
Hamdan sangat kaget mendengar ucapan Bella,dia menghentikan langkahnya lalu menoleh dan mendekati Bella yang masih berdiri di pinggiran ranjang.
"Apa kamu bilang,hamil,sejak kapan kamu hamil cepat gugurkan kandungan mu,aku tidak mungkin menikahi mu,apa kata dunia jika sampai aku menikahi mu?" Ucap Hamdan,wajah ya terlihat begitu frustasi ternyata masalah yang datang kepadanya semakin runyam.
"Tidak mas,aku tidak mau,kehamilanku sudah menginjakkan usia empat minggu,ini pertama aku hamil tidak mungkin aku membuangnya." Ucap Bella dia kukuh untuk mempertahankan kehamilannya,dan hal itu membuat Hamdan semakin frustasi.
"Bella....,kamu jangan main-main apa kamu sudah gila,apa kata keluargamu jika sampai mereka tau kamu hamil anakku." Ucap Hamdan dengan nada tinggi,hingga mengundang kecurigaan para pelayan kepada mereka berdua.
Beberapa pelayan saling menoleh lalu menggeleng,karena mereka tidak tau apa yang terjadi kepada dua orang berbeda kelamin terus berdua di kamar tampa ada orang lain.
"Kalian dengar tidak suara tuan Hamdan,apa yang terjadi dengan mereka berdua,bagaimana kalau kita menguping pembicaraan mereka,aku curiga dengan mereka jangan-jangan ada sesuatu yang di rahasiakan kedua manusia itu." Ucap seorang pelayan,
"Sudah kita tidak perlu mengurusi itu,kita disini hannya bekerja,jangan mengurusi urusan orang kaya!" Jawab seorang pelayan yang bertugas sebagai koki.
"Tapi perlu juga kalau terjadi sesuatu kita yang bakal di tanya oleh tuan kevin."Jawabnya yang lainnya,akhirnya mereka memutuskan untuk pergi mendekati kamar dan menguping pembicaraan kedua manusia itu.
Bella pura-pura menagis untuk mencari simpati hamdan,dia sudah tau kelemahan pria itu,dengan menangis maka semua keinginannya akan dituruti oleh pria itu.
"Hu....hu...huu,padahal aku mengandung anakmu,tapi kenapa kamu tega menyakiti perasaanku,kamu laki-laki tidak bertanggung jawab.hu...hu...hu" Bella menagis,dia sangat berusaha agar matanya mengeluarkan air mata agar Hamdan yakin kalau dia benar-benar terluka.Benar saja melihat Bella menagis amarah,kecewa dan kemarahan hilang begitu saja dari hati Hamdan berubah menjadi iba dan kasihan.
__ADS_1
Hamdan mendekati Bella yang duduk di atas ranjang lalu memeluk tubun Bella,dan membujuknya agar tidak menangis lagi,Bella tertawa dalam hati karena hannya dengan sebentar bisa meluluhkan hati Hamdan.
Bella menatap wajah Hamdan,dia begitu mencintai pria itu,rasanya dia sangat menginginkan pria itu takluk di genggamannya.
"Sayang aku pengen,ayok." Ucap Bella menggoda Hamdan,tentu saja mereka yang sudah lumayan lama tidak melakukan permainan langsung terbuai,selama ini Kevin yang tinggal bersama mereka,menghalangi setiap mereka menginginkannya.
"Kamu memang selalu saja pandai membuatku luluh," Ucap Hamdan lalu dia memeluk tubuh Bella dan membawanya ke atas ranjang.
****
Sementara itu Kevin di Singapura masih sangat ketakutan karena tiba-tiba saja ibunya mengalami kejang-kejang yang yang hebat,berlari memanggil dokter dan ternyata ibunya mengalami kritis,tiba-tiba semua obat berbahaya yang di konsumsinya,menunjukkan reaksi yang hebat sore ini.
"Tuan,sebaiknya anda mencari dokter syaraf yang paling hebat,dia bekerja di rumah sakit amerika,sebelumya kami ada pakaian seperti ini dia bisa menanganinya." Ucap pimpinan rumah sakit.Setelah berunding akhirnya pihak rumah sakit memanggil dokter yang sangat ahli di bagian syaraf dari amerika.
