Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 77 ~ bahagia ~


__ADS_3

Hanna sangat kesal melihat wanita yang menerobos antriannya,ingin sekali dia memaki wanita itu,tapi Karna tidak ingin ada masalah akhirnya dia mengalah saja sambil mengelus dada.


"Biarlah yang waras mengalah sama orang gila seperti itu."Batin Hanna.Setelah menunggu sekian lama akhirnya sampai juga gilirannya.Setelah membayar semua tagihannya,Hanna kembali ke ruangan dimana adiknya sedang di rawat,saat dia hampir sampai di ruangan,dari jauh dia menatap dewa yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Tuan silahkan anda pulang sekarang,sepertinya tuan sudah sangat kelelahan,biarkan aku yang menjaga kedua adikku."Ucap hanna.Sebenarnya dia sudah sangat berhutang budi kepada pria itu,tapi saat ini dia masih membutuhkan pria itu.


"Benarkah! kamu nga papa kalau aku meninggalkanmu disini bersama kedua adikmu?" Tanya dewa,sebenarnya dia memang sangat lelah dari pagi sampai hampir malam,seperti ini dia tidak istrahat sedikit pun,bahkan dia merasa kelelahan yang sangat luar biasa.


"Nga papa tuan,terima kasih karna sudah mengantarku sampai kesini,aku juga berterima kasih berkatmu kedua adikku bisa selamat dari tangan para orang jahat itu."Ucap Hanna.Dewa entah dari mana awalnya tiba-tiba saja dewa merasa hangat dengan senyuman yang diberikan oleh Hanna kepadanya.


"Baiklah aku pergi dulu,gunakan kartu yang kuberikan untuk membeli segala yang kamu inginkan,aku pergi dulu."Ucap dewa.Setelah itu dia berjalan meninggalkan rumah sakit tempat yang paling tidak dia inginkan,dia sangat membenci bau rumah sakit.


Saat dewa sampai di apertemen nya,perasaanya tidak seperti biasa,entah kenapa dia merasa seperti ada yang kurang dalam hidupnya saat tidak menemui Hanna di dalam apertemen nya.


"Bagaimana bisa aku merasa kehilangan,padahal aku tau dia sedang di rumah sakit,mungkin karna aku sudah terlalu lama tinggal bersama dengannya,aku menjadi sangat nyaman bersamanya."Batin dewa.Dia menghempaskan tubuh lelahnya di atas sopa,entah kenapa dia merasa sangat kesepian saat ini.


Baru juga semalam tidak bersamanya,bagaimana bisa aku merasa kehilangan,terus bagaimana jika dia ingin pergi bersama adiknya,arrggghh,pusing lebih baik aku istirahat saja,aku sangat kelelahan."Ucap dewa,dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedikit pun.

__ADS_1


****


Hanna memberikan kedua adiknya makan,dia sengaja memesan memesan makanan dari restoran dengan menu yang sangat nikmat,Hanna sangat bahagia saat melihat kedua adiknya makan dengan lahap.Dia semakin yakin jika selama ini kedua adiknya tidak memberikan dia makanan enak.


"Bagaimana dek,apa itu enak? apa kamu sangat menyukainya."Tanya Hanna kepada Puspa yang makan sangat lahap.


"Iya kak aku sangat suka,selama Kaka hilang,kamu tidak pernah makan makanan enak,bahkan kami hannya bisa makan sekali dalam sehari,sering kali aku merasa perutku pedih menahan lapar,dan Kaka Lisa juga sering kali berkorban denganku kak,dia menyisihkan makanannya untukku."Cerita Puspa,wajahnya terlihat sangat bahagia saat mereka akhirnya bertemu kembali.


"Lisa,apa mama tidak pernah menemui kalian,atau dia tidak pernah mencari keberadaan kalian?" tanya Hanna,rasanya dia benar-benar tidak Habsi pikir bagaimana bisa seorang ibu kandung tidak mencari keberadaan anaknya.


