
Akhirnya Cafe yang Rosa inginkan akan mulai dibangun, Rosa sangat bahagia karena impiannya untuk mempunyai Cafe yang terlihat berbeda dengan tampilan unik akan segera terlaksana. Semua itu bisa terwujud karena bantuan dari cinta Rosa, maksudnya dari Tama 😆😆😂😂.
Ia sangat bahagia karena Tama sangat mengerti dengan apa yang ia inginkan, tanpa ia mengatakannya. Tentu saja itu karena Tama adalah seorang pria yang lembut dan penyayang. Ia sangat mengerti dengan perasaan orang - orang disekitarnya. Meskipun dulu mata dan hatinya pernah gelap oleh cinta Mirna, tapi kini sejak Mirna hengkang dari kehidupannya. Pikiran dan hati Tama menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Ia kembali menjadi pria yang tenang dan juga penyayang, seluruh hidupnya kini ia tujukan hanya untuk anak-anaknya, dan juga cucunya. hanya dengan melihat keluarga kecilnya bahagia. Tama sudah merasa menjadi orang yang sangat bahagia.
Sejak bertemu dengan Tama dari beberapa minggu yang lalu, hati Rosa terasa bagai dipenuhi oleh bunga-bunga cinta yang begitu indah. Hidupnya kini menjadi semakin lebih berwarna, dan penuh dengan rasa bahagia.
Wajah sedih dan muram kini sudah mulai tak nampak di wajah wanita cantik ini. Ya ... Rosa sebenarnya adalah seorang wanita yang sangat cantik, meskipun kini usianya sudah tak muda lagi. Tapi wajah, tubuh serta penampilannya sama sekali tak memperlihatkan jika ia sudah memiliki seorang menantu. Ia lebih terlihat seperti kakak dari Mawar, dibandingkan terlihat seperti mertuanya.
Malam ini Mawar merasa sangat lelah, ia ingin tidur lebih awal dan ingin bangun terlambat. Karena besok adalah hari libur, hari yang Mawar tunggu -tunggu. Namun, berbanding terbalik dengan Rossa yang sangat tidak menyukai hari libur. Karena di saat hari libur, ia tidak bisa bertemu dengan Tama pria tampan pujaan hatinya.
Akan tetapi itu sama sekali tidak menyurutkan perasaan hatinya, yang sedang berbunga-bunga. Ia pun segera pergi tidur karena ingin bergegas bermimpi dan bertemu dengan pangeran hatinya. Sungguh sangat hebat memang, pesona dari Tama ini. Karena mampu membuat hati Ratu kodok jungkir balik.
"Satya, apa kau merasakan apa yang aku rasakan?" tanya Mawar, pada suaminya yang sedang fokus pada pekerjaannya.
Satya pun kemudian melihat ke arah wajah cantik Mawar, Istrinya ini memang sangat cantik. Meskipun ia tidak menggunakan pakaian dinas, tapi mampu membuat gagang sapu Satya meronta-ronta ingin main jungkat-jungkit.
"Iya sayang, aku merasakan apa yang kau rasakan," jawab Satya. Kemudian Satya pun menutup laptopnya, dan mulai fokus pada Mawar yang sepertinya sedang memberi kode untuk meminta jatah kikuk-kikuk dengannya.
Satya sungguh sangat senang jika Mawar memintanya untuk ehem-ehem, karena sudah satu minggu ini Mawar terkena banjir bandang. Hingga Satya tidak bisa bermain di ladang milik Mawar.
"Tapi aku senang melihatnya, aku sangat bahagia," ucap Mawar.
"Aku juga," jawab Satya, mulai memasukkan tangannya di pabrik susu milik Mawar.
"Semoga Mamah bisa bahagia,"
__ADS_1
"Mamah?" tanya Satya bingung.
Tatapan Mawar pun langsung mengarah kearah Satya, yang sepertinya tidak konek saat diajak bicara.
"Iya ... Mamah, sebenarnya kau paham tidak apa yang sedang aku bicarakan?" tanya Mawar.
"Aku? Tentu saja aku sangat paham," jawab Satya yang tidak fokus dan malah membuka pabrik susu milik Mawar.
Mawar pun kemudian melengos, suaminya ini sudah pasti tidak paham dengan apa yang ia bicarakan. Nyatanya pangeran kodok ini, malah fokus pada pabrik susu milik Mawar
"Astaga kenapa suamiku ini sangat menyebalkan!"
