Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 116 ~ Kembali ke Indonesia ~


__ADS_3

Keesokan harinya Lisa dan Dewa bergegas berangkat ke bandara,Lisa berlari kecil saat mereka sudah sampai di bandara wajahnya yang begitu bahagia menambah kecantikannya yang begitu alami.Dewa bisa memegang teguh janjinya,dia sama sekali tidak menyentuh atau memegang sedikit pun Lisa saat mereka sedang di hotel walaupun mereka tinggal di kamar yang aman.


"Om,aku mau itu." Ucap Lisa saat melihat sebuah mainan ponsel berbentuk hati separuh.Dewa langsung menuruti kemauan Lisa dan membeli dua buah mainan itu dan satu di berikan untuk Lisa dan satu untuknya.


"Itu untuk apa mu om,emangnya kamu nga malu,pakai begituan aku akan pasang ini di ponselku." tanya lisa dewa mengambil ponsel Lisa lalu memasangnya benar saja mainan itu sangat cantik dan imut.Selama di Paris dewa menuruti segala keinginan Lisa bahkan membeli apa pun yang di sukai oleh Lisa termasuk segala pernak-pernik ponselnya yang bernuansa pink.


"Ini untukku,ini barang pasangan itu artinya hatimu sudah ada untukku,dan hatiku ada untukmu." jawab Dewa,mendengar itu seketika wajah Lisa berubah warna menjadi pink antara malu dan bahagia.


"Sudah om,jangan menggodaku terus aku malu." Ucap Lisa lalu kembali berlari menelusuri bandara yang begitu luas,mereka masih bisa santai karena penerbangan mereka masih tersisa satu jam lagi.


****


Sementara itu Hanna tidak ada semangat untuk bekerja hari ini karena memikirkan Kevin yang tidak memberinya kabar apa pun dari dia berangkat sampai hari ini.Ingin sekali dia minta ijin untuk pulang tapi dia merasa tidak enak karena sudah beberapa hari kemarin dia minta cuti.


Pada saat Hanna sedang duduk di kursi tiba-tiba mamanya datang mendekat lalu memberinya tamparan keras di wajahnya.


"Apaan sih asal main tampar saja?" Tanya Hanna sambil memegangi wajahnya panas akibat tamparan ibunya yang tiba-tiba.


"Kakak macam apa kamu,sehingga adikmu Lisa bisa pacaran dengan pria yang sudah tua,kamu itu memang tidak berguna,sok-sokan kamu ingin menjadi pahlawan untuk mereka tapi kamu tidak melihat pergaulan adik kamu di luar sana." Ucap Calista,Hanna sangat kaget mendengar ucapan mamanya,dia memang tidak tau sejak kapan Lisa berani membohonginya dia juga merasa heran saat dia punya ponsel baru,tapi dia selalu mengabaikannya karena dia tau Lisa adalah anak baik-baik.


"Mama jangan sembarangan bicara,aku tau Lisa lebih dari yang kamu tau,jadi berhenti mengurusi kami,lebih baik kamu urus suami mu itu,dan bisnis suami mu itu,aku tidak butuh sosok ibu seperti mu." Ucap Hanna lalu beranjak dari tempatnya meninggalkan Calista yang masih emosi.

__ADS_1


Hanna menagis di dalam tokonya,dia merasa bersalah karena sudah terlalu percaya kepada Lisa dan dia mencoba menghubungi Lisa ternyata nomornya di luar jangkauan membuatnya sangat panik.Hanna merasa tidak tenang,dia takut terjadi apa-apa sementara Hanna tidak ada satu pun sahabatnya yang di kenali Hanna.


Dengan terpaksa Hanna akhirnya minta ijin untuk pulang,perasaanya sudah tidak enak karena nomor adiknya yang tidak bisa di hubungi.


"Kemana sih dia,kalau sampai nanti malam dia tidak kembali aku akan mencarinya besuk ke sekolahnya,apa mungkin Lisa membohongiku,dari mana dia bisa kenal dengan pria tua,apa mungkin suami orang juga." Hanna bertanya-tanya dalam hati.Sepanjang hari dia terus mondar-mandir di dalam rumah membuat Puspa adiknya curiga.


"Kenapa sih kak?


"Nga papa, kamu lanjutkan menonton jangan ganggu Kakak," Jawab Hanna jutek,dia sudah semakin gelisah karena hari sudah mulai sore nomor adiknya tetap tidak bisa di hubungi.


Malam semakin larut kabar dari Lisa dan juga Kevin belum ada hingga membuat Hanna semakin frustasi,dia sudah mulai lapar karena dari tadi siang tidak ada sebutir nasi masuk kedalam perutnya.Hanna melihat jam dinding sudah pukul setengah dua dini hari,dan nomor adiknya tetap tidak bisa di hubungi hingga tiba-tiba dia mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya.


"Dari mana kamu sampai jam segini baru pulang?"


"A_aku dari_


"Plak......Dasar anak tidak tau diri kakak berkorban banyak untuk kamu dan Puspa ternyata ini balasan mu!"


"Maafkan aku Kaka karena sudah berbohong!"


"Diam,kamu memang tidak tau malu,kamu ingin sekolah mu hancur hingga kamu pacaran dengan orang sudah tua,kamu berpacaran dengan pria beristri?" Ucap Hanna dia benar-benar emosi belum pernah dia se marah ini kepada kedua adiknya.

__ADS_1


"Apa maksud kakak berpacaran dengan pria beristri,dari mana kakak dapat informasi itu,kakak pikir aku wanita macam apa ya pacarku memang sudah dewasa,tetapi dia bukan pria beristri dan dia pria baik-baik,jangan sembarang bicara." Ucap Lisa lalu pergi meninggalkan kakaknya yang belum selesai berbicara.


Tadinya Lisa ingin jujur tentang perjalananya dengan dewa tapi melihat reaksi kakaknya,dia mengurungkan niatnya kembali.


"Tidak ada pria dewasa yang baik dan tulus kepadamu, kalau bukan karena ada yang dia harapkan darimu ingat itu." Ucap hanna kepada Lisa dia senagaja datang ke depan pintu kamar Lisa untuk mengatakan itu.


"Pergi dari depan kamarku kak,aku masih bisa menjaga diriku,dan aku bukan wanita seperti yang kamu tuduh aku tidak tau siapa yang sudah mengatakan itu semua kepadamu,oohh jangan-jangan mama,karena dia pernah memergoki ku di sebuah restoran."Ucap Lisa dari mengigit giginya karena dia begitu benci kepada ibunya yang sudah berani menghasut kakaknya.


Hanna pergi meninggalkan kamar adiknya,walaupun adiknya sudah mengatakan kalau dia tidak berpacaran dengan suami orang entah kenapa dia masih sangat khawatir.


"Sepertinya aku harus menyelidiki pria itu." Ucap Hanna lalu masuk kedalam kamarnya.


[ Kamu sudah sampai jangan lupa istrahat ya,cuci wajah dulu sebelum tidur agar kulit tidak berjerawat.] Lisa tersenyum membaca pesan yang dikirim dewa kepadanya melalui aplikasi hijau.


[ Siap bos kamu juga langsung istrahat besok kamu akan kerja?] Lisa langsung menekan tombol kirim dan dia tersenyum membayangkan dewa yang sudah membaca pesannya.


Karena sudah sangat lelah,dewa tidak sempat membaca pesan yang dikirim oleh Lisa dia sudah tertidur dengan sangat pulas.


Keesokan harinya Lisa masih kesal dengan kakaknya,dia tidak mau membantu kakaknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah dia tidur dan tidak mau bangun."


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2