Suami Bayaran

Suami Bayaran
Rama dan Ghea bagian kedua.


__ADS_3

di kediaman keluarga Riano...


di ruang makan...


"pagi cucuku.."kata mamahnya Riano kepada Ronald dan Rosita.


"pagi Oma.."jerit Ronald dan Rosita dengan serentak. dan mereka berdua pun langsung menyambut neneknya dengan pelukan. sedangkan Riano hanya memandang mereka sambil menyantap makanan. setelah berpelukan, neneknya si kembar ini pun membagikan oleh - oleh untuk mereka.


"ini Oma lagi belanja kemarin inget kalian makanya Oma sekalian belikan untuk kalian. dan ini untuk Ronald. ini juga untuk Rosita."kata mamahnya Riano kepada cucunya, Ronald dan Rosita sambil membagikan oleh - oleh berupa baju baru.


"makasih Oma."kata si kembar secara serentak memeluk mamahnya Riano. setelah itu, si kembar kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan makanannya. mamahnya Riano pun juga langsung duduk dan bergabung di meja makan.


"Riano. mamah dengar Ghea ke Surabaya lagi? ada apa?"tanya mamahnya Riano kepada Riano.


"tidak apa-apa mah. dia ke sana karena mantan suaminya kecelakaan."


"bukannya sudah cerai, kog Ghea masih mengurus dia. memang keluarganya di mana? apa keluarganya itu sudah tidak ada?"


"keluarga mantan suaminya masih ada, cuman mantan suaminya, Rama, tidak mau merepotkan yang lain. selain itu, Rama tidak terlalu dekat dengan keluarganya bapaknya. selama ini, Rama selalu bersama ibunya. sayang, ibunya sudah tidak ada saat dia menikah sama Ghea. otomatis, Ghea masih bertanggung jawab mengurus dia."


"tapi, kalau semisal Ghea menikah lagi dengan orang lain, apakah Ghea tetap mengurus mantan suaminya?"


"maybe. dah mami, aku mau mengantar anak - anak ke sekolah. ayo sayang, kita berangkat "


"ya pah."kata si kembar, Ronald dan Rosita dengan serentak kepada Riano.


"dah mami. kami bertiga berangkat dulu ya."kata Riano yang sedang mengajak Ronald dan Rosita berangkat. lalu si kembar, Ronald dan Rosita melambaikan tangannya ke arah mamahnya Riano. mamahnya Riano juga membalas dengan melambaikan tangannya.


"iya sayang. hati - hati ya sayang."kata mamahnya Riano kepada mereka.


setelah Riano bersama anaknya pergi ke sekolahan anaknya, mamahnya Riano memanggil salah satu bodyguard nya.


"iya nyonya besar. ada yang bisa saya bantu?"


"aku ingin kamu Carikan detektif dan kalau sudah ketemu suruh dia bertemu kepadaku "


"baik, nyonya. kalau begitu, kami permisi."


"benar - benar merepotkan. kasian sekali Ghea. aku ingin tau kondisi mantan suaminya."batin mamahnya Riano sendiri.


di kantor Riano..


beberapa jam kemudian, asisten Riano masuk ke dalam ruangan Riano.


"permisi tuan Riano."kata asistennya kepada Riano.


"ada apa kamu ke sini? apa ada kabar baru untuk hari ini?"tanya Riano kepada asistennya.


"begini tuan, saya dapat kabar kalau tuan Rama buta. nona Ghea masih mencari pendonornya."


"apa kamu tau penyebab kecelakaan tuan Rama? apakah itu ada yang sengaja membuat kecelakaan atau tidak?"


"ada tuan. ada seseorang yang membenci nona Ghea. dan orang tersebut tau kalau nona Ghea masih mencintai mantan suaminya, tuan Rama. sehingga dia ingin membunuh orang yang di cintai nona Ghea. bahkan setelah ini, saya dapat kabar kalau tuan bisa mengambil hati nona Ghea, takutnya tuan yang terkena korbannya juga."


