Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 37 ~ Aku bisa menghancurkan mu ~


__ADS_3

Bella menunduk malu saat dia dengan tidak sengaja membentak mama mertuanya,dia sangat kaget saat membaca surat yang dikirimkan IDI kepadanya.Bella pamit kepada ibu mertuanya lalu dia menaiki tangga dan masuk kamar.Dia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan akhirnya tangisnya pecah di dalam kamarnya.


Bella tidak pernah menyangka karir dan rumah tangganya akan hancur secara bersamaan,dia tidak bisa menahannya lagi akhirnya dia menagis sekuat tenaganya beruntung kamarnya kedap suara sehingga dia bisa leluasa menagis sepuasnya.


"Seorang wanita ingusan menghancurkan hidupku,kenapa....Kenapa ini harus terjadi padaku huhuhuhu....Mas Kevin...ampuni aku mas,aku minta maaf karna selama ini sudah berbuat sesuka hatiku kepadamu,aku tidak pernah menyangka jika hatimu bisa berpaling dariku mas..huhuhuhu,aku tau kamu tidak pernah berniat menduakan aku,atau mungkin anak itu sudah menggoda mu." Bella terus menagis mengeluarkan semua rasa kesal di hatinya.


Mungkin karna terlalu kelelahan akhirnya Bella ketiduran,dia terlalu lelah memikirkan semua masalah yang datang dengan sangat tiba-tiba,bahkan dia belum mempersiapkan hatinya untuk menerima segala konsekuensi dari perbuatannya.


****


Mobil yang membawa Kevin dan juga Hanna memasuki rumah mewah milik Hanna,senyum mengembang di bibirnya saat kedua adiknya keluar dari dalam rumah lalu menyusulnya kedalam mobil yang belum berhenti secara sempurna.


"Kakak......" Puspa langsung berlari dan memeluknya,begitu juga dengan Lisa mereka terlihat begitu bahagia.


"Aku sangat merindukanmu kak,aku kira Kaka akan pergi meninggalkan kami." Ucap Puspa polos,dia memeluk erat tubuh Bella.


"Tidak mungkin dek,sama siapa kalian di rumah apa kalian sudah makan?" Tanya Hanna sambil menggandeng tangan kedua adiknya.


"Mentang-mentang kakak nya sudah pulang kalian mengabaikan om ya nanti om akan membawanya lagi."Kevin sengaja menggoda Puspa dan juga Lisa.

__ADS_1


"Ehh..Ada om Kevin,maaf ya om ganteng,kami terlalu merindukan kakak Hanna,hingga kami tidak sadar jika om juga sedang bersama kami hahaha.." Puspa tertawa lepas terlihat rona bahagia di wajah ketiga Kaka beradik itu.Puspa melepaskan tangannya dari pegangan Hanna lalu mendekati Kevin dan meraih tangannya lalu mereka masuk kedalam rumah.


Kevin benar-benar sangat menikmati kebersamaanya bersama Hanna dan kedua adiknya,rasanya dia sangat bahagia jika sedang bersama mereka,bahkan dia selalu lupa semua masalah yang menghampirinya jika dia sedang bersama mereka.


"Selamat datang tuan nona."Seorang wanita datang dari dapur lalu menghampiri mereka dan menyapa,Hanna merasa bingung dia tidak tau mau menjawab apa dia tidak pernah diperlakukan orang sebaik itu.


"Hmm,buatkan saya kopi,apa kamu lapar atau kamu ingin makan?" Tanya Kevin,Hanna mengangguk dia masih merasa aneh dengan keadaan sekarang,dia tidak terbiasa dilayani oleh orang lain.


"Kamu harus terbiasa Han,jangan terlalu sungkan dia akan melayani kalian dirumah ini sekaligus menjaga kalian disini,aku kan tidak setiap saat ada disini." Ucap Kevin saat pelayan sudah berlalu dari hadapan mereka,dan kedua adiknya juga sudah mulai belajar di kamar masing-masing.


"Tapi aku tidak biasa mas,sebenarnya aku sangat malu jika harus dilayani orang lain."Jawab Hanna.


"Apa mas,menikah? apa mas berniat menikahi aku?" Tanya Hanna,dia menatap Kevin dengan tatapan penuh harap.


"Iya menikah,apa kamu tidak mau menikah denganku? Kamu tinggal sabar saja sayang,setelah semua urusan ku selesai aku akan melamar dan menikahi mu,aku berusaha secepatnya tapi mungkin menghabiskan waktu yang agak lama karna Bella menolak bercerai denganku." Jawab Kevin.


*****


Bella membuka matanya dengan malas,bahkan untuk bangun dari tidurnya saja dia begitu enggan.Dengan terpaksa akhirnya dia bangun dan mengumpulkan sisa-sisa semangat dari dirinya,Bella menatap bantal yang selalu dipakai oleh Kevin,lalu dia meraih bantal itu dan menciumnya.

__ADS_1


"Bahkan aroma rambutnya masih tersisa di bantal ini,aku masih belum siap jika Kevin benar-benar meninggalkan aku hiks..hiks...hiks.." Bella tidak bisa menahan air matanya dan akhirnya dia kembali menagis tersedu-sedu.


Bella mencoba untuk melangkahkan kakinya keluar dari kamar lalu menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur ingin mengambil air putih.Saat itu dia melihat kedua mertuanya masih duduk di sopa ruang tamu,tapi dia mengabaikan mereka berdua dan tetap melanjutkan langkahnya menuju dapur.


"Nyonya apa anda ingin makan?" Tanya pelayan yang biasa melayaninya.


"Tidak berikan air putih." Jawab Bella,si pelayan dengan sigap memberikan air putih sesuai permintaan Bella,dia merasa sangat prihatin kepada Bella apalagi saat dia melihat betapa berantakannya sekarang hidup Bella.


"Dulu dia begitu angkuh dan sombong,saat rumah tangganya di rusak oleh orang ketiga dia begitu menyedihkan bahkan aku merasa kasihan dengannya ." Batin pelayan dia menatap kepergian Bella dari dapur sampai dia benar-benar menghilang di balik pintu.


Kedua orang tua Kevin menatap menantunya dengan iba,mereka juga sangat menyangkan sikap Kevin yang begitu keras kepala,bahkan sudah beberapa malam ini Kevin tidak kembali kerumahnya.


"Ma,sepertinya kita harus menemui wanita itu,aku sangat tidak setuju jika rumah tangga anak kita hancur begitu saja,aku akan sangat malu kepada kedua orang tuan Bella jika Kevin dan Bella akan bercerai."Ucap Hamdan kepda istrinya Nadia.


"Orang tua mana sih pah,yang mau melihat rumah tangga anaknya hancur, pasti tidak ada setiap orang tua menginginkan yang terbaik kepada anaknya." Jawab Nadia,dia menghela napas berat memikirkan masa depan rumah tangga anaknya.


Bella kembali masuk kedalam kamarnya,dia berdiri di depan pintu dan menatap kosong ke atas ranjang,tiba-tiba dia teringat masa-masa indah bersama suaminya,dia mengingat hangatnya tidur di pelukan suaminya,dia tidak bisa membayangkan jika Kevin benar-benar akan meninggalkannya,jangan melakukannya membayangkan pun rasanya dia tidak mampu.


"Apa pun akan aku lakukan agar suamiku kembali kepadaku,jika dukun bisa menyelesaikan masalah kami maka aku akan mencari dukun asal dia kembali kepadaku."Ucap bella dia menyeka air mata yang sudah membasahi wajahnya yang pucat.

__ADS_1


**** bersambung*****


__ADS_2