
Dewa menemani Hanna yang masih belum sadar di dalam tenda,hari sudah mulai sore,sementara teman-temannya pergi menikmati alam bersama pasangan masing-masing.Saat mata dewa mulai terlelap dia mendengar Hanna yang batuk-batuk.
"Uhuk...uhuk...uhuk."Dewa menatap wajah pucat Hanna,lalu dia menyentuh kening Hanna ternyata dia sedang demam tinggi.
"Ternyata dia demam,sebaiknya aku bawa dia kedalam villa saja,kok bisa ada wanita sampai ke tempat ini apa dia dibuang pacarnya,sepertinya dia masih sangat muda,mungkin saja dia salah pergaulan akibatnya dia menanggung sendiri."Batin dewa,dia menggendong tubuh Hanna lalu membawanya ke villa yang lumayan jauh dari tempat itu.
Setelah Dewa berhasil membawanya sampai kedalam villa dia meletakkan Tubun Hanna di atas ranjang lalu memberinya minum obat dan mengompresnya.Setelah semuanya selesai Dewa meninggalkan Hanna sendirian di dalam kamar dia merasa kurang nyaman saat berada satu kamar dengan seseorang yang tidak dia kenal sama sekali.
Pelan-pelan Hanna membuka matanya,lalu dia menatap sekelilingnya,dia merasa heran karna dia merasa sangat asing dengan kamar ini.Dia lalu memaksakan diri untuk bangkit lalu turun dari ranjang,dia merasakan sakit yang luar biasa dengan seluruh tubuhnya,dia merasa bingung dan tidak ingat sama sekali kenapa dia berada di tempat ini.
Pelan-pelan Hanna berjalan keluar dari kamar,saat itu dia melihat dewa yang sedang berdiri di depan jendela,sambil menatap matahari yang hampir tenggelam di ufuk barat.
"Tuan...." Hanna memanggil pria itu dengan suara lirih,rasanya dia belum mampu melakukan apa pun tapi karna dia penasaran akhirnya dia memaksakan diri untuk bangun.Dewa menoleh ke arah suara yang memanggilnya,lalu dia membalikan badannya dan berjalan mendekati Hanna.
"Kamu sudah sadar,silahkan duduk kamu sepertinya belum bisa beraktifitas,luka-luka di wajahmu masih parah,dan kamu masih terlihat begitu lemah."Ucap dewa yang berjalan mendekati Hanna lalu berusaha ingin menuntun Hanna.
"Maaf tuan aku masih bisa sendiri."Ucap Hanna,menolak bantuan pria yang belum dikenalnya.Dewa tersenyum kesal kepada Hanna,padahal dia hannya merasa kasihan dengannya Hanna malah salah artikan.
"Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi padamu,hingga kamu bisa sampai ke pulau ini?" tanya Dewa dia menatap Hanna yang kelihatan semakin lemah.
__ADS_1
"Tidak tuan,aku tidak ingat apa-apa kepalaku sangat pusing,aku kenapa,dan aku sedang dimana?" Tanya Hanna,dia berusaha mengingat semua kejadian yang menimpanya tapi otaknya belum mampu malah kepalanya tiba-tiba pusing.
"Hei..Kamu kenapa mungkin otakmu belum mampu untuk berpikir santai saja,aku akan membuatkan makanan untukmu,silahkan kamu istrahat."Ucap dewa,dia langsung bergegas kebelakang lalu memasak makanan yang ada di kulkas,sebelumya mereka sudah membawa banyak makanan dari kota menuju pulau ini.
Hanna berusaha keras untuk mengingat yang apa terjadi kepadanya,hingga dia berada di pulau yang tidak ada rumah sama sekali selain rumah yang mereka tempati,bahkan sekelilingnya hanya ditumbuhi pohon kelapa.Dia berusaha keras untuk berfikir tapi yang terjadi malah hidungnya mengeluarkan darah yang banyak hingga bajunya dipenuhi darah segar.
