Suami Bayaran

Suami Bayaran
Bab 61


__ADS_3

Sore ini Mawar pulang lebih awal, ia sudah tidak tahan ingin bicara pada Satya. Ia ingin meminta penjelasan tentang pekerjaannya selama ini. Bagaimana bisa jika Satya hanya seorang petugas kebersihan, benarkah Bayu setega itu. Dan apa ini yang membuat Rosa membencinya, karena setiap kali bertemu Rosa selalu memanggilnya dengan pembawa sial untuk putranya. Astaga, kenapa Satya menyembunyikan kenyataan tentang pekerjaannya yang hanya petugas kebersihan. Apa dan kenapa ia menyembunyikan semua itu.


Saat pikirannya sedang berpacu pada Satya penuh dengan berbagai pertanyaan tentang dirinya, apa dan kenapa ia melakukan hal itu. Satya tiba dengan mobilnya, Mawar sudah menunggu kedatangan Satya sedari tadi ia sudah sangat tidak sabar. Perlahan suara langkah sepatunya terdengar, dan pintu pun terbuka. Mawar melihat Satya dengan wajah lelahnya, ya bagaimana ia tidak lelah pekerjaannya.adalah pekerjaan yang sangat melelahkan.


Melihat Mawar yang menatapnya dengan tatapan yang entahlah, nyali Satya menciut. Istrinya yang galak ini sebentar lagi pasti akan memu-kulnya dengan sepatu. Ahh ... Satya sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Mawar. Ia akan terima kemarahannya Mawar dan akan menerima hukuman yang akan Mawar berikan.


"Bunga Kamboja, aku ... " Satya baru saja akan minta maaf padanya, tapi Mawar sudah langsung menghampirinya. Satya yang ketakutan langsung saja memejamkan matanya, ia tidak kuat jika harus melihat sepatu melayang ke arahnya secara live. Namun, saat mata Satya terpejam bukan sebuah sepatu yang mendarat di kepalanya, akan tetapi tubuh kecil Mawar memeluk tubuh tingginya.


Mendapatkan pelukan dari sang Bunga Kamboja pangeran kodok mendadak shock jantung, ia hanya mampu terdiam membeku saat tubuh mungil itu memeluk tubuhnya. Kenapa ... kenapa Mawar memeluknya seperti ini. Apa ini adalah pelukan perpisahan untuknya, apa ini saatnya mereka akan berpisah. Kenapa hati Satya merasa tidak rela saat membayangkan jika ia akan berpisah dengan Mawar. Kenapa ia tidak mau berpisah dengan Bunga Kamboja yang selalu memarahinya. kenapa ... banyak sekali pertanyaan dalam benak Satya, namun tak bisa ia ungkapkan karena ketakutan sedang mendominasinya saat ini.


"Satya," Mawar mulai membuka suaranya, dan jantung Satya semakin berdegup dengan kencang. Apa yang akan Mawar bicarakan padanya, apa yang akan ia lakukan padanya saat ini. Apa Mawar akan menendangnya saat ini juga, apa yang harus lakukan. Bahkan untuk bicara saja, bibirnya terasa kelu.


"Pangeran kodok, apa kau mendengarku?" tanya Mawar, karena Satya tak kunjung menjawab panggilannya.


"I -iya, ada apa?" tanya Satya takut. Mawar mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Satya. Semakin takut saja kodok ini akan digoreng oleh Mawar.


"Kenapa kau berbohong?"


"A-aku malu, memangnya apalagi. Masa pria tampan dan gagah sepertiku bekerja sebagai petugas kebersihan. Itu tidak cocok untukku," jawab Satya.

__ADS_1


"Bodoh!"


"Kau kan tahu kalau aku ini bodoh,"


"Iya kau sangat bodoh, kau Pangeran kodok yang sangat bodoh. Bisa-bisanya kau tidak mengatakan hal yang sebenarnya padaku! Kalau aku tahu kau hanya seorang petugas kebersihan saja, aku tidak akan meminta uang padamu!"


"A-apa ..."


"Memangnya gajimu itu berapa? Sok-sokan selalu mentraktirku dan pulang membawa oleh-oleh, dan selalu memberikanku jajanan. Lalu kau makan apa jika semua uangmu kau berikan padaku?"


"Aku ..."


"Apa kau kelaparan?"


