Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 97 ~ Biasa saja ~


__ADS_3

Saat hari sudah mulai siang Bella merasa perutnya sangat lapar,dia begitu kelaparan karena dari pagi belum ada masuk makanan sedikit pun kedalam perutnya,dia terlalu asik menghabiskan waktu bersama pujaan hatinya.Hari ini Bella sengaja tidak memakai pengaman,dia ingin memiliki anak dari papa mertuanya,agar mereka bisa membuat ikatan di hubungan mereka.Bella benar-benar jatuh cinta kepada Hamdan,dia tidak peduli dengan segala resiko,Karena dia sangat menginginkan Hamdan bisa menjadi miliknya seutuhnya.


"Butet...Siapkan makanan untukku,ngapain kamu menatapku seperti itu,kamu masih ingin bekerja di rumah ini kan?" Tanya Bella penuh ancaman,Butet dengan sigap menyiapkan makanan untuk wanita itu dia ingin segera meninggalkan Bella di meja makan.


Setelah Butet selesai menyiapkan makanan untuk bella dia segera berlalu dari hadapan Bella,rasanya dia sangat jijik kepada wanita itu,dia tidak pernah menyangka jika Bella adalah seorang wanita yang tidak punya harga diri.


Butet berjalan kebelakang rumah,disana dia duduk dibawah pohon yang rindang sambil memandangi ikan yang ada di kolam mini di belakang itu,kini Butet menyadari ternyata pendidikan dan karier seorang wanita tidak menjamin dirinya bisa menjaga harga diri dengan baik.Bagaimana bisa seorang wanita yang sangat cantik karier bagus tetapi menjadi duri di rumah tangga mertuanya.


" Bodoh..untuk apa aku memikirkan itu,aku hannya kasihan sekali dengan nyonya Nadia,dia membela menantunya selama ini,bahkan dia menemani menantunya untuk melenyapkan wanita lain di hidup tuan Kevin ternyata nyonya Bella tega melakukan itu untuk nyonya Nadia." Ucap Butet dengan nada hampir tidak terdengar.


"Woi..Apa yang kamu lakukan di belakang ini,sepertinya barusan kamu sedang bicara sendiri,apa yang kamu bicarakan?" Tanya Santi,sesama pelayan di rumah itu mereka sama-sama orang yang sudah lama bekerja di keluarga Sanjaya.


"Nga papa,aku cuma kelelahan saja,dan sepertinya aku ingin istirahat bisakah kamu membantuku untuk membereskan sisa makanan nyonya Bella di meja makan?" Tanya Butet,rasanya dia sangat jijik bertemu muka dengan wanita binal itu.Masih terukir di pikirannya bagaimana ganasnya dia di atas ranjang untuk memuaskan tuan Hamdan,bahkan dengan jelas dia melihat memasukkan hal yang menjijikan milik tuannya ke mulut kecil miliknya.


"Merek belum selesai makan,paling juga nanti kalau udah selesai baru aku bereskan." Jawab Santi dengan santai,seluruh pelayan yang ada di rumah itu tidak ada yang curiga kepada Bella kecuali Butet yang sudah memergokinya barusan.


"Mereka kamu bilang,siapa mereka?" Tanya Butet,karena yang dia layani tadi hannya nyonya Bella wanita yang tidak punya rasa malu.

__ADS_1


"Tuan besar,kamu tidak tau tuan besar hari ini tidak berangkat ke kantor jadinya mereka makan bersama di meja,aku yang melayani tuan besar barusan."Jawab Santi.Butet semakin jijik melihat pasangan kotor itu,dia juga tidak bisa membayangkan kenapa tuan Hamdan setega itu menikmati tubun menantunya.


****


Bella dan Hamdan kembali masuk ke dalam kamar,hari ini mereka benar-benar menikmati kebersamaan mereka,karena sekarang ini mereka tidak akan bebas kalau malam,karena Kevin sudah rutin kembali kerumah,dan Bella sangat tidak menyukai itu.


