Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 35 ~ Tidak terima ~


__ADS_3

Seketika Nadia mamanya Kevin terdiam mendengar ucapan anaknya,ini pertama kalinya dia melihat anaknya marah bahkan sampai berbicara sedikit menyakitkan untuknya.


"Kevin jaga ucapan mu,papa mama menyekolahkan mu tinggi-tinggi bahkan kamu sekolah di luar negri agar kamu menjadi manusia bertanggung jawab bukan,malah pengecut seperti ini." ucap papanya,


"Pa,aku tidak bisa bertahan lagi dengan dia,


"Mas,disini yang salah kamu,seharusnya aku yang marah kepadamu karna kamu sudah menghiaanati cinta kita,tapi kenapa kamu malah melayangkan gugatan kepadaku,aku tidak bisa terima mas." Bella memotong ucapan suaminya,dia terus berusaha untuk membela dirinya.bahkan dengan berani dia merobek surat cerai janji dibawa oleh Kevin kepadanya.


"Mas pikirkan lagi,kamu mendorongku dengan kasar demi menyelamatkan selingkuhan mu itu,harusnya aku mas yang marah,kamu tau hatiku sangat sakit mas kamu perlakuan aku seperti itu." ucap Bella dengan nada memelas seakan-akan dia yang paling menderita.


"Berhenti bersandiwara di hadapan kedua orang tuanku,jika kamu bisa melembutkan hatimu sedikit saja kepadaku,mungkin aku masih berusaha mempertahankan pernikahan ini,tapi apa kamu melempar pas bunga kepadaku hingga aku masuk rumah sakit,jadi stop bersandiwara jangan munafik aku sudah sangat muak denganmu." Ucap Kevin,lalu dia menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


"Bella apa maksud ucapan Kevin,kamu memukul anakku?" tanya mertuanya,dia menatap tidak percaya kepada Bella,wanita yang lembut tapi mampu bersikap kasar.


"Tidak ma,dia memfitnahku ma,mama percaya aku melakukan itu?" Ucap Bella mengelak,saat ini dia ketakutan jika benar-benar suaminya menggugatnya.


*****


Kevin membersihkan tubuhnya,lalu kembali berpakaian rapi,setelah memakai pakaiannya dia menuruni anak tangga dan dia masih melihat Bella yang berdiri mematung di ruang tamu sambil menatapnya dengan sinis.

__ADS_1


Kevin berjalan melewati mereka,kali ini dia tidak peduli lagi dengan wanita itu,dia mengeluarkan mobilnya dari bagasi dan berangkat menuju rumah sakit dimana istrinya bekerja.


"Bella,kamu akan merasakan sakit karna sudah berani bermain denganku,dan aku sangat yakin sebentar lagi sertifikat kedokteran mu akan dicabut oleh IDI,karna kamu sudah mempermalukan organisasi kedokteran." batin Kevin.


Sesampainya dirumah sakit Kevin disambut dengan hangat,semua staf rumah sakit itu mengetahui jika dia adalah pemilik resmi rumah sakit itu dan istrinya yang menjadi direktur disitu.


"Selamat sore tuan!" Wakil direktur sekaligus dokter pribadinya menyambut kedatangan Kevin kerumah sakit itu,sudah lama menahan Kevin tidak berkunjung kesana,semenjak dia mempercayakan Bella sebagai direktur sekaligus pengelola rumah sakit itu.


"Sore."Jawab Kevin singkat dia berjalan menuju ruangan direktur,saat dia sampai disana dia melihat dimeja direktur poto pernikahannya berdiri kokoh,dia langsung mengambil Poto itu lalu merobeknya dan membuangnya ke tempat sampah.


"Herdi,mulai hari ini kamu menjadi direktur di rumah sakit ini,dan secepatnya aku akan menunjukkan wakil direktur yang akan membatu pekerjaanmu,jangan banyak tanya lakukan yang menjadi tanggung jawabku,jika Bella kemari dan dia tidak terima suruh dia menemui ku,kamu mengerti?"Ucap Kevin,setelah itu dia keluar,herdi mengikutinya dari belakang,dia sangat kaget tiba-tiba Kevin mengangkatnya menjadi Dirut di rumah sakit bertaraf internasional.


******


Bella bersiap-siap akan berangkat ke rumah sakit,kepalanya terlalu pusing memikirkan semua masalah yang datang secara tiba-tiba.Dan entah kenapa ibu mertuanya sedikit acuh kepadanya,mungkin karna Kevin mengadu kepadanya dua hari yang lalu.


"Ma,Bella berangkat dulu,nanti Bella akan usahakan cepat pulang agar mama ada yang menemani."Ucap Bella dia tetap berusaha ramah kepada ibu mertuanya tapi sayang mertuanya sama sekali tidak menjawab ucapannya.Dengan sedikit kesal,Bella meninggalkan rumahnya lalu berangkat menuju rumah sakit.


Bella berjalan memasuki gedung rumah sakit,hari ini dia sedikit aneh dengan tatapan para pegawai disana,tidak seperti biasanya mereka dengan sopan menyapanya,hari ini semua pegawai terlihat cuek kepadanya.

__ADS_1


"Ada apa sih dengan semua orang hari ini,tidak dirumah,tidak dirumah sakit semua orang cuek kepadaku."Sungut Bella,sebelum dia memasuki ruangannya.


Bella membuka pintu ruangannya betapa kagetnya dia saat melihat herdi sudah duduk di kursi kebesarannya dan poto pernikahannya yang dipajangnya dimeja sudah berada di tong sampah.


"Apa yang kamu lakukan di mejaku,dan ini apa,kenapa papan namamu ada di meja ini?" Tanya Bella,kali ini dia sangat kaget,mendapat kejutan dari semua orang.


"Maaf nyonya,tuan Kevin sendiri yang mengangkat posisiku,dan tuan Kevin menitipkan ini kepada nyonya!" Ucap herdi,sebenarnya kepalanya sangat besar saat dia duduk di kursi itu,biar bagaimana pun dulu Bella adalah orang yang sangat dia segani.Bella mengambil surat dari tangan herdi lalu dia membukanya dan dia cukup kaget saat dia membaca surat itu.


"Sialan,apa dia benar-benar ingin menghancurkan aku,ini tidak bisa dibiarkan.' Ucap Bella,dia segera keluar dari ruangan itu lalu dia keluar dari ruang sakit dan menyetir menuju perusahan milik semuanya.


Bella membawa mobilnya menuju perusahan milik suaminya,dia begitu panik,rasanya dia tidak akan mampu meningkatkan rumah sakit yang sudah lama dia kelola.


"Dia melakukan ini kepadaku hannya karna membela selingkuhannya,jika hidupku hancur hannya karna wanita itu maka aku juga tidak akan membiarkannya hidup dengan tenang." Ancam Bella.


Bella membawa mobilnya masuk ke halaman gedung perusahan suaminya,seorang security berlari mendekati mobil milik Bella.


"Selamat pagi nyonya,maaf nyonya anda tidak bisa parkir di daerah sini,tuan Kevin melarang anda untuk datang ke perusahan ini,mohon kerja samanya nyonya karna aku juga hannya menjalankan tugas." Bella sangat kaget mendengar ucapan security,


"Kejutan apalagi yang akan dia berikan kepadaku,tidak puas dia sudah melempar ku dari rumah sakit miliknya sekarang dia juga melakukan ini padaku,benar-benar memang si Kevin.

__ADS_1


*** bersambung***"


__ADS_2