
Sepanjang malam dewa tidak bisa tidur dengan nyaman,apalagi malam semakin larut dan Hanan semakin memeluknya dengan erat,dewa berusaha menyingkirkan tangan Hanna yang mendekap tubuhnya lalu menggantinya dengan bantal dia menuruni ranjang lalu tidur di bawah.
"kenapa dengan wanita ini,apa dia sedang berpura-pura,ahh itu tidak mungkin bagaimana mungkin seorang wanita mau melakukan hal bodoh seperti ini."Batin dewa,lalu mengambil bantal dan selimut dan tidur di bawah.
Hanna terbangun dari tidurnya,dia merasa bingung lalu menatap sekelilingnya dia merasa heran kenapa dia ada ditempat ini,lalu dia turun dari ranjang,dia berjalan keluar dari kamar dia ingin membangunkan kedua adiknya.
"Siapa pria ini kenapa dia bisa tidur di lantai dan ini rumah siapa ini?Aku dimana,terus puspa dan Lisa harusnya mereka sudah bangun."Hanna melewati Tubun dewa dan keluar dari kamar.
"Lisa.....Puspa,bangun kalian dimana cepat nanti kalian terlambat kalian tidur dimana?" "Hanna berteriak dengan keras hingga suaranya membangunkan dewa sedang tertidur pulas.
"Lisa....Puspa...Bangun....!!" Hanna merasa panik karna dia tidak mendengar suara kedua adiknya dan dia sangat merasa asing dengan tempat ini,Dewa lalu bangun dan berdiri menemui Hanna yang sedang berteriak di luar kamar.
"Apa yang kamu lakukan pagi-pagi sudah berisik,kamu sudah gila ya."Bentak dewa,Hanna menoleh ke arah dewa,
"Kamu siapa? terus adikku Puspa dan Lisa ada dimana?"Tanya Hanan mulai panik karna dia belum melihat keberadaan kedua adiknya.Dewa menatap Hanna dengan sinis dia merasa bingung dengan tingkah wanita yang semalam dia tolong.
"Kamu tidak ingat apa yang terjadi denganmu?aku menolong mu seorang diri,tidak ada orang lain."Ucap dewa,Hanna menatap tidak percaya kepada dewa.
"Maksudmu menolong apa?aku tadi malam tidur bersama adikku Lisa dan Puspa terus dimana mereka sekarang dan kamu siapa kenapa kamu ada dirumah ini?" Tanya Hanna,dia belum menyadari apa yang terjadi dengannya.
"Aahh susah bicara denganmu,sepertinya kamu belum ingat apa yang terjadi sebelumnya denganmu,aku menolong mu saat kamu pingsan di pinggir pantai,dan aku tidak melihat adanya orang lain bersama mu."Ucap dewa,lalu dia meninggalkan Hanna yang masih kebingungan,lalu dia mengikutinya dari belakang,
__ADS_1
"Terus kedua adikmu dimana? Hanna berusaha berfikir keras,tapi sedikit pun dia tidak mengingat apa yang terjadi sebelumnya kepadanya.Hanna semakin gelisah saat dia memandang lautan yang terbentang,dia bisa memandang lautan dari arah dapur karna dinding yang terbuat dari kaca sehingga bisa memandang dengan jelas.
Hanna memukul-mukul kepalanya dia berusaha mengingat semuanya,semakin dia berusaha semakin kepalanya pusing,tapi yang datang ke pikirannya hannya kedua adiknya,selainya itu dia tidak ingat apa pun.
Dewa menatap Hanna dari kejauhan,dia merasa kasihan dengan hanna,yang sepertinya punya masalah serius,bahkan disaat dia tidak mengingat apa pun dia hannya mengingat kedua adiknya.
"Apa mungkin wanita itu,korban pelecehan seksual,hingga dia ingin dibunuh dan dibuang dilautan."Batin dewa,dia terus memandangi Hanna lalu dia berjalan mendekati Hanan,
"Kembalilah ke kota bersama kami besok,aku akan membawamu kerumah sakit."Ucap dewa,Hanna menoleh ke arah dewa lalu membalikan badannya dan menatap dewa.
