Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 25 ~ Keributan ~


__ADS_3

Kevin mengabaikan setiap panggilan orang tuanya,malam ini dia terlihat menikmati kesendiriannya.


"Harusnya aku mengundang Hanna datang ke apertemen baru ini." ujar Kevin,lalu dia melihat jam masih belum larut malam akhirnya dia keluar dan pergi menjemput Hanna ke kontrakannya.


Hanna sedang mengajari Puspa adiknya belajar, karna dia ada tugas yang tidak dia mengerti sama sekali.


"Kamu sudah mengerti apa yang kaka ajarkan tadi."Tanya Hanna,dia memang Kaka yang penuh tanggung jawab,beruntung dia masih ingat soal-soal itu kalau tidak bisa turun harga dirinya jadi Kaka di hadapan adiknya.


"Kak bantuin aku dong,aku ada soal matematika yang tidak mengerti besok kami ada ujian." Tiba-tiba Lisa sudah duduk di samping Hanna sambil membawa bukunya.Hanna mengambil buku catatan adiknya lalu melihat-lihat soal tapi sayang satu pun Hanna tidak ada yang mengerti,ingin mengembalikan buku nya Hanna sangat malu.


"Sepertinya Kaka nga mengerti soal-soal ini dek." Ucap Hanna dengan malu-malu tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin dia mencari alasan apa pun karna memang kenyataanya dia tidak mengerti soal itu.


tok.....tok....tok


"Kak siapa itu,kita kan tidak ada kenalan orang sini kok bisa ada orang yang mengetuk malam-malam?" Tanya Puspa dia bersembunyi di belakang kakaknya.


"Awas biar Kaka yang buka pintunya." Hanna berjalan ke arah pintu,sebenarnya dia juga sangat takut karna mereka orang baru ditempat ini.


"Mas....Ngapain malam-malam datang kerumah kami?" Tanya Hanna kaget melihat keberadaan Kevin di depan pintunya.Kevin mengabaikan pertanyaan Hanna,dia langsung masuk kedalam tampa menunggu perintah dari hanna.


"Om datang? Kebetulan ni om aku ada tugas yang tidak aku mengerti ajarin aku dong om,kak Hanna juga nga ngerti?" Ucap Lisa lalu memberikan buku tulis miliknya kepada Kevin.


"Lisa kamu tidak boleh merepotkan om ke_"

__ADS_1


"Sini om periksa,tapi tunggu Han di dalam mobil ada makanan tadi aku bawa tolong ambil ya." Ucap Kevin lalu menyerahkan kunci mobilnya kepada Hanna.


Kevin memeriksa tugas milik Lisa,lalu mengajari Lisa satu persatu soal itu sampai dia mengerti.


"Kamu sudah bisa mengerjakan sisanya kan,?" Tanya Kevin.Lisa mengangguk lalu kembali ke kamar dan membawa satu bungkus ayam KFC yang di bawa oleh Kevin.


"Kak Puspa bobok duluan ya."Puspa akhirnya kembali ke dalam kamarnya dan tinggalkan mereka berdua di ruangan itu.Hanna terlihat salah tingkah dia tidak tau harus bersikap bagaimana menghadapi pria yang ada di hadapannya.


"Mas wajahmu sudah sembuh?" Tanya Hanna malu-malu,dia bingung harus melakukan apa di hadapan Kevin.


"Belum,coba periksa apa lukaku semakin parah?" Tanya Kevin lalu menarik pergelangan tangan Hanna,hingga Tubun Hanna jatuh kepelukan Kevin,pada saat itu tiba-tiba mata mereka saling bertemu hingga membuat Hanna semakin malu dan wajahnya tiba-tiba memerah bagai Uda rebus.


"Mas lepasin nanti Lusi keluar tidak enak dilihat." Ucap Hanna,dengan berat hati Kevin melepaskan Hanna dari pelukannya sejujurnya saat itu Kevin ingin sekali melakukan sesuatu yang lebih tapi dia juga menjaga Hanna,karna Kevin tidak ingin kedua adiknya curiga.


"Nga usah bahas itu,tadinya aku ingin membawamu ke apertemen baruku,tapi melihat kamu sibuk dengan adikmu aku jadi tidak tega." Jawab Kevin.


