Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 101 ~ Malu-malu ~


__ADS_3

Lisa sangat terkejut menerima hadiah dari dewa,selama ini dia tidak pernah memperhatikan keberadaan dewa,karena dia terlalu sibuk untuk belajar,tapi entah kenapa beberapa terakhir belakangan ini dia sering memperhatikan dewa menatap aneh kepadanya.


"Ini untuk apa om,Lisa belum pernah pakai benda seperti ini jadi aku tidak tau cara memakainya." Jawab Lisa,dia terlihat malu-malu dan wajahnya sudah memerah karena tatapan dewa kepadanya.Dewa menepikan mobilnya lalu membuka kaca mata hitamnya dan membalikkan badannya kepada arah Lisa,


"Aku akan mengajari sesuatu yang kamu tidak tau,sini tangan mu,yang mana kamu tidak tau? "tanya dewa,Lisa benar-benar gugup saat wajah dewa sangat dekat kepadanya,dan tangannya di genggam oleh dewa,dia merasa wajahnya sangat panas dan jantungnya bergetar hebat,dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini.


"Om....Aku tidak mau,jangan om," Lisa menarik tangannya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,tingkah lucu Lisa membuat dewa tersenyum lebar,rasanya dia berubah seperti waktu masih muda.


Dewa diam di samping Lisa,dia menunggu sampai Lisa membuka tangannya dari wajahnya dia ingin melihat,perubahan wajah gadis belia itu,


"Om,...Menjauh dariku,aku malu...." Ucap Lisa,dia tetap menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena dia sangat malu apalagi jantungnya terus bergetar hebat.Dewa semakin tersenyum dia menggoda Lisa dengan membuka telapak tangannya yang menutup wajahnya dari tadi.


"Buka tanganmu,apa yang membuatmu malu,nanti aku tidak mengantarmu,kalau kamu terus membuatku gemas seperti ini."Ucap dewa.Sejenak dia lupa dengan Hanna yang membuatnya kecewa hari ini,bahkan sekarang dia lebih tertarik menggoda Lisa dari pada memikirkan Hanna yang sedang bahagia dengan Kevin Sanjaya.


"Aku malu om,jangan seperti itu?"


"Sudah- sudah aku tidak akan membuatmu malu,sekarang buka tanganmu,aku akan mengajakmu makan siang kamu sudah lapar kan." Tanya dewa,jujur saja Lisa sudah sangat lapar karena tadi dia tidak sempat jajan di warung sekolah karena dia sibuk belajar untuk ujiannya di akhir jam pulang sekolah.Dengan terpaksa Lisa membuka tangannya lalu membuang wajahnya ke samping,dia tidak ingin dewa melihat wajahnya yang sudah merah merona,dia akan semakin malu jika dewa terus menggodanya.

__ADS_1


"Itukan wajahnya sudah merah,kamu pasti malu kan di lihat oleh pria tampan sepertiku ayo ngaku." Lisa mengira dewa sudah tidak menggodanya ternyata pria itu semakin menjadi bahkan dia menarik tangan lisa hingga wajah mereka saling berdekatan dan mata mereka saling menatap.


"Aaahhh.....Keluarkan aku dari mobil ini om,cepat aku tidak mau lagi satu mobil sama kamu om,hu....." Lisa menarik tangannya lalu kembali menutup wajahnya sambil menangis,dia tidak mengungkapkan perasaanya akhirnya dia menagis di dalam mobil dewa,hingga dewa panik,padahal maksudnya dia hannya ingin menggoda Lisa tetapi wanita itu malah menagis.


"Maafkan aku Lisa,aku nga akan menggoda mu lagi,aku minta maaf ya," Dewa berusaha membujuk Lisa.Saat di bujuk Lisa bukannya semakin berhenti dia malah semakin menguatkan tangisannya hingga dewa semakin panik.