"aku tidak akan takut itu bila Ghea pada akhirnya memilihku. karena aku memang ingin dia menjadi milikku. aku ingin kamu selidiki terus kasus kecelakaan ini, siapa orangnya dan hubungi saya sebelum Rama mendapat info kecelakaan ini. karena aku ingin menginterogasi orang itu."


"baik tuan. tapi gimana dengan nona Ghea?"


"untuk pendonor bantu ghea mendapatkannya, semakin Ghea dapat pendonor, semakin Ghea selesai tidak peduli dengan Rama dan dia akhirnya kembali kepadaku."


"baik tuan. akan segera saya laksanakan sesuai permintaan tuan. untuk hari ini, tuan ada janji sama keluarga handsvock."


"ya kamu siapkan semuanya."


"baik tuan. kalau gitu, saya permisi."kata asistennya kepada Riano. kemudian asisten nya pergi meninggalkan ruangan Riano.

__ADS_1


di Jakarta...


di rumah sakit...


GHEA POV...


pagi ini aku terpaksa menyamar laki - laki untuk merawat Rama karena Rama tidak suka ada perawat perempuan. sebelum ke kamar pasien yang bernama Rama,mantan suamiku, aku harus ke ruang istirahat untuk mengganti pakaian. di ruang istirahat, aku memakai pakaian perawat lelaki bahkan rambutku pun aku ikat dan aku pasang rambut palsu juga tak lupa memakai parfum lelaki biar penyamaranku ini Rama tidak tau. yang tau aku menyamar hanyalah nenek,Kevin, Shasha dan asistennya Rama. bahkan Kevin sudah mengatur orang - orang yang bekerja di rumah sakit ini untuk tidak boleh membocorkan bila ada yang tau. setelah selesai berpenampilan sebagai perawat lelaki, aku langsung masuk ke kamar Rama.


tok.. tok.. tok...


suara ketukan pintu..


ceklek..


aku pun membuka pintu kamarnya..


aku langsung masuk dan ku lihat Rama lagi terjatuh di lantai karena dia mau mencoba mencari ponselnya di lemari tetapi tidak bisa. aku langsung lari mendekati dia, juga membantu dia terbangun dari lantai dan membantu dia naik ke ranjang.


"tuan Rama, anda tidak apa - apa. apa ada yang sakit?"


"saya tidak apa - apa. saya hanya mencari ponselku."


"tuan Rama lebih baik istirahat dulu, biar ku bantu ambil ponselnya."kataku kepadanya. aku melihat ponselnya ternyata terjatuh juga. langsung aku mengambil ponselnya dan ku beri ke dia.


"terima kasih."


"sama - sama."kataku yang sedang menaruh tasku ke sofa.


"aku benar - benar orang yang tidak berguna. mau mengambil ponsel saja tidak bisa."gerutu Rama sendiri. mendengar kata Rama itu membuatku menitikkan air mata yang membasahi pipiku.


"tuan Rama, kenapa berkata seperti itu?"


"aku hanya merasa tidak bisa melakukan apapun karena aku tidak bisa melihat."


"tuan, jangan berkecil hati. apa tuan tidak pernah bertemu dengan orang yang lebih susah dari tuan. contohnya ya tuan, maaf ya tuan sebelumnya, tuan itu sebenarnya masih enak kalau di lihat. enaknya tuan bisa memiliki perusahaan sendiri. hidup tuan pun masih tercukupi. sedangkan yang di luar, ada orang tidak memiliki tangan atau bahkan kedua kakinya dan hidupnya dia tidak memiliki rumah sendiri, cari kerja saja susah. dia harus berpikir cari uang sedikit, pekerjaannya hanya sol sepatu. tetapi dia bersyukur karena masih bisa hidup. sedangkan tuan masih ada yang sayang sama tuan. tuan, lebih baik di jalani dengan sabar. tuan harus percaya dan yakin kalau tuan bisa kembali melihat. karena tuan memiliki harapan mendapatkan pendonor. tuan juga harus berdoa supaya berhasil. untuk saat ini, saya ajarkan cara agar tuan tidak kesulitan. oh ya tuan, ini saya bawakan tongkat buat tuan agar tuan bisa berjalan sendiri. tuan tidak perlu takut, saya akan bimbing tuan."kataku kepadanya.


sudah sejam, aku dan dia berjalan sampai di taman.