"Auuhh kepalaku sakit."Dewa mematikan kompornya saat dia mendengar erangan dari depan,dia langsung berlari menemui Hanna dan dia sangat kaget saat melihat wajah dan baju Hanna sudah di penuhi darah.
"Kamu apa-apaan sih? kan aku sudah bilang jangan memaksakan diri dulu jangan membuatku susah disini."Ucap dewa kesal,dia membersihkan hidung Hanna lalu menyumbat hidungnya dengan kapas agar tidak mengeluarkan darah lagi.
"Maafkan aku tuan."Ucap Hanna saat dewa beranjak meninggalkannya,dewa mengabaikan ucapan Hanna lalu dia kembali memasak untuk Hanna.
"Hati-hati,kamu makan seperti orang tidak pernah makan saja."Ucap Dewa,sambil menyodorkan gelas berisi air putih.
"Terima kasih tuan."Ucap Hanna kembali hingga akhirnya nasi gorengnya habis tampa sisa sedikit pun.Setelah merasa kenyang Hanna merasa ngantuk akhirnya dia tertidur sangat pulas.
Dewa merasa sangat kesepian karna ternyata teman-temannya tidak pulang ke villa mungkin mereka tidur di dalam tenda,sudah beberapa hari memang mereka berlibur di pulau ini,dia selalu pulang ke villa saat malam,karna dia merasa enggan tidur dengan mereka yang mempunyai pasangan masing-masing.
Saat malam semakin larut Hanna terbangun,dia masih diatas sopa tempatnya tidur tadi sore cuma saat ini tubuhnya sudah di tutup dengan selimut,dia merasa tenggorokannya sangat kering hingga dia bangun dan ingin mengambil minum.Tapi saat dia akan berjalan ke dapur tiba-tiba bulu kuduknya merinding melihat gelapnya dapur.
__ADS_1
Hanna sangat ketakutan sepertinya dia melihat bayangan hitam yang berdiri di dekat jendela buru-buru dia berlari ke kamar tempat dewa tidur.
"Tuan....Aku takut,aku tidak mau tidur sendiri."Hanna yang sudah ketakutan berlari ke kamar dan naik ke ranjang lalu masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh dewa,dan dia bersembunyi di balik selimut.
"Kamu ada apa?" Dewa terbangun mendengar teriakan Hanna,dan dia sangat kaget saat Hanna sudah tidur persis di sampingnya.
"Tuan aku sangat takut...hu...hu...hu...Jangan tinggalkan aku,kumohon aku sangat kehausan tapi aku sangat takut pergi mengambil minum,sepertinya dibelakang ada hantu."Ucap Hanna,dia menagis ketakutan,dia sangat takut jika Dewa memaksanya tidur di depan lagi.
"Ya udah aku kebelakang mengambil minum untukmu,kamu tunggu aku disini."
"Aku ikut tuan aku takut."Ucap Hanna,dia mengikuti Dewa dari belakang bahkan dia menarik baju dewa,karna dia sangat ketakutan.
"Apaan sih,kamu jangan seperti ini."Ucap Dewa berusaha menepis tangan Hanna yang terus memegangi bajunya,dia sangat risih dengan sikap Hanna dia menilai Hanna yang berlebihan.
Setelah merasa puas akhirnya dewa kembali kedalam kamarnya Hanna terus mengikutinya dia tidak mau tinggal walau sedetikpun,rasanya bayangan hitam yang dilihatnya barusan begitu nyata.
"Kamu tidur di atas biar aku yang di lantai jika memang kamu harus tidur dekat denganku."Ucap Dewa,Hanna menolak.
"Maafkan aku tuan,kita tidur di ranjang ini saja,biarkan bantal ini yang membatasi kita,saja aku tidak mau jauh-jauh dari tuan."Ucap Hanna.Walaupun Dewa sangat kesal akhirnya dia menuruti keinginan Hanna karna dia sudah sangat mengantuk.
__ADS_1
*** bersambung****