"Udah...Udah..Jangan menagis aku akan pergi membeli es krim untukmu jangan menangis lagi." Ucap Dewa.Dia langsung keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju minimarket yang tidak jauh dari mobilnya.


Saat dewa sudah sampai di mini market,Lisa membuka tangannya lalu menghentikan tangisannya dan menyeka air mata yang mengalir di pipinya,dia menagis karena tidak tahan kepada dewa yang terus-menerus menggodanya.


Lisa melihat dewa sudah keluar dari mini market dengan bungkusan ditangannya,Lisa pura-pura mengambil buku dan membacanya karena dia tidak ingin dewa kembali menggodanya seperti tadi.


Dewa membuka pintu mobilnya,dia tersenyum melihat Lisa yang sudah diam bahkan dia sedang membaca bukunya.


"Kamu sedang belajar,sini aku ikat rambutmu,tidak baik seorang wanita rambutnya berantakan seperti ini,aku sudah membeli ikat rambut imut ini untukmu." Ucap dewa.Dia dengan teliti mengikat rambut Lisa,Lisa sangat terharu diperlakukan seperti itu oleh dewa,di umurnya yang masih enam belas tahun dia belum pernah mengenal yang namanya cinta.


"Bagus,seperti ini jauh lebih rapi,seorang wanita harus bisa rapi." Ucap dewa kembali,Lisa terdiam,dia tidak tau harus mengatakan apa,karena saat ini dia tidak mengerti dengan perasannya dan juga dengan sikap dewa yang menurutnya sangat aneh.

__ADS_1


"Lisa kita jadi makan?" Tanya dewa,Lisa hannya mengangguk karena memang dia sudah sangat lapar tapi dia takut mengatakannya dan dia juga malu keluar bersama dewa,karena dia memakai seragam.Dia takut ada yang melihatnya dan mengira sesuatu yang buruk dengannya.


"Aku sangat lapar om,aku tadi tidak sempat jajan di warung karena aku belajar,tapi aku takut keluar dari mobil dan masuk ke restoran dengan memakai seragam ini." Ucap Lisa.Sementara perutnya sudah sangat perih menahan lapar es krim,yang baru saja dia beli oleh dewa dia tidak mau memakannya karena dia takutnya perutnya sakit.


Akhirnya tidak menunggu lama,dewa kenali menyetir mobilnya lalu menghentikan mobilnya di sebuah butik,dewa langsung keluar dan pergi sendiri membeli baju yang pas untuk Lisa.Tidak berapa lama,Lisa melihat dewa sudah kembali membawa bungkusan,


"Ini baju, cepat ganti bajumu di dalam mobil,aku tidak akan mengintip mu." Ucap dewa,sambil memberikan paper back tempat baju yang baru saja dibelinya.Lisa Menganti bajunya,dengan tenang karena dia melihat dewa menjauh dari mobilnya.


"Om...Udah." Lisa memanggil dewa saat dia sudah selesai mengganti pakaian,dewa menoleh, lalu dia kembali masuk kedalam mobilnya dan mereka meninggalkan tempat itu dan masuk ke sebuah restoran yang cukup mewah.


Sudah dua kali Lisa memasuki restoran mewah bersama dewa,walaupun dia terlihat canggung,dia berusaha tetap tenang agar orang tidak menatap aneh kepadanya.


"Pada saat akan masuk kedalam restoran tiba-tiba seorang wanita memanggilnya,dia bersama seorang pria keluar dari restoran itu juga.


"Lisa apa yang kamu lakukan disini,pakaian apa yang kamu pakai,bukan kah seharusnya kamu belajar kenapa kamu malah pergi bersama pria tua seperti itu,apa yang kamu lakukan apa kamu ingin masa depan mu rusak makanya kamu bergaul dengan pria." Calista mendekati Lisa,yang berdiri di samping dewa,mereka berpapasan di pintu.


*** bersambung****

__ADS_1


__ADS_2