"akhirnya tuan berhasil berjalan dengan tongkat ini."


"iya. tapi aku agak kesulitan."


"tidak apa - apa tuan. kita bisa latihan setiap hari sampai tuan bisa terlatih. untuk hari ini kita pelan - pelan dulu."kataku kepadanya. dia hanya menganggukkan kepala. kemudian, Rama merasa tenang dan masih bisa mendengar suara kicauan burung, suara angin dan suara orang berbicara.


"wah Rama. pagi begini sudah di sini, gimana suasananya sekarang? apa bisa menikmati suasana di sini?"kata Kevin yang datang tiba - tiba yang mengejutkan aku dan Rama. aku dan Rama hanya menoleh ke arah Kevin.


"aku hanya di suruh sama beno untuk mencari udara pagi di sini. tetapi aku sudah menikmatinya."


"baguslah kalau kamu udah baikan ram. ehm, gimana beno hari ini tentang Rama?"


"untuk hari ini tuan Rama sudah ku ajari berjalan dengan tongkat. dan hasilnya, tuan Rama bisa walau sedikit - sedikit. tapi saya kan mencoba terus setiap hari agar tuan Rama bisa terlatih."


"oh begitu. baguslah. oh ya ram. aku mau britau kalau Ghea tadi melihat kamu dari kejauhan. dia ingin bertemu kamu tapi kamu tidak mengijinkannya makanya dia datang hanya sebentar saja."kata Kevin kepada Rama. Rama hanya terdiam saja. melihat respon Rama tidak ada tanggapan, Kevin memilih tidak ikut campur tangan dan Kevin juga memilih meninggalkan kami berdua.


"ya sudah ram, beno, saya pergi dulu. saya ada pasien. semoga hari mu menyenangkan ram. permisi."kata Kevin yang langsung pergi.


"beno."panggil Rama kepadaku.


"iya tuan."kataku yang langsung mendekatinya.


"aku ingin kembali ke kamar."


"tapi tuan kan harus lama di sini untuk menikmati suasana di sini.."


"beno, saya itu memerintahkan kamu mambantu saya ke kamar saya. saya sudah tidak mau di sini lagi."

__ADS_1


"Rama, kenapa kamu berkeras hati. setiap mendengar nama aku saja, kamu menjadi begini."batinku sendiri.


"beno. apa kamu dengar ucapan saya tadi kog malah bengong di sana."


"eh, maaf tuan. baiklah tuan."kataku membantu dia berjalan ke kamarnya kembali.


beberapa jam kemudian, kami berdua sampai di kamar pasien. lalu, Rama memilih berbaring di ranjang. aku tidak bisa berbuat apapun karena ku lihat Rama sedang kacau hatinya.


"tuan, maaf. apa tuan ingin beristirahat? atau bagaimana?"


"iya. aku ingin istirahat sebentar."


"baiklah tuan, kalau gitu saya duduk dulu. kalau ada apa - apa, tuan cukup memanggil saya, pasti saya langsung datang menemui tuan."kataku kepadanya. Rama hanya diam dan menganggukkan kepala saja. kemudian, rama memejamkan matanya dan tertidur. saat Rama tertidur, aku mulai mendekati dia pelan - pelan agar Rama tidak terbangun. lalu, aku mencium kening rama bahkan membisikan di telinganya.