Setelah menitipkan ibunya kepada Butet sore itu juga Kevin kembali ke Indonesia,tidak butuh waktu lama Kevin sampai di rumahnya dan saat itu dia melihat mobil suaminya dan juga ayahnya sedang terparkir di luar.
"Bagus ternyata mereka berdua sedang ada di rumah,semoga aku bisa memergoki apa yang mereka lakukan sore ini!"Kevin bergegas berlari kedalam rumah dan saat itu dia belum beruntung karena dia melihat Hamdan sedang menonton dan menikmati teh di sore hari.
Hamdan sangat kaget melihat kedatangan anaknya Kevin,dia langsung berdiri dan wajah nya terlihat tegang,dia mungkin tidak menyangka kalau hari ini Kevin akan kembali.
__ADS_1
"Kevin!!"
"Kenapa,kenapa wajahmu begitu tegang,apa kamu melakukan sebuah kesalahan yang sangat besar hingga kamu begitu tegang,pria macam apa kamu,istrimu sedang sekarat kamu malah tidak peduli sedikit pun,suami macam apa kamu hah...." Kevin sangat emosi,dadanya naik turun menahan emosi,rasanya dia sangat kesal karena hari ini dia tidak bisa memergoki perbuatan papanya dan juga mantan istrinya.
"Apa maksudmu,kamu bicara apa Kevin,dimana kamu menyembunyikan ibumu?
"Diam,aku tidak akan memaafkan kamu jika sesuatu terjadi kepada ibuku,tangan ku sendiri yang akan menyeret kalian dari rumah ini dan membawa kalian ke penjara." Ucap Kevin dengan suara yang sangat besar.Saat itu Bella keluar dari kamar mamanya dan Kevin melihat itu.
"Kevin,apa maksud kamu untuk apa kamu sampai begitu marah kepada papa,memangnya ibu sakit apa bukan kah selama ini aku sudah merawat ibu dengan baik." Ucap Bella dia mendekati Kevin yang berdiri diruang tamu.Mendengar ucapan Bella seketika amarah Kevin naik,dia langsung mendekati Bella lalu mencengkram kasar dagu Bella.
" Diam kamu wanita murahan,aku tidak mengampuni mu jika terjadi sesuatu kepada ibuku,dasar wanita murahan." Ucap Kevin lalu melempar tubuh Bella hingga terjatuh keatas sopa beruntung kandungannya tidak ada masalah.
"Kamu pikir aku tidak tau apa yang kalian lakukan di belakangku,tunggu saja ada saatnya aku semuanya tinggal menunggu waktu saja." Ucap Kevin,lalu dia meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.
Hamdan berlari mengejar Kevin,dia sangat ingin tau dimana ibunya sekarang,sejujurnya dia juga sangat khawatir selama ini kepada istrinya tapi karena Bella selalu mempengaruhinya akhirnya dia hannya bisa diam dan mengikuti seluruh keinginan Bella.
"Kevin katakan kepadaku,dimana kamu menyembunyikan ibu,aku minta maaf kepadamu jika selama ini aku tidak kunjung membawa ibumu ke rumah sakit,itu karena Bella selalu bilang kalau dia bisa mengobati ibumu." Ucap Hamdan mengelak dan berusaha mengambil simpati dari anaknya.
"Ohhh,jadi papa lebih percaya wanita itu,papa percaya dengan semua ucapannya,papa tidak tau atau kalian kerja sama untuk membuat ibu segera mati,apa papa tidak tau kalau selama ini obat yang diberikan Bella kepada ibu adalah obat berbahaya." Ucap Kevin,dan menatap sinis kepada papanya.
__ADS_1
"Apa....Apa kamu bilang obat berbahaya,bagaimana mungkin Bella setega itu kepada ibu mertuanya,tidak mungkin itu tidak mungkin" Ucap Hamdan,dia tidak percaya bahkan dia hampir terjatuh ke atas ranjang.
**** bersambung***