*
*
*
Dan di sinilah mereka berdua, kini mereka berdua sedang berada di supermarket yang tak jauh dari rumah. Sesampainya di sana mereka berdua mulai memilih dan memilah barang-barang yang akan mereka beli.
Ternyata cukup banyak juga barang yang mereka beli, hingga mereka kewalahan saat membawanya. Kedua wanita cantik beda generasi ini tertawa dengan kelakuan mereka. Yang berniat hanya berbelanja sedikit, akan tetapi setelah sampai di sana mereka belanja cukup banyak.
Mawar dan Rosa mulai membereskan belanjaan mereka setelah mereka berdua membayarnya. Namun, saat Rosa sedang berjalan membawa belanjaannya yang banyak. Ia ditabrak oleh seseorang, seseorang yang ternyata sangat ia kenal, seseorang yang dulu pernah menjadi orang yang istimewa di hatinya. Seseorang yang memberikan banyak keindahan dalam hidupnya, akan tetapi hanya sebuah kesalahan membuat Rosa harus menerima hukuman yang sangat menyakitkan darinya.
Siapa lagi, kalau bukan Bayu mantan suaminya. Ayah dari putra kesayangannya Satya, kini pria itu sedang berdiri dihadapannya dengan menggandeng seorang gadis muda. Yang tak lain dan tak bukan adalah istri barunya, Arini.
Melihat pemandangan di hadapannya tentu hati Rosa sangat sakit, rasa itu masih ada walaupun hanya sedikit. Rosa merutuki kebodohannya karena belum bisa menghapus rasa itu dengan sempurna.
__ADS_1
Bagaimana pun juga, bukanlah waktu yang sebentar ia habiskan dengan Bayu. Berpuluh tahun ia mendampingi Bayu dan selalu mendukung apa yang akan ia lakukan. Akan tetapi setelah semuanya berhasil, kini Bayu malah meninggalkannya dan menikahi seorang perempuan yang masih sangat muda dan cukup cantik.
Untung saja dulu, Rosa sangat pintar dalam mengatur saham perusahaannya. Hingga perusahaan itu tidak jatuh pada wanita yang menjadi istri baru mantan suaminya.
"Rosa," panggil Bayu, jujur saja ia pun terkejut melihat mantan istrinya yang terlihat semakin cantik ini.
Dengan wajah kesal, Rosa membereskan belanjaannya yang berhamburan. Gara - gara ia menabrak Bayu. Bayu pun kemudian mencoba untuk membantu Rosa, akan tetapi tangannya ditepis oleh Rosa. Ia tidak sudi barang miliknya disentuh oleh orang yang sudah menorehkan luka yang sangat dalam di hatinya.
Saat ini Mawar juga sedang masuk lagi ke dalam supermarket karena ada barang yang lupa ia beli. Jadi di sini, ia hanya sendirian mengahadapi Bayu dan Arini.
"Rosa, kau masih saja belum berubah. Kau masih saja menjadi wanita angkuh, tidak salah aku meninggalkanmu," ucapan Bayu, sungguh menusuk hatinya. Tak sadarkah ia, jika Rosa berlaku seperti itu karena ia sakit hati melihatnya. Bukan karena ia adalah seorang wanita yang sangat angkuh dan sombong. Sayangnya, mantan suaminya ini masih saja tida bisa memahami isi hati Rosa.
"Sudahlah, Mas ..." ucap Arini dengan sangat lembut pada Bayu. Seolah ia ingin memperlihatkan jika ia lebih baik dari Mawar.
"Iya sayang," jawab Bayu pun yang sangat lembut pada Arini.
"Rosa, aku ingatkan padamu. Jika kau seperti ini terus aku jamin jika tidak akan ada pria yang mau denganmu. Karena tak ada satu pria pun yang akan mampu hidup dengan tenang wanita seperti dirimu, kecuali pria itu ..."
"Rosa ..." suara merdu itu tiba-tiba terdengar seperti nyanyian syahdu di telinga Rosa. Suara itu adalah suara yang akhir - akhir ini menghiasi hari-hari Rosa. Suara seseorang yang mampu menembus mimpi-mimpi Rosa.
"T-tama ..."
****
Hayooo Papa Tama I love you full 😘😘😘
Maafkan terlambat up karena kesibukan di dunia nyata emang gak bisa ditunda 😌😌
__ADS_1