Suami Bayaran

Suami Bayaran
ternyata kamu Ghea...


__ADS_3

GHEA POV...


beberapa hari kemudian...


hari ini hari terakhir, aku bekerja sebagai perawat Rama. aku sudah tidak tahan memakai penampilan lelaki. aku sudah terbiasa berpakaian wanita. bener - bener tidak tahan. aku harus bermain drama ini supaya Rama tidak tau kalau beno itu Ghea. sementara ini, aku harus bertahan memakai pakaian ini. sabar Ghea. sabarlah ghea. kurang beberapa jam lagi, aku kan kembali menjadi diriku sendiri.


hari ini, seperti biasa, aku masih mengenakan pakaian lelaki. aku juga seperti biasa melatih Rama bisa berjalan dengan tongkatnya. setelah selesai latihan, Rama mengajakku kembali ke kamarnya. kemudian, Rama meminta ku waktu untuk tidur karena dia merasa kelelahan. karena aku merasa Rama sudah tertidur, aku mencoba pelan - pelan mendekatinya. seperti kemarin, aku mencium keningnya saat dia tertidur. tetapi, saat ini sangatlah berbeda dengan kemarin. apakah itu? setelah aku mencium keningnya, aku mau merapikan selimutnya dan tiba - tiba Rama terbangun yang membuatku terkejut.


"Ghea, apakah itu kamu?"


"aduh gimana nih, dia terbangun. aku harus bagaimana? apakah aku memeran sebagai diriku atau sebagai beno?" batinku sendiri.


"ghea jawab jujur. apakah itu kamu? apakah kamu di sana?"


"ehm iya aku Ghea."kataku dengan suaraku sendiri.


"tolong bangunin beno yang tidur di sofa. dia mau bertemu kamu. aku ingin kamu kenalan dengannya, dia perawat ku selama ini."


"ehm.."


"ada apa Ghea?"


"dia..beno.."


"kenapa dia?"


"dia tidak ada di sini."


"loh,barusan aku tau dia masih di sini. hmm..kog aneh ya.. oh ya kamu kog bisa masuk di kamarku padahal aku mendengar tidak ada suara pintu terbuka. aneh."


"ehm.. "


"Ghea kamu di mana kog kamu seperti menjauh dariku. biasanya kamu tau aku langsung mendekatiku."


"eh ya.."kataku yang mendekatinya dengan masih berpakaian lelaki. aku benar kesulitan hari ini. aku sudah berusaha drama ini tidak ketahuan Rama malah kacau. benar - benar bodoh aku. coba aku tidak mencium keningnya bahkan menyelimuti dia, bakalan tidak akan ketahuan. tiba - tiba Rama meraba diriku sepertinya dia curiga sama aku.


"kamu kenapa baumu berbeda. sepertinya aku kenal bau ini, ini kan baunya beno. parfumnya beno kenapa bisa di kamu. ada apa sebenarnya Ghea? jawab jujur!"


"aduh, benar - benar ketahuan. maafkan aku Rama. aku..aku benar salah. aku akui salah. aku yang sedang menyamar sebagai beno, perawat kamu. aku terpaksa begini agar selalu bersamamu. maafkan aku."kataku kepadanya.


Rama hanya terdiam.


"kalau gitu, karena aku ketahuan, aku kan pergi. tidak akan mengganggumu lagi."


"jangan pergi."


"kenapa ram?"


"aku tidak menyuruhmu pergi. aku tidak ingin kamu meninggalkan aku lagi Ghea. aku tau kamu begini karena peduli sama aku."


"beneran tidak marah?"tanyaku kepadanya dan Rama hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. melihat Rama begitu, aku langsung memeluknya.


"tapi, aku suka kamu kembali ke dirimu sendiri. hehehe.."kata Rama dengan tertawa kepadaku.


"oh ya aku lupa..hehehe..bentar ram. tunggu di ranjang. jangan kemana - mana. aku mau ganti baju."kataku yang langsung keluar kamar dan berlari ke ruang istirahat untuk berganti pakaian. di ruang istirahat aku memakai pakaian wanita dengan setelan baju dan celana kain, aku juga memakai anting. ku lepas rambut palsu. lalu, aku pun menggunakan parfum wanita favoritku. aku juga mengganti sepatu lelaki dengan sepatu wanita. walau ketahuan, aku akhirnya terlepas dengan penyamaran ini. lega rasanya diriku. setelah selesai mengganti pakaian, aku menemui Rama di kamar pasien.