"Sudahlah kak,ngapain kaka mengharapkan wanita seperti itu,aku sudah menganggapnya mati,dan apa pun yang terjadi kepadanya suatu hari nanti aku tidak peduli dengannya,aku sangat yakin kak,suatu saat dia akan kembali kepada kita,dan saat itu juga aku tidak menerimanya lagi.Mari kita jalani hidup kita kak,kau tau pengorbanan kakak kepada kami,semoga suatu saat aku bisa sukses dan kita akan bahagia hidup bersama Tampa orang tua durhaka seperti mereka."Jawab Lisa.Hanna cukup tertegun mendengar jawaban adiknya,dia tidak menyangka adiknya bisa menjadi se dewasa itu.


"Terima kasih sudah menjadi adikku yang dewasa,semoga kalian nantinya menjadi orang sukses,setelah Puspa keluar dari rumah sakit Kaka akan kembali mencari pekerjaan dan kontrakan,untuk kita bertiga dan kalian bisa kembali sekolah seperti biasanya."Ucap Hanna dia melepaskan pelukannya kepada kepada kedua adiknya,lalu mereka berdua keluar dari ruangan karna petugas kesehatan lagi memeriksa adiknya.


"kak! Apa Kaka sudah pernah bertemu dengan om kevin semenjak kejadian itu?,aku sangat merindukan pria baik seperti dia." Ucap Lisa saat mereka duduk diluar.Hanna cukup kaget mendengar penuturan adiknya,dia tidak menyangka walaupun selama ini dia terlihat sangat cuek ternyata dia juga merasakan kebaikan yang di berikan Kevin kepada mereka.Hanna menggeleng,dia juga sangat merindukan tuan Kevin.


"Aku juga sangat merindukannya,aku tidak tau bagaimana kabarnya sekarang ini,mungkin kah dia sudah bahagia,bersama istrinya,apakah dia sudah melupakan kita,andaikan aku bisa bertemu dengannya ingin sekali aku melihatnya.

__ADS_1


"Terus siapa pria yang bersamamu tadi Kaka?" Saat Hanna akan menjawab ketiga petugas kesehatan itu keluar dari ruangan adiknya.


"Saudaranya Puspita Sari?" Seorang perawat memanggilnya,


"Iya suster,ada apa?" Hanna berlari kecil menghampiri perawat yang menunggu kedatangannya.


Lisa meninggalkan kakaknya yang sedang berbicara kepada seorang perawat,dia tidak tau apa yang dibicarakan oleh mereka.


"Kenapa suster?" Tanya Hanna,dia sedikit khawatir,dia takut sesuatu yang menakutkan terjadi kepada adiknya.


"Tidak ada masalah serius,aku hannya ingin mengingatkan,mungkin adik anda Puspita sari dalam tiga hari ke depan sudah bisa pulang,kami harap kalian segera melunasi semua tagihan rumah sakit apalagi adik anda masuk di ruang VIP," Ucap perawat,dia menatap Hanna dari atas kebawah,mungkin dia merasa heran kenapa adiknya yang berpenampilan gembel bisa masuk keruangan mewah seperti itu.


"Baik suster,aku akan segera membayarnya sekarang juga."Ucap Hanna,dia sedikit risih dengan cara perawat menatapnya,akhirnya karna tidak ingin adiknya di rendahkan,Hanna berjalan keruang administrasi lalu menyerahkan kartu yang berikan dewa kepadanya.


"Dimana pun aku berada sepertinya orang,selalu ingin merendahkan aku,kekuatan uang memang sangat berpengaruh di dunia ini,tapi hidup seperti ini cukup membuatku lelah,aku ingin kembali seperti dulu hidup nyaman tanpa aturan apa pun."Ucap Hanna.


Setelah membayar semua tagihan,Hanna berjalan menuju ruangan adiknya,dia ingin istrahat,karna malam sudah mulai larut.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2