
Setelah selesai makan Kevin beranjak dari kursi menuju ruang tamu,disana dia duduk sambil memeriksa email yang masuk ke benda pipih yang ada di tangannya.Sementara Hanna membereskan sisa makanan di belakang,dia selalu membantu pelayan yang menemaninya,mungkin karna dia terlahir dari orang miskin,dia merasa enggan membiarkan pelayan bekerja sendirian.
"Sudahlah nona,temui tuan disana nanti tuan bisa marah kepadaku jika melihat nona membantuku."Ucap pelayan,dia selalu menolak saat Hanna membantunya tapi mengingat Hanna adalah gadis keras kepala akhirnya dia membiarkannya saja.
Hanna mengabaikan ucapan pelayan,dia menyusun semua piring yang sudah di cuci oleh pelayan,setelah itu dia mengambil gelas dan sendok lalu membuatkan kopi untuk Kevin.
"Mas tidur disini?" Tanya Hanna,sudah biasa dia menginap disana tapi mereka beda kamar jadi tidak ada orang yang risih dengan mereka berdua.
"Iya,maunya kamu kita tidur satu kamar ya,sabar sayang kita nikah dulu ya."Ucap Kevin menggoda,dia tertawa lepas melihat wajah Hanna yang berubah merah muda.
"Kamu sudah kangen iya,tunggu sabar saja,nanti juga tiap malam aku akan meminta jatah kepadamu,sabar aja."Ucap Kevin semakin menggoda,Hanna mencibir melihat Kevin yang terus menggodanya,padahal dia hannya ingin memastikan saja,tapi Kevin sudah menggodanya sedemikian rupa.
"Om,bantuin Puspa dong,tugasnya susah banget,pindahin aku ke sekolah lain om,disini aku terlalu capek tiap hari tugasnya sangat banyak."Ucap Puspa,dia langsung memberikan buku tugasnya kepada Kevin.
Dalam sekejap Kevin menyelesaikan semua tugas yang diberikan Puspa kepadanya tapi terlebih dahulu dia sudah mengajarinya,bahkan dia meninggalkan tiga soal yang harus dikerjakannya sendiri.
Hanna menatap pemandangan itu dengan haru,dimana Kevin dengan sabar mengajari adiknya,sebenarnya dia sangat berharap Kevin selalu bersama dengannya tapi dia tidak bisa berharap lebih karna dia harus ikhlas kehilangan Kevin sewaktu-waktu. Hanna sadar posisinya seperti apa,makanya dia tidak berharap banyak kepada pria itu,bahkan dia selalu menyimpan semua uang pemberian Kevin,sebagai jaga-jaga saat pria itu pergi dengan sendirinya.
"Lah,kamu kok bingung sih Han,kamu mikirin apa sih,kamu dari tadi menatapku,kamu heran kenapa ada pria sehebat pacar tua mu ini?" Tanya Kevin penuh percaya diri,Hanna hannya tersenyum kecil mendengar ucapan pria itu.
"Iya mas,aku sangat kagum kepadamu,wajar saja nyonya Bella sangat mencintaimu,bahkan tidak mau kehilanganmu itu karna kamu pria yang sangat hebat,tampan dan juga baik."Ucap Hanna.Kevin terdiam saat Hanna menyinggung nama calon mantan istrinya,dia tiba-tiba teringat dengan Bella,dia juga terkadang bingung kenapa cinta yang begitu besar dengan tiba-tiba hilang begitu saja.
__ADS_1
Kevin dan Hanna asik dalam pikiran masing-masing,mereka terdiam tidak tau harus mengucapkan apa lagi.
"Mas!!"
"Hmm!
"Apa yang akan mas lakukan jika seandainya aku mati?" Tanya Hanna tiba-tiba,Kevin sedikit kaget sekaligus kesal mendengar pertanyaan Hanna.
"Pertanyaan bodoh!! mana ada orang mati ngomong seperti itu,kamu membuat mood jelek aku tidur duluan."Ucap Kevin,entah kenapa perasaanya tiba-tiba tidak enak hatinya sedikit gelisah malam ini.
