."kata Ronald dan Rosita yang serentak menyambutku dan memelukku.


"sayang,aku kangen kalian."kataku yang juga memeluk mereka dan mencium pipi mereka.


"ehem..ehem.. kog aku nggak di peluk juga ya?"tanya Riano. aku pun langsung berdiri.


"idih,ini papahmu iri juga ya.."kataku.


"hahaha..bercanda.. udah,ayo pergi.capek di sini dan bosen.."kata Riano.


aku pun langsung menggendong Rosita dan Riano juga menggendong Ronald walaupun anak-anak sudah bisa berjalan,kami berdua,aku dan Riano masih memanjakan mereka. kemudian,Riano mengajakku breakfast di resto terdekat.


"hmm,,kamu di sini ada urusan apa Ghea?"tanya Riano.


"cuman urusan pekerjaan saja kog. urusan perusahaan kakekku."kataku.


"oh gitu. lalu,kamu di sini sampai kapan dan suamimu di mana kog nggak kelihatan?"tanya Riano.


"dia sibuk sama kerjaannya sehingga nggak bisa menemaniku."kataku.


"hmm,, nggak usah bersedih begitu. kan sudah ada yang menemanimu sekarang. karena ini liburanku bersama anak-anak dan aku meminta kamu mengajak kami keliling di kota ini,oke?"kata Riano.

__ADS_1


"baiklah."kataku.


__ADS_2