"Sayang!!! " Bella bermain di dada bidang milik mertuanya,mereka sudah seperti pasangan pengantin baru,dan Bella sangat bahagia menikmati itu,dia bebas manja di tubuh pacarnya.


"Hmm..!" Jawab hamdan singkat.


"Bagaimana kalau aku menandatangani surat cerai dari Kevin,aku sudah tidak ingin ada hubungan dengannya,terus bagaimana kalau kita nikah sirih saja,kita bisa tinggal di rumah yang sama aku tidak peduli jika kamu datang tidak setiap hari,aku sudah muak dengan hubungan yang selalu di sembunyikan sayang." Ucap Bella panjang lebar.Hamdan menarik napas berat,rasanya posisinya sangat tidak nyaman,dia takut dengan rahasia mereka suatu saat terbongkar.


"Aku tidak butuh semua hartamu mas,yang aku butuhkan adalah kamu,kepastian darimu ,aku ingin kamu menikahi ku,mari kita pergi dari kota ini mas." Ucap Bella,dia sangat kesal jika Hamdan seakan ingin lari dari tanggung jawabnya.Hamdan kembali menghela napas berat,rasanya tidak mungkin dia mau meninggalkan istri dan anaknya demi Bella,apalagi dia sudah tua.


"Sudah jangan bahas itu,lebih baik kita menikmati kebersamaan kita sebelum Kevin kembali ke rumah ini." Ucap Hamdan mengalihkan pembicaraan.


****

__ADS_1


Sementara itu,Kevin kembali menemui Hanna ke toko bunga tempatnya bekerja,dia menarik pergelangan tangan Hanna dan membawanya masuk kedalam restoran,


"Mas,aku tidak mau masuk kedalam ini,aku tidak mau ada yang mengenaliku nanti,karena banyak pelanggan ku yang berkunjung ke restoran ini." Ucap Hanna,menolak.Kevin melepaskan pegangannya dia tampak berfikir akhirnya dia menemukan ide untuk membawa Hanna dari sana.


"Okeh....aku membawamu,ke tempat lain." ucap Kevin,dia kembali menarik tangan Hanna dan membawanya masuk kedalam mobilnya.Kevin menyetir mobilnya membawa Hanna ke tempat lain,dia ingin menghabiskan waktu bersama Hanna karena dia begitu pusing dengan keadaan ibunya yang semakin tidak membaik.


"Hanna,aku sangat merindukan Puspa dan Lisa bisakah kita pergi makan bersama mereka,sejak kita bertemu aku belum pernah sekali pun bertemu dengan mereka "Ucap Kevin.Hanna menoleh sekilas ke arah Kevin,setelah itu dia Kemabli menatap lurus ke depan,dia cukup terharu dengan sikap Kevin,karena ternyata dia bukan hannya baik kepadanya tetapi juga baik kepada kedua adiknya.Terkadang Hanna bingung kenapa Tuhan mengirim dua pria baik sekaligus kepadanya,tetapi dia tidak bisa berbohong karena hati dan perasaanya sudah terikat kepada Kevin,bukan kepada dewa,dia hannya menganggap dewa sebagai abangnya tidak lebih.


Akhirnya Hanna mengangguk setuju saat Kevin meminta untuk bertemu dengan kedua adiknya,beruntung hari sudah lumayan sore itu artinya kedua adiknya sudah pulang dari sekolah dari tadi siang.


Puspa berlari membuka pintu saat melihat sebuah mobil masuk kedalam halamannya,dia mengira Hanna pulang bersama dewa,tapi dia menghentikan langkahnya saat melihat mobil itu bukan mobil milik dewa.


"Kalian sudah pulang dek,Kaka Lisa juga sudah pulang kan,lihat Kaka pulang sama siapa?" Ucap Hanna saat dia turun dari mobil.Puspa menunggu siapa pria yang pulang bersama kakaknya dia takut kakaknya punya kenalan pria lain lagi.


"Om.....Kamu om Kevin...Om......" Puspa langsung berlari menghampiri Kevin dan memeluk pria itu dengan sangat erat.


"Om jahat kenapa baru muncul sekarang?"

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2