Hampir dini hari Kevin terbangun dari tidurnya,keringat membasahi seluruh tubuhnya entah kenapa rasanya mimpi yang dia alami begitu nyata.
"Mimpi sialan,kenapa aku bisa mimpi buruk seperti itu."Ucap Kevin,lalu dia berjalan menuju dapur lalu mengambil air dari kulkas dan meminumnya sampai habis.
*****
"Om,nanti siang kita jadi pergi jalan-jalan kan om?" Tanya Puspa,hari ini memang tanggal merah anak sekolah libur,jadi Hanna mengajak kedua adiknya untuk keluar,dan ternyata Kevin juga ingin ikut bersama mereka tapi karna dia ada meeting dengan klien penting pagi ini akhirnya dia mengundur waktu sampai siang nanti.
Kevin meninggalkan rumah Hanna dengan perasaan gelisah pagi ini,dia selalu memikirkan mimpinya tadi malam,ingin sekali dia membatalkan meeting pagi ini tapi karna kliennya memaksa harus hari ini dengan terpaksa Kevin berangkat juga.
"Paling itu hannya mimpi saja,iya itu cuma sekedar bunga tidur,kenapa aku terlalu gelisah."Ucap Kevin,dia menyetir dengan kecepatan tinggi karna walaupun bibirnya berkata seperti itu hatinya merasa gelisah.
__ADS_1
*****
"Ma,bagaimana kalau kita kesana bersama pria suruhan papa,mereka terlalu lamban jadinya aku tidak sabar."Ucap Bella,sementara papa mertuanya sedang ada urusan hingga dia pagi-pagi sekali sudah keluar dari rumah.
"Iya lebih baik kita bantu mereka,rasanya mereka terlalu lamban."Ucap mama mertuanya.Akhirnya mereka berangkat bersama dan mobil di bawa oleh Bella.Bella terlihat sangat pintar dia sengaja memakai mobil rentalan untuk menjalankan aksinya dan dia juga tidak melibatkan orang-orang rumah karna dia ingin melakukan dengan sangat baik.
Sesampainya mereka disana rumah terlihat sepi,dan saat itu juga pria suruhan papa mertuanya sudah datang,Bella dan ibu mertuanya masuk terlebih dahulu untuk melihat keadaan disana.
Bella membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci dan saat itu pelayan sedang membersihkan rumah,kedua adik Hanna sedang menonton kartun di televisi.
"Maaf nona anda siapa?"
"Mana Hanna?"
Saat itu Hanna sangat kaget melihat kedatangan Bella dan juga ibunya Kevin,dia yang berada di tangga langsung turun dan menemui mereka.
"N_nyonya ada apa anda kemari?" Tanya Hanna gemetaran,tiba-tiba dia keringat dingin melihat tatapan bengis dari ibunya Kevin dan juga Bella.
"Plakk.....plakk...Kamu menikmati hidup bersama suamiku,bug...seorang pelakor sepertimu tidak pantas untuk hidup "Ucap Bella,dia menghajar Hanna bertubi-tubi.Puspa dan Lisa berlari ingin membantu kakaknya tapi dua pria langsung menghadang lalu menyeretnya kedalam kamar dan mengikatnya disana.Mereka juga mengikat pelayan dan membawanya ke dapur.
"Ampun nyonya,jangan ganggu adikku,aku berjanji akan meninggalkan tuan Kevin,aku mohon lepaskan aku dan kedua adikku kali ini."Ucap Hanna,menagis.Bella langsung membenturkan kepala Hanna ke dinding hingga berdarah,Hanna merasa dunianya berputar dan matanya mulai tertutup kesadarannya langsung hilang saat Hanna membenturkan kepalanya ke dinding.
__ADS_1
"Bawa wanita ini dan bunuh dia,jangan biarkan dia hidup,karna jika dia hidup makan kita semua akan mati."Ucap bella,baru kali ini nadia melihat menantunya kali ini dia benar-benar ngeri dengan menantunya ini,bahkan dia tidak berani berkata-kata untuk saat ini.
**** bersambung****