"Ghea apakah itu kamu?"


"iya ram. gimana? apa masih bau parfum lelaki."


"hahahaha... kamu itu ya.."


"terus apa masih bau aku?"


"nggak kog sayang. oh ya kemarin aku denger suaramu kalau kamu mencintai aku. ulangi dunk.."


"ih apaan sih.."


"oh nggak mau ya.. ya sudah aku tidur aja.."


"loh kog gitu sih.. aku sudah ke sini malah di tinggal tidur.."kataku kepada Rama. tapi Rama tidak peduli dengan ucapan aku dan tetap dia tidur.


"baiklah. aku menyerah. aku mencintaimu Rama."


"hmm..kurang keras sayang.."kata Rama kepadaku. sabar..sabar..Ghea.. aku terpaksa mendekati telinga Rama.


"aku mencintaimu Rama."kataku dengan pelan di dekat telinganya. tiba - tiba Rama menoleh wajahnya ke arahku yang membuatku jantungku tidak karuan. deg..deg..deg..suara jantungku berdetak.


"aku juga mencintaimu Ghea."kata Rama kepadaku. lalu, kami berciuman. saat kami menikmati ciuman, tiba - tiba ada suara ketukan pintu yang membuat kami terkejut. lalu, kami pun melepas ciuman kami. wajahku pun memerah karena sikap Rama.


"nanti kita lanjutkan lagi ya.."kata Rama dengan tersenyum.


tok..tok..tok...


suara ketukan pintu..


"iya masuk."kata Rama. kemudian, yang masuk adalah Kevin dan Shasha.

__ADS_1


"selamat siang..."kata Kevin kepada kami berdua, Rama dan aku.


"kenapa kalian ke sini?"kata Rama kepada Kevin.


"loh Napa kak? apa kami ke sini merasa terganggukah atas kedatangan kami?"tanya Shasha.


"loh kalian udah baikan?"tanya Kevin.


"ya kami sudah baikan kembali."kataku kepada Kevin dan Shasha.


"sebenarnya kami ke sini mau menjenguk Rama.."


"iya kak. ini kami bawakan buah buat kakak Rama. tapi ada kak Ghea. sepertinya kita datang ke sini salah kondisi ya kak Kevin. kita telah mengganggu suasana romantis mereka deh kak Kevin."kata Shasha.


"iya benar kamu sha. lebih baik kita pergi yuk."kata Kevin.


"kak Ghea, kak rama. kami kan sudah naruh buahnya dan sepertinya kakak Rama tambah sehat karena ada kak Ghea. dan nggak butuh kami berdua. kami pergi dulu ya..dah kak.."


"dah ya Ghea, Rama." lalu, mereka, Kevin dan Shasha pergi meninggalkan kami berdua.


"kog mereka tiba - tiba pergi sih.."


"ya nggak papa kan sayang. tinggal berdua kita."


"tapi ram."


"kita kan bisa lanjutin tadi."


"tapi kamu kan masih sakit."


"ada kamu, aku udah baikan kog. malah tambah sehat."


"ehm..aku..aku mau ke toilet dulu. ya aku mau ke toilet dulu."kataku kepada dia. dia malah tersenyum melihat tingkahku. sedangkan aku malah gugup ke kamar mandi.


di tempat lain...


di Surabaya...


di kediaman keluarga Riano..


mamahnya Riano sedang duduk di sofa yang di temani kedua bodyguard nya.


"permisi nyonya besar. detektif nyonya sudah datang dan ingin menemui nyonya."


"iya suruh dia masuk."


beberapa menit kemudian, detektif tersebut datang menemui mamahnya Riano.


"gimana kabarnya Rama saat ini?"tanya mamahnya Riano kepada detektifnya.


"tuan Rama saat ini memang sedang mengalami buta, bisa sembuh kalau ada pendonor yang cocok untuk tuan Rama. nona Ghea selalu mendampingi tuan Rama di rumah sakit. bahkan nona Ghea mencari pendonor untuk tuan Rama."


"apa yang dilakukan Ghea kepada Rama?"


"dia mengajari Rama berjalan dengan tongkat yang sudah di belikan oleh nona Ghea dan ku dengar nona Ghea bertengkar dengan Rama."