"Aku merindukanmu." Kevin tiba-tiba berbisik ke telinga Hanna membuat Hanna semakin kikuk,dia terlihat malu-malu hingga membuat Kevin semakin gemas.


Malam semakin larut,malam ini Kevin memutuskan untuk tidur di rumah kontrakan Hanna,mereka tidur di kamar yang terpisah.


"Entah apa yang terjadi denganku,hingga aku mau melakukan hal bodoh seperti ini,lihatlah bahkan malam ini aku tidur di atas tikar yang begitu lusuh." Batin Kevin,tapi dibalik semua itu dia merasa hatinya benar-benar tenang.


Keesokan paginya dia meninggalkan kontrakan Hanna,dia tidak ingin orang-orang curiga dengan keberadaanya di rumah itu.

__ADS_1


"Sepertinya aku lebih baik membeli rumah baru kepada Hanna,sepertinya aku nyaman dengan mereka,dan kedua adiknya juga membuatku nyaman,jadi jika aku ingin bersama mereka orang-orang tidak ada yang peduli." Batin Kevin,dia menyetir dengan kecepatan tinggi karna dia ingin secepatnya sampai dikantor karna hari ini dia akan melakukan banyak pertemuan dengan klien penting.


Saat Kevin memasuki ruangannya dia sangat kaget saat orang tuanya dan juga Bella sudah menunggunya disana,Kevin tidak bisa mengelak lagi karna kedua orang tuanya sudah terlanjur melihatnya.


"Pa,ma,kenapa kalian sampai datang ke kantorku?" Tanya Kevin.


"Plak...." Tiba-tiba papanya mendekatinya lalu melayangkan tamparan ke wajahnya dengan kasar.


"Dasar anak kurang ajar,siapa yang mengajarimu bisa mempermainkan pernikahan,kamu mengkhianati istrimu? kurang apa lagi Bella kepadamu hingga kamu bermain sering?" Ayahnya menatapnya dengan sinis,rasanya pria itu ingin menelannya bulat-bulat.


"Pa..Dengar dulu penje_


"Diam,papa sudah tahu semuanya?" pria itu memotong pembicaraannya Kevin,hingga dia tidak punya waktu untuk membela dirinya.


"Pa...Ma,maafkan aku, jika sudah membuat kalian kecewa,tapi hari ini Kevin mau memberitahu kalian jika aku ingin menceraikan Bella aku sudah tidak mampu menjalani rumah tangga bersamanya." Ucap Kevin.Bella sangat kaget,dia tidak menyangka jika hari ini akan mendengar kata cerai dari suaminya.Bella berlari ke arah Kevin lalu berlutut dan memohon sambil Menangis membuat kevin semakin muak dengan sikap munafik Bella.


"Mas.....Maafkan aku jika belum bisa menjadi istri yang baik,tapi tolong mas jangan ceraikan aku..hiks ..hiks.." Bella menagis tersedu-sedu membuat kedua orang tuanya selain menyalahkan Kevin atas sikapnya yang tidak terpuji.


"KEVIN....Kamu tega melakukan ini kepada Bella,kamu ingin menceraikan Bella hannya karna kamu sekarang di rayu wanita,mama sudah pastikan kalau wanita itu bukan wanita baik-baik.Apa pun alasannya mama sama papa tidak menyetujui perceraian kalian." Ucap ibunya.Kevin terdiam dengan ucapan ibunya,sebenarnya dia merasa wajar jika kedua orang tuanya sangat menolak perceraian mereka mengingat kedua orang tua Bella dan orang tuanya sangat dekat dan mereka sudah lama menjalin hubungan.


"Maafkan aku pa,ma...Ini sudah keputusan akhir ku." Ucap Kevin dengan suara semakin kecil dan bahkan tidak terdengar.


"Dasar anak kurang ajar,papa akan menemui wanita selingkuhan mu itu dan memberinya pelajaran karna sudah berani menghancurkan keluarga ini." Ucap papanya,wajahnya terlihat begitu marah dan napasnya terdengar naik turun menahan emosi.

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2