"Aku takut...Adikku dimana? jika aku pergi bagaimana dengan adikku? tanya Hanna dengan wajah kebingungan.
"Disini tidak ada rumah kecuali villa ini,jadi tidak mungkin adikmu berada disini,lebih baik kamu ikut bersama kami kekota,lalu kamu berobat saat kamu sadar kamu akan mengingat tentang hidupmu maka kita bisa mencari adikmu."Ucap dewa.hanna tampak berpikir lalu dia mengangguk.
"Apa kamu ingat dengan namamu?" Tanya Dewa,Hanna lalu mengangguk kembali.
"Hanna tuan." Jawab Hanna.
"Mungkin kepalamu mengalami benturan hingga kamu lupa dengan dirimu,tapi sepertinya itu tidak terlalu parah,dengan pengobatan ingatan mu akan segera pulih."Ucap Lalu beranjak dari tempat itu menuju pintu,karna dari kejauhan dia sudah melihat sahabat-sahabatnya sudah kembali ke villa.
"Hai dewa,bagaimana tidurmu malam ini apa kamu sangat nyenyak? ngomong-ngomong mana wanita itu,apa kalian tidur bersama?" Tanya Rian sahabatnya,dia menatap nakal kepadanya membuat Dewa kesal.
__ADS_1
"Apa kamu pikir aku ini pria murahan.Sepertinya dia amnesia,tetapi dia hannya amnesia ringan karna ada beberapa hal yang dia ingat tentang dirinya.Sepertinya hari ini kita akan pulang,aku ingin membawanya keruang sakit,aku tidak mau repot karna mengurusi dia."Ucap dewa,Rian dan ketiga sahabatnya saling menatap,tapi mereka hannya bisa diam dan tidak berani berkata-kata.
Mereka mulai mengemasi barang-barang mereka,sebenarnya masih ada waktu mereka tiga hari lagi di villa itu,tapi karna Dewa sudah meminta pulang,akhirnya mereka hannya bisa menuruti kemauan pria itu.
Dewa adalah pemilik kapal dan juga villa yang mereka tempati,dia adalah anak seorang pejabat yang sangat di segani di negara ini.Dia mengajak teman-temannya liburan di pulau ini karna dia begitu penat dengan rutinitasnya setiap hari,yaitu mengelola perusahan milik kakeknya.
"Tuan aku sangat lapar!!"Ucap Hanna yang tiba-tiba sudah berada bersama mereka,dewa yang sudah duduk santai menatap ke arah Hanna,sebenarnya wajar saja Hanna kelaparan karna dia hannya makan tadi malam sementara dirinya sudah minum susu dan juga roti tadi.
"Rian,suruh pacarmu untuk memasak nasi goreng saja."Ucap dewa,Rian menatap Hanna dengan tatapan kurang suka,dan Hanna sadar arti tatapan itu hingga dia akhirnya mengurungkan niatnya untuk makan.
"Tuan aku sudah tidak lapar."Ucap Hanan,dia menunduk karna dia takut pria itu masih menatap sinis kepadanya.Dewa sadar jika Hanna ketakutan akhirnya dia berdiri lalu menarik pergelangan tangan Hanna dan membawanya ke dapur.
"Kamu duduk disini,aku akan memasak nasi goreng untukmu."Ucap dewa,Hanna benar-benar terharu dengan sikap dewa,dia merasa pria itu cukup baik kepadanya.
Hanna melihat dewa yang sedang memasak nasi goreng,pria itu cukup cekatan,bahkan dia begitu pintar memotong bawang dan sayuran.
"Tuan terima kasih karna sudah menolongku."Ucap Hanna,dewa mengabaikan ucapannya dia terus memasak hingga akhirnya selesai dan menyajikan makanan kedalam Pring dan memberikannya ke pada Hanna.
Hanna memakan masakannya begitu lahap,dewa merasa bangga saat makanan yang dia masak begitu disukai Hanna.
"Tuan terima kasih karna sudah membantuku,aku tidak tau apa yang terjadi kepadaku jika tuan tidak membantuku."
__ADS_1
"Sudah abaikan saja,semua orang akan melakukan itu saat mereka melihat orang yang butuh bantuan."Ucap dewa santai.
*** bersambung***