"bertengkar?"


"iya nyonya. tuan Rama saat siuman mengusir nona Ghea untuk tidak boleh menemuinya. tetapi, nona Ghea tetap nekat menemui tuan Rama dengan menyamar sebagai lelaki sehingga Rama bisa menerima kehadirannya. alhasil, Rama bisa menerima nona Ghea sebagai beno, perawat lelaki nya Rama. sampai sekarang pun nona Ghea masih menyamar."


"oh begitu. terima kasih infonya untuk hari ini. yang aku minta tolong kepadamu lagi, infokan lagi kalau ada berita baru tentang Ghea dengan Rama."


"baik, nyonya besar. kalau sudah tidak ada lagi, ijinkan saya pergi nyonya."


"iya silahkan."


lalu, detektif tersebut pergi. kemudian, mamah Riano menelepon Riano.


"halo, Riano."


"iya mamah. ada apa?"


"mamah tadi menyuruh detektif dan katanya Rama sudah di ajari berjalan pakai tongkat."


"iya sudah tau aku mah. terus?"


"kamu ini bodoh banget ya pakai tanya terus segala."


"aku harus bagaimana mah?"


"ya kamu ke Jakarta sering agar kamu bisa bertemu Ghea dan Ghea akan jarang bersama Rama. kalau kamu sibuk terus, kamu kan kehilangan kesempatan ini."


"tapi mah..aku takutnya Ghea ntar nggak suka dan risih karena aku ke sana."


"aduh anakku ini bodoh banget. pokoknya kamu harus membuat Ghea menjadi milikmu. sudah, mamah capek. mamah mau makan. dah sayang." lalu, mamahnya Riano menutup teleponnya. sedangkan Riano hanya memikirkan bagaimana caranya dan harus memakai alasan apa yang cocok kalau bertemu Ghea.


kembali ke rumah sakit...

__ADS_1


kamar pasien Rama ..


tak terasa sudah malam aku bersamanya. saat ini, aku sedang duduk di kursi dekat ranjangnya. sedangkan dia sedang duduk di ranjangnya.


"ram, kenapa kamu belum tidur?"


"aku lagi memikirkan kita. aku ingin kita berdua kembali seperti dulu. tetapi selalu ada saja ujiannya buat kita berdua. aku juga memikirkan bagaimana aku bisa hidup bersama kamu dengan kondisiku yang buta semisal aku tidak mendapatkan pendonor mata yang cocok."kata Rama kepadaku. mendengar ucapannya, aku langsung memegang kedua tangannya. aku berusaha meyakinkan dia untuk tidak boleh berkecil hati dengan kondisinya yang buruk.


"ram, aku sangat tidak suka kamu berbicara seperti itu. asal kamu tau, sejujurnya dari hati ku dari dulu sampai sekarang, sejak bertemu kamu, aku sangat mencintaimu, aku selalu menemanimu saat kamu kehilangan ibumu. aku juga berusaha membuat perusahaan kamu menjadi jaya kembali tapi kamu malah tidak mau bahkan kamu memiliki masalah tidak kamu ceritakan kepadaku padahal aku bisa membantumu. dan hasilnya kita bercerai. walau bercerai, saat aku berangkat ke Surabaya aku masih berharap kamu datang menemui aku. tapi, kamu ternyata tidak datang untukku. yang membuatku sedih. aku berusaha melupakan kamu karena aku pikir kamu bahagia bersama Andriana. ternyata aku dapat kabar dari Kevin kalau kamu dan Andriana sudah membatalkan perkawinan. mendengar kabar itu, aku ingin menghubungi kamu tapi tidak berani dan aku berharap kamu hubungi aku. tetapi malah aku dapat berita kamu kecelakaan, aku langsung ke Jakarta dan tidak mengurus pekerjaanku yang baru di Surabaya. aku malah mengutamakan dirimu. itu bukti kamu harus percaya untuk tetap bersamaku. aku tidak akan meninggalkan kamu dengan kondisi apapun."kataku yang panjang lebar kepada dia.


"makasih sayang. membuatku menjadi semangat dan aku janji tidak akan melukai hatimu. selalu mencintaimu."kata Rama kepadaku.


"ya sayang. sekarang tidur ya.. besok kita pulang ya.. ku lihat kondisimu sudah membaik."


kataku kepadanya.