"aku masih mencintaimu ram. walau kamu melarang aku menemui kamu. aku selalu ada di dekat kamu di manapun kamu berada. aku tidak akan meninggalkan kamu."bisikanku kepadanya dan tanpa sadar aku menangis. dan air mataku menetes di pipi Rama. tetesan air mataku ini membuatku tidak mengetahuinya. lalu, aku mencoba duduk di sofa kembali dan menghapus air mataku ini. beberapa detik kemudian, Rama bangun.


"Ghea.."jerit Rama yang tiba - tiba terbangun. aku mendengar suara Rama langsung mendekatinya.


"ada apa tuan?"


"beno, apa Ghea di sini?"


"Ghea siapa tuan. saya tidak mengerti."kataku yang berpura - pura tidak tahu.


"apa ada wanita yang ke sini beno?"


"tidak ada tuan. hanya yang ada saya sama tuan saja."kataku kepadanya. lalu, Rama merasa ada air di pipinya. dan dia memegang pipi yang merasa dia ada tetesan air.


"tapi, ini pipiku kog ada air sedikit ya. masa aku bermimpi. kog seperti kenyataan."


"ehm, mungkin saya yang tidak tau tuan. saya kan ikutan tidur tuan karena tuan juga tidur. mungkin saat kita tidur, nona Ghea yang di maksud tuan datang ke sini."


"mungkin saja."


"maaf tuan, nona Ghea itu siapa ya tuan?"


"dia mantan istriku."


"oh begitu. saya dengar dari dokter Kevin nona Ghea yang tidak boleh ketemu tuan itu ya?"


"iya benar. aku yang melarang dia tidak boleh menemuiku."


"kenapa tuan begitu kepada nona Ghea?"


"karena aku ingin dia bahagia. aku tidak ingin dia sedih karena melihat kondisiku."


"lalu, kenapa tadi tuan menjerit pas bangun? ada apa tuan? maaf tuan kalau saya agak kepo."


"tidak apa - apa. tadi pas aku tidur seperti dia berbicara padaku kalau dia masih mencintaiku, dia selalu ada untukku walau aku melarangnya. selalu dekat denganku."


"oh begitu. itu berarti nona Ghea ingin tuan kembali bersamanya. jadi tuan tidak perlu malu sama nona Ghea. buktinya saja dia masih mencintai tuan walau tuan gimana dia masih nekat mendekati tuan."


"bener juga katamu. kalau gitu, kalau aku ketemu dia di sini lagi, aku kan meminta maaf kepadanya dan tidak akan marah kepadanya."


"nah begitu tuan. maaf tuan, saya mau beritahu ke tuan kalau saya cuti sebulan dulu karena saya mendadak ada keperluan di kampung saya."


"baru pertama bekerja kenapa tiba - tiba pergi ingin pamit."


"ya kalau tuan tidak berkenan, tuan bisa memecat saya. saya beneran tidak bisa untuk saat ini. lagipula kebetulan saya denger tuan akan bertemu nona Ghea. sebelum saya pergi, saya kan bicara sama nona ghea Tentang tuan."


"baiklah. terserah kamu. aku lagi malas."


"akhirnya aku berhasil membuat Rama mau menemui aku. kalau terus begini, aku yang susah harus bersuara lelaki bahkan penampilan lelaki. benar - benar tidak tahan aku."batinku sendiri.


Rama POV...

__ADS_1


aku saat ini sedang merenung perkataan beno tentang Ghea. dari bisikan Ghea, perkataan Kevin kalau Ghea datang menemuiku dari kejauhan, membuatku merasa bersalah padanya. aku benar - benar beruntung bisa mencintai Ghea yang tulus untukku. aku harus meminta maaf kepadanya. aku berharap kamu datang,Ghea. ku tunggu kedatanganmu kepadaku. besok, aku kan sengaja menemui dia dan membuat dia terkejut biar Ghea mengakui kalau dia datang menemui aku. oh, ya, aku baru sadar. kog tiba - tiba beno ingin berhenti bekerja. aku sangat curiga. aku harus menyelidiki ini. siapa beno itu dan kog bisa Ghea masuk ke kamarku. aku harus mencari bukti.


__ADS_2