Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 30 ~ Mencoba sekali lagi ~


__ADS_3

Kevin tidak bisa berkata-kata saat ibunya memberikan ancaman kepadanya,dia tidak takut kehilangan segalanya jika memang kedua orang tuanya akan menghapusnya dari daftar pewaris hartanya,tapi dia paling takut jika mamanya benar-benar nekad bunuh diri hannya karna keegoisannya.


"Ingat Kevin kamu anak papa mama satu-satunya,kamu harus menuruti semua kemauan papa dan juga mama,kamu kan tau keluarga kita dan keluarganya Bella sudah lama berhubungan,dan kamu juga tau kita bisa berdiri kokoh sekarang ini hannya karna keluarganya mereka,jadi kamu terkadang harus bisa mengorbankan perasaanmu demi kebaikan kita bersama.Lagian mama heran,bukankah kamu dulu sangat mencintai Bella,bahkan kamu melakukan apa saja demi dia? Apa jangan-jangan wanita itu sudah memelet mu,jaman sekarang apa pun akan dilakukan orang agar mendapat keinginannya kamu harus hati-hati " Ucap ibunya,Kevin merasa tidak senang dengan ucapan ibunya lalu dia meninggalkan mereka di ruangan itu dan dia menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.


"Mereka hannya melihat Bella sekilas.Sementara hatinya mereka tidak tau sama sekali."batin Kevin,dia menghela napas berat lalu naik ke atas ranjangnya dan tidur tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


"Pa,ma,terima kasih sudah mendukungku di hadapan mas Kevin." Ucap Bella,dia terlihat menyeringai jahat karna akhirnya kedua mertuanya memberikan dukungan penuh kepadanya.


"Setidaknya aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki diriku." Batin Bella.


"Seharusnya kalian sudah bisa punya anak,kalian sudah menikah betapa lama tapi sampai hari ini kalian belum juga punya anak,papa mana sudah ingin menimang cucu." Ucap ibu mertuanya,seketika Bella merasa terpukul dengan ucapan ibu mertuanya,selama ini dia memang menolak untuk punya anak karna dia tidak ingin kariernya sebagai dokter terganggu hannya karna kehadiran anak di antara mereka.


"Maafkan Bella ma,aku akan membicarakan ini dengan mas Kevin."Ucap bella kembali dia menunduk karna dia merasa bersalah kepada mertuanya.


"Sudah-sudah temui suami mu,mulai sekarang kamu harus bisa bersikap lebih lembut dan baik kepada suami mu,apa guna nya karier hebat jika rumah tangga kita berantakan,sebagai wanita kamu harus bisa lebih menjaga rumah tangga mu." ujar papa mertuanya,Bella semakin malu dihadapan kedua mertuanya yang seakan memojokkannya.


"Baik pa,ma,Bella menemui mas Kevin keatas." Ucap Bella,lalu dia berjalan menaiki tangga,dia sedikit kesal mendengar ucapan mertuanya,tapi dia tidak ingin membantah ucapan mertuanya.


Bella masuk kedalam kamar dan dia melihat suaminya sudah tertidur pulas,ingin sekali dia membangunkan suaminya tapi entah kenapa melihat wajah polos suaminya dia tidak tega sama sekali.

__ADS_1


Bella melangkah menaiki ranjang lalu tidur di samping Kevin,Dia menopang kepalanya dengan tangannya lalu memandangi wajah pria yang sudah hidup bersamanya selama beberapa tahun ini.


"Maafkan aku yang terlalu egois selama ini." Ucap Bella,suaranya hampir tidak terdengar karna tidak ingin mengganggu suaminya.Dia menyentuh dengan lembut wajah Kevin,rasanya dia begitu merindukan saat-saat indah dulu yang pernah mereka lalui bersama.


Samar-samar Kevin merasakan sentuhan halus di wajahnya dia menangkap tangan itu lalu menciumnya


"Hanna,aku sangat mencintaimu." Ucap Kevin,dia bermimpi sedang tidur bersama Hanna.