"iya sayang. tapi untuk malam ini jangan pergi. aku ingin kamu tidur di sini menemaniku."


"ya, aku kan di sini. tidak akan pulang."kataku kepada dia. lalu, dia tertidur. aku langsung menyelimuti dia dengan selimut. beberapa menit kemudian, aku menghubungi Kevin.


"halo Vin."


"ada apa Ghea?"


"aku masih di rumah sakit. Rama tidak ingin aku pulang. apa kamu bisa membantuku mengambil pakaian ku dari rumahku dan kamu antar ke sini. aku dari tadi belum mandi dan belum ganti pakaian karena aku tidak membawa pakaian. bisa kan Vin?"


"iya bisa. kamu tunggu aja, aku kan ke sana."


"makasih Vin."


"sama - sama. dah ya ..."


"iya.. "


lalu, aku menutup teleponnya. sambil menunggu kedatangan Kevin, aku chat via WhatsApp dengan Riano. tetapi Riano tidak membalas chatku. beberapa menit kemudian, Riano malah menelpon aku. aku langsung mengangkat teleponnya.


"halo Riano."


"halo Ghea. maaf baru telepon kamu. maaf juga tadi tidak membalas chat. karena tadi lagi di luar, menyetir. memang ada apa Ghea?"


"oh tidak apa - apa. aku mengerti. aku tadi ingin menanyakan gimana kabar si kembar? sehat sajakah? dan bagaimana kabar mamimu? apa juga sehat?"


"si kembar sehat saja kog. mami juga sama."


"syukurlah semuanya sehat. tolong sampaikan kepada si kembar, sepertinya aku agak lama di sini."


"iya nanti ku sampaikan. lalu, gimana dengan rumah sakitmu di sini Ghea?"


"aku sudah meminta tolong kepada dokter di sana yang pernah bekerja di rumah sakit di sini. dan pekerjaan mereka pun aku yakin mereka bisa menanganinya. lagipula, aku selalu menginformasikan di sana kalau ada apa - apa mereka yang bantu aku."


"oh begitu. baguslah. oh ya, boleh aku ke sana untuk menjenguk Rama dan menemui kamu?"


" tentu. silahkan saja Riano kalau mau ke sini."


"terima kasih Ghea."


"sama - sama. kalau gitu, aku tutup ya.. dah Riano. selamat malam."


"selamat malam juga Ghea. jaga kesehatan ya."


"iya pasti. terima kasih. dah Riano."


"dah juga Ghea."


lalu, aku menutup teleponnya. aku pun tertidur karena kecapekan. beberapa jam kemudian, Kevin datang menemuiku. karena aku tertidur, Kevin membangunkan aku.


"Ghea bangun."kata Kevin yang membangunkan aku.


"mmm.. hoamz.. eh, Kevin.. iya Vin."kataku kepadanya.


"ini bajumu. tak taruh di sini. kamu mandi sana. biar aku yang menjaga Rama di sini."


"iya Vin."kataku kepadanya. aku langsung mengambil pakaianku dan Langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi. setengah jam kemudian, aku selesai mandi dan sudah berganti pakaian. setelah mandi, aku langsung ke luar kamar mandi. lalu, aku memasukkan pakaian kotorku ke dalam tas kresek agar Kevin bisa membawa ke rumahku.


"aku sudah selesai mandi. sekarang giliran aku yang berjaga Rama. itu aku titip tolong kamu taruh di tempat keranjang kotor ya di rumahku."


"sekarang, aku terusir deh.. karena sudah tidak butuh."


"loh memang mau apa Vin?"


"memang kamu nggak mau berbagi cerita kepadaku begitu tentang bagaimana kamu bisa bermesraan kembali kepada Rama?"


"hmm.. ada deh. mau tau aja. sudah sana pulang.. besok saja ya ku ceritakan. aku capek. mau tidur. Besok aku harus mengurus Rama lagi."


"yealah. Ghea... kamu itu ya.. yaudah, janji loh ya cerita kepadaku. kalau tidak, aku kan ngambek deh.."


"iya ya..aku janj."

__ADS_1


"yaudah aku pulang. salam buat Rama. dah ya."kata Kevin kepada aku. aku hanya melambaikan tangan saja kepada dia. Kevin pun pergi dari kamar ini. sedangkan aku melanjutkan tidurku.


__ADS_2