"Apa kau sering kelaparan jika bekerja?" tanya Mawar sambil menunduk, sungguh ia merasa sangat malu pada Satya. Ia pikir jika selama ini Satya tidak pernah kekurangan uang, nyatanya selama ini sangat kesusahan bahkan mungkin ia sangat menderita. Melihat wajah Mawar yang terus menunduk, Satya pun menjadi tidak tega. Ia tidak ingin menyalahkan Mawar. Karena selama ini, memang Satya ingin sekali membahagiakan Mawar. Jadi, ia selalu berusaha memberikan apapun yang Mawar mau, lagi pula sebagai seorang istri ia tidak pernah meminta hal-hal yang lebih kepada Satya. Ia hanya meminta hal-hal sederhana saja, hingga Satya pun tidak pernah keberatan untuk memberikannya.


"Mana mungkin aku kelaparan! Lihatlah tubuhku yang besar ini, mana mungkin tubuh seperti ini akan kelaparan. Mungkin kau yang sering kelaparan, lihatlah tubuhmu itu kecil dan pertumbuhanmu itu sama sekali tidak bagus. Apa kau sering kelaparan saat bekerja, apa kau menderita saat hidup denganku? Maafkan aku ... sebagai suami aku belum bisa membahagiakan mu," Satya pun menunduk merasa tidak berdaya sebagai seorang suami. Ia merasa malu karena ia hanya seorang petugas kebersihan dan tidak mempunyai jabatan tinggi apa-apa.


Kini Satya harus siap jika Mawar memintanya untuk berpisah, rela atau pun tidak Satya harus bisa menghadapi kenyataan jika ia akan kehilangan Mawar saat ini juga.

__ADS_1


"Satya ..." panggil Mawar perlahan, mendengar suara Mawar yang seperti itu membuat Satya merasa seperti sedang menunggu bom waktu saja, yang sebentar lagi akan meledak dan menghancurkan hidupnya.


"Iya, kenapa?" jawab Satya mencoba menetralkan napasnya, posisi mereka saat ini sedang saling berhadapan. Satya terus memandangi wajah Mawar yang cantik, ia takut jika ia tidak akan bisa lagi melihat wajah cantik itu. Jadi ia sengaja berlama-lama memandangnya.


"Aku ... "


"Bunga Kamboja, maaf sebelumnya. Aku memang salah padamu karena aku sudah berbohong. Maaf juga karena aku menjadi beban hidupmu selama ini, maafkan aku karena aku belum bisa membahagiakanmu sebagai seorang suami. Aku memang laki-laki yang tidak berguna, tapi percayalah jika selama ini aku selalu ingin menjadi yang terbaik untukmu. Aku tidak ingin kehilanganmu." Satya menjeda ucapannya


"Akan tetapi jika kau ingin pergi meninggalkanku dan membuatku menjadi duda perjaka. Aku ... aku akan terima dengan Ikhlas, walaupun sebenarnya aku tidak mau jika harus berpisah denganmu Bunga Kamboja. Kau adalah Bunga Kamboja yang cerewet dalam hidupku, jika kau pergi aku pasti akan kesepian. Aku ... aku ... emmmmppttt,"


Mawar langsung membungkam bibir Satya yang yang cerewet sedari tadi, kenapa pria ini bicara sembarangan pikir Mawar. Kenapa Satya berpikir jika Mawar akan mengajaknya berpisah, sungguh Mawar tidak ingin berpisah dengan pangeran kodoknya yang tidak pintar. Lalu kenapa sang pangeran kodok malah mengatakan kata-kata perpisahan. Mawar tidak rela, ia tidak mau mendengar kata-kata itu keluar dari mulut suaminya.


Tidak ... Mawar tidak mau berpisah dengan Satya.


Satya terkena serangan shock jantung dan otak karena tiba-tiba ia dicium oleh Mawar. Di bibirnya pula, apa ini artinya sang Bunga Kamboja tidak akan meninggalkannya. Pangeran kodok sangat bahagia, ternyata perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Akhirnya ... akhirnya Satya merasa sangat bahagia karena akan tiba saatnya ia akan buka pabrik, eh apa Bunga Kamboja nya ini tidak akan marah jika meminta buka pabrik bayi miliknya.


'Jika aku minta minum susu, apa Bunga Kamboja ini marah tidak ya ...'


****

__ADS_1


Besok Senin sayang-sayangku 😘😘😘 jangan lupa vote ya, tapi vote nya kasih ke novel baru aku ya 🤗 judulnya* Mertua Vs Menantu.



__ADS_2