"Brak..." Tiba-tiba Kevin terbangun saat bantal melayang ke wajahnya dia sangat kaget,lalu dia bangun dan langsung duduk bahkan dia belum sadar seratus persen.


"Hanna,kenapa kamu marah?" Kevin masih melontarkan pertanyaan konyol hingga membuat Bella semakin marah dan kesal.


"Aku tidak tidur bersamamu,aku akan tidur di sopa jika kamu tidur di ranjang." Ucap Kevin lalu dia turun dari ranjang dan membawa bantal serta selimutnya,lalu kembali melanjutkan tidurnya karna dia merasa tubuhnya begitu lelah dan butuh istrahat.


*****


Hanna pindah kerumah barunya dengan perasaan tidak enak,Sambo mengurus segalanya dengan begitu baik,bahkan kedua adiknya juga dipindahkan ke sekolah yang sangat dengan dengan rumahnya hingga mereka tidak perlu naik angkot setiap berangkat kesekolah.Kevin juga menitipkan uang sebanyak lima puluh juta sebagai uang pegangan untuk kebutuhan mereka.


Hanna memandangi yang yang dia letakkan di atas ranjang,rasanya dia sangat tidak berhak untuk menerima uang sebanyak itu,dia sudah berusaha menolak tapi Sambo terus memaksanya hingga dengan terpaksa dia menerimanya.

__ADS_1


"Sudah dua Minggu sejak kepindahan ku kerumah ini mas Kevin tidak pernah menghubungi atau memberi kabar,ada apa dengannya apa hubungannya dengan istrinya sudah membaik aku harap demikian."Batin Hanna,dia menatap lurus ke arah jalan dengan tatapan kosong.Dia tidak bisa munafik walaupun bibirnya menolak tapi hatinya benar-benar merindukan pria itu.


Hanna berulang-ulang menatap ponsel bahakan setiap saat dia menunggu kabar dari pria yang sudah mulai mengisi hatinya.Dia sangat berharap Kevin menghuninya,ingin sekali dia menghubunginya terlebih dahulu tapi dia sangat takut kalau-kalau istrinya tau dan membuat hubungan mereka kembali retak.


Tampa sadar air mata menetes di wajah Hanna,hatinya sangat terluka saat dia mencintai pria yang sudah menjadi milik orang lain.Hanna menyeka air matanya,


"Harusnya aku tidak seperti ini." Ucap Hanna,dia berjalan tampa arah,hari ini dia benar-benar merindukan pria yang tidak pantas dia rindukan.


*****


Sementara itu Kevin bekerja tidak konsentrasi sedikit pun,selama dua Minggu ini Bella terus mengawasinya bahkan mengikutinya kemana pun dia pergi.Dia sudah melakukan segala cara agar Bella menerima keputusannya untuk bercerai tapi Bella menolak dengan keras.


"Samapi kapan kamu terus mengawasi ku seperti ini? Aku sudah sangat muak sumpah,semakin kamu mengekang ku,perasanku kepadamu semakin hilang.Aku tidak mencintaimu lagi,pergilah dari hidupku." Ucap Kevin,dia melontarkan kata-katanya tampa menoleh sedikit pun kepadanya.


"Sudahlah mas,mari kita coba hubungan kita ini sekali lagi,dan aku minta maaf untuk semua kesalahanku selama ini kepadamu,mari kita punya anak." Ucap Bella santai.Kevin meletakkan pena yang ada di tangannya lalu menoleh ke arah Bella lalu tersenyum hambar.


"Apa...Punya anak,tidak segampang itu,jangankan untuk punya anak denganmu tidur denganmu saja aku sudah tidak mau." Jawab Kevin membuat amarah Bella kembali meledak.


"Braaakkk....Sampai kapan kamu seperti ini,apa aku harus sujud di kakimu,atau aku harus benar-benar bunuh diri agar kamu menyesal?" Ucap Bella,dia memukul meja dengan sangat kasar membuat Kevin sangat kaget.

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2