
Keesokan harinya keadaan Kevin sudah mulai membaik,bahkan hari ini dia meminta pulang karena dia akan kembali ke Singapura untuk menemui ibunya.
"Jadi kamu tidak papa mas,kamu sudah bisa terbang kembali ke singapura hari ini?" Tanya Hanna dia masih khawatir dengan keadaan Kevin yang belum sembuh total,tetapi demamnya sudah turun dan dia sudah tidak menggigil lagi.
"Aku sudah sehat,mungkin mama sudah menungguku,aku berharap setelah aku sampai di sana ibu sudah kembali sehat dan sudah bisa berbicara,aku tidak menghubunginya selama dua hari ini membuat perasaan ku tidak enak."Jawab Kevin.Setelah selesai membayar semua administrasi,Kevin segera keluar dari rumah sakit dan supirnya sudah menunggunya dari tadi katena sebelumya dia sudah menghubunginya untuk datang kerumah sakit.
Kevin segera mengantar Hanna pulang kerumahnya lalu dia segera menyuruh supir untuk mengantarnya ke bandara,dia begitu ketakutan karena sudah dua hari tidak ada kabar darinya untuk Butet yang menjaga ibunya di singapura.
Setelah melakukan penerbangan kurang lebih dari satu jam,akhirnya Kevin kembali sampai di rumah sakit tempat ibunya di rawat dia berlari menelusuri lorong rumah sakit sebelum akhirnya dia sampai di sana.Kevin sudah melihat Butet berdiri sendirian di ruang tunggu.
"Butet,"Butet langsung menoleh ke asal suara yang memanggilnya dan wajahnya terlihat sangat bahagia melihat kedatangannya.
"Akhirnya tuan datang juga,kemana saja tuan sampai hari ini baru kembali aku sangat khawatir,apalagi nomor tuan tidak bisa dihubungi,aku sangat takut." Jawab Butet dengan nada bahagia.
"Hmm,aku sakit selama dua hari ini,dan bagaimana keadaan ibu apa kamu sudan ada perubahan?" Tanya Kevin,itu hal penting yang ingin dia ketahui.
" Seperti biasa tuan,ibu masih belum sadar juga,kata dokter belakangan ini mereka memberikan dosis yang sangat banyak kepada nyonya sehingga dia mengalami hal seperti ini." Ucap Butet.Kevin langsung duduk di ruang tunggu lalu dia menghela napas kasar,sulit sekali dia mengampuni kedua manusia yang sudah menyebabkan ibunya menderita demikian.
__ADS_1
Pada saat Kevin sedang duduk dengan pikiran entah kemana,tiba-tiba pesan masuk ke ponselnya,lalu dia membuka aplikasi hijau itu dan melihat pesan masuk dari wakil direktur rumah sakit yang mengatakan kalau seluruh uang khas rumah sakit sudah di bawa oleh bella dan rumah sakit mewah itu di gadaikan ke sebuah perusahan yang sangat dia kenali,yaitu perusahan lawan bisnisnya.Kevin mengepal kedua tangannya entah kenapa begitu banyak masalah yang menghampirinya akhir-akhir ini.
"Dasar iblis,tunggu pembalasan ku!" Ucap Kevin dengan wajah merah padam dan urat-urat di wajahnya terlihat menonjol yang artinya dia menahan emosinya.
"Maafkan aku tuan jika aku terlalu lancang,apa yang terjadi tuan,apa sesuatu yang buruk sudah terjadi tuan?"Tanya Butet dengan gemetaran,dia merasa kasihan kepada pria itu,dia terlihat pucat dan badannya terlihat kurusan mungkin dia begitu banyak menanggung beban hidup.
"Butet,kamu tidak jujur kepada ku,tentang nyonya Bella,kenyataanya aku sudah tau kebenarannya,Bella selingkuh dengan papa,dan kamu tau Bella hamil dan itu milik papaku."
"A_apa tuan,benarkah! "Butet menutup mulutnya dia sangat tercengang mendengar kabar yang di beritahu oleh Kevin,bahkan dia tidak pernah membayangkan jika Bella dan tuan Hamdan sudah melangkah sejauh itu.
"Kenapa kamu tidak jujur selama ini Butet?"
"Kepala ku sudah hampir pecah,mungkin sebentar lagi aku akan jatuh miskin,bahkan hari ini, Bella sudah mengadaikan rumah sakit milikku, ke pada lawan Bisnisku,dan dia juga melarikan semua uang rumah sakit,aku tidak tau lagi harus bagaimana sementara ibu butuh perawatan disini." Ucap Kevin.Butet benar-benar kaget untuk semua kabar yang di dengarnya hari ini.
*****
Sementara itu,di rumah mewah milik Hamdan dan juga Bella mereka setiap hari tidak ada bosannya memadu kasih,bahkan Bella memberikan obat kuat kepada Hamdan agar bisa memuaskan hasratnya yang begitu menggebu-gebu,dia seakan tidak pernah puas dengan apa yang diberikan oleh Hamdan kepadanya.
__ADS_1
"Sayang....Kamu sangat hebat,bahkan aku tidak pernah mendapat kepuasan seperti ini dari Kevin anakmu,kamu malah bisa membuatku mandi keringat setiap saat." Ucap Bella di sela-sela permainannya,sementara itu Hamdan yang sudah menelan vitamin untuk penambah stamina merasa sangat puas setiap saat bisa melakukan itu bersama Bella.Dia benar-benar melupakan anak istrinya,bahkan istrinya yang sedang sekarat dia lupakan bahkan dia tidak peduli sama sekali.
"Apa itu nikmat sayang?" Tanya Bella saat Hamdan baru saja menikmati area sensitifnya,Hamdan langsung tersenyum lalu mencium bibirnya,
"Ini rasakan sendiri,apa kamu suka?" Mereka tertawa sambil mendesah dengan kuat,beruntung kamar itu di lengkapi kedap suara kalau tidak pasti para pelayan sudah mendengar suaranya.
Setelah puas dengan permainan mereka,akhirnya Bella mengenakan pakainya lalu dia berbaring di samping Hamdan yang sudah kelelahan dan tubuhnya hannya di tutupi selimutnya saja.
"Mas,kamu harus segera melupakan istrimu itu dan juga anakmu,ingat sebentar lagi kamu juga akan punya anak dari aku,hmm,aku sudah tidak sabar ingin segera melahirkan." Ucap Bella sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Iya sayang,kamu tidak melihat aku sudah melakukan apa pun yang kamu suruh,bahkan aku sudah membeli rumah untuk kita berdua supaya tidak ada yang menganggu mulai besok aku akan kembali memimpin perusahan milikku." Jawab Hamdan tampa merasa berdosa sedikit pun.
"Bagus sayang,begitu baru pria hebat,bisa apa Kevin dan ibunya tampa kamu,seharusnya dia menerimaku sebagai ibu tirinya,bukan malah membela ibunya,dia yang membuat semuanya menjadi sulit."Ucap Bella.Dia memeluk tubuh Hamdan dan tertawa puas dengan semua yang pencapaiannya kali ini.
****
Keesokan harinya Hamdan kembali ke perusahan lalu tiba-tiba dia menyuruh seluruh staf untuk memasuki ruang rapat,mereka sangat bingung karena Hamdan sudah lama pensiun,walaupun selama ini dia masih rutin datang ke kantor dia tidak melakukan apapun hannya untuk menghabiskan waktu.Sambo merasa sedikit curiga,entah kenapa perasaanya tidak enak kali ini.
__ADS_1
*** bersambung***